Monday, September 3, 2012
Jangan Mudah berbohong kepada anak kecil ^-^
Tuesday, July 14, 2009
Ternyata gambaran penyiksaan dipenjara yang pernah digambarkan di ayat-ayat Cinta itu ada bener ya..(tentang 4 mahasiswa indonesia yang ditangkap dimesir kemaren )
Kronologi kejadian Pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.30 waktu setempat, flat yang terletak di daerah Tubromli distrik 10 Nasr City itu tiba-tiba didatangi sekitar 22 orang. Dua puluh orang di antaranya membawa senapan laras panjang dan berseragam lengkap, sedangkan dua orang berpakaian preman. Mereka kemudian menginterogasi dan mengintimidasi enam mahasiswa Indonesia yang kedapatan ada di dalam bangunan itu.
Setelah melakukan penggeledahan, dua mahasiswa yang hanya numpang tidur di flat itu dilepas. Sedangkan, empat sisanya yang merupakan penghuni tetap tempat itu diamankan. Tiga dari empat mahasiswa tersebut berasal dari Kabupaten Rokan Hulu, Riau, yakni Faturrahman, Arzil, dan Tasrih, Sugandi. Sedangkan Ahmad Yunus berasal dari Kecamatan Bangun Purba, Sumatera Utara. Salah seorang dari mahasiswa tersebut Fathurrahman, seperti dikutip dari detik.com menceritakan kejadian tersebut sebagai berikut : "Setiap kali pertanyaan saya jawab dihadiahi sentruman satu, dua, tiga. Di paha kiri, perut kiri, puting susu kanan dan kiri. Ketika saya disetrum seperti itu, saking tidak kuatnya saya sempat memanggil, ibu..ibu..," tutur salah satu korban penganiayaan, Fathurrahman, dalam surat elektroniknya kepada detikcom, Sabtu (4/7/2009).
Fathur bercerita, setelah ditahan pada Minggu (28/6/2009) dini hari, pada pagi harinya mereka lantas diinterogasi secara bergilir. Dirinya mendapat jatah satu jam setelah salat Zuhur.
"Dengan mata tertutup saya dibimbing oleh salah satu polisi ke ruang interogasi. Baru masuk ruangan kemaluan saya langsung disetrum," kata Fathur.
Setelah itu baju Fathur lantas dilepas secara paksa dan digunakan untuk menutup matanya, menggantikan kain yang sebelumnya telah ditutupkan ke matanya. Lalu Fathur disuruh melepas celana dan duduk di lantai dalam keadaan telanjang bulat. Kakinya dilonjorkan sedikit dan diikat oleh salah satu polisi. "Masih dalam kondisi duduk, tangan saya ditarik ke belakang dan diikat dengan celana yang saya pakai, dan saya diperintahkan berbaring dengan tangan terikat," lanjut Fathur.
Setelah itu Fathur ditanya berbagai persoalan, mulai dari Osama bin Laden, Ikhwanul Muslimin, hingga urusan-urusan pribadi menyangkut ibadah dan kuliahnya.
Setiap pertanyaan yang dia jawab selalu mendatangkan setruman di berbagai bagian tubuhnya, mulai kemaluan, puting susu, paha, tangan, hingga perut.
"Apakah Anda salat di awal waktu?" tanya sang interogator seperti dituturkan Fathur. "Kalau saya lagi mood," jawab Fathur. Kontan dia disengat setruman di buah zakarnya.
"Apakah Anda selalu hadir kuliah?" tanya sang interogator lagi. "Saya kuliah waktu ujian saja," jawab Fathur. Lagi-lagi buah zakarnya menjadi sasaran setruman. Begitulah, Fathur lantas dihujani berbagai macam pertanyaan yang tak masuk akal. Antara lain dengan siapa dia main bola, kenapa dia tidak main bola dengan orang Mesir, apakah dia punya teman warga Mesir, apakah dia kenal Osama bin Laden, apakah dia anggota Ikhwanul Muslimin, dan lain-lain. Fathur menjawab dirinya tidak mengenal Osama. Dia juga mengaku bukan anggota Ikhwanul Muslimin.
Setiap jawaban, lagi-lagi, selalu mendatangkan setruman. Setelah penyiksaan itu berlangsung 15-20 menit, Fathur dilepaskan dari ikatan dalam kondisi lemah lunglai dan ketakutan. Lalu polisi membuatkan berita acara pemeriksaan dan mengembalikan Fathur ke tahanan awal setelah dia mengenakan kembali baju dan celananya. "Masih di ruang tahanan, saya berdoa semoga tidak diintrogasi lagi sambil sedikit menangis merenungi dosa selama ini," kata Fathur.
Sekitar 20 menit kemudian Fathur dipanggil bersama dua orang temannya, Yunus dan Tasri Sugandi. Polisi menulis data pribadi mereka dan menyuruh mereka kembali ke tahanan setelah ditanya 1 hal, yakni apa pengaruh Osama bin Laden di Indonesia. "Sambil menangis saya menjawab saya tidak kenal dengan Osama bin Laden," kata Fathur.
Dua jam setelah mereka kembali ke tahanan semula, mereka diberi nasi, gulai daging, dan anggur merah manis. Usai azan Isya, lagi-lagi mereka diperintahkan makan, kali ini ‘ais (roti gandum), selai, dan keju. "Beberapa teman yang satu tahanan banyak yang mogok makan, tapi tetap dipaksa polisi dengan alasan biar kuat. Saya sempat terpikir kalau dikasih makan banyak seperti ini besok biar kuat diinterogasi lagi," lanjut Fathur.
