Showing posts with label cathar. Show all posts
Showing posts with label cathar. Show all posts

Saturday, May 28, 2016

Taman Gizi,sebuah sarana pererat silaturahmi sekolah dan wali murid

Seneng dunk bila dalam sebuah sekolah terjalin komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan wali murid. Apalagi bila keduanya bersinergi bersama-sama memikirkan anak-anak didik dan bisa selaras dalam pola pendidikan antara sekolah dan rumah. Bisa dibayangkan apabila keduanya berseberangan dalam pola didik,semisal di sekolah di biasakan untuk makan dan minum tanpa bahan-bahan berpengawet dan pewarna berbahaya,eh di rumah malah sering di kasih jajanan sembarangan atau malah sebaliknya. Maka akan ada visi dan misi yang termentahkan,atau mental. Jadi sebisa mungkin ada komunikasi dan kerja sama antar kedua belah pihak.

Nah alhamdulillah,di sekolah kami ada program yang namanya "Taman Gizi". Apa itu taman gizi?itu nama program di mana sekolah meminta pihak wali murid buat memasak menu buat ananda tercinta,menu yang sehat dan lezat buat ananda. Kegiatan itu biasa dilakukan tiap sebulan sekali. Seru lho..jadi para ibu-ibu bareng-bareng masak di sekolah terus anak-anaknya diajak jalan-jalan gurunya. Ntar kalau sudah matang dan siap semua masakan anak-anak balik ke sekolah dan makan bareng-bareng.Asyik kan?

Makan bareng-bareng








Selain bisa membuat anak menyukai dan membiasakan dengan masakan ibunda yang sehat dan lezat,program ini juga bisa jadi sarana pengakraban antar ibu-ibu lho. bagaimana mereka bisa memasak bareng-bareng,bagaimana mereka saling berkomunikasi menentukan menu dan terkadang juga saling berempati dengan menjadi donatur untuk bahan-bahan yang dibutuhkan.
Membagi dan menata menu
Kerja sama memasak buat ananda tercinta



Bagaimana,menarik bukan?
Ini cerita Paudku,bagaimana dengan sekolahmu?


Thursday, March 31, 2016

Berpura-pura jadi wali murid alias emak-emak abal-abal

Ikutan foto bareng wali murid, berlagak jadi emak bocah di depan saya.
Entah sudah keberapa kali saya menyandang pura-pura jadi wali murid, eh bukan pura-pura dink tapi berlagak jadi wali murid.Hahaa....

Pas adek bungsu saya masih sekolah,saya sering mewakili ortu buat rapat wali murid,ambilin raport,menghadiri perpisahan siswa di sekolahan adek serta berurusan mengurus pembayaran dan pendaftaran ini itu. Itu sih wajar yak,tapi saya dulu beberapa kali berlanggak jadi emak-emak lho buat orang yang bukan keluarga saya.

Dulu saya kan pernah tinggal dengan salah seorang keluarga yang saya kenal pas di kampus, saya numpang tinggal di sana.Nah saya sering banget berlanggak jadi walinya, kalau pas jemput anak-anaknya sekolah itu bisa seakan-akan jadi emak heroik githu. Gayanya sering motoran sambil pegangin bocah itu tertidur di depan saya. Terus kadang saya ajak tuh bocah ke kampus, dan saya bisa lengkap tentengannya dari ransel saya plus tas berisi bekal tuh bocah plus selendang. Kadang saya bawa adeknya yang masih balita, pernah saya bawa ke kampus dan rawat dia pas demam di kontrakan teman yang dekat kampus. Jadi saya bisa merasakan bagaimana merawat anak demam,dengan obat yang minim dan kondisi hujan deras. Yang endingnya pakai pengobatan ala-ala emak saya di kampung, pergi ke tetangga kontrakan minta bawang merah terus dibejek eh dihalusin terus campur minyak dan dibalurin ke badannya sembari terus digendong soalnya rewel terus. Kala itu emaknya sedang ada ujian sampai malam,dan sejak siang memang dititipkan saya.

Kadang saya juga ikutan ambil raport,menghadiri pertempuan wali pas ramadhan, pernah juga ikutan piknik mewakili ortunya yang tidak bisa mendampingi si bocah piknik. Lumayanlah bisa piknik gratis :D
Pernah mewakili ortunya buat menghadiri seminar bagi wali murid di sekolah anaknya,hehee...lumayan lagi dapat gratisan ilmu dan snack.

Pokoknya jadi wali murid abal-abal alias palsu itu untungnya banyak deh..nambah pengalaman dan nambah gratisan...ohhhh maafkan bahasa saya yakk yang terlalu jujur ngomongin gratisan.

Nah kemaren juga,bisa berperan jadi wali murid abal-abal lagi bagi murid saya yang tidak didampingi ortunya pas piknik. Hehehee...lumayanlah dapat properti buat poto-poto,yang akhirnya punya poto seakan-akan saya sudah emak-emak.Lumayanlah buat meyakinkan bahwa saya sudah pantes gaul sama emak-emak.Gimana....saya udah cukup emak-emak kan?

Monday, December 8, 2014

Peserta lomba yang bikin saya makjleb

Hari ahad yang menghangat,melihat anak-anak penuh semangat mengikuti lomba menggambar dan mewarnai di area panggung Pameran Buku Murah di Solo. Sebagai salah satu panitia lomba sayapun sesekali berkeliling diantara kerumunan anak-anak yang mengikuti lomba.

Pas melewati barisan agak belakang saya mendapati dua orang anak memegangi dua kertas gambar yang belum diwarnai.Mereka nampak celingukan seperti mencari sesuatu. Sayapun mendekatinya, "hey sayang...kenapa belum diwarnai?"

"belum mbak...saya belum punya alat untuk mewarnai..tadi ibu katanya mau membelikan,tapi sampai sekarang belum datang "

" ohh..baru dibelikan?sabar yaa..ditunggu saja" saya menebak ini anak-anak awalnya tidak niat berangkat ke Pameran buku untuk ikut lomba,tapi berhubung lihat ada lomba maka mereka ikut. Hal itu bisa dilihat dari segi persipan yang harusnya mereka siapkan dari rumah,mereka tidak membawa meja dan alat mewarnai.

"iya..ini ibu lama banget,mbok saya pinjem dulu ada nggak?"sang kakak yang saya ketahui setelahnya baru kelas 3 SD.Saya tersenyum melihat keberaniannya.

"Saya tidak punya sayang,ditunggu saja Ibunya..."

Selang beberapa lama Ibunya datang membawa 1 kotak crayon. Mereka lalu mewarnai dengan tenang,berbagi crayon berdua. Akur...

Sayapun meninggalkan mereka dan sibuk dengan mengawasi peserta yang nampak beberapa yang diajarin pendampingnya. Pas saya sampai di depan mereka lagi,sang Kakak menghampiri saya dan berbisik,"mbak...saya sudah nggak bisa mewarnai lagi,saya sudah lama tidak mewarnai sejak saya menghapal Al Qur'an"

Sayapun jadi tertarik ngobrol dengannya,dari awal ketemu dia kayak diutus untuk kasih hikmah ke saya. "udah berapa juz hapalannya?"

"udah 5 juz,juz 1,2,30,29 dan 28...ini mau juz 3 "

Makjleebbb

"menghafal sejak kapan?"

"sejak kelas 1,kdang 1 lembar kadang 1 muka..."

Dung dung dung

Lha sayaaaa.....kapan bisa yak?moga belum terlambat.

Ahh...anak-anak memang lebih  bersih hatinya dan mudah menghapal dibanding orang kayak saya yang banyak dosa...

***memupuk semangat***
***moga berteman dengan ustadz/ah dunia-akhirat,yang bisa membimbing agama dan berinteraksi dengan Qur'an lebih aktif
***doa***

Tuesday, May 6, 2014

Anjuran untuk memuliakan tamu

Memuliakan tamuu???



