Akhir-akhir ini saya banyak sekali memberi hutang kepada beberapa orang yang mengambil dagangan di tempat saya..
Aneh memang, saya menjadi sosok yang nggak tegaan..
Padahal kalau dibanding dengan menyembelih ayam,saya dengan asyik tuh menghabisi nyawanya..
Tapi kalau dengan manusia.. tunggu dulu..
Padahal saya punya banyak kisah, nggak balik tuh barang yang saya pinjamkan..
akhirnya dengan terpaksa relain tuh barang.
Kemaren kena teguran ummi angkatku untuk lebih tegas
" Bisnis is Bisnis, teman is teman.."
Ya, dulu ketika ada banyak yang minta bantuan kepada ku
ummipun protes karena kebanyakan hanya mendekatiku ketika mereka butuh dan bila hajad atau keinginan mereka dah terpenuhi, ppergi langsung tanpa ingat kembali kepada ku
Misal ketika jaman temen-teman ngerjakan skripsi ada beberapa yang datang ketempatku, sekedar pinjam uang, minta ditemani cari referensi, sampai bantu ngerjakan skripsi..tapi habis itu dagh..bye..bye..
makanya ummi yang rewel nggak trima
Tapi saat itu saya masih bisa memberikan alasan " yang pentingkan niat kita mi, ketika mereka cm manfaatin saya ya urusan mereka..asal niat saya baik..kan urusannya dengan yang di Atas.."
Tapi ketika saya berbenturan dengan orang-orang yang berhutang, yang ada beberapa yang sulit untuk ditagih.." saya takut..kuatir..karena sekali lagi saya bukan orang kaya, saya lakukan usaha hanya untuk sekedar menyambung hidup yang terengah-engah ini..
sekedar belajar mandiri..
Showing posts with label gimana. Show all posts
Showing posts with label gimana. Show all posts
Thursday, September 4, 2008
Thursday, August 21, 2008
Hah..anti cemburu padaku..?
Rasanya aneh ketika ana seorang akhwat cemburu padaku
Bukan apa-apa, tapi aneh aja. Karena ia adalah sahabat dekatku
yang tahu betul diriku bagaimana
Kisah awal sih karena kesalahan beliau juga
Saya nggak tahu apa ada kamus yang menyatakan bahwa pasca menikah
barang tiap apasangan jadi milik berdua termasuk HP.
Waktu itu disuatu daerah hanya dia yang patner kerja yang tersisa setelah yang lainya
hijrah pasca nikah
Sayapun jadi jarang ketempat beliau karena ia terkadang tidak berada dirumah alias ditempat mertua. Alhasil saya setiap ada acara apa atau menanyakan sesuata atau agenda selalu lewat SMS.
Tapi anehnya setiap saya SMS suaminya yang antusias untuk menjawab..
Setiap kali ada SMS yang msuk HPnya selalu ditanya " dari sapa?"
dan kalau tahu dari saya selalu ia akan meminta untuk membaca dan membalasnya
Reaksi saya saat itu risih dan sebel
Sayapun sempat melayangkan rasa protes saya, tapi hasilnya nihil
dan sang istripun selalu membela ulah sang suami" lha gimana ia yang minta.."
Tapi akhirnya timbul juga rasa cemburiu itu, sang istri mulai penasaran apa sih yang dibicarakan sang suami dengan saya via SMS..
Akhirnya sang suami bertanya" kenapa? cemburu?"
"nggak..." jawabnya saat itu
Tapi beberapa hari setelah itu
ia bertanya kepadaku" apa sih yang kalian bicarakan?"
"kenapa? cemburu? tanyaku
"lagian anti sih, saya kan dah bilang saya nggak mau SMS saya dibaca&dibalas suamimu,..tapi anti yang nekad.."sambungku
"lha ia yang mnta sih.."
saya pun memperlihatkan SMS dari suaminya yang kebanyakan ngajak debat dan diskusi saya tentang dunia dakwah..serta permintaan agar saya membantu di wajihah..