Pada pukul 23.00 waktu setempat mereka dipindahkan ke tahanan Hay Sittah. Di sana Fathur bersama 18 orang lainnya dijebloskan ke dalam kamar berukuran 4×3,5 yang berpenerangan lampu 5 watt dan hanya memiliki sebuah lubang udara. Mereka tidak diberi makanan maupun air minum. Selama 2 hari ditahan itu mereka terpaksa membeli makanan sendiri lewat penjaga tahanan. Setelah 3 hari ditahan akhirnya mereka dibebaskan pada Rabu (1/7/20090) pukul 02.00 WIB. Mereka diberi pesan agar tidak bergaul dengan Ikhwanul Muslimin. Jika tertangkap lagi, mereka akan dideportasi ke negara masing-masing. "Pukul 3.00 kami sampai di rumah dengan selamat berkat doa dari teman-teman yang prihatin dan simpati," kata Fathur mengakhiri penuturannya.
Peristiwa itu dipicu karena empat mahasiswa itu kedapatan membuka situs ikhwan online yang didalamnya terdapat gambar tokoh Hamas Syekh Ahmad Yasin. Di salah satu tembok kamar juga didapati poster tokoh yang sama. Mengetahui hal itu, Kepolisian Mesir langsung menangkap empat mahasiswa Indonesia itu. KBRI telah menempuh langkah hukum dan melakukan pembelaan.
Bahkan mahasiswa itu akhirnya bisa bebas setelah ada bantuan pengacara dan rentetan lobi kepada otoritas setempat. Dua di antara empat mahasiswa itu memang baru berada di Mesir selama tiga bulan dengan bahasa Arab yang pas pasan, dan itu ikut menyulitkan komunikasi dengan polisi. Kini mahasiswa itu telah diamankan oleh pihak KBRI dan sedang dalam proses recovery.
KBRI juga belum menerima kejelasan dari pemerintah setempat. terkait aksi pelecehan itu. Untuk itu, KBRI telah melayangkan nota protes yang intinya sangat keberatan dan menyayangkan cara penangkapan dan penanganan para pelajar asal Indonesia itu. Apalagi otoritas setempat juga tidak memberitahukan kepada KBRI perihal penangkapan itu. sumber : http://www.google.co.id/search?sourceid=navclient&ie=UTF-8&rlz=1T4ADBF_enID265&q=mahasiswa+yang+indonesia+yang+di+mesir
Wednesday, March 18, 2009
AKU, ISTRI YANG KECANDUAN INTERNET...
Demam Facebook di seluruh dunia, para peselancar di dunia maya pun tak mau ketinggalan turut berjungkir balik melawan ombak informasi dan arus deras privacy yang bertubi-tubi menerjang tiap facebook pribadi yang rata-rata menggunakan nama lengkap aslinya. Tentu saja bagi yang jujur, berniat semata-mata untuk menyambung tali silaturrahim dengan kawan-kawan lama di masa sekolah dulu, dari jaman SD, SMP, SMU (dulu SMA) dan kuliah (Akademi maupun Perguruan Tinggi, dst.) akan menggunakan nama aslinya. Namun tidak sedikit yang menggunakan nama samaran, dan ia bebas berekspresi di facebook dengan sesuka hatinya. Bahkan ada yang pura-pura menjadi artis, kemudian ia melayani berbagai pertanyaan penggemarnya seolah-olah ia adalah sang tokoh pujaan yang dimaksud. Sungguh, ini yang disebut sebagai pembunuhan karakter. Banyak juga yang menampilkan foto di headshoot dengan wajah yang ganteng atau cantik namun bukan dirinya sendiri, diambil dari image artis-artis mancanegara sehingga banyak mengundang para facebooker yang ingin dikonfirmasi menjadi temannya. Fenomena seperti ini bisa dibilang memprihatinkan, karena bagi orang-orang yang "sakit jiwa" atau "penjahat" pun bisa bebas beraksi.
Perjalanan Aku Mengenal Internet
Sejak sepuluh tahun yang lalu mengenal internet di tempat bekerja, hidupku memang sudah tidak bisa jauh-jauh dari dunia virtual yang begitu mengagumkan bagiku. Dalam satu waktu yang singkat, aku bisa "kontak" dengan beberapa teman lama yang jaraknya jauh bahkan ada yang di Amerika atau negara lain, tanpa mengeluarkan ongkos banyak dan tidak usah pakai tenaga untuk berjalan atau mengeluarkan suara. Hanya jemariku yang menari-nari di tuts keyboard komputerku saja, tanpa harus berbicara dan mengatur mimik atau bahasa tubuh. Sangat cocok bagi diriku yang malas keluar rumah, bergaul dengan Ibu-ibu tetangga yang rajin berkumpul tiap sore di sekitar rumah atau pagi harinya ketika berkerumun mengelilingi gerobak sayur. Aku memang tipe orang yang malas keluar rumah kalau belum mandi, atau belum berpakaian rapi, jadi dalam bersosialisasi sungguh kurang optimal. Banyak yang bertanya kenapa aku jarang keluar rumah, hanya kujawab aku lebih suka di dalam rumah membaca buku, majalah, tabloid atau koran dan "komputeran". Mereka tidak bisa bertanya lebih jauh lagi karena sebenarnya tidak mengerti apa maksudku, apa yang aku lakukan dengan komputer sebagai Ibu Rumah Tangga?