Kembali saya tekuri tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bertamu dan anjuran untuk memuliakan tamu, satu hadist yang kembali saya ingat yaitu  sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)

Menilik beberapa kisah yang saya alami dari cuma dibukain pintu terus pintu ditutup lagi padahal kita belum pamit dan tanpa ditanyain keperluannya, ditolak karena dianggap akan meminta2 atau sales,di jawab tanpa membuka gerbang dll.

Kalian tahu bagaimana rasanya???lumayan agak tersinggung,dan merasa dianggap sebelah mata...bukannkah salah satu adab menerima tamu adalah tidak membeda-bedakan siapa derajat keduniaan si tamu?
Kita malah dianjurkan untuk menghormati dan memuliakannya seperti termaktub dalam hadist dia atas.

Menjawab salam,membukakan pintu,mempersilahkan duduk dengan perkataan yang sopan,menyediakan hidangan bila ada dan mengantar kepergiannya bila dia berpamitan.

Ahhh sudahlah,mungkin orang-orang yang masih membeda-bedakan tamu,atau berlaku tak begitu menyenangkan itu memang belum tahu ilmunya.

Wallahu A'lam

Wednesday, April 9, 2014

Kisah Move dibalik beras dan ibu tukang tambal ban

Rasanya hidup stagnan dan berhenti untuk beberapa saat. Napas seakan sesak dan susahnya menghirup udara bebas, ketika merasa sendiri dan terbentur beberapa masalah. Ditambah lagi kantong bener-bener tipiss dan nyaris kering kerontang, terus bapak yang harusnya giat bekerja beberapa hari enggan bekerja dan setia dengan kursi malasnya di depan rumah. Ummi dan saya sendiri kadang sudah sangat kelelahan dengan aktivitas kehidupan demi dapur ngepul dan adek bisa tetap berangkat sekolah. HUwaaa....bener-bener merasa hidup susah sendirian dan lengkaplah penderitaan.

Sepupu yang tinggal serumah kena stroke  juga menambah beban pikiran ,ketika hampir tiap hari ngeluh dan bertengkar dengan istri yang merawatnya. Saya yang mendengarnya kadang ikut pusiaaangg.Duh dunia sekan cuma berwarna abu-abu ajah.Beberapa hari kaadang cuma bisa jadi manusia yang sering benggong melonggo dan merenungi nasib

Akhirnya tiba saat kudu Move ON, ketika suatu senja seorang tetangga datang ke rumah membawa sebungkus beras dan meminta kami membayarnya.Tak banyak sih cuma sekantong kecil,mungkin 1 KG tidak ada
Beliau meminta kami membayar berapa??Enam ribu,ya enam ribu rupiah saja...Beliau bilang untuk beli lilin buat penerangan, mungkin listriknya bermasalah dan beliau harus memakai lilin untuk penerangan di malam hari.
Kemudian saya bercermin di depan kehidupan beliau, beliau seorang Janda beranak 4 tinggal di rumah yang seadanya.Jauh dari tetangga,dan hanya bekerja serabutan saja. Tiap pagi kadang beliau menyapu halaman orang kaya di desaku dan mendapatkan upah tiap minggu,kadang beliau jadi Juru Masak nasi kalau ada yang punya hajat,beliau juga kadang buat batu bata untuk dijual dan ketika keadaan mepet beliau nggak punya duit dan keluarganya harus makan beliau akan menjual apa yang ada disekelilingnya. Kadang sayuran mentah atau daun pisang dia tukar ke warung untuk ditukar sayur matang,atau seperti senja itu beliau menukar beras yang beliau punya karena tidak punya duit untuk membeli lilin.

Rasanya pengen nangis,setidaknya hidup kami lebih baik dari beliau. Saya masih punya orang tua hebat dan kuat,saya masih bisa makan tiap hari dan saya juga masih punya kekuatan lebih dari beliau. Saya malu...beliau yang sudah seumuran Ummi saja masih punya daya juang yang T-O-P demi diri sendiri dan keluarga,sedang SAYA???

Akhirnya saya tampar diri sendiri dengan tekad MOVE ON karena hidup MUST GO ON.
Hidup juga tidak akan tiba-tiba berubah menjadi Indah kalau kita tidak berusaha mewarnainya dengan tinta-tinta sugesti dan ikhtiar yang kuat kan?
Kalau cuma tinta hidup yang ngalir dan seenaknya maka warna Indah hidup itu akan mudah luntur. Maka sejak hari itu saya Azzamkan diri...kudu KUAT, SABAR,kedepankan SYUKUR dan tak letih berikhtiar.
Tak lupa ingatkan diri bahwa di balik hujan deras akan ada PELANGI indah yang menyapa kita bila kita mau membuka mata

Ahh...saya jadi teringat seorang ibu juga yang saya temui di suatu pagi ketika ban motor saya kempes di jalan, saya kaget karena seorang perempuan yang akhirnya menambal ban motor saya.
Dulu Suaminya yang bekerja di bengkel ini,tapi setelah suaminya meninggal wanita inilah yang meneruskan usahanya. Dan saya dapati di ruang tamu rumahnya (kebetulan bengkelnya pas di depan ruang tamunya ) sebuah foto keluarga,ada foto ibu ini dan suaminya di wisuda lelaki muda yang saya yakini dia adalah putranya.Tentu perjuangan ibu dan suaminya begitu keras sehingga bisa bertahan hidup dan menyekolahkan anaknya sampai Sarjana dengan bekerja sebagai seorang tukang tambal ban.Dan Allah telah tunjukkan jalan dan kemurahannya kepada setiap hamba yang mau berusaha.

Kemudian kembali hati gerimis,dan meneriaki diri...tunggu apalagi???masih nggak bisa MOVE ON???
Mau kalah dengan para ibu-ibu itu..oh NOOO...saatnya bangkit,anak muda jangan mudah lelah dan lena apalagi nyerah.Saatnya buktikan pada dunia bahwa saya BISA.

Karena mau jadi manusia macam apa,bisa kita usahakan dengan kuasa Allah,tapi kita juga tidak hanya berpangku tangan dan menunggu bahagia itu datang. Bahagia dan kejayaan itu dijemput bukan ditunggu semata. Dan manisnya bahagia akan kita rasakan bila kita jadi manusia pantang menyerah dan mau tetap berusaha.

Akhirnya hari-hari selanjutnya saya bisa kembali tersenyum ceria,giat bekerja dan menikmati tiap senyum tawa keluarga. Menikmati fase-face hidup dengan rasa bahagia dan legowo .Ah indahnya hidup yang demikian,semoga senantiasa bisa bertahan dan lebih baik ke depan,sembari torehkan impian-impian dan mewujudkan menjadi tiap hembusan napas dan dibalik tetesan keringat dan alunan doa.

Bismillah
Saatnya berjanji pada diri sendiri agar tak kalah diri,kecil nyali dan mudah ciut hati.
Ingat...
Allah tidak akan membebani hambanya diluar batas kemampuannya.
Allah tidak akan mengubah nasib suatu hambanya ketika dia tidak mau berusaha.

Niat,Ikhtiar,doa dan selanjutnya biarkan Allah yang menuntun kita mau dibawa kemana.
SO Keep Spirit dan Fight.

Ingat Allah..Allah..Allah terus
Kita tidak sendiri,kita senantiasa di awasi dan kita punya Allah tempat kita berbagi dan meminta sesuka hati.

InsyaAllah yang terbaik...terbaik...terbaik...dan terbaikk
Allahu Akbar ^-^
Taraaaaa......




