Friday, February 22, 2013
Ketika sepatuku melayang, Be Bob Shoes Solusinya ^-^
Kejadian tentang sepatu kembali ku alami ketika menghadiri pernikahan teman.Wah jadi panitia pernikahan kudu tampili istimewa termasuk menyiapkan shoes terbaik yaitu saya pilih dengan model high heels. Eh pas sesi foto-foto saya di minta untuk memanggil keluarga,kerabat dan teman-teman mempelai yang mau dimintai fotonya. Pas di depan penerima tamu tiba-tiba "swingggg" Sepatu yang kupakai melayang karena slop depan lepas. Aduh malu banget jadinya,mana tamu-tamu pada ngelihatain. Saya segera menginjak sepatu yang terlepas tadi dan menutupin dengan rok panjang saya. Tetapi tidak bisa bergerak karena speatu satu rusak. Untungnya ada kerabat mempelai tiba-tiba melihat saya dan menanyakan apa yang terjadi,dan saya minta eliau menghampiri saya. Setelah dia tahu di meminta kursi di deretan penerima tamu untuk saya duduk. Saya kemudian di ambilkan sandal yang mirip flat shoes.Kemudian saya mengahmpiri mempelai yang protes karena saya kelamaan menghilang.Duh tidak kebayang apa kejadian yang menimpaku tadi.Akhirnya kostumku tidak sesuai karena saya pakai rok batik model jarit yang kudunya pakai high heels atau wedges agar kelihatan lebih tinggi dan anggun.
Sejak itu saya lebih selektif memilih sepatu,sandal dengan berbagai pertimbangan.Untuk pilihan fashionable daily shoes saya akan lebih selektif untuk keamanan,keawetan dan sesuai dengan acara atau aktivitas.
Dan akhirnya nemu BE BOB shoes ketika serching dan googling.Wow,akhirnya nemu sepatu,sandal,wedges,flat shoes,high heels yang keren-keren dan sesuai yang ku harapkan.LIat sekilas aja dah yakin banged apalagi kalau beli dan punya....taraaaaaaa,semoga ku punya sepatu impian melebihi kepunyaan cinderella....taaaraaaaaa
Saturday, August 4, 2012
Karena Kita bukan Makhluk Yang lemah ^-^



Sunday, May 23, 2010
Monday, November 30, 2009
Nasib penulis pemula..
Kesulitan bagi sebagian besar penulis pemula biasanya bukan masalah menulis itu sendiri lagi, melainkan bagaimana memasarkan karya-karya mereka. Persaingan memperebutkan jatah di mass media maupun penerbit sangatlah berat. Berkompetisi dengan para penulis beken jelas kurang menguntungkan karena bukan persaingan yang seimbang. Jika kelayakan suatu karya dimuat hanya berdasarkan kualitasnya, saya percaya banyak penulis pemula akan berhasil mempublikasikan karya tulisnya. Akan tetapi jika yang menjadi penentu adalah track record penulis, maka pupuslah harapan penulis pemula untuk menyaingi para penulis kawakan. Alhasil bisa ditebak, karena sulitnya karya para penulis pemula berkesempatan dimuat, maka mereka yang tidak kuat akhirnya memilih berhenti menjadi penulis.
Masalah lain yang menguji kesabaran penulis pemula adalah ketika karyanya ditawarkan kepada penerbit. Mereka harus menunggu tanpa kepastian keputusan dari penerbit apakah akan menerbitkan karya mereka atau tidak. Waktu tunggu yang selama berbulan-bulan bisa menyiutkan nyali dan menawarkan hati. Apalagi setelah menunggu sekian lama, ternyata naskah yang dengan susah payah ditulis ternyata di tolak. Lebih mengenaskan lagi jika alasan penolakan semata naskah itu karya dari penulis pemula. Wah, nasib penulis pemula sungguh menyedihkan. Lantas kalaupun naskahnya disetujui untuk diterbitkan, toh tetap masih perlu menunggu sekian bulan untuk naik cetak. Secara logika jika demikian keadaannya, apakah profesi seperti ini bisa diharapkan untuk meraih penghasilan yang besar? Mungkin saja memang bisa seperti rayuan kebanyakan buku yang membahas perihal menulis. Yang jelas faktanya pasti tidak bisa dikatakan gampang.
Bandingkanlah dengan seorang pemula di bidang lain, misal badminton. Setelah mahir bermain, ia bisa mengikuti kejuaraan yang sesuai dengan kelasnya. Di sini tentu peluang pemula di bidang badminton untuk menjadi pemenang lebih besar daripada peluang tulisan seorang penulis pemula dimuat. Hal ini sering membuat frustrasi para penulis pemula. Akan tetapi mau apalagi, dunia penulisan memang begitu, bukan? Saya tidak bermaksud membuat Anda menjadi pesimis, melainkan hanya ingin memaparkan fakta secara objektif.
Selain masalah di atas, para penulis pemula yang karyanya diterbitkan pun masih perlu berjuang agar karya-karyanya diterima oleh masyarakat. Sekali buku karyanya tidak laku, maka tentu pihak penerbit enggan menerbitkan karyanya lagi. Jadi nasib sebagai penulis pemula sungguh memprihatinkan.
Meskipun para motivator menulis sangat gencar memberi motivasi, toh itu hanya menolong agar penulis pemula bisa bertahan. Tapi sampai kapan seorang penulis pemula bisa bertahan dengan kondisi demikian? Memang ada segelintir dari mereka mampu bertahan dan bahkan menjadi penulis top. Namun jumlah ini terlalu sedikit dibanding penulis pemula yang akhirnya memilih berhenti menjadi penulis. Bisa jadi seorang penulis akan selamanya menjadi penulis pemula, bukan karena ia kurang mahir menulis melainkan hanya belum berhasil meraih track record.