Aku telah begitu familiar dengan yang namanya e-mail, mailing list (biasa disebut milis), blog, situs, search engine dan lain sebagainya. Aku pernah jadi ratu chatting di kantorku dulu waktu bekerja sebagai pustakawati, sampai ditegur oleh atasan, maklum baru kenal internet waktu itu dan status masih single jadi apa salahnya bergaul sebanyak-banyaknya di dunia virtual? Sudah puas chatting, aku rajin membuka situs-situs Islami yang memberikan siraman rohani positif bagi diriku. Karena aku juga merupakan anggota Youth Islamic Study Club di Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta, aku pun bergabung ke milis komunitas remaja masjid tersebut dan memperoleh banyak ilmu tentang Agama Islam yang sungguh variatif pandangan dan alirannya, namun lucunya sampai saat ini aku masih menganggap diri ini sangat awam dan ilmu Agamaku masih dangkal. Dengan bantuan internet juga aku bertemu jodoh, dengan suamiku aku hanya berkenalan kurang-lebih tiga bulan dan langsung menikah. Waktu itu kami dicomblangi oleh seorang ikhwan, namun karena kami merasa bukan sebagai "ikhwan" dan "akhwat" akhirnya kami bergerilya sendiri untuk mempercepat proses ta'aruf yang ternyata ditangguhkan oleh sang ikhwan yang adik kelas di almamater suami itu. Untung saja, kami "nakal" dengan cara menjalin komunikasi sendiri melalui e-mail, sempat "gombal-gombalan" sedikit dan akhirnya menikahlah kami hingga saat ini sudah memiliki dua orang gadis kecil berusia lima dan dua setengah tahun. Insya Allah kami bahagia dengan pernikahan ini.
Setelah Menjadi Istri, tetap Kecanduan Internet
Karena aku kesepian di rumah, suami tiap hari berangkat pagi dan pulang malam, internet adalah hiburan yang menemani hidupku. Aku selalu berusaha mencari sumber-sumber yang positif bagiku untuk menambah ilmu. Pada awal pernikahan, mungkin tidak ada masalah soal pengaturan waktu karena kami belum dikaruniai anak. Aku sempat kosong selama enam bulan sebelum hamil anak pertama. Setelah punya bayi, aku sempat meninggalkan internet, namun setelah anak pertama sudah agak besar aku kembali maniak internet. Aku juga menjadi Ibu rumah tangga yang nge-blog alias blogger yang tiap hari mengelola blog dengan mem-posting artikel atau curahan hati atau melihat-lihat foto teman sesama blogger dan membaca-baca atau me-reply posting mereka. Kami sahut-sahutan di dunia virtual yang tak terbatas ruang dan waktu. Aku sering meng-upload foto-fotoku sekeluarga terutama anak-anakku yang lucu, berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Aku mulai punya blog pertama kali di Multiply, tapi entah kenapa malas membuka akun di situs lain termasuk Friendster. Ketika memutuskan untuk membuka akun di Facebook itu pun hanya ikut-ikutan teman-teman di milis penggemar salah satu pengarang wanita yang eksis di dunia perindustrian buku yang sangat aku cintai, dan aku pun terjun bergabung di gateway pertemanan yang arusnya cukup deras.
Aku terpesona dengan keajaiban teknologi yang membuatku bertemu dengan teman-teman lamaku dari masa kecil, remaja sampai menjelang dewasa. Facebook melepas rinduku pada mereka semua. Kami saling memberikan deretan kalimat berita terbaru tentang diri masing-masing, sharing foto-foto lama dan baru. Berkomentar yang aneh-aneh, lucu, menghibur dan kadang menasehati. Waktuku banyak tersita untuk Facebook, seringkali aku malas masak karena keasyikan di depan komputer. Setiap pagi, putri sulungku berangkat sekolah hampir berbarengan dengan suamiku dan putri ke-duaku masih tidur, nah langsung saja aku buka internet dan berjam-jam terlena sampai putri sulungku pulang sekolah jam sebelas siang dan adiknya bangun tidur (yang kecil ini memang bangunnya siang, karena tidurnya larut malam). Sementara Ibu-ibu lain memasak, aku malah "internetan". Jam makan siang, aku cuma menggoreng bahan olahan yang sebenarnya kalau keseringan tidak baik untuk anak-anak apalagi orang dewasa. Jarang masak sayur, akhirnya aku menggantinya dengan banyak buah-buahan atau camilan snack-snack, keju, sosis, nugget dan lain-lain yang lumayan mahal harganya. Aku pun jadi boros dalam pengeluaran untuk bahan makanan, karena sering juga membeli makanan matang dari warteg atau restoran fastfood yang ada di pinggir jalan dan mall kecil di depan perumahan tempat tinggalku. Kadang juga, karena sedang asyik, aku mengusir putri-putriku yang menghampiriku ke meja komputer. Begitu ingat, aku sering menyesal dan memeluk mereka. Namun kalau sudah tenggelam dengan internet, aku agak cuek dengan mereka. Sudah pasti, inilah godaan syaithan yang terkutuk!