Ayo bangkit generasi MOVE ON! Ikutan BIRTHDAY GIVEAWAY: MOVE ON yuuuk”
“Ayo bangkit generasi MOVE ON! Ikutan BIRTHDAY GIVEAWAY: MOVE ON yuuuk” - See more at: http://missfenny.net/beranda/birthday-giveaway-move-on/#sthash.95aN3dzT.dpuf
“Ayo bangkit generasi MOVE ON! Ikutan BIRTHDAY GIVEAWAY: MOVE ON yuuuk” - See more at: http://missfenny.net/beranda/birthday-giveaway-move-on/#sthash.95aN3dzT.dpuf
“Ayo bangkit generasi MOVE ON! Ikutan BIRTHDAY GIVEAWAY: MOVE ON yuuuk” - See more at: http://missfenny.net/beranda/birthday-giveaway-move-on/#sthash.95aN3dzT.dpuf
“Ayo bangkit generasi MOVE ON! Ikutan BIRTHDAY GIVEAWAY: MOVE ON yuuuk” - See more at: http://missfenny.net/beranda/birthday-giveaway-move-on/#sthash.95aN3dzT.dpuf

Friday, March 21, 2014

Mbolang ke "JEPUN" ^-^

Bismillah....
Akhirnya bisa juga mbolang tanpa teman dan guide.
Naik Bus dari Delanggu disambut polisi yang sedang sibuk atur lalu-lintas karena pak SBY mau lewat,pyuhh...meni rempong jadinya tuh jalan.
Akhirnya bisa juga naik bus dengan tenang tanpa desak-desakan dan sempet beli pisau ( hehehe...emak-mak banget deh kalau lihat yang jual peralatan dapur ),biasanya anti beli apapun di bus padahal.
Turun di Janti cari Trans Jogja sambil cek WA group IIDN jogja, dan karena nggak fokus hasrat hati mau kasih uang 10 ribu keliru kasih uang 2 ribu ke petugas Trans *tutup muka*

Turun di Betesda untuk ganti jalur 2A arah Monjali, padahal mau di jemput di Karang Jati.Karena petugas Trans nggak pernah nyebut Karang Jati sayapun turun Monjali. Dan selang beberapa menit dijemput sama mbak Tini anggota IIDN Jogja yang belum pernah saya temui.Setelah itu nekad coba-coba jalan alternatif karena tidak bawa helm untuk saya.

Akhirnya nyampai juga ke rumah mbak Dede tuan rumah kopdar IIDN kala itu..Duh mana di sebut bu Ketum sebagai anggota terjauh :) pula pas saya datang.Akhirnya sudah mulai membaur dan ikut acara yang kala itu bertemakan all about "JAPAN ". Ada 5 pembicara keceh yang pernah ke sono dan bercerita tentang Jepang,dari sampah dan transportasi yang keren...walau untuk beberapa bagian saya "blank" karena nggak bisa bayangin tempat-tempat yang mereka sebutkan.

Dan sesie selanjutnya adalah......sushi maki...belajar bikin sushi dah kitaa
Bahan-bahannya

mba Dede ajarin step pertama pembuatan sushi

Step berikutnya 
Step gulung-gulung ^-^


Taraaaa....hasilnya setelah dipotong-potong..



Pada praktek, seruuu lhoo...
CEmal-cemil dan mejeng dengan hasil praktek




Hasil lengkapnya..cantik-cantik kan???


Akhirnya kelar juga, dilanjut sholat dan sesio photo dengan yukata....

Pakai yukata

Bareng-bareng...

Oh ya..yukata itu beda lho sama kimono..kalau kimono lebih berat..kemaren lihat tapi nggak ada yang makai karena lapisannya banyak dan berat.


Cara makainya kayaknya sama yahh..
from google

Sekiann....

Memori 16032014

Saturday, March 8, 2014

Apa beda bapak dan Ummi

Bismillah
Lamaaaa nggak update blog,binggung mau diisi apaan.
Okey,kayaknya mau sedikit curcol ajah. Banyak yang tanya "apakah bapak saya masih ada?kog seringnya cerita tentang Ummi aja"

Jawabnya simple,Bapak masih ada dan sehat.
Kenapa saya jarang cerita soal bapak,karena kami jarang sua. Paling seminggu 2 kali karena bapak kerja di luar daerah.Dan juga perjumpaan kami tak banyak cerita yang amazing karena bapak terkenal cuek.

Contoh kecil ini misalnya, ketika tadi siang saya mau berangkat ngajar ada perbedaan sikap antara Ummi dan Bapak.Kalau Ummi setelah tanya aku mau kemana langsung bilang,"ati2..."
Sedang bapak???Lihat saya kesusahan menyebrangkan motor dari jalan yang diperbaiki cuma diem ajah.Padahal jarak kami cuma 1 meter.Pas roda belakang motorku nyungsep dan saya kesusahan mengeluarkannya juga diam saja.Terus saya nyalakan aja motor dan menaikinya terus masukin gigi 1 agar bisa maju motor saya. Dan hasilnya motor saya nabrak barisan bis2 bahan gorong-gorong dan saya ambruk bersama motor saya.Saya matikan motor dan berusaha mengangkat motor saya.Dan bapak saya diam saja melihat saya.Tidak teriak,tidak segera menolong ato kuatir.Pas ada yang lihat dan bilang kog nggak ditolong,jawab bapak saya adalah"lha ora minta tolong,mung meneng wae..loro untu " (lha tidak minta tolong,cuma diam saja...sakit gigi)

Itulah satu contoh salah tanggap antara saya dan bapak.Apakah karena lelaki dan perempuan itu berbeda ya???

Tuesday, July 30, 2013

Andai ini ramadhan terakhirku...

Bismillah...
Sedang berfikir bahwa usia manusia tidak ada yang memgira seberapa lama,maka bolehlah kita berjaga-jaga.
Andai ini adalah Ramadhan terakhirku,ku berharap malam Lailatul Qodar kudapati sehingga bisa jadi bekal timbangan amal bagi diri.
Andai ini adalah Ramadhan terakhirku,aku ingin bisa melunasi hutang-hutangku yang menggunung tinggi agar tidak jadi pemberat diri untuk masuk syurga yang abadi.
Dan andai ini adalah Ramadhan terakhirku ku harap saya menikah dibulan ini,agar bisa sempurna setengah dienku.aduh banyak amat ya pengharapan yang kupinta ketika ini benar-benar Ramdhan terakhirku.

Maka untuk antisipasi diri,segera persiapkan diri untuk meperbaiki diri dan mempertbal Iman.Hutang-hutang juga kudu tercatatkan (kalau misal meninggal duluan moga diikhlaskan atau ada yang ikhlas melunasi :D ), dan juga banyak-banyakin doa agaer segera ada pangeran yang menyunting saya,taraaaaaaa.....

Eh lupa,bulan ini ada permintaan adek saya agar membelikan Jaket untuk dia.Maka ini kudu di targetkan dapat juga sebelum masa itu datang mendera.Dan andai ini Ramadhan terakhir kupinta kumenang Giveaway ini sebagai hadiah buat orang tua. ^-^

Dan andai ini Ramadhan Terakhirku aku bisa mewujud seperti Perempuan ini,cantik kayak bidadari dengan senyum berseri-seri...aamiin


Tulisan singkat mirip wasiat ini saya ikut sertakan dalam Ceria Ramadhan Bersama Gamazoe dan Dhenok Habibie

Tuesday, July 23, 2013

Jangan sampai kalah syukur dan sedekah dengan wanita ini.

Beberapa hari lalu,ketika saya sedang asyik diskusi dengan seorang ibu di sebuah toko,datanglah seorang wanita yang datang-datang langsung cerita ngalor-ngidul sembari curhat "lagi nggak enak badan". Awalnya saya kira wanita ini agak tidak "normal "pikirannya.Tetapi mengikuti ucapannya yang kala itu sedang meminta karung untuk membungkus sesuatu yang saya tebak semacam "dispenser " yang kata beliau mau dia sumbangkan ke sebuah pondok yatim di Semarang.Akhirnya karena kami tak punya karung kami sarankan plastiknya diplester saja karena "dispenser" itu sudah ada dalam kardus.Akhirnya dia nurut,dan saya bantu untuk membungkus dan menuliskan alamat tujuan.

