Showing posts with label sedih. Show all posts
Showing posts with label sedih. Show all posts

Thursday, October 16, 2008

walimahan yang membuatku sedih..

Tadi pagi saya dan beberapa akhwat datang kewalimahan mantan binaan saya
Sebuah walimahan yang akan selalu ku ingat karena kesedihanku..
Kenapa??
Yah karena prosesinya yang jawa abizzz dan yang paling parah mempelai wanitanya buka jilbab..
Saya sebenarnya sudah atahu dan memprediksikan sejak lama
sejak beberapa bulan yang lalu ia sering menghuungi saya dan minta pendapat saya

Dan saya sudah berusaha menasehatinya..
Sejak awal ia masih pacaran ,saya minta beliau agar segera nikah aja
Akhirnya ia nurut, walau lama saya harus nunggu hari itu diperhitungkan menurut hitngan jawa

Dan ketika ia minta pertimbangan untuk lepas jilbab pas walimahan karena permintaan ortunya
saya sudah mnt agar ia melobby ortunya lagi..
Ia beralaskan "mahal" mbak kalau make up pakae jilbab
Saya pun bilang justru murah karena malah lebih sederhana
Atau kalau misal mau lebih mewah berapa biayanya saya akan usahain bantu *bergaya, padahal saat itu nggak pegang kerja,,,
Pokoknya segala upaya saya usahain..tapi hasilnya
ia tetep nurut ortu, karena nggak mau biki ibunya sedih..apalagi pasca kematian anaknya

Dan tadi, begitu saya lihat beliau, saya yang sudah Nyiap-nyiapin diri..akhirnya hanya terdiam
" mbak, anti kecewa ya" tegur temen sebelahku waktu duduk tadi
Yah, saya udah tahu akan begini, tapi saya sedih..ternyata apa yang saya usahakan sia-sia
Saya gagal...

Hiks..hiks..
Yah tapi bagaimana lagi..
Ya moga Allah mengampuni saya yang belum bisa membuat ia istiqomah..

Tuesday, October 14, 2008

Akankah kuikuti jalan orang-orang yang lelah&menyisakan waktu untuk dakwah

Sekedar renungan untuk saya sendiri
Hari ini, saya dah ditanya 2 orang akhwat.."mbak, hari ini bisa kan, syuro'.??
Jawabanku sama "nggak bisa de', mbak harus ngelesi.."
Yah 1 minggu ini jam bada asharku habis untuk kerja freelance les privat, kebetulan lagi mid
jadi full seminggu saya ngajarin anak les..
Saya rasanya makin takut kehabisan waktu, ya waktu untuk dakwah..
karena saya kira dakwah adalah kerja profesional yang perlu dipikir matang dan bukan dikerjakan ditengah-tengah kelelahan seseorang, apalagi hanya waktu sisa..

Hari-hari kedepan saya makin miris, saya tambah porsi untuk cari kerja lagi
Yah kebutuhan menuntut saya untuk itu..
Tapi bagaimana, ruhiyah saya kedepan.
Kemaren ada tawaran les lagi, jadi otomatis waktu bada asharku habis..
Bada dhuhur juga, pagi dah kerja freelance di sebuah sekolah alam..
Waktu sisa rencana mau bisnis kecil-kecilan..
Lalu bagaimana porsi dakwahku??

Mikir..mikir...pusing..pusing..
Kemaren padahal baru dapat keluhan dari seorang istri ketua DPC
Banyak kader tapi nggak efektif, semua sibuk kerja..
Mereka hanya bisa dakwah disisa waktu mereka,
lalu bagaimana nasib dakwah kedepan???