Klimaks dalam Berinternet
Akibat sering upload maupun download foto-foto di Facebook, tagihan pemakaian internet di rumahku membengkak hingga limaratus ribuan rupiah! Aku kaget, tentu saja suami menegurku. Aku juga sempat membaca kekisruhan para pasutri yang hubungannya makin memburuk akibat Facebook, ada yang bercerai melalui Facebook, ada yang tidak mau mencantumkan status "menikah" di Facebook membuat mangkel pasangannya karena terbukti tidak adanya keterbukaan atau kejujuran antar pasangan. Sebenarnya apa masalahnya yang paling mendasar? Facebook adalah parameter kejujuran! Jika kita tidak jujur, masalah akan menumpuk. Kemudian suami mengingatkan, ada kasus anak kecil yang meninggal dunia karena ditinggal "internetan" oleh Ibunya! Astaghfirullaah ... separah itukah? Lalu sahabatku semasa SMA lewat sms-nya bercerita bahwa ia takut pasang internet karena khawatir akan menimbulkan masalah seperti tetangganya yang sering ribut karena sang istri kecanduan internet.
Lalu bagaimana dengan aku sendiri? Kuingat-ingat lagi kelalaian apa saja yang sudah kuperbuat karena sudah kecanduan internet akut, dan berapa banyak manfaatnya dibanding mudharat-nya. Mengutip dari harian KOMPAS, Minggu 15 Maret 2009, "Orang yang kecanduan membangun pertemanan lewat internet tanpa disertai pertemuan fisik dengan orang tersebut akan kehilangan pijakan dengan dunia nyata. Ia masuk dalam dunia simulasi yang seolah-olah punya banyak teman, padahal tidak." Benar juga, ya? Apakah semua teman-teman yang bisa saling menyapa dan bertukar kabar berita serta aktivitas itu care dengan kita? Apakah mereka bisa memberikan solusi bila kita memiliki masalah dalam rumah tangga secara nyata? Mungkin hanya sekedar kata-kata, yang meskipun tulus namun kita butuh sesuatu yang lebih nyata seperti materi bilamana kita bermasalah dalam hal keuangan dan uluran tangan secara fisik bila kita sakit atau mengalami kecelakaan.
Kita harus tetap menjaga hubungan dengan orang-orang yang berada di dekat kita, seperti tetangga dan guru di sekolah anak (aku seringkali malas menjemput anak, karena terus duduk di depan meja komputer). Menjaga silaturrahim dengan sanak-saudara lebih diutamakan dari acara-acara reuni dengan teman-teman sekolah yang saat ini sedang trend. Yang terakhir masalah yang cukup pelik meski sederhana adalah berat badanku secara konstan menjadi lebih mudah naik, mungkin karena kurang bergerak dan terlalu banyak duduk akibat "internetan", belum lagi ditambah mengemil dan terutama karena pola makan menjadi kacau dari segi ketidakteraturan dan jenis makanan yang dikonsumsi. Suami pun complain dengan tubuhku yang terus melar tetapi susah kurusnya. Ini adalah peringatan bagiku, karena menyenangkan hati suami adalah kewajibanku sebagai istri, seperti juga menjaga dan mendidik anak-anak kami dengan baik. Ya Allah, ampuni aku yang telah melakukan banyak kelalaian, yang mungkin aku termasuk istri yang mendzolimi anak-anak dan suami, namun tidak aku sadari!
Solusi, demi Kewajiban sebagai Istri yang Bertanggung Jawab
Akhirnya kusadari bahwa semua ini tergantung kesadaran diri untuk memanfaatkan internet dengan bijaksana. Aku tidak bisa secara drastis meninggalkan internet, namun sedikit demi sedikit mungkin aku akan mengatur lagi porsi untuk berinternet dengan sebijak mungkin, hingga segala aspek kehidupan akan kembali menjadi seimbang. Memang aku mengakui di balik segala kelebihan yang diperoleh dari "gudang dari segala gudang ilmu di dunia" yang bernama World Wide Web ini, terdapat bahaya yang mengancam bagi setiap individu, baik dari segi psikologis, ekonomis, bahkan keharmonisan rumah tangga pun dapat terganggu oleh kehadiran internet. Dari segi keimanan, tentunya internet adalah suatu godaan yang hebat bagi yang tidak kuat menjaga hati dan kata-katanya di dunia maya yang jelas semu ini karena pemakai internet masih tersembunyi di "balik layar" yang semarak dengan fasilitas menjalin hubungan antar manusia yang beraneka karakter. Memang jika tanpa internet, siapa pun bisa menjadi orang yang tidak jujur, tidak setia, penipu dan sebagainya. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa internet adalah sebuah sarana yang sangat berkompeten untuk menunjang perilaku negatif bagi semua insan.
Sebagai Ibu Rumah Tangga, Alhamdulillaah segala informasi yang kuserap dan kubagikan pada teman di dunia maya adalah hal yang positif. Bahkan ketika belum menjadi seorang Istri dan Ibu, aku tidak hobby mengakses pornografi dari internet, dan ketika aku sedang gandrung chatting aku hanya berani "cuap-cuap" di layar mengumbar kata tetapi tidak hobby untuk bertemu alias "kopi darat" dengan orang yang belum dikenal, kecuali seseorang yang sudah benar-benar serius akan menjalin hubungan ke arah pernikahan dan Alhamdulillaah hanya bisa dihitung dengan tiga jari tangan (itu pun atas restu Ibundaku tercinta). Akhirnya aku dan suami pun mengakui bahwa internet tpernah berjasa terhadap "pertemuan" kami yang indah dan atas niat ibadah kami melakukan pernikahan, sehingga sampai detik ini aku masih bisa menggunakan internet di rumah atas ijin suami yang sudah pasti mengerti bahwa istrinya tidak bisa dijauhkan dari internet. Kini, tinggal aku sebagai Istri yang baik (begitu kan, harapan semua istri?) yang harus pandai-pandai mengelola waktu di segala bidang agar semuanya menjadi selaras, harmonis dan diridhoi oleh suami dan terutama Allah SWT, sehingga "kecanduan internet" akan berubah lebih baik lagi menjadi sekedar "kebutuhan internet" yang memadai dan dalam batas wajar. Semoga aku bisa menjalankannya, amiiin! Insya Allah ...