Tetapi saya tanya dulu,"ibu dapat alamat ini darimana?"
"anu mbak,dari mas-mas yang minta sumbangan sembari bawa amplop githu. Kan kayaknya kasian,lalau saya tanya dari mana?terus bilangnya dari Semarang.Lha saya terus dikasih alamat yang ada diamplop itu mbak"
Karena saya takut itu hanya tipuan mas-mas dengan modus minta2 sumbangan atas nama ponpes dsb saya tanya,"Ibu dah pernah hubungi nomernya?"
" Udah ,dibalas kog mbak"
Saya langsung jelaskan kalau takutnya ntar dibohongi,tapi dia tetap kekeuh karena sudah terlanjur janji sama mas-mas yang minta sumbangan itu untuk kasih barang sumbangan.Lagipula ibu itu juga ngaku males lihat barang itu karena merasa ketipu salesnya,di beli 900an ribu.
Si wanita ini tetap ngotot dan bilang "lillahi ta'ala" .Sayapun menuruti dan membungkus kardus itu dan menyarankan dikirim lewat Pos saja,karena jarak Solo dan semarang saya kira cukup murah pakai Pos.

Sembari nunggu saya bungkus kardusnya wanita ini crita ngalor-ngidul nggak capek-capek.Dia rupanya juga mau kontrol ke rumah sakit,sembari bawa hasil rongent kalau paru-parunya kena flek.Padahal sebelumnya dia harus rela diangkat rahimnya karena tumor atau kanker.Yang lebih mengenaskan adalah kala dia dioperasi tidak ada 1pun keluarga yang menungguin.Dia sering di ejek karena tidak punya suami,saudara pada acuh dan ponakan-ponakan tidak ada yang peduli.Saya taksir usianya antara 30-40 tahun.Dan dia hidup sebatang kara,bekerja sendiri dan anggap sesama muslim adalah saudaranya(berdasarkan cerita ibu yang aku ajak diskusi)

Ada satu kisah yang membuat saya "deg",dia bilang" dulu ada banyak orang bilang saya tidak punya suami,anak dan keluarga ntar kalau ada apa-apa tidak ada yang merawat.Tapi nyatanya pas saya sakit ada keajaiban mbak.Saya waktu itu habis operasi,selang dimana-mana,perawat masuk kasih saya air hangat untuk Sibing(mandi dengan dilap ajah).Saya padahal tidak ada yang nunggu dan nggak mampu gerak. Dan saat itu pintu kamar saya agak terbuka,datanglah seorang wanita mbak.Dia tanya "saya sakit apa?" terus tanya keluarga saya mana?.Karena tidak ada semua,wanita itu menawarkan untuk memandikan saya.Saya mau mbak,saya didandani cantik.Habis itu wanita itu bilang"wes cantik,seger...neh sekarang kenalkan saya bu Bayan Sragen.Tadi nengok tetangga sebelah yang skait typhus,terus lihat ibu. Sekarang Ibu cepet sembuh ya..dan sembari ngasih amplop,katanya buat beli makanan.Saya buka mbak isinya 100 ribu..nek dipikir,dia bukan apa-apa saya lho mbak,Allah emang Maha Adil..."

Subhanallah...
saya terhenyak mendengar potongan-potongan kisah wanita ini.Setelah dia pergi,ibu yang tadi diskusi dengan saya bercerita tentang kisah hidupnya yang sebatang kara.Tapi mau bekerja apa saja asal halal,rajin ibadah dan pandai bersyukur.Dia bahkan mau datang ke beberapa orang sholeh untuk curhat dan menuruti nasehat-nasehat kebaikan yang diberikan kepadanya. Akan tetapi dia tidak pelit untuk berbagi...

Subhanallah,Moga Beliau cepat sehat dan tetap menapaki jalanan kebajikan..aamiin.

Bagi yang mau berbagi dan nggak mau kalah dengan beliau..bisa ke sini yaa



Silahkan pilih donasi Anda
Berbagi Buka Puasa Rp.28.500,-
Syiar Qur'an Rp.165.000,-
Kado Lebaran Yatim Rp.270.000,-
Bingkisan Keluarga Jompo & Prasejahtera Rp.340.000,-



Sunday, July 14, 2013

Jangan biarkan Ummi menangis di Ramadhan ini ya Rabb

Pasca sahur Ummi masih saja mengerjakan pekerjaan rumah dengan semangat,menyapu sembari menyapa beberapa tetangga yang lewat di depan rumah dengan sangat ramah.Saya kebagian nyuci piring kala itu,hingga akhirnya saya dengar rintihan kesakitan dari balik kamar Ummi.

Saya segera berlari menuju kamar beliau dan mendapati beliau telah meringis menahan sakit di perut,dan entah kenapa tiba-tiba pindah ke dada,kembali ke perut dan berpindah kemana-mana. Saya diminta mengambl botol kaca dan mengisinya dengan air hangat. Dengan bercampur panik ku seka dan kompres perutnya dengan botol berisi air hangat tadi sesuai dengan permintaan beliau. api entah kenapa dia makin merasa kesakitan.Akhirnya beliau memintaku memanggil tetanggaku.

Saya berlari menuju rumah nenek sebelah rumah dan tetangga,sesampai dirumah Ummi dah pindah tiduran diruang depan TV. Ia makin kesakitan,dan bilang sakitnya pindah-pindah dari perut ke dada,dada ke perut dan berputar-putar. Beliau mengis karena kompres tadi tak juga berpengaruh,saya memijat-mijat badannya dengan kebinggungan dan ikutan nangis.

Akhirnya dipanggillah tetangga laki-laki,karena rencana Ummi akan dibawa ke klinik di dekat rumah.Rencana mau dibonceng naik motor,tetapi Ummi dah tidak sanggup untuk duduk,kondisinya dah kepayahan.Sembari tetap menangis kami akhirnya tetangga mengambil mobil pick up kepunyaanya.Ummi di antar banyak orang ke klinik dekat rumah yang berjarak 10 menitan.Hampir 10an orang mengantar sampai resepsionist binggung dikira mereka adalah calon pasien yang antri untuk periksa :D

Akhirnya Ummi diperiksa,katanya sih kaitan dengan asam lambung. Kemudian Ummi dipindah ke ruang Inap,saya nitip ke Nenek dan tetangga untuk jagain Ummi. Saya pulang ambil baju,termos,duit dan tanya ke tetangga resep bubur. Saya akhirnya belanja dan memasak bubur untuk Ummi sebelum ke Klinik,saya masih sedikit gemetaran dan ketakutan

Selesai masak saya ke Klinik untuk menjenguk Ummi dan menyuapinya makan.Dan kemudian pamit ke wartel kala itu untuk telpon adek dan bapak. Saya minta mereka segera pulang karenaUmmi sakit.Tetapi hingga sore tidak ada yang pulang (bapak kerja di kota sebelah,adek juga masuk kerja malam ).Akhirnya saya jaga sendirian.

Pas maghrib saya mengharap sepupu atau nenek saya ke klinik mengantar makanan untuk berbuka.Saya tunggu hingga bada maghrib belum juga ada yang datang. Tetapi saya sudah batalin puasa dengan teh manis jatah Ummi.Jelang Isya sepupu dan nenekku datang bawa nasi dan sayur,tetapi saya sudah terlanjur beli nasi kucing di HIK dekat klinik.Pasca Terawih banyak tetangga yang jenguk dan nemeni saya dan Ummi.sampai udah malam semua pamit karena sudah malam dan besok kudu bangun pagi untuk sahur.Tinggal saya sendirian dan Ummi.

Saya tidur beralaskan tikar tipis,dan harus bolak-balik ke kamar mandi karena sakit perut karena saya tidak kuat tidur dilantai dingin.Ummi minta saya minum teh pahit. Dan saya kudu alami itu sampai jelang sahur. Saya nunggu-nunggu ada yang antar saya makanan sahur,karena jatah makanan buka puasa kemaren dah dibwa pulang nenekku kembali.Dan nihil,ternyata mereka lupa,hingga akhirnya jelang Imsyak saya makan nasi kucing lagi yang masih tersisa 1 bungkus dan minum teh jatah minum Ummi.Ku lihat Ummi sedih lihat kondisiku saat itu.

