Tadi malam tak sengaja tanganku memencet tombol remot TV yang menyiarkan dialog seorang ulama dengan artis TV dan penari latar dengan tema" kemerdekaan atas nama seni"..
Seru sih..tapi yang paling aku garis bawahi adalah kata-kata klasik artis.."lho ini seni, lagipula ini tuntutan profesionalisme kerja. Lagian saya nggak nganngu orang lain, dan mereka nggak akan bantu kita kalau kita nggak bekerja.."
"nggak ngganggu orang? sebuah kata yang aneh..
padahal menurut saya tingkah mereka yang suka tampil seksi bin infeksi atau yang suka mempertontonkan aurat mereka dengan tarian2 seronok yang mereka katakan seni itu adalah gangguan mata dan iman seseorang. merusak moral dan keimanan seseorang..
Apalagi bila aksi mereka dilihat oleh pihak-pihak yang nggak pantas untuk melihatnya.
Misal anak kecil atau anak-anak remaja yang masih labil dalam menentukan baik dan buruk bagi keidupan mereka. Kita ingat bahwa bila mereka adalah seorang publk figur atau minimal orang yang sering nongl di TV, maka kemungkinan besar budaya meniru akan dilakukan oleh mereka. Dan itu berarti penganut budaya pamer aurat makin bertambah, pemerkosaan dan pelecehan seksual makin bertambah..dsb..apa mereka nggak mikir...
(bersambung dulu, mau ngelesi..dulu..)
Tuesday, August 12, 2008
Friday, August 8, 2008
Dilema berjualan Pakaian dsb
Akhir-akhir ini da kesibukan baru.. Berdagang..Pakaian, jilbab dsb Niat awal sih bantu teman, coz lihat barang dagangan yang setia teronggok manis di etalase toko atau sekedar nangkring di meja..Kayak nggak niat aja jualan Ya udah daripada nggak laku, ane tawarkan diri untuk bantu jual ya ambil untung juga sih..hehe Lagipula kalau dirumah banyak orang yang main dan teman ummi banyak..trus lumayan kenal dan dekat dengan ibu-ibu..Lagipula mendekati moment lebaran..kan lumayan
Hari pertama bawa, tawarin ke keluarga (ponakan, sepupu dan sekitarnya ) Besok tawarin ke tetangga kost dan teman-teman wajihah.. Lumayan laku jilbab 7 bijian, belum yang lain dan pesanan Akhirnya merambah ambil dagangan tempat teman yang lain. Pokoknya tanpa modal cuma modal marketing doang... Tapi kemudian saya berfikir.. Perlu sensor barang dagangan nggak ya?? Misal jilbab harus syar'i, baju yang nggak seksi wa infeksi.. Habis takut kalau jual yang githuan takut mendukung budaya pemakain busana yang nggak syar'i
Teringat ketika teman ku mau bisnis yang sama, ia sempat bertanya "jeng, saya dosa nggak ya jual beginian.." Ya memang jualannya bukan busana Muslimah yang Syar'i Tapi kemudian sejenak saya berfikir,jualan baju yang nggak syar'i tapi kemungkinankan yang makai nggak niat makai untuk hal yang nggak syar'i Misal baju lengan pendek,kan akhwat juga banyak yang pakai. Walau sekedar didalam rumah atau rangakapan gamis..Jilbab pendek,kan akhwat banyak yang pakai untuk dalaman jilbab..lagipulauntuk orang umum kan mending pakai jilbab pendek daripada nggak pakai jilbab.. Akhirnya terpetik ide juga untuk senantiasa "ngompori" yang beli, "Bu, ini lebih bagus (yang syar;i) daripada yang itu...hehe
Wallahu'alam
Disaat ingat Bisnis Anak2 "MP/Zukhruf team..kpn syuro' lagi..Toko dah siap?
