Saya bukan ahli pendidikan,tapi suka belajar tentang dunia parenting dan pendidikan.Suka juga kadang ikut seminar atau workshop parenting walau saya belum pernah merasakan jadi orang tua bahkan berumah tangga.
Beberapa keadaaan memaksa saya untuk memposisikan diri jadi "emak palsu",karena sejak saya TK saya kudu jagain adek di sekolah dan pulang sekolah.Karena ortu kerja pulang sore,bahkan saya aka ditambahin dengan ponakan-ponakan yang dalam kondisi sama.Tapi ternyata itu sangat berguna ketika saya dihadapkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan anak-anak di saat saya dewasa.Sebagai contoh "Ummi angkatku" pernah mengatakan,"dek,kog anti bisa kerjain semua???padahal saya seusiamu belum bisa lho.."hal itu karena saya berani anak beliau yang masih bayi berumur beberapa hari,bisa memijit bayi dan bisa mengkondisikan anak-anak yang aktif.
Seperti ketika anaknya tidak mau mandi,beliau udah kayak kehabisan akal,karena anaknya enggan beralih dari bola-bola plastik.Sedang reaksiku cuma,"ayo mas ikut amah yuk main bola di atas...(karena posisi kamarku di lantai atas, saya ajak dia ke tempat nyuci di atas )".Saya ambil ember besar(biasa buat saya nyuci ) saya isi air dan saya masukin bola ke dalam ember,"main yuksss..."akhirnya dia main air lho,basahkan???kesempatan saya untuk lucuti bajunya, mandiin,guyur,sabunin dan dia tidak protes karena sibuk dengan bolaaa..dan kita senanggg ^-^
Lain hari ketika saya sedang nyuci baju dan dia masih ribet nggak mau mandi,umminya dah nyuruh berkali-kali.Apa reaksi saya???"bantuin amah nyuci yukkzz???.Akhirnya dia bantu celup-celup dengan senangnya sambil ngobrol ngalur-ngidul,"bajunya dicuci sekalian yuk..."dan adegan selanjutnya sama di atas.Dan saya akan jadi teman yang menyenangkan kira-kira.
Pas guru ngaji saya ngisi taklim,anaknya juga ribet diminta mandi tapi nggak mau.Karena saya risih dengar perdebatannya,si anak nggak mau mandi karena pengen main batu tapi umminya pengen dia mandi. Saya akhirnya ikut campur (kebetulan 1 anaknya murid saya di PAUD ).Apa yang saya katakan,"iya dah main batu nggak apa-apa...tapi sana batunya dimandiin ajah" dan akhirnya mereka ke kamar mandi awalnya mandiin batu kerikil-kerikil itu tapi endingnya basah-basahan dan mandi..dan mari kita berteman nak..qiqiiqiii..
Setidaknya jadi teman dan bisa membela mereka (padahal ada udang di balik triks saya ),setidaknya bisa membuat anak belajar lebih menyenangkan....
bersambung dulu....
Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Saturday, May 18, 2013
Monday, September 3, 2012
Jangan Mudah berbohong kepada anak kecil ^-^
Sore itu dia berbohong kepada anak Bosnya yang masih usia TK,"mas pulang dulu ya ntar tak belikan corneto". Sebuah janji yang bermaksdu agar si anak kecil itu melepas gelayutan tangannya dan mengizinkan dia pulang.Hari berikutnya dia berbohong lagi membelikan corneto,padahal janji sebelumnya belum juga tertunaikan. Sampai suatu hari si anak berkata,"mas itu nggak boleh bo'ong,bo'ong itu dosa lho!".Lalu jawab lelaki itu"bo'ong iu makanan apa tho??"bermaksud menggoda si anak kecil.Dan kalian tahu apa jawaban Si anak???." Bo'ong itu makanan cacing dan tanah terus masuk neraka". Dan ekspresiku ketika mendengar jawaban itu adalah...amazing,kaget, seneng dan berkata sama si lelaki "kapoookk :D"
Didalam kehidupan sehari-hari sering kita akan mendapati beberapa orang dewasa atau orang tua berbohong kepada anak kecil dengan berbagai alasan.Mengganggap anak kecil tidak tahu apa-apa, padahal bisa jadi Si kecil akan merekam kejadian dan lebih cerdas dari apa yang kita perkirakan. Atu berbohong kepada anak agar dia tidak menangis dengan janji-janji palsu atau mengalihkan pikirannya agar anak tidak menangis. Padahal berbohong pada anak kecil itu tetap ditulis sebagai amal" berbohong" dan berdosa.Sebagaimana sebuah riwayat mengisahkan
Dari Abdullah bin Amir radhiallahu anhu dia berkata:
دَعَتْنِي أُمِّي يَوْمًا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدٌ فِي بَيْتِنَا فَقَالَتْ هَا تَعَالَ أُعْطِيكَ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا أَرَدْتِ أَنْ تُعْطِيهِ قَالَتْ أُعْطِيهِ تَمْرًا فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا إِنَّكِ لَوْ لَمْ تُعْطِهِ شَيْئًا كُتِبَتْ عَلَيْكِ كِذْبَةٌ
“Suatu hari ibuku memanggilku, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk di dalam rumah kami. Ibuku berkata, “Hai kemarilah, aku akan memberimu sesuatu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bertanya kepada ibuku, “Apa yang akan engkau berikan kepadanya?” Ibuku menjawab, “Aku akan memberinya kurma.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada ibuku, “Ketahuilah, jika kamu tidak jadi memberikan sesuatu kepadanya, maka itu akan ditulis sebagai kebohongan atasmu.” (HR. Abu Daud no. 4991 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 748)
Berbohong bukanlah sebuah jalan terbaik buat anak ketika tujuannya agar anak tidak mengangis karena suatu hal, bisa jadi malah sebaliknya akan berbuntut tidak baik. Misal berbohong pada anaknya, "mama nggak punya duit,jangan minta mainan". Eh habis itu mamanya malah beli majalah atau barang lain,Bisa jadi anak akan berfikir, mama bohong. Dan ketika besok mamanya bilang nggak punya duit itu berarti mamanya punya duit.Tapi ketika mamanya bisa jujur"mama punya duit tapi tidak untuk beli mainan.Kan mainan dirumah dah banyak.Ntar duitnya buat beli yang lain dan buat bayar sekolah mas aja ya..."itu alangkah lebih baik.
"Ntar menangis", sebuah alasan yang biasa terlontar ketika mereka di ajak untuk berkata jujur. Tapi sebenarnya menangisnya anak kan cuma sebentardan kadang wujud kreatiitas anak agar keinginannya dituruti.Kalau menurut saya mah membiarkan anak menangis dengan alasan agar anak bisa berfikir itu lebih baik dari pada kita menurutin semua keinginany yang menyebabkan dia menjadi manja. Dan lebih baik kita jujur daripada kita berbohong kepada anak, karena dengan kita jujur anak akan belajar berfikir mana yang baik dan buruk..
SO,mari sebisa mungkin kita jujur dan hindari bohong walau kepada anak kecil sekalipun.
Labels:
anak,
pendidikan,
renungan
Saturday, January 15, 2011
Bagi yang berminat menjadi pengajar muda yang berkualitas dan mencerahkan dunia
http://www.indonesiamengajar.org/index.php?m=page.faq#faq1
liat ke TKP..baca sekilas penjelasannya..keren dah kl program ini berjalan dan byk org yang berminat dan lolos...upaya mencerdaskan generasi bangsa...
liat ke TKP..baca sekilas penjelasannya..keren dah kl program ini berjalan dan byk org yang berminat dan lolos...upaya mencerdaskan generasi bangsa...
Labels:
info,
pendidikan
Subscribe to:
Comments (Atom)