SUMBER:eramuslim.com
Antara BIntang dan kerikil....*renungan
Adalah sama-sama benda yang kecil dimata manusia
akan tetapi akan menjadi simbol yang berbeda bagi manusia
Bintang adalah lambang kesuksesan,keberhasilan dan hal-hal yang identik dengan yang baik-baik..
sedangkan kerikil,,identik dengan halangan, rintangan dan kejelekan,,,
Hubungan kerikil dan bintang...
apa sih hubungannya??secara letak,,beda dilangit dan bumi
Kerikil adalah simbol hambatan bagi orang-orang untukmeraih bintang.
kerikil itu walaupun kecil, tapi bisa membuat hal yang besar
orang bisa jadi akan terluka taua meninggal dunia gara-gara terpeleset dengan namanya kerikil
dan bintang???
ia memang nampak kecil dimata manusia
tapi sesungguhnya ia besar, ia bisa menembus kegelapan malam dan memberi cahaya bagi dirinya dan manusia..dan kumpulan bintang ini merupakan petunjuk arah bagi para nelayan...
SO..mau jadi kerikil atau bintang??
kerikil...adalah analogi untuk kesalahan kecil yang sering kita lakukan dan kita nggak segera menyingkirkannya..misal orang nih berbuat dosa kecil tiap hari...ia pun berkata"halah..cuma dosa kecil..." tapi tahukah dan sadarkah ia, kalau yang kecl itu akan berubaha jadi besar??
dan ketika ia membiarkan saja..maka ia akan dengan mudah melakukan dosa besar,,
ingatlah akan kata Rosulullah : sesunnguhnya seorang manusia jika berbuat salah, maka tercoretlah satu titik noda htam dihatinya. Maka apabila dia menyesal dan beristighfar serta bertaubat, maka bersih kembali hatinya,,tapi bila ia biarkan bertambah didalam hatinya hingga menutupinya "
so,jangan biarkan kerikil-kerikil itu menjadi penghalang kita raih jannah_Nya
Jadilah bintang..
yang bisa terang dalam diri sendiri dan orang lain,,menjadi petunjuk dan memberi manfaat bagi yang lain..dan senantiasa teguh dan bersinar cahayanya....dan ingat kata Imam syahid Hasan AL Banna " Nakhtalitu walaakin natamayyazu..yang maknanya 'bahwa seorang bintang bergaul didalam lingkungan apapun, ia tetap teguh dan tidak terwarnai oleh lingkungan yang jahil..
wallahu'alam
Monday, December 15, 2008
Hari yang aneh...( buat renunganku )
sebuah kata yang diberikan oleh penjaga warnet deket Goro Assalam
Yah walau br 3 kali ke sana si mas tuh hapal bangt denganku
Lha wong brau datang aja ia dah nyapa namaku *tapi ia nggak tahu tuh nama palsu,hehe
kemaren habis ngajar rencana mau ke Grapari
SIM Cardku rusak hari sabtu pagi,wah repot banget,,,
mending nggak punya pulsa daripada kartu rusak..
Padahal malamnya baru saaya isi pulsa..paginya pas rusak baru diisi juga sama temen MP
Tapi yah semua bakalan hangus..tapi itu nggak bikin repot,lha mikirnya semua nomor bakalan ilang..
padahal semua nomor disitu semua,cuma dikit yang dah saya salin..
Tapi yah karena Grapari belum buka,ana meluncur ke Sekolah temenku kerja
didaerah gembongan..ambil jilbab pesanan..habis tuh ke wrnet..yah agi problem loading..
Yah udah malah diajak ngobrol si Mas penjaga warnet,sampai ia tuh ngikuti ketempat saya
naruh sepeda..jadi nggak enak,ya udah saya suruh masuk aja "dah mas masuk aja,nggak enak..kyak mau tak tinggal kemana"..
"gpp kok mbak.."
ya udah saya pamit ke grapari sambil mohon doa,moga dah buka..
Sesampai grapari dapat urutan 113..nunggu dewe...
tapi ternyata hari itu saya nggak bisa langsung dapat kartu ganti
harus nunggu beberapa hari...
jadi ke grapari hasilnya nihil...
ya udah langsung ja kekampus
mau ke internetan di rektorat kampus,lumayan gratis
Tapi yah malang nian,hari itu kenapa sih lola banget..
daripada bete, nunggu loading yah pualang aja
tapi lagi-lagi .."hari yang aneh "
Pulang pakai acara ban bocor lagi..
Pulangnya laporan sama ummi
Yah biasa malah mikir tuh ummi..
Habis saya keceplosan..
Afwan ummi nggak apa-apa
Percaya deh sama saya..biasa lalui hal seperti ini...
malamnya merenung..apa hikmah dibalik semua...??
Tuesday, October 14, 2008
Akankah kuikuti jalan orang-orang yang lelah&menyisakan waktu untuk dakwah
Hari ini, saya dah ditanya 2 orang akhwat.."mbak, hari ini bisa kan, syuro'.??
