Showing posts with label kisah. Show all posts
Showing posts with label kisah. Show all posts

Wednesday, May 15, 2013

Ketika dia menikah ^-^

Pernahkah kalian merasakan kehilangan seseorang karena perubahan status???menikah misalnya.
Aku sering,ketika ada beberapa teman yang satu persatu menikah atau orang terdekat menikah ada dua rasa yang kurasa,bahagia dan siap-siap terluka. Bahagia karena melihat mereka akan duduk bersama dengan belahan jiwa yang siap menghantarkan dia bahagia sebagai bidadari syurga, tetapi di satu sisi akan siap ada serpihan hati yang retak karena kehilangan dia

Kita tidak akan lagi bebas bersama dalam waktu lama,tertawa,bercerita dan berbagi hal bersama.Terkadang ada rasa benci kepada pasangannya yang telah merampas mereka..eh bukan benci tapi iri karena dia telah memenangkan posisi dan mengeser posisi kita menjadi semakin ke bawah atau bahkan menghilang.

Akan tetapi aku tidak akan rasa itu mengusai dan menjadi bumerang bagi diri dan akhirnya merusak hubungan dan menyesakkan relung jiwa menjadi deretan luka-luka.Maka azzamkan diri untuk menikmati rasa itu dan berbahagia bila mereka bahagia,bukankah itu akan lebih melegakannn????

#coretan tanpa editan karena pelampiasan menjelang ahad tgl 19 mei 2013
moment terakhir jelang lepas lajangnya

Sunday, December 6, 2009

belajar dari seorang akhwat yang menjelang akhir hayatnya masih memikirkan dakwah

subhanallah,,ketika hamba tidak bertemu dengan beliau secara fisik tapi setidaknya
ada haru ingin bertemu dengannya di Jannah_nya kelak..aamiin..

sebuah kisah nyata, semoga kita bisa ambil hikmahnya

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Thursday, June 07, 2007
Sepucuk Surat dari Sahabat Dakwah FSLDK (We Miss U)

Hujan semakin deras mengguyur Depok. Jaket hijauku kurapatkan ke tubuh. Masjid Ukhuwwah UI cukup sepi, hanya beberapa orang ikhwan terlihat asyik menekuri mushaf Al-Quran di lantai bawah. Aku tidak mungkin balik ke Surabaya hari ini, karena besok masih ada bahan proposal yang harus aku cari di perpustakaan.

Alhamdulillah, ada adik ikhwan teman seperjuangan FSLDKN XII yang akan menjemput. Sekedar mengusir sepi, kuayun langkah ke arah mading. ‘Info FSLDK’, tulisan itu segera menyita perhatianku. FSLDK kembali mengadakan aksi serentak penolakan terhadap pelarangan jilbab di sekolah negeri oleh pemerintah Perancis. Targetnya Kedubes Perancis untuk Indonesia ‘di-PHK’.. Wonderfull! Ghirahku menggelora. Aku ingat semua kenangan setahun lalu, suka duka FSLDKN XII.

“Afwan Mas, ana telat”. Suara seorang ikhwan mengagetkanku. Beriringan kami menuju mobil di depan gerbang mesjid. Di sepanjang jalan, Ahmad dengan sedih bercerita tentang kondisi tim FSLDK sekarang yang kurang semangat, kurang solid dan sederet kondisi lainnya. “Untuk mengkoordinir aksi jilbab Perancis itu saja sulit”, katanya.

Rona sedih mulai membayang di wajahku. Teringat betapa ikhwah-ikhwah sebelumnya yang penuh ghirah mengemban amanah ini. Aku ingat, waktu itu juga kami sempat mengalami ‘kelemahan ghirah’, sampai seorang ukhti mempersembahkan sebuah rangkaian kata mutiara yang tersusun indah, sebuah taushiyah. Seorang ukhti yang selalu mengusung amanah dakwah dengan penuh ghiroh jihad, walaupun kanker tengah menggerogoti tubuhnya. Semoga Allah merahmatimu di FirdausNya, ukhti fillah!

