Bismillah...
Sedang berfikir bahwa usia manusia tidak ada yang memgira seberapa lama,maka bolehlah kita berjaga-jaga.
Andai ini adalah Ramadhan terakhirku,ku berharap malam Lailatul Qodar kudapati sehingga bisa jadi bekal timbangan amal bagi diri.
Andai ini adalah Ramadhan terakhirku,aku ingin bisa melunasi hutang-hutangku yang menggunung tinggi agar tidak jadi pemberat diri untuk masuk syurga yang abadi.
Dan andai ini adalah Ramadhan terakhirku ku harap saya menikah dibulan ini,agar bisa sempurna setengah dienku.aduh banyak amat ya pengharapan yang kupinta ketika ini benar-benar Ramdhan terakhirku.
Maka untuk antisipasi diri,segera persiapkan diri untuk meperbaiki diri dan mempertbal Iman.Hutang-hutang juga kudu tercatatkan (kalau misal meninggal duluan moga diikhlaskan atau ada yang ikhlas melunasi :D ), dan juga banyak-banyakin doa agaer segera ada pangeran yang menyunting saya,taraaaaaaa.....
Eh lupa,bulan ini ada permintaan adek saya agar membelikan Jaket untuk dia.Maka ini kudu di targetkan dapat juga sebelum masa itu datang mendera.Dan andai ini Ramadhan terakhir kupinta kumenang Giveaway ini sebagai hadiah buat orang tua. ^-^
Dan andai ini Ramadhan Terakhirku aku bisa mewujud seperti Perempuan ini,cantik kayak bidadari dengan senyum berseri-seri...aamiin
Tulisan singkat mirip wasiat ini saya ikut sertakan dalam Ceria Ramadhan Bersama Gamazoe dan Dhenok Habibie
Showing posts with label ramadhan. Show all posts
Showing posts with label ramadhan. Show all posts
Tuesday, July 30, 2013
Tuesday, July 23, 2013
Jangan sampai kalah syukur dan sedekah dengan wanita ini.
Beberapa hari lalu,ketika saya sedang asyik diskusi dengan seorang ibu di sebuah toko,datanglah seorang wanita yang datang-datang langsung cerita ngalor-ngidul sembari curhat "lagi nggak enak badan". Awalnya saya kira wanita ini agak tidak "normal "pikirannya.Tetapi mengikuti ucapannya yang kala itu sedang meminta karung untuk membungkus sesuatu yang saya tebak semacam "dispenser " yang kata beliau mau dia sumbangkan ke sebuah pondok yatim di Semarang.Akhirnya karena kami tak punya karung kami sarankan plastiknya diplester saja karena "dispenser" itu sudah ada dalam kardus.Akhirnya dia nurut,dan saya bantu untuk membungkus dan menuliskan alamat tujuan.
Tetapi saya tanya dulu,"ibu dapat alamat ini darimana?"
"anu mbak,dari mas-mas yang minta sumbangan sembari bawa amplop githu. Kan kayaknya kasian,lalau saya tanya dari mana?terus bilangnya dari Semarang.Lha saya terus dikasih alamat yang ada diamplop itu mbak"
Karena saya takut itu hanya tipuan mas-mas dengan modus minta2 sumbangan atas nama ponpes dsb saya tanya,"Ibu dah pernah hubungi nomernya?"
" Udah ,dibalas kog mbak"
Saya langsung jelaskan kalau takutnya ntar dibohongi,tapi dia tetap kekeuh karena sudah terlanjur janji sama mas-mas yang minta sumbangan itu untuk kasih barang sumbangan.Lagipula ibu itu juga ngaku males lihat barang itu karena merasa ketipu salesnya,di beli 900an ribu.
Si wanita ini tetap ngotot dan bilang "lillahi ta'ala" .Sayapun menuruti dan membungkus kardus itu dan menyarankan dikirim lewat Pos saja,karena jarak Solo dan semarang saya kira cukup murah pakai Pos.