Jawabanku sama "nggak bisa de', mbak harus ngelesi.."
Yah 1 minggu ini jam bada asharku habis untuk kerja freelance les privat, kebetulan lagi mid
jadi full seminggu saya ngajarin anak les..
Saya rasanya makin takut kehabisan waktu, ya waktu untuk dakwah..
karena saya kira dakwah adalah kerja profesional yang perlu dipikir matang dan bukan dikerjakan ditengah-tengah kelelahan seseorang, apalagi hanya waktu sisa..
Hari-hari kedepan saya makin miris, saya tambah porsi untuk cari kerja lagi
Yah kebutuhan menuntut saya untuk itu..
Tapi bagaimana, ruhiyah saya kedepan.
Kemaren ada tawaran les lagi, jadi otomatis waktu bada asharku habis..
Bada dhuhur juga, pagi dah kerja freelance di sebuah sekolah alam..
Waktu sisa rencana mau bisnis kecil-kecilan..
Lalu bagaimana porsi dakwahku??
Mikir..mikir...pusing..pusing..
Kemaren padahal baru dapat keluhan dari seorang istri ketua DPC
Banyak kader tapi nggak efektif, semua sibuk kerja..
Mereka hanya bisa dakwah disisa waktu mereka,
lalu bagaimana nasib dakwah kedepan???
Mikir..mikir...pusing..pusing...
Tapi harus tegas kayaknya..
Harus ada yang dikorbankan salah satunya
Dan isya Allah ada jalan keluar
Semoga
Sunday, July 27, 2008
Antara sedih dan senang "ada curhatan"
Alhamdulillah pas didepan bengkel.
Sambil nunggu ban ditambal, aku mulai ambil HP
mengabari temanku yang nunggu ujian teman sekelasku
Karena aku juga mau nunggu ujian skripsinya
Tapi ternyata ia sudah selesai
Ya udah aku kasih selamat via HP sambil tanya dosen yang akan kutemuai ada nggak
Wah bosen juga nunggu tambal ban
Akhirnya aku ketik beberapa kata Tausiyah made ku sendiri
lumayan ada paket 50 SMS untuk hari ini.
kemudian aku kirim ke beberapa teman.
Demikian selanjutnya kegiatanku mengarang kata dan mengirimkan ke beberapa teman
Akhirnya sesampai dikampus
ketika tengak-tengok nyari dosen
tiba-tiba mataku tertuju kepada adik kelasku, yang tadi jadi salah satu " korban" SMSku
Temannya segera meraih tanganku dan menyapa dengan salam
sedang dia
Cuma memekik tertahan dengan posisi mulut ditutup tangan..
Akupun berkata sama temannya dengan nada bercanda
"tuh, ketemu bukannya salam malah diam aja"
"Mbak, aku senang banget ketemu mbak.." jawabnya sambil memeluk aku serta cipika-cipiki
Kemudian ia menciumi tanganku layaknya santri ke bu Nyai.
Akupun melakukan hal yang sama sambil bercanda kulontarkan kata"tangan mbak bau terasi nih, jangan diciumi". Aku memang nggak terlalu senang diperlakukan seperti itu.
"mbak, sukron ya tausiyahnya tadi..Kebetulan aku juga lagi ada masalah" curhatnya kemudian.
ya kebetulan aku tadi mengirimi ia kata-kata tentang kesabaran
"mbak, kirimi aku lagi ya..aku juga mau curhat nih" sambungnya memelas
"insya Allah, tapi masalahnya apa dulu, biar pas ntar kata-katanya" jawabku saat itu
denganwajah yang agak muram seakan mau mengatakan sesuatu ia berkata lirih ke telingaku
"mbak, aku sedang ada masalah. Tapi besok aja ceritanya. Tapi jangan bilang sapa2, kalau ditanya aku ada maslah apa"
"memang mbak mau crita sama sapa, kan jarang main kesini sekarang" jawabku memberi kepastian
"ya dah mbak, besok ya.."
iapun pergi meninggalkanku...
sepeninggal dia ada rasa senang dihati
"yee aku da"pasien" lagi, dah lama nggak mecahin masalah orang"
Ya dulu aku pernah saingan dengan seorang mahasiswa jurusan konseling untuk mendapat "pasien" terbanyak. Bahkan dulu aku pernah menang banyak dari ummi angkatku yang seorang psikolog dalam jumlah orang yang"curhat"
bahagia karena bisa jadi orang yang dipercaya, tapi...
tiba-tiba aku merenung benarkah, perasaanku selama ini?
senang? bukankah harusnya kita sedih dengan penderitaan orang lain.
Bukankah tiap orang yang punya masalah itu dalam kondisi menderita
kenapa aku harus senang
apakah selama ini aku bersenang-senang diatas penderitaan orang lain
Pertanyaan-pertanyaan itupun silih berganti melintas dalam pikiranku
Tapi akhirnya aku sadar bahwa kita harus bersedih atas masalah orang lain
dan kemudian berusaha bersama untuk memecahkannya
dan bahagia atas kebersamaan dalam suka dan duka serta bahagia bila teman kita bisa keluar dari masalah.
Dan yang paling penting bahagia menjadi bagian atas dirinya..