Untuk antum yang sedang mengemban amanah di Lembaga Dakwah Kampus –bersama Forum Silaturrahminya- serta antum yang mengemban amanah di wajihah mana pun, kubuka kembali copy surat taushiyah yang masih kusimpan indah sampai hari ini. Semoga untaian hikmahnya menyalakan kembali ghiroh juang kita, di wajihah mana pun kita.

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Subhanallah, nahmaduhu wa nastaghfiruhu, Ash-sholatu wassalamu ‘ala rasuluhu, Muhammad SAW.

Ana awali tulisan ini dengan merangkai basmalah dan istighfar, semoga Allah menjaga untaian kata ini dari berbagai fitnah, dan menjadikannya semata untuk perbaikan dakwah. Sebab, pada Allah lah semuanya bermuara. Nur-Nya lah yang akan mampu menunjuki kita pada perbaikan kualitas dalam mengemban amanah mewarisi misi para Nabi ini, Insya Allah.

Bersama bait-bait nada ‘La Tas-aluni’ dari klub nasyid Tarbiyah, ana menekan tuts-tuts keyboard, mengajak kita semua merenungi kembali dan bertanya kembali tentang kehidupan kita ini. “La tas-aluni ‘an hayati, fahia asrorul hayat …” (Jangan kalian tanya tentang hidupku. Ia adalah kehidupan yang penuh misteri... )

Kesempurnaan adalah sebuah hal yang mustahil kita raih, dalam kapasitas apa pun. Namun, cukup lah ke-Maha Sempurna-an Allah menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas amal kita. Karena, kita bergantung kepada zat yang Maha Sempurna, akan kah kita ‘merasa nyaman’ dengan berbagai kekerdilan diri kita tanpa upaya perbaikan yang kontinyu?

Ikhwah,
FSLDK adalah sebuah amanah besar yang ada di pundak kita saat ini, dan di sekeliling kita, begitu banyak ikhwah yang setia menanti karya-karya besar kita untuk akselarasi dan sinergisasi gerak dakwah lewat wajihah Lembaga Dakwah Kampus ini. Perjalanan amanah ini menuntut profesionalisme kerja dari kita semua. Amanah yang nantinya akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Ikhwah,
Adalah layak untuk kita mengevaluasi perjalanan amanah kita sampai hari ini. Sudah optimalkah kita menjalankan amanah kita? Puluhan juta, bahkan ratusan juta dana yang kita habiskan tiap dwitahunan dalam washilah FSLDK, adakah itu sebanding dengan manfaat yang kita peroleh dalam penataan LDK se-Indonesia? Mari membuat daftar pertanyaan sebanyaknya!

Ikhwah,
Kalau jawabnya kita belum optimal, apa penyebabnya? Apakah pemahaman kita tentang washilah ini yang kurang, kemampuan kita kah yang terbatas, atau –naudzu billah- ruh dakwah kita kah yang mulai hambar? Kalau jawabnya tidak sebanding, apa yang harus kita lakukan? Manajemen kita kah yang harus diperbaiki, atau memang washilah ini kurang tepat guna?

Mari cari jawaban dari tiap pertanyaan itu!

Ikhwah,
Ana –dan ana yakin antum juga- punya sebuah ‘mimpi indah’. Mimpi yang membuat ana sedih, ketika di pagi hari ana dihadapkan pada kenyataan bahwa ana harus membuka jendela kamar. Kesedihan yang kemudian ana sadari semestinya menjadi bahan bakar ruh jihad dan nafas harokah islamiyyah. Antum tau, ketika itu aroma yang tertangkap oleh indera pembau adalah aroma kering … aroma kelelahan zaman menanti hadirnya sosok-sosok mujahid dakwah yang mengusung SEMANGAT BARU, menapaki jejak-jejak pemuda Ash-Habul Kahfi mencari ridho Ilahi.

‘Kegelisan zaman itu seakan berbisik lewat angin yang berhembus perlahan, bersama mentari yang mengintip malu di balik awan. Dia bergumam: kapan kah gerangan para warotsatul anbiya’ itu berteriak lantang untuk menebar semerbak harum syariat Islam di bumi ini?

SEMANGAT BARU JEJAK PEMUDA ASH-HABUL KAHFI MENCARI RIDHO ILAHI …………………….