Sembari nunggu saya bungkus kardusnya wanita ini crita ngalor-ngidul nggak capek-capek.Dia rupanya juga mau kontrol ke rumah sakit,sembari bawa hasil rongent kalau paru-parunya kena flek.Padahal sebelumnya dia harus rela diangkat rahimnya karena tumor atau kanker.Yang lebih mengenaskan adalah kala dia dioperasi tidak ada 1pun keluarga yang menungguin.Dia sering di ejek karena tidak punya suami,saudara pada acuh dan ponakan-ponakan tidak ada yang peduli.Saya taksir usianya antara 30-40 tahun.Dan dia hidup sebatang kara,bekerja sendiri dan anggap sesama muslim adalah saudaranya(berdasarkan cerita ibu yang aku ajak diskusi)
Ada satu kisah yang membuat saya "deg",dia bilang" dulu ada banyak orang bilang saya tidak punya suami,anak dan keluarga ntar kalau ada apa-apa tidak ada yang merawat.Tapi nyatanya pas saya sakit ada keajaiban mbak.Saya waktu itu habis operasi,selang dimana-mana,perawat masuk kasih saya air hangat untuk Sibing(mandi dengan dilap ajah).Saya padahal tidak ada yang nunggu dan nggak mampu gerak. Dan saat itu pintu kamar saya agak terbuka,datanglah seorang wanita mbak.Dia tanya "saya sakit apa?" terus tanya keluarga saya mana?.Karena tidak ada semua,wanita itu menawarkan untuk memandikan saya.Saya mau mbak,saya didandani cantik.Habis itu wanita itu bilang"wes cantik,seger...neh sekarang kenalkan saya bu Bayan Sragen.Tadi nengok tetangga sebelah yang skait typhus,terus lihat ibu. Sekarang Ibu cepet sembuh ya..dan sembari ngasih amplop,katanya buat beli makanan.Saya buka mbak isinya 100 ribu..nek dipikir,dia bukan apa-apa saya lho mbak,Allah emang Maha Adil..."
Subhanallah...
saya terhenyak mendengar potongan-potongan kisah wanita ini.Setelah dia pergi,ibu yang tadi diskusi dengan saya bercerita tentang kisah hidupnya yang sebatang kara.Tapi mau bekerja apa saja asal halal,rajin ibadah dan pandai bersyukur.Dia bahkan mau datang ke beberapa orang sholeh untuk curhat dan menuruti nasehat-nasehat kebaikan yang diberikan kepadanya. Akan tetapi dia tidak pelit untuk berbagi...
Subhanallah,Moga Beliau cepat sehat dan tetap menapaki jalanan kebajikan..aamiin.
Bagi yang mau berbagi dan nggak mau kalah dengan beliau..bisa ke sini yaa
Tetapi saya tanya dulu,"ibu dapat alamat ini darimana?"
"anu mbak,dari mas-mas yang minta sumbangan sembari bawa amplop githu. Kan kayaknya kasian,lalau saya tanya dari mana?terus bilangnya dari Semarang.Lha saya terus dikasih alamat yang ada diamplop itu mbak"
Karena saya takut itu hanya tipuan mas-mas dengan modus minta2 sumbangan atas nama ponpes dsb saya tanya,"Ibu dah pernah hubungi nomernya?"
" Udah ,dibalas kog mbak"
Saya langsung jelaskan kalau takutnya ntar dibohongi,tapi dia tetap kekeuh karena sudah terlanjur janji sama mas-mas yang minta sumbangan itu untuk kasih barang sumbangan.Lagipula ibu itu juga ngaku males lihat barang itu karena merasa ketipu salesnya,di beli 900an ribu.
Si wanita ini tetap ngotot dan bilang "lillahi ta'ala" .Sayapun menuruti dan membungkus kardus itu dan menyarankan dikirim lewat Pos saja,karena jarak Solo dan semarang saya kira cukup murah pakai Pos.