Thursday, July 24, 2008
Akhirnya roboh juga...
beberapa kali tegar mendengar teman-teman kencang berlari
Masih keukeuh, alah ntar...
tapi kini bertubi-tubi orang-0rang yang satu barisan
mulai berlari mengejar mimpi
aku masih dengan keenganan merangkak
benar-benar merangkak
Berjuta apologi yang terlontar
hanya sebagai alasan untuk bermanja diatas buaian
Huh..kadang benci dengan diri yang begini
Afwan...huh..hanya bisa kuucapakan atas diri yang masih setia berdiri disini
Memori dengan teteh: bener teh eneng lupa mikir yang nomor hiji..punten..
Friday, July 18, 2008
kadang kita hanya bisa merencanakan..
yang sama2 ana butuhkan. Jam tujuh pagi rencana awal harus dilakukan mengetik..
gagal, ponakan nangis minta gendong..
bahkan ketika dah mau berangkat bulik yang baru datang siap menyetop untuk minta
tolong"bongkar motor"...dsb...
Ya memang kadang banyak yang sering meleset dalam tiap perencanaan hidup kita
tapi sekali lagi tarbiyah yang menyertainya mungkin labih berharga dari sekedar mengeluh
Bicara memang mudah akan tetapi mewujudkannya menjadi sebuah realita...
sekali lagi tarbiyah berbicara...
seperti halnya akhir2 ni, ketika beberapa waktu lalu
sempat menghindar dari dunia anak2 dan ibu2, ternyata...
belajar menilai mana yang terbaik itu sulit
apalagi bila menuntut hasil yang terbaik bagi diri sendiri orang lain dan umat...
ya, mungkin perlu lebih banyak belajar dan bersabar
keikhlasan juga diperlukan pada awal,pertengahan dan pada akhir
Tuesday, July 1, 2008
TEGAR
sebuah SMS yang membuat aku harus merenung...
"tegar"
Benarkah selama ini aku tegar
Setelah sekian lama
hidup
Baru akhir2 ini sering aku dengar
kata2 itu ditujukan kepadaku
Benarkah aku tegar
bukankah selama ini
yang kulakukan hanya sekedar bertahan
Agar tidak terlempar dari hidup
kelubang kenistaan
kalau bercermin
kepada orang2 yang lebih banyak
py kesabaran yang revolusioner
aku bukanlah apa2...
Tangan2
orang sabar saja
yang tidak kenal lelah mengajariku
untuk tidak mudah mengeluh
dan tidak mudah menumpahkan
air mata..
Karena kita bukan sapa2
dari pada para Nabi dan Rosul
atau orang2 yang mendapatkan
tekanan dalam hidupnya
Tapi aku hanya ingin
mencoba
belajar dan meniru
kesabaran mereka
menuju kesabaran yang revolusioner
Ketika nggak pede dikatakan sebagai orang "tegar"
Wednesday, June 4, 2008
jangan patah sayap wahai aktivis..
banyak penyebabnya, perubahan status dari lajang kepernikahan, dari mahasiswa
ke dunia kerja atau ke pengacara ( pengangguran byk acara, he..)
sungguh ironis ketika itu terjadi..
sebuah idealisme yang ia bangun hrs luntur begitu saja..
untuk itu mulai dari sekarang persiapkan diri
untuk menghadapi dunia kita selanjutnya...
Jangan sampai sayap2 elang yang dulu kokoh
patah, dan nggak bisa terbang lagi
Teruntuk teman2 yg dh pulang kampung..ayo siap2 hdpi medan dakwah yang berbeda..
Monday, June 2, 2008
Akibat nikah nggak proses nggak islami
sebuah SMS yang ane sulit untuk menjawabnya..Ane sebenarnya kasian. ketika ia harus menjauh dan kian jauh dari jama'ah..
ketika aku jawab...beginilah komentarnya."biar ukh, itu memang resiko saya.."
Sebuah kata2 pasrah..
aku sdih ketika langkah itu engkau tempuh, terjerumus kedlam cinta semu..kau tinggalkan
jama'ah hy karena pesona seorang lelaki yang baru sebentar kau kenal..
Ku sendiri nggak tahu, apa yang harus kulakukan. seain berdo'a mg kaian bahagia
dan kembali ke jalan yang benar.
Ku sampai sekarang msih binggung, kenapa ini bisa terjadi? kau sendiri tahu hukum pacaran, tapi kau malah melakukannya...
Kini akibat ketidak jujuranmu pada ku, ku hanya bisa menyesa tidak peka kepadamu dan
membiarkan kau terperosok dalam jalan itu..
Robbi, kenapa ini terjadi pada saudariku..?
Memoar ketika aku mengingat Peristiwa Hilangnya seorang UKHTI>..
Friday, May 30, 2008
Hati2 lwt jalur yg nggak resmi...!!!
banyak kejadian lho, Ihwah yang terlempar dari barisan dakwah gara2 memilih jalur ni..
Bisa nggak barokah dan timbul fitnah..
Contoh terbaru dari beberapa teman, Ada yang pasangan sesama ihwah mandiri secara finansial
jabatan di lembaga Dakwah dah tingkatan Kabid dan umur Tarbiyah dah dibilang lama..
tapi karena terpedaya oleh tresno jalaran soko kulino (Cinta bersemi karena biasa).