Hari pertama bawa, tawarin ke keluarga (ponakan, sepupu dan sekitarnya ) Besok tawarin ke tetangga kost dan teman-teman wajihah.. Lumayan laku jilbab 7 bijian, belum yang lain dan pesanan Akhirnya merambah ambil dagangan tempat teman yang lain. Pokoknya tanpa modal cuma modal marketing doang... Tapi kemudian saya berfikir.. Perlu sensor barang dagangan nggak ya?? Misal jilbab harus syar'i, baju yang nggak seksi wa infeksi.. Habis takut kalau jual yang githuan takut mendukung budaya pemakain busana yang nggak syar'i
Teringat ketika teman ku mau bisnis yang sama, ia sempat bertanya "jeng, saya dosa nggak ya jual beginian.." Ya memang jualannya bukan busana Muslimah yang Syar'i Tapi kemudian sejenak saya berfikir,jualan baju yang nggak syar'i tapi kemungkinankan yang makai nggak niat makai untuk hal yang nggak syar'i Misal baju lengan pendek,kan akhwat juga banyak yang pakai. Walau sekedar didalam rumah atau rangakapan gamis..Jilbab pendek,kan akhwat banyak yang pakai untuk dalaman jilbab..lagipulauntuk orang umum kan mending pakai jilbab pendek daripada nggak pakai jilbab.. Akhirnya terpetik ide juga untuk senantiasa "ngompori" yang beli, "Bu, ini lebih bagus (yang syar;i) daripada yang itu...hehe
Wallahu'alam
Disaat ingat Bisnis Anak2 "MP/Zukhruf team..kpn syuro' lagi..Toko dah siap?
Labels:
catatan
Mau Off tapi...
Nggak tahu keinginankoe untuk off dalam waktu yang lama akhirnya gagal
Habis banyak orderan untuk bantu mengajari internet tetangga, teman dan adek-adek tingkat
Dari yang ane kenal ataupun nggak tahu namanya. Dari ngajari bikin email, blog sampai bantu browsing adik les-lesanku.Ya udah..sekalian otak-atik MP sekalian,hehe..
Tapi benar juga kita bisa merencanakan, tapi kenyataan ya kadang jauh..
Diambil hikmahnya aja..
Habis banyak orderan untuk bantu mengajari internet tetangga, teman dan adek-adek tingkat
Dari yang ane kenal ataupun nggak tahu namanya. Dari ngajari bikin email, blog sampai bantu browsing adik les-lesanku.Ya udah..sekalian otak-atik MP sekalian,hehe..
Tapi benar juga kita bisa merencanakan, tapi kenyataan ya kadang jauh..
Diambil hikmahnya aja..
Labels:
asal
Monday, August 4, 2008
MP koe selama ini
isinya cuma postingan spontan ketika ngecek blog
isinya cuma uneg-uneg yang tak terfokus...
tapi ada satu harapan
MP ini bisa jadi tempat sampahku dalam membuang isi pikiran
temapat latihan melemaskan otot-otot tulisan
hasilnya
belum ada perkembangan da kemajuan
masih NOL
ternyata blm bisa jadi MP'ers yang baik...
isinya cuma uneg-uneg yang tak terfokus...
tapi ada satu harapan
MP ini bisa jadi tempat sampahku dalam membuang isi pikiran
temapat latihan melemaskan otot-otot tulisan
hasilnya
belum ada perkembangan da kemajuan
masih NOL
ternyata blm bisa jadi MP'ers yang baik...
Labels:
cekblog
Bela diri untuk akhwat..? kenapa nggak..
kemaren ketika melihat aksi silat di PON wuih seru habis
ceritanya Atlet DKI lawan kalimantan
Jagoku tentu kalimantan habis ia muslim yang satu Non, kelihatan dari namanya
prediksi awal menang DKI karena unggul fisik dan yang lawannya tuh sering cengar-cengir aja waktu mau di gulingkan,,
Tapi ternyata diakhir pertandingan Atlet DKI pingsan dan nggak bangun-bangun
Ya kukira menang Kalimantan tapi ternyata hasilnya menang DKI
Lho..ternyata ada yang bilang teknik perlawanan atau serangannya tadii diluar jalur
dunia persilatan..( saya nggak mudeng,,)yang ane tahu cuma seru aja lihat orang bela diri
Mungkin kalau temen-temen saya tahu
komentarnya.." kok senang lihat tayangan begitu.."
Seperti keheranan teman-teman ketika mendengar saya suka lihat Moto GP
Tapi kenapa memangnya..kan nggak ada yang salah
Bela diri tuh sekarang nggak mandang ikhwan yang harus bisa
Akhwat tuh juga perlu
Sekarang coba lihat dan dengar banyak sekali korban kekerasan dan pelecehan yang menimpa kaum akhwat..