Entah kekuatan apa,akhirnya Ummi minta pulang keesokan harinya. Saya kemudian urus administrasi dan membawa pulang barang-barang yang saya bawa ke klinik kemaren.Ummi nunggu di klinik bersama Nenekku ketika saya pulang. Dan akhirnya saya bawa Ummi pulang dengan lega..

Di rumah,banyak tetangga yang jenguk dengan membawa banyak buah tangan pula. Ummi malah memintaku istrirahat karena semalam bolak balik ke kamar mandi dan nggak bisa tidur dan sahur dengan ala kadarnya.Sayapun pamit rehat bentar.Sampai pas sudah agak sepi Ummi bertanya kepadaku,"Kowe wingi nangis mesti wedi yen simbokmu arep mati yo (kamu kemaren nangis pasti takut kalau ibumu akan mati ya??)"Senyumnya mengembang kepadaku dan alihkan pembicaraan"ngendika napa tho???(ngomong apa tho??)

Tetapi dalam hatiku memang ada rasa takut kehilangan sosok yang jadi kekuatan hidupku itu,dan segera ku berdoa "semoga di Ramadhan ke Ramadhan,beliau senantiasa diberi kekuatan dan kesehatan serta kebahagiaan"

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka Ramadhan Giveaway dipersembahkan oleh Zaira Al ameera, Thamrin City blok E7 No. 23 Jakarta Pusat

Move On di Ujung Akhir Perjuangan

Menuliskan ini seperti menyeret saya pada ruang waktu masa-masa perjuangan hidup yang benar-benar sulit.
Ukey..saya awali kisah ini dari permintaan bapak yang meminta saya kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri agar kelak bisa jadi guru.Ummi menolak dan menyayangkan keputusanku ketika saya memutuskan untuk menuruti,karena Ummi kasian kelak bila saya harus menanggung banyak beban belajar dan bertahan hidup serta menanggung biaya kuliah. Ya, saya paham hal itu bila melihat riwayat pendidikan sejak SMP hingga SMA bapak hanya memberi duit sesuka dia.

Alhasil saya kudu ambil resiko kuliah sambil bekerja untuk menambal kekurangan biaya kuliah terutama untuk kehidupan sehari-hari dan keperluan tugas-tugas kuliah.Awal-awal saya bisa bekerja sembari kuliah,terutama kebutuhan kost karena sebulan saya paling banter cuma dikasih duit 20-50 ribu oleh bapak.Beras saya bisa minta dirumah,tapi lauk,iuran kost,kegiatan organisasi,bensin,foto kopi dll...huwaaa saya harus usaha walau terkadang diberi duit ummi 10 ribu seminggu,di tahun itu juga bukan uang yang besar tapi cukup membantu.Tapi sayang makin hari jadwal kuliah bentrok dengan jam kerja sebagai penjaga toko buku dekat kampus.Sayapun kerja sebisa saya,dari ngasih les,jualan jilbab,atau terkadang bantu teman ngerjakan tugas kuliah atau ngerjakan tugas kantor bapaknya.

Dan pada semester-semester akhir beban makin berat.Apalagi pasca KKN (Kuliah Kerja Nyata)saya harus mulai kerjakan skripsi.Tapi saya tidak pegang duit sepeserpun.Selama KKN saya tidak kerja,malah habis banyak duit untuk biaya operasional,belum lagi biaya motor karena waktu itu saya sempet kecelakaan dan motor nggak bisa jalan.

Saya kemudian numpang hidup dengan orang,sembari ikut ngajar di sekolah yang beliau dirikan.Mungkin mirip pembantu multitalent.Pagi saya ikut membantu kerjaan rumah,mandiin anak-anak,atau bersih-bersih terus lanjut ngajar.Siang ntar kadang jemput anak-anak dari sekolah,kadang sore ikut masak. Tetapi saya masih diperlakukan kayak keluarga.Kebutuhan makan,mandi dan cuci saya dapat gratis kala itu.Sampai saya putuskan keluar ngajar karena saya nau selesaikan skripsi lebih fokus.

Keluar dari ngajar,masalah malah datang kakak sepupu saya menikah dan ortu yang biayain nikahnya.Saya terpaksa tidak dapat dana skripsi tetapi malah bantu ortu.Selang berapa bulan adek saya nikah.Saya pusing kala itu karena bapak hampir membuat Ummi membakar undangan karena bapak tidak mau keluar duit untuk walimahan adek,dan tidak mau berusaha bagaimana caranya dapat duit.Saya pontang-panting cari duit pinjaman dan diberi bekal sertifikat tanah oleh Ummi.Tapi akhinya dapat juga beberapa ratus,dan kabar gembira bapakpun akhirnya mau mengeluarkan duit walau cuma sekitar 1-2 juta.Saya kudu mengesampingkan skripsi saya.

Teman-teman dan lulus ditahun ke-4 dan lima kuliah,sedang saya???waktu itu dah sempat putus asa untuk melanjutkan kuliah,sempet menyesal tidak mendengarkan nasehat Ummi untuk tidak kuliah dan bekerja saja.Setidaknya saya bisa membantu keuangan kelaurga,bisa membantu membiayai sekolah adek saya,bisa dampingi adek saya, bisa jadi kakak dan anak yang bisa selalu "ada" ketika mereka butuh.Sedang saya saat itu sebagai orang yang menyusahkan dan "moroti" harta aja dengan kuliah( trah keluarga saya tidak ada yang kuliah,adek saya perempuan lulus SMU terus disuruh kerja ),adek iri,Ummi pusing dan saya kadang sering nangis meratapi ketidak mampuan saya.
















Waktu yang diberikan kampus hampir habis di Tahun ketujuh.DO mengancam,saya diambang ketidak yakinan.Akankah perjuangan saya kudu berhenti dan sia-sia???kemudian renungan dan bantuan itu datang.Saya kemudian berusaha meminta perpanjangan waktu kuliah untuk selesaikan Skripsi.Setelah sempat di tertawakan dengan sinis kanan-kiri akhirnya saya bisa lulus dengan motivasi teman,kemudahan dari dosen dan bantuan dari teman-teman yang dulu sempet saya bantu pas mereka skripsi.Waktu itu saya bertekad bahwa perjuangan harus sampai puncak dan saya harus berhasil untuk kalahkan gensi,malas demi tanggung jawab akan amanah yang diembankan kepundak saya.Saya tidak boleh lemah dan menyerah, dan ketika mengingat bahwa saya adalah satu-satunya anak yang dapat kesempatan kuliah paling tinggi diantara keluarga besar saya membuat tekad saya untuk menyelesaikan perjuangan itu makin tinggi. Saya anggap coba-cobaan itu adalah petunjuk bahwa kita keren sehingga dapat anugrah untuk mengemban dan menyelesaikan rintangan itu dengan sempurna :)

Dan kelulusan saya waktu itu menghasilkan senyum suka cita diwajah orang tua saya,bahkan semangat mereka untuk menghadiri wisudaku dengan bangga walau anaknya lulus lama.Jadi membayangkan bagaimana kalau saya menyerah ditengah-tengah,apakah senyum itu akan ada???apakah jadinya saya kemudian???Ahhh...untuk MOVE ON itu datang terkembang

Tuesday, June 18, 2013

Senandung tentang lelaki itu....^-^

Tadi Siang tak sengaja melihat sebuah drama dengan adegan"seorang lelaki tersenyum memperhatikan seorang wanita dengan senyumm ceria melihat sesuatu secara diam-diam yang tidak diketahui oleh si wanita".Yah ada aura "bahagiamu adalah bahagiaku".
Rasanya iri, dan suatu ketika saya ingin merasakannya.Ahh gimana pula,mana mungkin kita tahu ada yang tersenyum melihat kita bahagia secara diam-diam???.Yang penting esensinya kali ya???