Biasa satu patner dalam beberapa kegiatan akhirnya, memilih jalur "swasta". Tanpa sepengetahuan murobbi, ya akhirnya fitnah dimana2. Dan akhirnya keduanya menjadi jauh
dari komunitas tarbiyah. Ya, sekarang lbh memikirkan pasangan. Binaan ditinggalkan...
satu kisah lagi lbh ngeri, akhwat terpeleset cinta lokasi dengan ikhwan beda harokah
semasa KKN..Akhirnya ia harus menanggung malu,nggak berani menemui murobbi dan malu kkampus, malu ketika ia ketahuan mau menikah dengan ikhwan yang beda harokah..Dan malu ketika ia ketahuan telah melanggar etika hubungan ikhwan-akhwat ( berboncengan )..
Binaan jg ditinggalkan..
Padahal usia Tarbiyah dah tua, jabatan di lembaga juga OKey, keluarga kebanyakan menjadi leader dan ustadz....
Sungguh jadi pelajaran tersendiri bahwa lamanya tarbiyah tidak menjanjikan..
Dan pelajarn untuk labih mawas diri dan jaga hubungan dengan lawan jenis yang lebih syar'i
Teruntuk teman2 jaga hati, diri dan iman...
Saturday, March 29, 2008
Wirid Muhasabah
WIRID MUHASABAH
~ Sudahkah hari ini anda mengingat ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala ketika bangun tidur ?
~ Sudahkah hari ini anda khusu’ dalam sholat dan menghayati apa yang dibaca ?
~ Sudahkah anda bertaqwa dalam aktifitas sehari-hari ?
~ Sudahkah anda memuji atas nikmat Islam ?
~ Sudahkah anda memanfaatkan nikmat-NYA dengan cara yang baik dan terpuji ?
~ Sudahkah anda memanfaatkan waktu istijabah dan berdo’a didalamnya ?
~ Sudahkah anda membaca, mengkaji, menghafal dan mengamalkan sesuatu isi Kitabullah ?
~ Sudahkah anda membaca, mengkaji, menghafal dan mengamalkan hadits ?
~ Sudahkah anda belajar sesuatu kewajiban agama dan hadir di pengajian ?
~ Sudahkah anda menjaga pendengaran, penglihatan dan seluruh anggota tubuh dari yang haram ?
~ Sudahkah anda menjawab salam dari saudara anda ?
~ Sudahkah anda amar ma’ruf nahi munkar ?
~ Sudahkah anda memberi nasehat karena ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala ?
~ Sudahkah anda menolong sesama muslim ?
~ Sudahkah anda menepati perjanjian dan benar dalam perjanjian ?
~ Sudahkah anda beramal ikhlas baik sepi atau ramai ?
~ Sudahkah anda berlaku sederhana dalam keadaan miskin atau kaya ?
~ Sudahkah anda menyambung silahturohmi yang putus ?
~ Sudahkah anda berlaku adil, baik dalam keadaan marah atau senang ?
~ Sudahkah anda memaafkan orang berbuat aniaya terhadap anda dan membalas dengan kebaikan ?
~ Sudahkah diam anda berfikir,ucapan anda dzikir, pendengaran anda mengambil hikmah ?
~ Sudahkah anda mencintai dan membenci karena ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala?
~ Sudahkah anda berusaha mencari saudara baru untuk di jalan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala?
~ Sudahkah anda menghindari banyak tertawa ?
~ Sudahkah anda memohon ampun atas dosa-dosa ?
~ Sudahkah anda berdo`a agar diteguhkan hatimu pada agama yang lurus ?
~ Sudahkah hari ini anda mengingat ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala ketika bangun tidur ?
~ Sudahkah hari ini anda khusu’ dalam sholat dan menghayati apa yang dibaca ?
~ Sudahkah anda bertaqwa dalam aktifitas sehari-hari ?
~ Sudahkah anda memuji atas nikmat Islam ?
~ Sudahkah anda memanfaatkan nikmat-NYA dengan cara yang baik dan terpuji ?
~ Sudahkah anda memanfaatkan waktu istijabah dan berdo’a didalamnya ?
~ Sudahkah anda membaca, mengkaji, menghafal dan mengamalkan sesuatu isi Kitabullah ?
~ Sudahkah anda membaca, mengkaji, menghafal dan mengamalkan hadits ?
~ Sudahkah anda belajar sesuatu kewajiban agama dan hadir di pengajian ?
~ Sudahkah anda menjaga pendengaran, penglihatan dan seluruh anggota tubuh dari yang haram ?
~ Sudahkah anda menjawab salam dari saudara anda ?
~ Sudahkah anda amar ma’ruf nahi munkar ?
~ Sudahkah anda memberi nasehat karena ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala ?
~ Sudahkah anda menolong sesama muslim ?
~ Sudahkah anda menepati perjanjian dan benar dalam perjanjian ?
~ Sudahkah anda beramal ikhlas baik sepi atau ramai ?
~ Sudahkah anda berlaku sederhana dalam keadaan miskin atau kaya ?
~ Sudahkah anda menyambung silahturohmi yang putus ?
~ Sudahkah anda berlaku adil, baik dalam keadaan marah atau senang ?
~ Sudahkah anda memaafkan orang berbuat aniaya terhadap anda dan membalas dengan kebaikan ?
~ Sudahkah diam anda berfikir,ucapan anda dzikir, pendengaran anda mengambil hikmah ?
~ Sudahkah anda mencintai dan membenci karena ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala?
~ Sudahkah anda berusaha mencari saudara baru untuk di jalan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala?
Hakikat Hidup yang sejati adalah "hidup di akhirat Untuk itu siaapkan diri Untuk bekal hidup yang Sesengguhnya..Ingat Dunia hanyalah "fatamorgana"
~