Sembari nunggu saya bungkus kardusnya wanita ini crita ngalor-ngidul nggak capek-capek.Dia rupanya juga mau kontrol ke rumah sakit,sembari bawa hasil rongent kalau paru-parunya kena flek.Padahal sebelumnya dia harus rela diangkat rahimnya karena tumor atau kanker.Yang lebih mengenaskan adalah kala dia dioperasi tidak ada 1pun keluarga yang menungguin.Dia sering di ejek karena tidak punya suami,saudara pada acuh dan ponakan-ponakan tidak ada yang peduli.Saya taksir usianya antara 30-40 tahun.Dan dia hidup sebatang kara,bekerja sendiri dan anggap sesama muslim adalah saudaranya(berdasarkan cerita ibu yang aku ajak diskusi)
Ada satu kisah yang membuat saya "deg",dia bilang" dulu ada banyak orang bilang saya tidak punya suami,anak dan keluarga ntar kalau ada apa-apa tidak ada yang merawat.Tapi nyatanya pas saya sakit ada keajaiban mbak.Saya waktu itu habis operasi,selang dimana-mana,perawat masuk kasih saya air hangat untuk Sibing(mandi dengan dilap ajah).Saya padahal tidak ada yang nunggu dan nggak mampu gerak. Dan saat itu pintu kamar saya agak terbuka,datanglah seorang wanita mbak.Dia tanya "saya sakit apa?" terus tanya keluarga saya mana?.Karena tidak ada semua,wanita itu menawarkan untuk memandikan saya.Saya mau mbak,saya didandani cantik.Habis itu wanita itu bilang"wes cantik,seger...neh sekarang kenalkan saya bu Bayan Sragen.Tadi nengok tetangga sebelah yang skait typhus,terus lihat ibu. Sekarang Ibu cepet sembuh ya..dan sembari ngasih amplop,katanya buat beli makanan.Saya buka mbak isinya 100 ribu..nek dipikir,dia bukan apa-apa saya lho mbak,Allah emang Maha Adil..."
Subhanallah...
saya terhenyak mendengar potongan-potongan kisah wanita ini.Setelah dia pergi,ibu yang tadi diskusi dengan saya bercerita tentang kisah hidupnya yang sebatang kara.Tapi mau bekerja apa saja asal halal,rajin ibadah dan pandai bersyukur.Dia bahkan mau datang ke beberapa orang sholeh untuk curhat dan menuruti nasehat-nasehat kebaikan yang diberikan kepadanya. Akan tetapi dia tidak pelit untuk berbagi...
Subhanallah,Moga Beliau cepat sehat dan tetap menapaki jalanan kebajikan..aamiin.
Bagi yang mau berbagi dan nggak mau kalah dengan beliau..bisa ke sini yaa
| Silahkan pilih donasi Anda | |
| Berbagi Buka Puasa Rp.28.500,- | |
| Syiar Qur'an Rp.165.000,- | |
| Kado Lebaran Yatim Rp.270.000,- | |
| Bingkisan Keluarga Jompo & Prasejahtera Rp.340.000,- | |
Sunday, July 14, 2013
Jangan biarkan Ummi menangis di Ramadhan ini ya Rabb
Pasca sahur Ummi masih saja mengerjakan pekerjaan rumah dengan semangat,menyapu sembari menyapa beberapa tetangga yang lewat di depan rumah dengan sangat ramah.Saya kebagian nyuci piring kala itu,hingga akhirnya saya dengar rintihan kesakitan dari balik kamar Ummi.
Saya segera berlari menuju kamar beliau dan mendapati beliau telah meringis menahan sakit di perut,dan entah kenapa tiba-tiba pindah ke dada,kembali ke perut dan berpindah kemana-mana. Saya diminta mengambl botol kaca dan mengisinya dengan air hangat. Dengan bercampur panik ku seka dan kompres perutnya dengan botol berisi air hangat tadi sesuai dengan permintaan beliau. api entah kenapa dia makin merasa kesakitan.Akhirnya beliau memintaku memanggil tetanggaku.
