hemm..sapa bilang yang berhak untuk menjalin banyak persahabatan hanya orang-orang lajang saja..ternyata banyak kaum ummahat juga perlu..apalagi bagi mereka yang sering disibukkan dengan pekerjaan rumah seorang diri..
sekilas kisah,,moga ini bisa diambil hikmah..dan moga wujud ke sotoy-an ane,,

beberapa hari lalu,ketika ane pulang dari aktivitas..ane dapati seorang tetangga yang duduk terdiam didepan pintu..nampak kesedihan menyelimuti..
sedangkan suaminya sibuk diluar nenangiin anaknya yang rewel..
anepun bertanya "kenapa??si angga blm masih panas??
yah memang anaknya dari malam rewl karena sakit..
"udah agak mendingan,,,tapi belum sembuh..ini malah bapaknya bikin jengkel,,"kisahnya mulai meluncur,,
ane yang agak males denger dan ikut campur urusan orang..malah terpaksa dengerin kisahnya..tentang suaminya yang nyuruh ia hutang rokok, padahal ia dah nggak punya duit..mana anaknya sakit..tadi pagi aja baru aja dikasih uang adiknya udah habis buat makan..kalau nggak mana ia bisa makan..
satu pesennya"besok kalau cari suami jangan yang gengsian!!mau usaha untuk keluarga..
ane tersenyum kecut,,ane tahu perasaannya..apalagi permintaan suaminya tuh harus dikerjakan,,ia sedih,,karena hutangnya diwarung dah banyak,,belum lagi yang punya warung nggak begitu baik...
ane cuma nyarani "ya udah sana beliin obat buat anaknya,,"
"belii pakai apa??nggak ada duit.."betapa sedih ane dengernya..ditambah suara tangis anaknya yang sesekali seperti menyayat..
ane pun ambil uang seadanya ditas, ane kasihkan
"lho, ini uang sapa.."tanyanya
"uangku..sudah sana buat beli obat"
"tapi kan. kamu lebih...."ia nampak terharu.
"aku masih punya..kok"dalihku agak berbohong,,coz uangku juga mepet..
akhirnya ia beli obat dan kue buat anaknya,,
lega rasanya..setidaknya ia sudah bisa tersenyum..
kisah lain,,
ketika ada ummahat yang pernah ane tumpangi hidup,,
sedih anaknya sakit..yah terpaksa ane yang sok cool..pulang dari halaqah,,ngantar sia anak ke dokter menerobos hujan deras,,mengendong anaknya yang lumayan berat sambil bawa payung..menempuh jarak sekitar 10 menit..
dah kayak anak ane sendiri,,
belum lagi,kalau ia ada masalah sama suaminya,,
duh..ikut terlibat juga,,bantu komunikasi dengan suaminya
maklum sang suami kurang peka sedang ia type sensitif,,,
dari semua kejadian,,ane ambil kesimpulan bagiamana hidup seorang ibu yang lebiih sering dirumah..mereka perlu temen berbagi,,
ada kelegaan ketika dikala ia kalut dan butuh temen,,ada orang yang bisa diajak bicara..
bagaimana di kisah pertama..ia nggak punya orang yang bisa diajak berkeluh kesah,,ia nggak punya ibu,,bapak nikah lagi,,demikian juga suaminya...jadi kalau ada masalah cuma bisa nangis sendri atau yah crita dengan orang yang ditemui..kalau benar2 terpaksa,,
kisah kedua,,suaminya jauh bekerja diluar kota..
orang tuanya ada dijawa barat,,mertua di jawa timur,,saudara jauuuh..
yah,,,adanya saat itu ane..yang dah dianggap adek...
buat renungan,,dan pelajaran,,perbanyaklah saudara dimana kita berada yang tidak hanya bisa berbagi kalau suka tapi juga duka..
wallahu'alam
dan afwan kalau tulisannya nggak jelas dan nggak nyambung...