Kan kalau semisal kita bisa bela dirikan bisa meminimalisir korban
Ya memang sih nggak semua akhwat mau melakoni bela diri
alasan malu, sulit cari tempat dan pelatih dan alasan-alasan kefeminiman
Tapi kan hal itu bisa disiasati. Sekarang tuh banyak tempat bela diri yang aman untuk akhwat.
Kan yang namanya pencegahan itukan nggak akan ada ruginya dilakoni
Kan yang namanya ikhtiar nggak ada salahnya
Untuk akhwat mungkin bela diri
baru sekedar latihan pembelaan diri
Bukan untuk serangan
Akan tetapi mungkin belajar lebih lanjut nggak apa-apa juga
Asal tidak disalah gunakan untuk hal-hal yang negatif
Tapi jangan lupa juga tuh bela diri tuh nggak jamin kita
aman dari "serangan"
Yang paling penting do'a mohon pertolongan
Tapi juga disertai usaha nyata juga.
Atau kombinasi dua-duanya..
ceritanya Atlet DKI lawan kalimantan
Jagoku tentu kalimantan habis ia muslim yang satu Non, kelihatan dari namanya
prediksi awal menang DKI karena unggul fisik dan yang lawannya tuh sering cengar-cengir aja waktu mau di gulingkan,,
Tapi ternyata diakhir pertandingan Atlet DKI pingsan dan nggak bangun-bangun
Ya kukira menang Kalimantan tapi ternyata hasilnya menang DKI
Lho..ternyata ada yang bilang teknik perlawanan atau serangannya tadii diluar jalur
dunia persilatan..( saya nggak mudeng,,)yang ane tahu cuma seru aja lihat orang bela diri
Mungkin kalau temen-temen saya tahu
komentarnya.." kok senang lihat tayangan begitu.."
Seperti keheranan teman-teman ketika mendengar saya suka lihat Moto GP
Tapi kenapa memangnya..kan nggak ada yang salah
Bela diri tuh sekarang nggak mandang ikhwan yang harus bisa
Akhwat tuh juga perlu
Sekarang coba lihat dan dengar banyak sekali korban kekerasan dan pelecehan yang menimpa kaum akhwat..
Kan kalau semisal kita bisa bela dirikan bisa meminimalisir korban
Ya memang sih nggak semua akhwat mau melakoni bela diri
alasan malu, sulit cari tempat dan pelatih dan alasan-alasan kefeminiman
Tapi kan hal itu bisa disiasati. Sekarang tuh banyak tempat bela diri yang aman untuk akhwat.
Kan yang namanya pencegahan itukan nggak akan ada ruginya dilakoni
Kan yang namanya ikhtiar nggak ada salahnya
Untuk akhwat mungkin bela diri
baru sekedar latihan pembelaan diri
Bukan untuk serangan
Akan tetapi mungkin belajar lebih lanjut nggak apa-apa juga
Asal tidak disalah gunakan untuk hal-hal yang negatif
Tapi jangan lupa juga tuh bela diri tuh nggak jamin kita
aman dari "serangan"
Yang paling penting do'a mohon pertolongan
Tapi juga disertai usaha nyata juga.
Atau kombinasi dua-duanya..
Labels:
akhwat
Sunday, August 3, 2008
Islamic book Fair dan budaya membeli buku
Islamic Book fair di Solo sekarang memberi kesan lain bagiku
selain saya jarang kesana setelah sebelum-sebelumnya hampir tiap hari kesana
karena kalau dulu tinggal melangkah 5 menit sampai sekarang jauh karena sering dirumah.
Tapi yang cukup menarik bagiku di Book Fair saat ini
Standnya...huh...bejibun stand baju dan kerudung..
Perbandingannya mungkin hampir 50:50
Dan tahu nggak Book Fair kan biasanya bejibun akhwatnya daripada ikhwan
Dan tentu Stand pakaian dan kerudung jadi rame
Disatu sisi saya berfikir "wah dakwah hijab, biar kaum muslimah pada menutup aurat
dan memberi kesan bahwa berjilbab nggak harus nggak gaul dalam pakaian.
" Ya daripada pada jual Pakaian seksi bin infeksi..
Tapi disisi lain saya kembali berfikir " ni Book Fair atau Muslim Fair ?"
Selain itu saya jadi teringat sebuah tulisan seorang penulis asal jogya
yang menceritakan keluhan "para pelaku bisnis penerbit "
yang mengatakan bahwa masyarakat terutama mahasiswa Indonesia itu
jarang sekali yang punya hobby membeli buku dan membacanya
Mereka lebih banyak mengeluarkan uang untuk sekedar bergaya untuk fashion, pulsa,
acara-acara yang nggak penting.