Saya berlari menuju rumah nenek sebelah rumah dan tetangga,sesampai dirumah Ummi dah pindah tiduran diruang depan TV. Ia makin kesakitan,dan bilang sakitnya pindah-pindah dari perut ke dada,dada ke perut dan berputar-putar. Beliau mengis karena kompres tadi tak juga berpengaruh,saya memijat-mijat badannya dengan kebinggungan dan ikutan nangis.
Akhirnya dipanggillah tetangga laki-laki,karena rencana Ummi akan dibawa ke klinik di dekat rumah.Rencana mau dibonceng naik motor,tetapi Ummi dah tidak sanggup untuk duduk,kondisinya dah kepayahan.Sembari tetap menangis kami akhirnya tetangga mengambil mobil pick up kepunyaanya.Ummi di antar banyak orang ke klinik dekat rumah yang berjarak 10 menitan.Hampir 10an orang mengantar sampai resepsionist binggung dikira mereka adalah calon pasien yang antri untuk periksa :D
Akhirnya Ummi diperiksa,katanya sih kaitan dengan asam lambung. Kemudian Ummi dipindah ke ruang Inap,saya nitip ke Nenek dan tetangga untuk jagain Ummi. Saya pulang ambil baju,termos,duit dan tanya ke tetangga resep bubur. Saya akhirnya belanja dan memasak bubur untuk Ummi sebelum ke Klinik,saya masih sedikit gemetaran dan ketakutan
Selesai masak saya ke Klinik untuk menjenguk Ummi dan menyuapinya makan.Dan kemudian pamit ke wartel kala itu untuk telpon adek dan bapak. Saya minta mereka segera pulang karenaUmmi sakit.Tetapi hingga sore tidak ada yang pulang (bapak kerja di kota sebelah,adek juga masuk kerja malam ).Akhirnya saya jaga sendirian.
Pas maghrib saya mengharap sepupu atau nenek saya ke klinik mengantar makanan untuk berbuka.Saya tunggu hingga bada maghrib belum juga ada yang datang. Tetapi saya sudah batalin puasa dengan teh manis jatah Ummi.Jelang Isya sepupu dan nenekku datang bawa nasi dan sayur,tetapi saya sudah terlanjur beli nasi kucing di HIK dekat klinik.Pasca Terawih banyak tetangga yang jenguk dan nemeni saya dan Ummi.sampai udah malam semua pamit karena sudah malam dan besok kudu bangun pagi untuk sahur.Tinggal saya sendirian dan Ummi.
Saya tidur beralaskan tikar tipis,dan harus bolak-balik ke kamar mandi karena sakit perut karena saya tidak kuat tidur dilantai dingin.Ummi minta saya minum teh pahit. Dan saya kudu alami itu sampai jelang sahur. Saya nunggu-nunggu ada yang antar saya makanan sahur,karena jatah makanan buka puasa kemaren dah dibwa pulang nenekku kembali.Dan nihil,ternyata mereka lupa,hingga akhirnya jelang Imsyak saya makan nasi kucing lagi yang masih tersisa 1 bungkus dan minum teh jatah minum Ummi.Ku lihat Ummi sedih lihat kondisiku saat itu.
Entah kekuatan apa,akhirnya Ummi minta pulang keesokan harinya. Saya kemudian urus administrasi dan membawa pulang barang-barang yang saya bawa ke klinik kemaren.Ummi nunggu di klinik bersama Nenekku ketika saya pulang. Dan akhirnya saya bawa Ummi pulang dengan lega..
Di rumah,banyak tetangga yang jenguk dengan membawa banyak buah tangan pula. Ummi malah memintaku istrirahat karena semalam bolak balik ke kamar mandi dan nggak bisa tidur dan sahur dengan ala kadarnya.Sayapun pamit rehat bentar.Sampai pas sudah agak sepi Ummi bertanya kepadaku,"Kowe wingi nangis mesti wedi yen simbokmu arep mati yo (kamu kemaren nangis pasti takut kalau ibumu akan mati ya??)"Senyumnya mengembang kepadaku dan alihkan pembicaraan"ngendika napa tho???(ngomong apa tho??)