Mimpi itu ikhwah, ana yakin bukan lah cerita negeri dongeng, atau lakon kartun yang utopi. Mimpi itu hanyalah sebuah harapan sederhana, yang berkisah tentang dakwah yang semerbak, bak bunga-bunga mekar di taman firdaus.

Bayangkan ……………..

Suatu hari antum terbangun di sepertiga akhir malam, sekitar jam 3 WIB. Setelah memanjatkan doa, antum bangkit dan beranjak ke kamar mandi. Air wudhu mengaliri anggota tubuhnya meninggalkan kesejukan yang lembut. Lalu pakaian sholat yang harum mulai antum rapikan di tubuh yang ringkih ini. Sesaat sebelum lafaz niat qiyamullail antum lantunkan, indera pendengar antum menangkap sayup-sayup suara tangis yang syahdu menyayat hati. Subhanallah, suara itu milik tetangga sebelah kanan rumah yang sedang qiyamul lail juga. Bukan suara tangis menahan malu karena aib yang tercoreng akibat pergaulan anak gadisnya, bukan pula korupsi yang dilakukan sang ayah atau sejenisnya. Antum pun tertegun sesaat, sembari menggeser posisi sajadah yang mulai ‘kumal’ di ujungnya, pertanda sering dipakai sujud.

Tarikan nafas perlahan berusaha menghadirkan segenap molekul tubuh, dalam ‘perjalanan cinta’ yang akan antum lakukan, menemui zat yang antum akui sebagai Ilah, zat yang padaNya, semua harap dan cinta bermuara. “Yaa ayyuhal-ladziina aamanuu, hal adullukum ‘alaa tijaarotin tunjiikum min ‘adzabin aliim? Tu’minuuna billaahi wa rosuulihii wa tujaahiduuna fi sabiilillah …” lamat-lamat lantunan kalam ilahi itu kembali menyita perhatian antum. Suara itu mengalun syahdu diiringi sesekali isak tangis, seirama dengan tiap kata yang terucap. Pemiliknya tak lain adalah pemuda tetangga sebelah kiri rumah antum.

Perniagaan yang menguntungkan … Rabb … indah nian ni’matMu pada kami yang hina ini. Takbiratul ihram pun antum lantunkan penuh kasyahdua., Kesyahduan yang membawa rindu membuncah, bertemu dengan Rabb sekalian alam.

Suara adzan di masjid mengakhiri untaian do’a panjang antum. Sebuah doa yang berisi pengaduan akan begitu banyak kelemahan dan kesalahan diri, dalam mengemban amanah menjadi khalifah Allah di bumi, amanah yang sebelumnya ditolak oleh seluruh langit dan bumi. Do’a itu berharap pula akan pertolongan Allah untuk para mujahidun di berbagai belahan bumi. Mereka … para pahlawan sejati yang telah menukar Ridha Allah dengan harta, tenaga, dan jiwa mereka.

Mereka … para petarung yang tak pernah surut walau selangkah, dan tak pernah henti walau sejenak. Mereka yang dengan lantang selalu meneriakkan: ALLAHU AKBAR!!! Dalam tiap ritme perjuangannya.

Hampir saja antum tidak mendapat tempat dalam barisan jamaah shalat shubuh, karena antum tiba terlambat, tepat saat muadzzin membaca iqomat. Seluruh jamaah berdiri dalam shaf yang rapi. Pakaian rapi melengkapi wajah-wajah teduh yang selalu terbasuh air wudhu itu. Allah … serasa shalat bersama jamaah para shahabat, degan Rasulullah SAW menjadi sang imam. Kerinduan akan jannahNya semakin membuncah.

Jam menunjukkan pukul tujuh ketika antum membaca doa keluar rumah, dan mengawali langkah dengan kaki kanan. Antum akan menuju kampus hari ini. Di halte, bus kampus berhenti ‘menjemput’ antum. Dengan riang antum menyapa pak sopir lewat salam : “assalamu’alaikum pak, shobahal khoir …”. Tentu antum tak perlu berkelit kesana kemari menghindari bersentuhan dengan non-mahrom, karena bus hanya terisi kaum sejenis dengan antum; Tak Ada Ikhtilath!