Mikir..mikir...pusing..pusing...
Tapi harus tegas kayaknya..
Harus ada yang dikorbankan salah satunya
Dan isya Allah ada jalan keluar
Semoga

Saturday, September 27, 2008

Ramadhanku yang ..hiks..hikss

Ramadhan hampir berlalu..
Tapi saya merasa belum berbuat banyak, beribadah yang hebat, dan memenuhi target2

Target pertama lebih khusuk diawal, gagal...
Hampir tiap hari awal ramadhan saya isi dengan aktivitas diluar rumah
Menjadi angkatan 66, demi sesuatu yang bernama "biaya hidup"
terawih terkadang disempat-sempetin..
Pulang maghrib, buka..bersih-bersih dah isya'
terkadang ke masjid dengan langkah berat, menahan capek..
Pagi sudah harus berjibaku dengan aktivitas menembus pdatnya jalanan klaten-solo

I'tikaf..
dah saya rencanakan 1 tahun lalu..GAGAL
Selain belum libur, eh ketika dah libur..giliran kecelakaan yang memaksaku untuk jadi anak maniz sementara dirumah..
Giliran dah baikan, i'tikaf ditempat terdekat dah mau lkelar ntar sore..

.....bete..bete...bete..
Harapan terkhir maksimalkan hari-hari teakhir dan songsong syawal yang lebih baik menjadi generasi yang beruntung..SEMOGA..

Friday, September 19, 2008

Mohon Do'anya

Tadi habis ngajar, saya mampir ke tempat ummi angkat saya
Niat awal mau nenggok Anak-anak yang lagi belajar, kebetulan ummi buka sekolah dirumahnya dan juga mau nitip CD Sang Murobbi untuk ketua DPC sebelah yang sering main ke sekolah.

Sesampai disana, ummi nggak ada
kata khadimadnya, ummi ke Rumah Sakit Yarsis
Bapaknya dirawat..
Degh...
Ya Rabb, bapaknya dirawat lagi. Kemaren katanya habis dibawa berobat ke yogya
Hasilnya kata ibu" nggak bisa dioperasi..", Komplikasi..''
Kata khadimadnya sakitnya diabetes, gula, dsb saya samapi nggak mau denger tuh nama-nama penyakitnya.

beberapa hari lalu, ketika saya main kesitu
saya masih bisa bertemu bapak dan ibu
Ibu nampak tabah dan bapak namapak masih sehat
walau ia hampir-hampir nggak bisa melihat karena penyakitnya..

Dan tadi ketika ummi datang
Nampak wajah kesedihan merundung, sayu
Akhirnya ummi mau curhat ke saya, hari ini ia butuh darah.
Tadi bapak sudah habis 7 kantong, ia harus transfusi darah
Sayapun menanyakan apa yang bisa saya bantu
Akhirnya, ia hanya meminta saya jagain anaknya
karena ia harus ke PMI, ngurus darah hampir beberapa jam
Saya sebenarnya maumenemani, tetapi saya ada amanah dari ummi dirumah
yang nggak bisa saya tinggalkan
Akhirnya saya hanya bisa jembut si sulung di TK dan bantu jagain si kecil sama khadimadnya
palagi disat itu kondisi rumah sepi, rumah lagi berantakan dan kebanjiran
Pralon air error dan kita harus cari orang untuk memperbaiki..

melihat ummi, rasa nggak tega
Saya cukup paham dgn beliau yang nggak bisa menerima banyak beban
berkenalan dengan beliau hampir 1 tahun membuat saya bisa ngerti bagaimana perasaan dan kebiasaanya
Hari ini ia ngeluh capek dan byk pikiran " kerja, ngurus anak, ngurus ini itu.."
Ya ummi tinggal sama hanya bersama 2 jundinya, khadimadnya kalau sore pulang
Suami jauh di semarang..

Orang tua dan mertua di luar solo semua..
Tadi kata ummi dibalik semua penyakit ada penyakit yang lebih bahaya
"kanker Darah.."
"Bapak harus sering transfusi darah de'"
Insya Allah dalam waktu dekat mau dirujuk ke R.S Sardjito yogja
ummipun binggung, kl terapi dalam waktu lama siapa yang akan bisa trus jagain
Ibunya juga harus segera balik ke jawa barat, takut dipecat karena kelamaan cuti..
Sedang ia dan saudaranya semua sudah berkeluuarga, py anak kecil yang harus diurus..
apalagi jarak jogja-solo kalau ditempuh tiap hari kasian beliau..