Tetapi dalam hatiku memang ada rasa takut kehilangan sosok yang jadi kekuatan hidupku itu,dan segera ku berdoa "semoga di Ramadhan ke Ramadhan,beliau senantiasa diberi kekuatan dan kesehatan serta kebahagiaan"
Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka Ramadhan Giveaway dipersembahkan oleh Zaira Al ameera, Thamrin City blok E7 No. 23 Jakarta Pusat
Saya segera berlari menuju kamar beliau dan mendapati beliau telah meringis menahan sakit di perut,dan entah kenapa tiba-tiba pindah ke dada,kembali ke perut dan berpindah kemana-mana. Saya diminta mengambl botol kaca dan mengisinya dengan air hangat. Dengan bercampur panik ku seka dan kompres perutnya dengan botol berisi air hangat tadi sesuai dengan permintaan beliau. api entah kenapa dia makin merasa kesakitan.Akhirnya beliau memintaku memanggil tetanggaku.
Saya berlari menuju rumah nenek sebelah rumah dan tetangga,sesampai dirumah Ummi dah pindah tiduran diruang depan TV. Ia makin kesakitan,dan bilang sakitnya pindah-pindah dari perut ke dada,dada ke perut dan berputar-putar. Beliau mengis karena kompres tadi tak juga berpengaruh,saya memijat-mijat badannya dengan kebinggungan dan ikutan nangis.
Akhirnya dipanggillah tetangga laki-laki,karena rencana Ummi akan dibawa ke klinik di dekat rumah.Rencana mau dibonceng naik motor,tetapi Ummi dah tidak sanggup untuk duduk,kondisinya dah kepayahan.Sembari tetap menangis kami akhirnya tetangga mengambil mobil pick up kepunyaanya.Ummi di antar banyak orang ke klinik dekat rumah yang berjarak 10 menitan.Hampir 10an orang mengantar sampai resepsionist binggung dikira mereka adalah calon pasien yang antri untuk periksa :D
Akhirnya Ummi diperiksa,katanya sih kaitan dengan asam lambung. Kemudian Ummi dipindah ke ruang Inap,saya nitip ke Nenek dan tetangga untuk jagain Ummi. Saya pulang ambil baju,termos,duit dan tanya ke tetangga resep bubur. Saya akhirnya belanja dan memasak bubur untuk Ummi sebelum ke Klinik,saya masih sedikit gemetaran dan ketakutan
Selesai masak saya ke Klinik untuk menjenguk Ummi dan menyuapinya makan.Dan kemudian pamit ke wartel kala itu untuk telpon adek dan bapak. Saya minta mereka segera pulang karenaUmmi sakit.Tetapi hingga sore tidak ada yang pulang (bapak kerja di kota sebelah,adek juga masuk kerja malam ).Akhirnya saya jaga sendirian.
Pas maghrib saya mengharap sepupu atau nenek saya ke klinik mengantar makanan untuk berbuka.Saya tunggu hingga bada maghrib belum juga ada yang datang. Tetapi saya sudah batalin puasa dengan teh manis jatah Ummi.Jelang Isya sepupu dan nenekku datang bawa nasi dan sayur,tetapi saya sudah terlanjur beli nasi kucing di HIK dekat klinik.Pasca Terawih banyak tetangga yang jenguk dan nemeni saya dan Ummi.sampai udah malam semua pamit karena sudah malam dan besok kudu bangun pagi untuk sahur.Tinggal saya sendirian dan Ummi.
Saya tidur beralaskan tikar tipis,dan harus bolak-balik ke kamar mandi karena sakit perut karena saya tidak kuat tidur dilantai dingin.Ummi minta saya minum teh pahit. Dan saya kudu alami itu sampai jelang sahur. Saya nunggu-nunggu ada yang antar saya makanan sahur,karena jatah makanan buka puasa kemaren dah dibwa pulang nenekku kembali.Dan nihil,ternyata mereka lupa,hingga akhirnya jelang Imsyak saya makan nasi kucing lagi yang masih tersisa 1 bungkus dan minum teh jatah minum Ummi.Ku lihat Ummi sedih lihat kondisiku saat itu.