Sampai di kampus, antum menikmati kuliah dengan tenang, tanpa harus khawatir akan terkena zina mata, zina hati de-el-el, karena semuanya berjalan dalam sebuah sistem qurani.. Setiap bahasan akan mampu meningkatkan ruhiyah antum. Satu lagi … semua fasilitas dapat antum nikmati GRATIS!, karena zakat, infak dan shadaqah kaum muslimin lebih dari cukup untuk membiayai semuanya. SUBHANALLAH ….!!!

Innamal Mu’minuuna ikhwah … Hari itu antum lalui dengan aktivitas yang membangun ‘kesalihan pribadi dan ummat’. Antum saksikan pula bagaimana Allah memenangkan hambaNya lewat ukhuuwwah yang terangkai indah. ISLAM ADALAH RAHMATAN LIL ‘ALAMIN.

Sekarang … buka lah mata antum, lihat lah kembali realita! Ternyata, kita belum dalam dunia indah tadi! Kita masih di sini! Di Sumatera, di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua … yang masih menanti perjuangan para mujahid. Kita masih berjuang di sini! Di FKI Rabbani, Salam, Gamais, JN UKMI, JMMI, Pusdima, Sentra Kerohanian Islam, UKM Birohmah, dan lainnya. Berjuang lewat wajihah LDK tuk sebuah tujuan mulia: TEGAKNYA IZZAH ISLAM WAL MUSLIMUN!

Dan … perjalanan perjuangan itu ikhwah. Masih jauh … hampir tak bertemu ujung. Penuh aral nan melintang, penuh onak dan duri. Karena Langkah ini adalah langkah-langkah abadi. Menapak tegak laju tanpa henti. Tak pernah rasa rugi menapak jalan ini, Syurga Allah menanti

Sekali lagi ikhwah, kita masih di sini! Di jalan dakwah ini! Kita di sini untuk berjuang! Setia mengusung cita: HIDUP MULIA ATAU SYAHID MENGGAPAI SYURGA!

Karena itu ikhwah … Mari berkarya, dengan yang terbaik yang kita punya tentunya. Jangan pernah malas dan jemu berkorban untuk perniagaan ini! Berjuanglah ikhwah! Dan teruslah berjuang! Sampai Allah, RasulNya dan orang-orang mukmin menjadi saksi akan perjuangan itu. AllahuAkbar!!!

ukhti uni
Eramuslim, 19/02/2004

Sunday, May 17, 2009

seorang ibu juga butuh temen kan??

hemm..sapa bilang yang berhak untuk menjalin banyak persahabatan hanya orang-orang lajang saja..ternyata banyak kaum ummahat juga perlu..apalagi bagi mereka yang sering disibukkan dengan pekerjaan rumah seorang diri..

sekilas kisah,,moga ini bisa diambil hikmah..dan moga wujud ke sotoy-an ane,,
beberapa hari lalu,ketika ane pulang dari aktivitas..ane dapati seorang tetangga yang duduk terdiam didepan pintu..nampak kesedihan menyelimuti..
sedangkan suaminya sibuk diluar nenangiin anaknya yang rewel..
anepun bertanya "kenapa??si angga blm masih panas??
yah memang anaknya dari malam rewl karena sakit..
"udah agak mendingan,,,tapi belum sembuh..ini malah bapaknya bikin jengkel,,"kisahnya mulai meluncur,,

ane yang agak males denger dan ikut campur urusan orang..malah terpaksa dengerin kisahnya..tentang suaminya yang nyuruh ia hutang rokok, padahal ia dah nggak punya duit..mana anaknya sakit..tadi pagi aja baru aja dikasih uang adiknya udah habis buat makan..kalau nggak mana ia bisa makan..
satu pesennya"besok kalau cari suami jangan yang gengsian!!mau usaha untuk keluarga..
ane tersenyum kecut,,ane tahu perasaannya..apalagi permintaan suaminya tuh harus dikerjakan,,ia sedih,,karena hutangnya diwarung dah banyak,,belum lagi yang punya warung nggak begitu baik...
ane cuma nyarani "ya udah sana beliin obat buat anaknya,,"
"belii pakai apa??nggak ada duit.."betapa sedih ane dengernya..ditambah suara tangis anaknya yang sesekali seperti menyayat..
ane pun ambil uang seadanya ditas, ane kasihkan
"lho, ini uang sapa.."tanyanya
"uangku..sudah sana buat beli obat"
"tapi kan. kamu lebih...."ia nampak terharu.
"aku masih punya..kok"dalihku agak berbohong,,coz uangku juga mepet..