Tapi kemudian kurunut beberapa episode yang saya alami, kemudian kubalik "kesedihanmu adalah kesedihanku".Setidaknya pernah merasakan walau tidak sering, dan lebih sering merasa "apa sedih dan penderitaanku engkau rasakan??"

Saya ingat ada lelaki yang sedih ketika aku kecil terbaring lemah karena kakiku luka akibat masuk jeruji sepeda sewaktu membonceng sepeda Ummi.Dan setelah itu juarang aku lihat tangisnya lagi,mungkin karena Saya jarang berjumpa dengan beliau.Yang kedua ketika beliau mengantarkanku ke ruang IGD sebuah rumah sakit ketika mendengar aku "menolak" keputusan dokter untuk amputasi jari.Ya walau akhirnya saya terdiam pasrah menikmati pisau-pisau itu memotong kelingking tangan kanan.

Hanya itu yang saya ingat tentang tangisnya.Dan yang lainnya adalah kecuekan dan tarbiyah buatku.Sayapun sering menangis dibuatnya.Tapi kemudian tangis itu jadi mahal dan membentukku menjadi lebih tegar,lebih kuat dan lebih mandiri.

Aku yang tidak harus merengek lagi meminta untuk diambilkan raport,yang diam kalau tidak diberi uang saku dan menerima harus di rumah tidak berangkat sekolah,yang tidak protes ketika jam 10 malam tidak ada yang mau menjemputku di sekolah sepulang rihlah kelas, yang tidak menangis ketika beliau bohong dan tidak ada yang mau mengambil surat kelulusanku, yang membiarkanku membiayai operasi dan biaya kontrol tiap 3 hari sekali ke rumah sakit, yang membiarkanku melas-melas meminta orang dan teman untuk mengatarkanku ke rumah sakit yang pernah harus jalan kaki 2 jam lebih ke menuju rumah sakit sendirian,yang meminta uang yang ku kumpulakn ditengah-tengah skripsi dan tidak dikemblikan,yang terkadang mebuat ummi menangis,yang tidak mau segera pulang walau ku kabarkan ummi sakit atau ketika gempa melanda.Yang membuatku lebih tegar menjalani hidup...yang memintaku mengurus urusan sekolah adek,yang membuatku bersyukur di tarbiyah oleh beliau dan lewat sifat beliau.^-^

Tetapi aku menyayanginya dan berharap yang terbaik buat beliau...
Karena beliau adalah yang terbaik yang dikirim oleh Allah untukku,dengan semua hikmah yang ingin di berikan kepadaku...

Kemudian ku ubah pola berfikirku tentang lelaki itu,ku ingat kejadian-kejadian yang menunjukkan kasih sayang beliau.Bagaimana kesabaran beliau ketika mengajariku menghapalkan Surat Al Lahab ketika ku kecil,melihat air matanya hampir jatuh ketika aku sakit dikala ku kecil,memberi hadiah-hadiah kecil dan oleh-oleh yang selalu kusambut gembira ketika menyambut kedatanganya. Serta Melihat kesabarannya sehingga sampai detik ini jarang ku nikmati kemarahannya.

Dan terkadang cinta tidak melulu berwujud keromatisan,tetapi tarbiyah(pendidikan) untuk mewujudkan diri kita menjadi manusia penuh cinta,syukur,sabar dan lebih tegar serta siap dalam menjalani kehidupan.

Sungkemku selalu mengharu biru dibarengi dengan air mata tertahannya.Rabb,sayangi dan lindungi dia...

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka launching blog My Give Away Niken Kusumowardhani

Ketika Motorku Disita...

Pagi itu segera kurapikan penampilan,terus nangkring di atas motor menuju tempat PPL yang berada di sebuah Ujung kota Surakarta.
Sampai tiba di sebuah gang yang ada pak Polisi mengatur lalu lintas,kuberi tanda hendak berbelok kesitu.Dan ternyata saya diberhentikan Pak Polisi dengan wajah tak ramah.

"Berhenti mbak",saya udah gugup karena merasa tidak melakukan kesalahan dan tidak ada operasi resmi
"Iya pak..."wajahku pias
"Boleh pinjam SIMnya???" kumakin lemes,soalnya  kubelum punya SIM kala itu.
"nggak punya pak..."
"Ya udah STNK!!!"kemudian ku angsurkan STNK-ku,dengan wajah makin nggak karuan karena kulihat pak Polisi melirik Plas nomor belakang motorku.

"Mbak motornya kami sita ya..."
"aduh jangan pak,saya terus gimana???'
Pak Polisi akhirnya ngomel-ngomel.Akhirnya datang Polisi Lain yang lumayan cakep dan ramah :)
"ada apa?"tanya si cakep
"Ini,mbaknya bawa motor tanpa indetitas dan plat motor mati pula"
Akhirnya saya diurus si cakep."Mbak tahu kan identitas motor itu STNK,sekarang lihat masa berlaku STNKnya dan habis jadi ini dah nggak berlaku"
Aku nyengir kuda menyadarai kesalahanku,"ni mbak ditambah lagi,plat mati dan pajaknya juga"
Huwaaaa...saya makin nyengir,emang kuakui saya sebagai ilegal rider selama ini.

"SIM mana???"
"nggak punya"sekarang jawabanku lebih santai
"KTP???"
"Belum punya pak,gimana kalau kartu Mahasiswa?",solanya saya paling males urus administrasi bikin SIM,pajak ngurus STNK dan bikin KTP (sttt...jangan pada ditiru yaa)
"ya udah gpp"
Ku ubek-ubek tasku dan dan juga dompetku..dan OOOO,ku baru ingat Kartu Mahasiswaku dibawa teman untuk kumintai tolong urus regristasi di Kampus.
"pakai Kartu Perpustakaan aja ya pak?"Rajukku
"hmmm...ya udah mbak gpp daripada tidak jelas gini"
Segera ku angsurkan Kartu Anggota Perpustakaan,dan akhirnya motorku disita.Dan ku binggung mau ketempat PPL pakai apa coba?
Ku tanya aja sama pak Polisinya"pak Bus Arah Bonoloyo mana ya?"
"nggak tahu mbak,tahnya yang arah terminal"
Segera ku tenteng helm dan mengejar bus yang lewat,dan pas muter ku dapati si Cakep naik motorku dan batinku"nggak pantes blas pakai motorku yang pendek"
Dan sampai tempat PPL ku pamerin surat Tilangku ke teman-temanku "aku ditilanggggg"dengan logat kayak iklan"aku dilamarrr"
Dan komen temenku"gemblungggggg,ditilang kog bangga"

Akhirnya Pulangpun saya harus jelaskan ke keluarga,bapakpun kena tegur Ummi karena tidak mau urus pajak motorku.Dan akhirnya seminggu kemudian bapak ke kantor Polisi mau cek nomor mesin untuk urusan pajak motor,eh malah pulang tanpa hasil dan memintaku urus motor sendiri.Kata bapak"cepet,mumpung yang urus bapake apik"

Sampai kantor polisi ku segera cari bapak yang dimaksud bapak saya tadi,dan ternyata si cakep tuh.Saya diajak ke kantor lantai atas.Hanya ada aku dan dia.Dinasehati agar tertib,karena ternyata aku kemaren salah jalur karena kalau pagi tidak boleh leat situ karena padet ,lha ku jawab aja kalau saya tidak tahu.Dan akhirnya saya diatwari Sidang atau bayar...kyaaaaaaa
Akhirnya saya bayar ajah,sayapun nawar-nawar tuh...Dan pak polisi bilang"besok cari SIM ya?"
"ribet pak,jarang pada lulus...tuh tetangga nggak lulus2 akhirnya bayar mahal baru lulus"
"lha itulah masyarakat kita,dikasih jalan murah malah cari yang mahal"
"lha murah tapi nggak lulus-lulus.."
"besok cari yang kolekstif aja mbak,murah."
Beres pak...akhirnya saya bisa ambil motor"tolong pak keluarin motor saya sekalian dilapin ya" :D
Dan beneran ada polisi yang nurutin,maklum baru terima duit :D
Beres pak...akhirnya saya bisa ambil motor"tolong pak keluarin motor saya sekalian dilapin ya" :D
Dan beneran ada polisi yang nurutin,maklum baru terima duit :D
Pyuhh polisi ...

