Sunday, March 15, 2009
PEntingnya memahami kebiasaan pasangan pasca pernikahan
karena ada beban bahwa ana belum sempet mengenyam yang namanya "pernikahan"
akan tetapi ini adalah sebuah analisa yang mungkin bisa berguna bagi anda yang sudah menikah
Kenapa ana bisa menuliskan hal ini??
berawal dari beberapa curhatan orang-orang yang tentang psangan masing-masing..
Pertama...ada pasangan suami istri, ikhwah...
pernah sempet ada peselisihan karena kebiasaan or bisa dikatakan hobby
masa lajangnya dulu timbul lagi...pelihara burung..dan istrinya tuh keberatan
kenapa??karena menurut ia, harga&perawatannya mahal..ratusan bahkan jutaan
padahal sang istri tu lagi ngirit untuk majuin usaha,,sampai-sampai sang suami yang tinggal
di luar kota kalau mau cuci baju nggak boleh dilaundry..tapi bawa pulang aja..
jd agenda tiap pekan suami pulang tasnya penuh baju..^_^
Berulang kali istrinya menunjukkan ketidak sukaannya..dan sang suami akhirnya
sadar tp dilain waktu muncul lagi hobbynya..
dulu akhirnya ana yang harus ikut campur dalam perdamaiannya atas permintaan sang istri..
*padahal ana bukan keluarganya,,,hehe..
kedua..ketika ada ibu satu anak,,menangis dihadapan ana..
tentang perlakuan suaminya yang suka marah-marah dan membanting barang..
ana saat itu hanya bisa menghibur dan menghentikan tangisnya"udah...sabar,,kasian tuh anaknya.."
ana kemudian seksama dengerin kisahnya..pagi itu kenapa suaminya marah>>karena ia tak sengaja melempar celana anaknya ke kasur karena ia buru-buru ngurus anaknya,,dan celana itu tak sengaja mengenai muka sang suami...akhirnya, suaminya marah..dikira sang istri tuh cari gara-gara,,,marah dan nggak bersykur atas pa yang didapet suaminya..kebetulan sang suami lagi nggak punya duit..jadi agak sensitif...
ana sebenernya juga nggak begitu kaget atas peringai istrinya,karena sang istri ini tipe wanita yang nggak bisa halus,,,suka brag-breg, ana sendiri kadang kalau lihat beliau suka nggak bisa bedain ini orang lagi marah or biasa...
akhirnya berdasarkan analisa dan obrolan dari para orang-orang yang pantes ngomongin ini
kita perlu banyak be;ljar dan memahami bagaimana pasangan kita..karena semakin lama kita berinteraksi dengan pasangan kita..akan banyak hal yang dulunya belum kita ketahui dan belum muncul akan muncul...dan butuh pemahaman, pengertian dan sejuta perasaan getle untuk mengubah kebiasaan itu kalau dirasa nggak baik bagi hubungan antar keduanya dan keluarga pada khususnya....
Mungkin akan butuh banyak &waktu yang lama untuk mendapatkan keselarasan antar keduanya
tapi justru proses penyelerasan dan pengertian itulah yang kan menjadikan sebuah cerita indah yang layak dikenang kala sudah pada usia senja...
wallahu'alam...
Saturday, January 3, 2009
Lamaran sang Mujahid
Segera, saya baca ulang kata demi kata yang berjajar di deretan SMS di HP ku
"assalamu'alaykum ukhty, afwan kalau apa yang tadi sore saya katakan menyakiti hati anti..tapi sungguh ana kira itu yang terbaik.." afwan....Ahmad
Sungguh masih terdapat tanda tanya di hatiku, apakah ia sudah tahu tentang eputusanku sehingga ia sudah mengambil langkah awal sebelum saya katakan terebih dulu tentang pembatalan pernikahan kami..
Yah saya butuh waktu untuk mengatakan bahwa saya akan membatalkan pernikahan yang sudah kami rencanakan sekitar 1 bulan lagi..