Dan jarang yang punya anggaran untuk membeli buku ditiap bulannya.
Dibandingkan dengan masyarakat dunia yang lainnya memang indonesia
belum ada penekanan untuk menjadikan masyarakat untuk gemar membaca
Padahal di sebuah negara maju, budaya membaca terutama karya sastra itu sudah menjadi sebuah kewajiban.
Ya saya pernah mendengar bahwa masyarakat terutama kaum pelajarnya
jauh dari budaya suka membaca
padahal dengan membaca maka ia akan dapat membuka cakrawala dunia dan bisa jadi menguasainya..
Menjadi manusia yang bisa menghasilkan karya dan tidak hanya menjadi para manusia
penikmat saja..
Untuk itu marilah kita budayakan SUKA MEMBACA, dan diusahakan buku sendiri dan jangan hanya pinjaman belaka..
Kan kalau lupa bisa dibaca lagi..hehe
selain saya jarang kesana setelah sebelum-sebelumnya hampir tiap hari kesana
karena kalau dulu tinggal melangkah 5 menit sampai sekarang jauh karena sering dirumah.
Tapi yang cukup menarik bagiku di Book Fair saat ini
Standnya...huh...bejibun stand baju dan kerudung..
Perbandingannya mungkin hampir 50:50
Dan tahu nggak Book Fair kan biasanya bejibun akhwatnya daripada ikhwan
Dan tentu Stand pakaian dan kerudung jadi rame
Disatu sisi saya berfikir "wah dakwah hijab, biar kaum muslimah pada menutup aurat
dan memberi kesan bahwa berjilbab nggak harus nggak gaul dalam pakaian.
" Ya daripada pada jual Pakaian seksi bin infeksi..
Tapi disisi lain saya kembali berfikir " ni Book Fair atau Muslim Fair ?"
Selain itu saya jadi teringat sebuah tulisan seorang penulis asal jogya
yang menceritakan keluhan "para pelaku bisnis penerbit "
yang mengatakan bahwa masyarakat terutama mahasiswa Indonesia itu
jarang sekali yang punya hobby membeli buku dan membacanya
Mereka lebih banyak mengeluarkan uang untuk sekedar bergaya untuk fashion, pulsa,
acara-acara yang nggak penting.
Dan jarang yang punya anggaran untuk membeli buku ditiap bulannya.
Dibandingkan dengan masyarakat dunia yang lainnya memang indonesia
belum ada penekanan untuk menjadikan masyarakat untuk gemar membaca
Padahal di sebuah negara maju, budaya membaca terutama karya sastra itu sudah menjadi sebuah kewajiban.
Ya saya pernah mendengar bahwa masyarakat terutama kaum pelajarnya
jauh dari budaya suka membaca
padahal dengan membaca maka ia akan dapat membuka cakrawala dunia dan bisa jadi menguasainya..
Menjadi manusia yang bisa menghasilkan karya dan tidak hanya menjadi para manusia
penikmat saja..
Untuk itu marilah kita budayakan SUKA MEMBACA, dan diusahakan buku sendiri dan jangan hanya pinjaman belaka..
Kan kalau lupa bisa dibaca lagi..hehe
Labels:
catatanku
Hikmah ngecek blog hari ini
Alhamdulillah puji syukur hari ini bisa ngecek blog..
heh ternyata fotokoe nonggol lagi..hiks..hiks..
Bisa berabe kan.
kemaren niat awal sih cuma nyimpen buat teman-teman sendiri ternyata
banyak yang bisa lihatin..kasian kl nimbulkan zina dan mancing orang nggak "GB"
Ya bukannya kepedean tapi sekeadar jaga diri dan izzah
teruntuk teman-teman
sukron atas usulan dan peringatannya
heh ternyata fotokoe nonggol lagi..hiks..hiks..
Bisa berabe kan.
kemaren niat awal sih cuma nyimpen buat teman-teman sendiri ternyata
banyak yang bisa lihatin..kasian kl nimbulkan zina dan mancing orang nggak "GB"
Ya bukannya kepedean tapi sekeadar jaga diri dan izzah
teruntuk teman-teman
sukron atas usulan dan peringatannya
Labels:
untukdirisendiri
Subscribe to:
Comments (Atom)