Tulisan ini dikutkan dalam GA Kinzihana

Monday, June 10, 2013

3 Anak Badung :Mencari Ibu yang Hilang

Judul     : 3 Anak Badung
Penulis  : Boim Lebon
Halaman: 192 hal
Tahun    : 2013
Penerbit: Indiva


Boim Lebon sebagai seorang yang cukup melegenda dengan karya Lupus ABG dan Lupus Kecil,rupa-rupanya memang berjodoh dengan karya-karya komedi.Mungkin agi beliau banyak tertawa makin muda,banyak buku makin kaya(tebakan ngasal).Dan di tahun ini tepatnya bulan Maret beliau kembali melahirkan 3 Anak Badung yang entah bagaimana bisa bapak yang satu ini bisa melahirkan #plak.

Buku ini terinspirasi dari berita-berita di media-media yang banyak menayangkan kisah pembuangan anak.Entah apa yang dipikirkan oleh Sang Ibu,yang jelas berkat pemikiran yang matang dan strategi yang jitu akhirnya Bang Boim bisa meramu berita itu menjadi karya yang membuat perut menderita karena kebanyakan serbuk tawa.

Kisah dalam novel ini berawal dari seorang Ibu dengan nama yang cukup ternama di Jagad Novelnya Yaitu Bunga Cinta Lebay (BCL ) alias mpok Bung yang karena tekanan ekonomi dan sakit hati terhadap suami yang lebih ajib dari bang Toyyib akhirnya membuang ketiga anaknya di atas sebuah kereta api.

Ketiga Anaknya yaitu Si Mola yang super duper telmi,si Rama yang lumayan cerdas dan Si Reh yang punya hobby molor yang layak masuk rekor,akhirnya terdampar di sebuah kota bernama Yogyakarta,menjadi pengamen sekaligus anak jalanan.Hingga tiba suatu hari ketika mereka menginjak remaja ada keinginan mencari emak tercinta berbekal foto kusam dari buku nikah emaknya.

Perjalanan yang seru dan membuat kita bisa menangis terpingkal-pingkal akan kita dapati tipa kita menyelami tiap jengkal halaman novel ini,sisipan anekdot juga menghiasi dan memaksa kita untuk buka suara untuk tertawa di sela-sela cerita yang juga bertebaran hikmah didalamnya.

Nah,bagaimanakah endingnya???akankah mereka akan berjumpa dengan mpok Bung ???apakah akan berakhir sedu,pilu,haru atau lucu...so geber langsung dah nieh novel,buruan dpaatkan di rak sepatu,eh toko buku terdekat ya..terjauh juga boleh sih kalau mau,yang penting beli dan resapi..okeyy...

Pasca Kampanye Tawa With Bang Boim



Sunday, May 19, 2013

Menggali ide dengan anak-anak keren ^-^



Horeee...ke sawahhhh ^-^

lihat senyum kami..
Smileee.....


calon hafidzhoh nan smart ^-^


langkah penuh semangat

gali ide....eh malah pada action..
perjuangan perjalanan kami,sandal putuuuuusss

menjelang balikkk

pulanggggg
action di depan gerbang
mendung..

action terpenjara

khusuk buat puisinya....taraaaaa

Saturday, May 18, 2013

Kita berteman yukzz...(proses pembelajran)

Saya bukan ahli pendidikan,tapi suka belajar tentang dunia parenting dan pendidikan.Suka juga kadang ikut seminar atau workshop parenting walau saya belum pernah merasakan jadi orang tua bahkan berumah tangga.

Beberapa keadaaan memaksa saya untuk memposisikan diri jadi "emak palsu",karena sejak saya TK saya kudu jagain adek di sekolah dan pulang sekolah.Karena ortu kerja pulang sore,bahkan saya aka ditambahin dengan ponakan-ponakan yang dalam kondisi sama.Tapi ternyata itu sangat berguna ketika saya dihadapkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan anak-anak di saat saya dewasa.Sebagai contoh "Ummi angkatku" pernah mengatakan,"dek,kog anti bisa kerjain semua???padahal saya seusiamu belum bisa lho.."hal itu karena saya berani anak beliau yang masih bayi berumur beberapa hari,bisa memijit bayi dan bisa mengkondisikan anak-anak yang aktif.

Seperti ketika anaknya tidak mau mandi,beliau udah kayak kehabisan akal,karena anaknya enggan beralih dari bola-bola plastik.Sedang reaksiku cuma,"ayo mas ikut amah yuk main bola di atas...(karena posisi kamarku di lantai atas, saya ajak dia ke tempat nyuci di atas )".Saya ambil ember besar(biasa buat saya nyuci ) saya isi air dan saya masukin bola ke dalam ember,"main yuksss..."akhirnya dia main air lho,basahkan???kesempatan saya untuk lucuti bajunya, mandiin,guyur,sabunin dan dia tidak protes karena sibuk dengan bolaaa..dan kita senanggg ^-^

Lain hari ketika saya sedang nyuci baju dan dia masih ribet nggak mau mandi,umminya dah nyuruh berkali-kali.Apa reaksi saya???"bantuin amah nyuci yukkzz???.Akhirnya dia bantu celup-celup dengan senangnya sambil ngobrol ngalur-ngidul,"bajunya dicuci sekalian yuk..."dan adegan selanjutnya sama di atas.Dan saya akan jadi teman yang menyenangkan kira-kira.

Pas guru ngaji saya ngisi taklim,anaknya juga ribet diminta mandi tapi nggak mau.Karena saya risih dengar perdebatannya,si anak nggak mau mandi karena pengen main batu tapi umminya pengen dia mandi. Saya akhirnya ikut campur (kebetulan 1 anaknya murid saya di PAUD ).Apa yang saya katakan,"iya dah main batu nggak apa-apa...tapi sana batunya dimandiin ajah" dan akhirnya mereka ke kamar mandi awalnya mandiin batu kerikil-kerikil itu tapi endingnya basah-basahan dan mandi..dan mari kita berteman nak..qiqiiqiii..

Setidaknya jadi teman dan bisa membela mereka (padahal ada udang di balik triks saya ),setidaknya bisa membuat anak belajar lebih menyenangkan....

bersambung dulu....

Wednesday, May 15, 2013

Ketika dia menikah ^-^

Pernahkah kalian merasakan kehilangan seseorang karena perubahan status???menikah misalnya.
Aku sering,ketika ada beberapa teman yang satu persatu menikah atau orang terdekat menikah ada dua rasa yang kurasa,bahagia dan siap-siap terluka. Bahagia karena melihat mereka akan duduk bersama dengan belahan jiwa yang siap menghantarkan dia bahagia sebagai bidadari syurga, tetapi di satu sisi akan siap ada serpihan hati yang retak karena kehilangan dia

Kita tidak akan lagi bebas bersama dalam waktu lama,tertawa,bercerita dan berbagi hal bersama.Terkadang ada rasa benci kepada pasangannya yang telah merampas mereka..eh bukan benci tapi iri karena dia telah memenangkan posisi dan mengeser posisi kita menjadi semakin ke bawah atau bahkan menghilang.

Akan tetapi aku tidak akan rasa itu mengusai dan menjadi bumerang bagi diri dan akhirnya merusak hubungan dan menyesakkan relung jiwa menjadi deretan luka-luka.Maka azzamkan diri untuk menikmati rasa itu dan berbahagia bila mereka bahagia,bukankah itu akan lebih melegakannn????