Akhirnya, setelah menunggu saya menjelaskan kepada orang tua, disela-sela ketertatihanku menjelaskan keputusanku ini ke orang tuaku, ia justru lebih awal mengatakan tentang "pembatalan pernikahan itu..
Sedih..,
Bukan karena pernikahan ini dibatalkan, karena pada akhirnya saya jua sependapat
Tapi karena prasangkaku yang tidak baik terhadap dia tentang alsan pembatalan itu
Yang saya tahu, ia mengatakan ini mungkin jalan yang terbaik..
Jalan yang terbaik??
sebuah kata yang kemudian coba kembali saya cerna..
kemudian muncul sebuah prasangka, bahwa ia membatalkan pernikahan kami
karena keputusanku untuk gabung menjadi relawan bersama sebuah lembaga kesehatan ke daerah Gaza..yah beberapa waktu lalu saya memutuskan ikut daftar ke sebuah wajihah yang membuka pendaftaran relawan
Yah, saya maklum ditengah rasa ingin menikah..pasti ia nggak ingin menikah dengan seseorang yang akan pergi jauh yang belum tentu kepulangannya...
Sungguh, benarkah ia orang yang berfikir seperti itu???
Akhirnya rasa itu hilang..
Rasa penasaran yang kemaren sempet berkelebat
tertimbun dengan aktivitas, pembekalan dan urusan test relawan
yah, saya sudah lupakan hal itu..
Sampai akhirnya..
sebelum keberangkatanku
Seorang ikhwan datang menemuiku
Dengan membawa sepucuk surat, amanah dari mantan calon suamiku
Dan ketika saya menanyakan keberadaannya, ia menjawab "anti akan tahu, setelah membaca surat itu.."
Yah, sebelumnya saya berfikir ini adalah surat perpisahan sebelum keberangkatan saya
Tapi dugaaanku itu salah ketika saya baca tiap bait demi bait isi surat itu..
Teruntuk;
Ukhty. Ajeng
Di bumi Alloh
Bismillahirohmanirrohim
Assalamu'alaykum Wr.Wb
Atas nama ALLOh sang pengengam alam semesta yang menentukan takdir seseorang, sholawat serta salam terhatur terhadap junjungan Nabi Muhammad SAW yang saya berharap bisa berjumpa dengannya kelak di akhirat, bersanding dalam jannahNYa
Afwan ukhty, bila keputusan ana kemaren membuat kesedihan anti...
Tapi sungguh, saya kira itu jalan yang terbaik..
kArena pasca kepulangan ana dari rumah anti,ana mendaptt tawaran untuk bergabung dengan teman-teman untuk raih cinta yang lebih abadi untuk membantu saudara-saudara kita di bumi Alloh yang tertekan oleh kaum kafir laknatullah..
Anti tahu, besar harapan ku untuk bisa bergabung
Karena cita-citaya besar yang ingin segera terwujud adalah menjadi syuhada..
untuk itu, karena saya berfikir tidak ingin anti terbebani dengan keputusan ini, maka ana putuskan untuk membatalkan pernikahan itu....
Afwan,atas segala khilaf yang ana perbuat,,serta mohon do'a atas keputusan ini, moga ALLOh ridlo dan ana tetep bisa senantiasa ikhlas dan bias terwujud cita-cita itu..
Afwan
Wassalamu'alaykum,Wr.Wb
Tertanda
Ahmad
NB: ketika anti terima surat ini, kemngkinan ana sudah tidak bernyawa..
Robbi, sungguh ada kesedihan dihati ini
kesedihan atas prasangka akh ahmadd, bahwa saya bakalan nggak akan menerima keputusan beliau, bukankah sebuah kebanggaan ketika saya kan dilamar oleh seorang mujahid
Yah, afwan juga akh..ketika saya sempet berprasangka yang sama, bahwa antum membtalkan pernikahan ini karena antum tahu keputusanku untuk gabung dalam barisan yang berharap mati syahid..
sebuah senyum akhirnya terkembang,semoga kita bisa berjumpa dalam jannahnya..yang lebih indah..