Akhirnya kelegaan nampak di wajahnya..
"makanya..larang tuh suami.."
Dan untuk selanjutnya ketika saya SMS selalu saya awalin dengan kalimat
"teruntuk mbak...selain beliau nggak boleh baca karena saya nggak ridlo..'
Selanjutnya bila suaminya tanya dari sapa dan ingin tahu isi SMSku selalu dijawab
"nggak boleh katanya.."
tapi sang suami nggak kehilangan akal"kan nggak baca, cuma pengen tahu ia ngomong apa sama kamu..."
Huhhhh, rasanya sebel banget saat itu mendengar cerita sang istri tentang ulah suaminya
padahal kalau ketemu ia tuh nggak pernah ngomong apapun kesaya tapi senangnya ikut campur saya dan istrinya..
Tapi saya maklum sih, pengantin baru. Pengennya tahu dunia pasangannya dan pengen tahu kecemburuan pasangannya.
Bukan apa-apa, tapi aneh aja. Karena ia adalah sahabat dekatku
yang tahu betul diriku bagaimana
Kisah awal sih karena kesalahan beliau juga
Saya nggak tahu apa ada kamus yang menyatakan bahwa pasca menikah
barang tiap apasangan jadi milik berdua termasuk HP.
Waktu itu disuatu daerah hanya dia yang patner kerja yang tersisa setelah yang lainya
hijrah pasca nikah
Sayapun jadi jarang ketempat beliau karena ia terkadang tidak berada dirumah alias ditempat mertua. Alhasil saya setiap ada acara apa atau menanyakan sesuata atau agenda selalu lewat SMS.
Tapi anehnya setiap saya SMS suaminya yang antusias untuk menjawab..
Setiap kali ada SMS yang msuk HPnya selalu ditanya " dari sapa?"
dan kalau tahu dari saya selalu ia akan meminta untuk membaca dan membalasnya
Reaksi saya saat itu risih dan sebel
Sayapun sempat melayangkan rasa protes saya, tapi hasilnya nihil
dan sang istripun selalu membela ulah sang suami" lha gimana ia yang minta.."
Tapi akhirnya timbul juga rasa cemburiu itu, sang istri mulai penasaran apa sih yang dibicarakan sang suami dengan saya via SMS..
Akhirnya sang suami bertanya" kenapa? cemburu?"
"nggak..." jawabnya saat itu
Tapi beberapa hari setelah itu
ia bertanya kepadaku" apa sih yang kalian bicarakan?"
"kenapa? cemburu? tanyaku
"lagian anti sih, saya kan dah bilang saya nggak mau SMS saya dibaca&dibalas suamimu,..tapi anti yang nekad.."sambungku
"lha ia yang mnta sih.."
saya pun memperlihatkan SMS dari suaminya yang kebanyakan ngajak debat dan diskusi saya tentang dunia dakwah..serta permintaan agar saya membantu di wajihah..
Akhirnya kelegaan nampak di wajahnya..
"makanya..larang tuh suami.."
Dan untuk selanjutnya ketika saya SMS selalu saya awalin dengan kalimat
"teruntuk mbak...selain beliau nggak boleh baca karena saya nggak ridlo..'
Selanjutnya bila suaminya tanya dari sapa dan ingin tahu isi SMSku selalu dijawab
"nggak boleh katanya.."
tapi sang suami nggak kehilangan akal"kan nggak baca, cuma pengen tahu ia ngomong apa sama kamu..."
Huhhhh, rasanya sebel banget saat itu mendengar cerita sang istri tentang ulah suaminya
padahal kalau ketemu ia tuh nggak pernah ngomong apapun kesaya tapi senangnya ikut campur saya dan istrinya..
Tapi saya maklum sih, pengantin baru. Pengennya tahu dunia pasangannya dan pengen tahu kecemburuan pasangannya.
Subscribe to:
Comments (Atom)