Berjuang Meraih Track Record
Tidak dapat disangkal lagi setiap penulis pemula memerlukan track record untuk menopang karirnya. Tanpa track record, penulis pemula akan sulit memasarkan karya-karyanya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa kebanyakan redaktur media massa maupun penerbit cenderung lebih menghargai karya penulis yang sudah mempunyai nama. Dengan track record, peluang untuk bisa mengubah nasib penulis pemula menjadi penulis yang diterima tentu lebih besar. Sayangnya dalam upaya meraih track record, nasih baik juga kerap kali menghindar dari genggaman para penulis pemula. Mungkin mereka telah mengirimkan ratusan karya tulis tetapi hasilnya tetap nihil. Lantas bagaimana solusi yang jitu untuk masalah ini?
Untunglah kini dengan adanya pelayanan internet, para penulis pemula bisa menulis di internet. Meski tidak ada honornya, akan tetapi jika mereka aktif menulis di internet, maka nama mereka akan semakin banyak dikenal orang. Dengan demikian diharapkan mereka akan mendapatkan track record sebagai penulis yang naskah-naskahnya layak dimuat dan dibaca oleh khalayak. Ini sungguh suatu modal untuk mengubah nasib mereka.
Sayangnya tidak semua penulis pemula mau memanfaatkan pelayanan internet. Sikap demikian tentu sulit menggubah nasib mereka. Akhirnya semua kembali kepada penulis pemula sendiri apakah dia sudah pasrah dengan nasib sebagai penulis pemula? Atau mau memanfaatkan fasilitas internet untuk meningkatkan kemampuan menulisnya dan mendapatkan track record dari khalayak? Mungkin menulis itu memang gampang, tetapi bagi sebagian penulis pemula yang sulit adalah mempublikasikan dan memasarkan karya mereka.
Penulis. Peng Kheng Sun – copy from penulis lepas.com
Tuesday, March 3, 2009
LOmba karya tulis
LOMBA KARYA TULIS PEMUDA TINGKAT NASIONAL dan PENGHARGAAN UNTUK PENULIS ARTIKEL KEPEMUDAAN
Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena menyelenggarakan Lomba Karya Tulis dan Penghargaan untuk Penulis Artikel Kepemudaan.
Persyaratan Lomba Karya Tulis:
1. Naskah berbentuk “esai” dengan tema “Kepemimpinan Pemuda”.
Peserta dapat memilih salah satu dari sub-sub tema berikut):
a. Pemuda di Kursi Kepresidenan Indonesia
b. Pemimpin Muda Idaman.
c. Menjadi Pemimpin di Era Krisis Global.
d. Mencari Wadah Pencetak Pemimpin Bangsa.
e. Menjadi Pemimpin Lokal Berpikiran Global.
f. Jika Perempuan Menjadi Pemimpin Indonesia.
g. Budaya Baca Calon Pemimpin Bangsa.
2. Lomba dibagi dalam 3 kategori: pelajar, mahasiswa, dan umum.
3. Lomba terbuka untuk semua WNI berusia 15-35 tahun.
4. Esai tidak bertentangan dengan SARA dan tidak mengandung unsur
pornografi.
5. Naskah merupakan karya asli, bukan terjemahan, atau saduran.
6. Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa cetak/elektronik
dan tidak sedang diikutkan dalam lomba sejenis.
7. Naskah ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik, diketik di kertas
A4, font Times New Roman, 6-12 halaman, spasi ganda.
8. Mencantumkan kategori di sudut kiri amplop pengiriman naskah.
9. Nama penulis harus diletakkan pada halaman terpisah dengan lembar
naskah
10. Naskah dikirim rangkap 3 (tiga).
Persyaratan Penghargaan Penulis:
1. Artikel telah dimuat di media massa cetak antara bulan Oktober 2008 – April 2009 yang bertema Kepemudaan.
2. Melampirkan artikel (atau fotokopinya) yang telah dimuat sebanyak tiga rangkap.
3. Lomba terbuka untuk umum (tanpa batasan usia)
4. Artikel tidak bertentangan dengan SARA dan tidak mengandung unsur pornografi.
5. Mencantumkan “Penghargaan Penulis” di sudut kiri amplop.
Persyaratan Teknis :
1. Pengiriman naskah disertai dengan fotokopi identitas diri (KTP/SIM/Kartu Pelajar/Paspor dan biodata singkat: nama, alamat lengkap, nomor telepon/handphone, e-mail). Untuk pengiriman email, identitas diri dapat discan (dengan resolusi secukupnya).
2. Pengiriman naskah lomba esai atau penghargaan penulis dikirim ke:
Panitia Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional dan Penghargaan Penulis
Jl. Rasamala Raya No 20 Depok Timur 16418
Naskah lomba juga dapat dikirim melalui email: lomba.menpora@gmail.com
(identitas diri dapat discan).
3. Naskah ditunggu selambat-lambatnya tanggal 5 Mei 2009
HADIAH setiap kategori dan Penghargaan Penulis:
Juara I: Rp2.500.000,-
Juara II: Rp2.000.000,-
Juara III: Rp1.500.000,
3 pemenang hiburan @ Rp500.000,-
* Pengumuman pemenang dapat dilihat di http://www.forumlingkarpena.net
dan http://forumlingkarpena.multiply.com pada 1 Juni 2009.
Acara ini diselenggarakan oleh :
Deputi Pengembangan Kepemimpinan Pemuda Kementerian Pemuda dan
Olahraga bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena
Didukung oleh: ANNIDA & Lingkar Pena Publishing House
Keterangan lebih lanjut hubungi
Maryati (021) 573 8158, HP: 085813144822
Koko 0813 67675459
Denny 0899 9910037
www.lombalomba.com