#coretan tanpa editan karena pelampiasan menjelang ahad tgl 19 mei 2013
moment terakhir jelang lepas lajangnya

Thursday, March 7, 2013

Perkiraan orang yang ku anggap Do'a

siang ini pasca takziyah seorang ibu bilang padaku,"booss utangku durung tak bayarr(hutangku belum tak bayar)"
Aku tersenyum"nyantai budhe..."
"iyo..kan boss duite akehh"
Aku hanya tertawa dalam hati,kemudian mengamini(tidak tahu beliau hutangku yang menggunung,lha beliau cuma hutang 20 ribu aja dah kuatir bener.

Agak siang ngobrol dgn tetangga sebelah,sembari tiduran beliau cerita tentang kondisi ekonominya yang makin sulit pasca suaminya pulang merantau dan belum ada kerjaan tetap. Kata beliau "aku jane nek pengen koyo kowe wiraswasta duite akeh(sebenarnya aku pengen kayak kamu wiraswasta duitnya banyak ),sorri ya hutangku bdurung tak bayar "
Hahaha..sekali lagi pengen ketawa..emang aku sesukses itukah di mata mereka???padahal hampir tiap hari aku binggung cara bayar hutang, cara cari duit yang nggak kumpul-kumpul,cara gimaana bantu keluarga...wess prihatin versiku..lha maalah mereka pikir aku neh sukses dan kaya,memang ya..wang sinawang...

Tapi dari dulu aku berfikir,walau sesusah apapun kita pasti ada hak atau rejeki orang lain ,melalui kita.Jadi teringat sebuah kisah dulu pas kuliah..aku mulai jualan dropship online.Barang milik teman dan aku jualin,pas waktu itu aku pinjem rekeningnya untuk lalu lintas duit.Tetapi menjelang dia pendadaran skripsi aku ada duit yang ku kumpulin untuk buka rekening sendiri. Uang pas untuk daftar di Muamalat plus uang sisa brp 20-30 ribu untuk hidup liburan dirumah (masa liburan ngajar PAUD dulu ).Pas ngatar aku temanku bilang gini,"jenk tapi anti ada uang kan untuk bantu aku bayar munaqosah???100 ribu"

BIsa dibayangkan,aku tak punya uang saat itu sbesar 100 ribu,aku dah antri berjam-jam untuk buat rekening tidak mungkin ku batalkan.Mau Tak kasih 2uang sisaku pasti aku nggak bisa beli bensin kala itu.Aku terus dengan PD bilang,"yupzz..ada inshaaAllah..berdoa aja ya,aku ada rejeki dalam waktu dekat ini.Ntar ku pinjemi.."

Dan subhanallah, besoknya pas saya datang ngelesi seorang anak di bulan bukan waktu gajian, saya dipanggil seorang bapak tetangga yang saya lesi hari itu.Rupanya beliau lupa ngasih gaji les bulan lalu kurang 100 ribu. Pas untuk temanku, dan besoknya aku ada duit untuk bayar munaqosah beliau..sejak itu aku yakin rejeki orang terkadang harus melalui tangan kita.Wallahu'alam

Friday, February 22, 2013

Ketika sepatuku melayang, Be Bob Shoes Solusinya ^-^

Dulu Jaman saya masih Sekolah Dasar pernah punya pengalaman pahit soal sepatu,yaitu sepatu kelonggaran dan melayang ketika adegan senam dan harus mengayunkan kaki.Alhasil kena teman-teman di barisan depan saya :D, pernah juga kejadian sepatu basah dan ku panggang di atas kompor, baunya jadi aneh, tambah aneh lagi ketika ke semprot parfum untuk menghilangkan bau kompornya :D

Kejadian tentang sepatu kembali ku alami ketika menghadiri pernikahan teman.Wah jadi panitia pernikahan kudu tampili istimewa termasuk menyiapkan  shoes terbaik yaitu saya pilih dengan model high heels. Eh pas sesi foto-foto saya di minta untuk memanggil keluarga,kerabat dan teman-teman mempelai yang mau dimintai fotonya. Pas di depan penerima tamu tiba-tiba "swingggg" Sepatu yang kupakai melayang karena slop depan lepas. Aduh malu banget jadinya,mana tamu-tamu pada ngelihatain. Saya segera menginjak sepatu yang terlepas tadi dan menutupin dengan rok panjang saya. Tetapi tidak bisa bergerak karena speatu satu rusak. Untungnya ada kerabat mempelai tiba-tiba melihat saya dan menanyakan apa yang terjadi,dan saya minta eliau menghampiri saya. Setelah dia tahu di meminta kursi di deretan penerima tamu untuk saya duduk. Saya kemudian di ambilkan sandal yang mirip flat shoes.Kemudian saya mengahmpiri mempelai yang protes karena saya kelamaan menghilang.Duh tidak kebayang apa kejadian yang menimpaku tadi.Akhirnya kostumku tidak sesuai karena saya pakai rok batik model jarit yang kudunya pakai  high heels atau wedges agar kelihatan lebih tinggi dan anggun.

Sejak itu saya lebih selektif memilih sepatu,sandal dengan berbagai pertimbangan.Untuk pilihan fashionable daily shoes saya akan lebih selektif untuk keamanan,keawetan dan sesuai dengan acara atau aktivitas.

Dan akhirnya nemu  BE BOB shoes ketika serching dan googling.Wow,akhirnya nemu sepatu,sandal,wedges,flat shoes,high heels yang keren-keren dan sesuai yang ku harapkan.LIat sekilas aja dah yakin banged apalagi kalau beli dan punya....taraaaaaaa,semoga ku punya sepatu impian melebihi kepunyaan cinderella....taaaraaaaaa

Balada Nasi Aking

Tadi pagi di minta Ummi untuk beli nasi aking untuk pakan ayam,sepulang antar adek sekolah segera saya meluncur ke pasar untuk membeli nasi aking.Namun di sepanjang perjalanan saya kembali membuka memori berkaitan dengan Nasi aking

Saat ini adalah masa-masa sulit bagi keluarga kami, bahkan di dapur tidak ada beras ataupun bahan-bahan yang bisa kami masak. Kecuali nasi aking. Beberapa hari saya harus sarapan nasi aking dengan taburan parutan kelapa. Dan siangnya saya enggan makan,karena saya tidak suka rasa nasi aking ketika dingin. Lagipula sebagai orang pecinta sayur rasa nasi aking agak nyangkut di tenggorokan.
Hari kedua rasanya sudah enggan memakanya,walaupun capek pulang sekolah dan lapar.

Dan suatu hari sepulang sekolah panas-panas sesampai rumah, ummi meminta sesuatu kepadaku. Ya, beliau memintaku untuk mengikhlaskan anting-anting yang terpasang ditelinga untuk di jual.

"nduk, di dole sek ya, mengko nek ono rejeki tak tukoke maneh" Kata ummi yang membuatku sedih,ya sedih bukan karena akan kehilangan anting-anting karena saya dah terbiasa mengikhlaskan kalung yang dulu ku punya untuk dijual pula.Tetapi sedih karena Ummi sedih dan kondisi kami yang sangat memelas.

Saya pengen nangis saat itu,tapi saya tahan dihadapan Ummi ku harus jadi sosok yang tegar.Aku meminta kelonggaran waktu untuk menjual antingku keesokan harinya.Ya karena aku tak lagi punya duit untuk menuju toko Mas,karena saya lebih sering tidak diberi uang saku daripada dikasihnya.Tapi dulu saya berdoa agar Allah kirim malaikat penolong, dan doaku dikabulkan dengan datang seorang teman yang menawariku agar membonceng dia tiap berangkat sekolah.Jadi aku bisa hemat uang. Tetapi kondisiku saat itu juga tidak ada duit,akhirnya keesok harinya saya meminta tetangga yang sekolah berbeda untuk menjualkan antingku.

Dan hasilnya, kami bisa makan dan melanjutkan kehidupan kami tanpa harus makan nasi Aking lagi.....
 

Catatan sejarah Jiwa Template by Ipietoon Cute Blog Design