Ahhh, saya belum tahu harus bantu apa..
Selain doa dan dukungan kepada ummi sekeluarga
Dan mohon Do'anya temen-temen mg bapak segera sembuh..dan keluarganya tabah..

Wednesday, September 17, 2008

Kisah Temenku disaat Istrinya melahirkan

Tadi pagi setelah ngajar anak-anak, giliran saya dan temen-temen satu team saya mendampingi ibu-ibu wali murid yang mau ngaji.
Ya selama Ramadhan, team  saya mengadakan Pengajian untuk ibu-ibu wali murid.
hari itu yang bisa hadir cuma saya dan temen saya , satu ikhwan dan akhwat.
Si ikhwan biasanya yang ngisi kajian , sedang yang akhwat mendampingi ibu-ibu yang mau belajar memebaca Qur'an atau iqro'.

Disaat pengajian mau dimulai rasa malas sudah mengahntui,maklum ibu-ibu yang ikut dikit
banget, sebenarnya kita sudah menyiasati untuk pindah tempat dimana ibu-ibu biasa menunggu anak-anaknya.Tepatnya di Saung depan sekolah.
Tapi lagi-lagi tiap kita mau datang, mereka berangsur-angsur pergi satu persatu..
Tapi kita tetep nekad aja, sapa yang ngikut terserah..

Temen saya siikhwan dah ngomong dengan bahasa arab dengan saya
untuk libur aja, nampaknya ia dah bosen lihat kondisi seperti itu..
Tapi saya berusaha menyakinkan, "dah nggak apa-apa, bentar aja.."
Akhirnya kita nunggu ibu-ibu ngumpul, ada yang lagi rapat dan banyak khodimad yang malah ngobrol tak menggubris keberadaan kita.
Dan ketika saya mengeluarkan HP, tiba-tiba temen saya berujar" mbak pinjem HPnya, saya mau tanya istri saya dah melahirkan belum.."
" hah...pak, antum itu aneh. Masak istri mau melahirkan, antum masih berangkat kerja.."
temen saya tidak kalah kaget " we pak, trus ini istrinya dirawat dimana?"tanyanya
" diklinik, tempat ia kerja.."jawab si ikhwan santai
"lho, pak antum masak nggak nungguin...kasian istrinya" sergahku
Masih dengan gaya santainya " nggak apa-apa, dia energik kok"
"*&#+!!"saya binggung
Tapi nampaknya ia nggak bisa mengoperasikan HP saya, akhirnya saya yang mengetikkan
"gimana ngomongnya..?
"yang dah lahir belum? suamimu.." begitulah retentan kalimat yang kutulis..
temenku yang akhwat tersenyum,"kok yank..?nggak ummi?"tanyanya
" ya kan sibayi blm lahir ya pak.." dukungku..
" iya.." jawab siikhwan..

Akhirnya setelah semua ngumpul, kajian dimulai
ia masih tenang menyamapaikan tema tentang kafarah
Dan juga melayani tanya jawab..
Selesai kajian, saya memepersilahkan ia bila mau ijin duluan
tapi ia tetep keukeuh bantu mendampingi ibu-ibu baca iqro'

Samapi akhirnya, ada SMS masuk ke HP saya
" durung mas, Ndang mantuko(* belum mas, cepetan pulang..)
Sayapun menyampaikan pesan itu ke teman saya tadi agar ia menyudahi ngajarin tuh ibu, lagian waktunya dah habis
Tapi ia masih belum bergeming..
Sampai ketika ia dah selesai
ia bertanya" gimana mbak"
" ni disuruh pulang..belum lahir bayinya.."
" ya..sukron ya.."

Sepulang dari sekolah disepanjang perjalanan saya berfikir wah istrinya Nrimo banget ya...

 

Catatan sejarah Jiwa Template by Ipietoon Cute Blog Design