Dibanding dalam mahligai pernikahan dunia..
SEMOGA
Wednesday, March 26, 2008
Cinta Dirumah Hasan Al Banna
Kemaren ketika buku ini dibedah dalam “forumku” muncul komentar yang hamper sama yaitu..”wah buku ini patutnya dibaca oleh kaum Ikhwan..”. Sang “Ummi” pun memberikan komentar yang sama.Bahkan ia merekomendasikan kepada suaminya untuk membaca dan membedahnya dalam” forumnya”..Dan akhirnya sang Suamipun setuju..
Buku ini memang tipis dan harganyapun tak begitu mahal tidak sebanding dengan isinya yang sarat akan pelajaran yang dapat kita ambil dan kita contoh umtuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.Dimana kita juga akan lebih mengenal sosok Hasan Al Banna dan keluarga lebih dekat. Bagaimana ia Mentarbiyah anak-anak dan keluarganya, dan bagaimana kualitas tarbiyah yang ia berikan sehingga menghantarkan anak-anaknya menjadi Orang-orang yang sukses. Karena semua anak-anaknya sukses dalam pendidikan dan hamper semua memiliki kualitas tarbiyah yang mumpuni. Padahal belia ( Hasan Al Banna) Bukanlah sosokorang yang selalu dirumah, ia adalah sesorang yang berjibun kesibukannya didunia Dakwah, mengurusi Ikhawanul Muslimin dan Sering melakukan perjalanan Dakwah kedaerah-daerah yang jauh dari kata “dekat”.
Akan tetapi bagaimana ia bisa memanage diri dan waktu sehingga ia bisa mengurus keluarga serta anak-anaknya dan begitu dekat dengan mereka. Ia benar-benar sosok “ ayah “ yang sangat menyayangi anak-anaknya dan tidak mau anak-anaknya bersedih, akan tetapi ia juga tidak membuat mereka (anak-anaknya ) menjadi sosok yang manja. Ia mengajarkan anak-anaknya menjadi Anak-anak ynag bertangggung jawab.
Ia juga seorang yang bisa mengaplikasikan “Reward dan Punishment” dengan baik. Yang tidak membuat anak manja dan juga tidak membuat ia Takut dengan sosok sang ayah. Pokoknya mungkin “ayah yang ideal” deh…
Ia juga sosok ayah yang mau terjun lansung dalam perawatan dan pendidikan anaknya. Ia mempunyai catatan tentang kelahiran anak-anaknya, riwayat sakit, apa obatnya, sekolahnya dll.Mau mengantar bekal makanan ke sekolah, teman diskusi yang baik bagi anak-anaknya ditengah berjibun kesibukannya bahkan ia yang menguburkan sendiri anaknya yang meninggal dunia. Sungguh sosok ayah yang “dicari” dizaman sekarang…
Tak banyak yang dapat aku jabarkan deh…yang mau lebih lanjut baca sendiri bukunya, terbitan Da’watunna ini. Di jamin Nggak rugi deh..
Dan semoga dengan membaca buku ini para kaum “Ikhwan “ Bisa belajar dan meneladani sosok beliau…
Dan bagi para Akhwat moga bisa dapat ikhwan yang seperti beliau atau paling tidak mendekati..Ya mungkin sulit tapi setidaknya kita harus bisa jadi sosok yang seperti istrinya Hasan Al Banna.
Wah jadi tantangan sendiri ni buat aku….untuk menjadi orang yang perhatian dengan keluarga, baik adek dan orang tua serta family yang ada dan juga teman-teman disekelilingku. Jangan jadikan dakwah sebagai alasan kita jauh dari keluarga dan melupakan mereka.
Untuk Ummi,aku jadi kangen banget nih….