Entah kekuatan apa,akhirnya Ummi minta pulang keesokan harinya. Saya kemudian urus administrasi dan membawa pulang barang-barang yang saya bawa ke klinik kemaren.Ummi nunggu di klinik bersama Nenekku ketika saya pulang. Dan akhirnya saya bawa Ummi pulang dengan lega..
Di rumah,banyak tetangga yang jenguk dengan membawa banyak buah tangan pula. Ummi malah memintaku istrirahat karena semalam bolak balik ke kamar mandi dan nggak bisa tidur dan sahur dengan ala kadarnya.Sayapun pamit rehat bentar.Sampai pas sudah agak sepi Ummi bertanya kepadaku,"Kowe wingi nangis mesti wedi yen simbokmu arep mati yo (kamu kemaren nangis pasti takut kalau ibumu akan mati ya??)"Senyumnya mengembang kepadaku dan alihkan pembicaraan"ngendika napa tho???(ngomong apa tho??)
Tetapi dalam hatiku memang ada rasa takut kehilangan sosok yang jadi kekuatan hidupku itu,dan segera ku berdoa "semoga di Ramadhan ke Ramadhan,beliau senantiasa diberi kekuatan dan kesehatan serta kebahagiaan"
Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka Ramadhan Giveaway dipersembahkan oleh Zaira Al ameera, Thamrin City blok E7 No. 23 Jakarta Pusat
Tuesday, October 7, 2008
Saturday, September 27, 2008
Ramadhanku yang ..hiks..hikss
Ramadhan hampir berlalu..
Tapi saya merasa belum berbuat banyak, beribadah yang hebat, dan memenuhi target2
Target pertama lebih khusuk diawal, gagal...
Hampir tiap hari awal ramadhan saya isi dengan aktivitas diluar rumah
Menjadi angkatan 66, demi sesuatu yang bernama "biaya hidup"
terawih terkadang disempat-sempetin..
Pulang maghrib, buka..bersih-bersih dah isya'
terkadang ke masjid dengan langkah berat, menahan capek..
Pagi sudah harus berjibaku dengan aktivitas menembus pdatnya jalanan klaten-solo
I'tikaf..
dah saya rencanakan 1 tahun lalu..GAGAL
Selain belum libur, eh ketika dah libur..giliran kecelakaan yang memaksaku untuk jadi anak maniz sementara dirumah..
Giliran dah baikan, i'tikaf ditempat terdekat dah mau lkelar ntar sore..
.....bete..bete...bete..
Harapan terkhir maksimalkan hari-hari teakhir dan songsong syawal yang lebih baik menjadi generasi yang beruntung..SEMOGA..
Tapi saya merasa belum berbuat banyak, beribadah yang hebat, dan memenuhi target2
Target pertama lebih khusuk diawal, gagal...
Hampir tiap hari awal ramadhan saya isi dengan aktivitas diluar rumah
Menjadi angkatan 66, demi sesuatu yang bernama "biaya hidup"
terawih terkadang disempat-sempetin..
Pulang maghrib, buka..bersih-bersih dah isya'
terkadang ke masjid dengan langkah berat, menahan capek..
Pagi sudah harus berjibaku dengan aktivitas menembus pdatnya jalanan klaten-solo
I'tikaf..
dah saya rencanakan 1 tahun lalu..GAGAL
Selain belum libur, eh ketika dah libur..giliran kecelakaan yang memaksaku untuk jadi anak maniz sementara dirumah..
Giliran dah baikan, i'tikaf ditempat terdekat dah mau lkelar ntar sore..
.....bete..bete...bete..
Harapan terkhir maksimalkan hari-hari teakhir dan songsong syawal yang lebih baik menjadi generasi yang beruntung..SEMOGA..
Subscribe to:
Posts (Atom)