akhirnya ia beli obat dan kue buat anaknya,,
lega rasanya..setidaknya ia sudah bisa tersenyum..

kisah lain,,
ketika ada ummahat yang pernah ane tumpangi hidup,,
sedih anaknya sakit..yah terpaksa ane yang sok cool..pulang dari halaqah,,ngantar sia anak ke dokter menerobos hujan deras,,mengendong anaknya yang lumayan berat sambil bawa payung..menempuh jarak sekitar 10 menit..
dah kayak anak ane sendiri,,

belum lagi,kalau ia ada masalah sama suaminya,,
duh..ikut terlibat juga,,bantu komunikasi dengan suaminya
maklum sang suami kurang peka sedang ia type sensitif,,,

dari semua kejadian,,ane ambil kesimpulan bagiamana hidup seorang ibu yang lebiih sering dirumah..mereka perlu temen berbagi,,
ada kelegaan ketika dikala ia kalut dan butuh temen,,ada orang yang bisa diajak bicara..
bagaimana di kisah pertama..ia nggak punya orang yang bisa diajak berkeluh kesah,,ia nggak punya ibu,,bapak nikah lagi,,demikian juga suaminya...jadi kalau ada masalah cuma bisa nangis sendri atau yah crita dengan orang yang ditemui..kalau benar2 terpaksa,,
kisah kedua,,suaminya jauh bekerja diluar kota..
orang tuanya ada dijawa barat,,mertua di jawa timur,,saudara jauuuh..
yah,,,adanya saat itu ane..yang dah dianggap adek...

buat renungan,,dan pelajaran,,perbanyaklah saudara dimana kita berada yang tidak hanya bisa berbagi kalau suka tapi juga duka..

wallahu'alam
dan afwan kalau tulisannya nggak jelas dan nggak nyambung...

Sunday, April 5, 2009

Nasib DS-koe kemaren sabtu..hiks,,menyedihkan

kemaren jum'at dapet info sekitar jam 00.17,,besok sbtu diminta ngurusi surat HIDAYAT
tempat bu titik...akhirnya sabtu jam 1 ane kesana,,,tak kira habis ashar kelar..ane mau cabut ngelesin...tapi ternyata dilanjuti DS..nggak buleh ijin....
yah,,ya udah..DS deh..bolos ngeles deh..GPP..lagipula DS terakhir..
mana udah gerimis kecil-kecil..ya udah nekad..ntar juga reda..

akhirnya, kita diantar pakai mobil bu titik..
cuma ber-4,,yang 6 orang naik motor..*personnya minim sih
ya udah ketika nyampai ditempat sasaran...ane langsung bagi2 wilayah..
2 orang masuk wilayah selatan..dan ane dan dek ana di wilaayh utara.

dirumah pertama..berhasil..
kedua..tenyata..tuh milik nasrani..untung dikasih tahu bapak sebelah..
dan ketika masuk rumah ketiga,,ternyata itu rumah budenya salah seorang murid temenku
dan alhmadulillahnya..ibunya tuh welcome banget,,
tiba-tiba....
"bresssssssssss"
ujan deras....yah..kita nggak bisa kemana-mana
akhinya..kita malah ngobrol tuh sama ibu..dari tentang politik, budaya, pendidikan dan  perjodohannya dgn suaminya,hehe...
untung ibunya juga baik...kita dibuatin minum anget...
temen ane dah beberapa kali ngasih kode,,balik aje,,nekad..

alhamdulilah agak redaan, kita pamit
tapi ibunya tuh nyegah,,coz masih gerimis..dan kayaknya ibu masih pengen banyak crita
tapi waktu dah nunjukin pukul 17.20..
yau dah kita pamit..menuju tempat janjian ntar dijemput..
pas mobil dateng,,2orang temen ane belum muncul..setelah ane telpon dan nungguin,,akhirnya pulang deh..

dijalan..kita jalan pelan2..maklum hujan dan pembersih kaca depan mcet,,
jalan rame banget juga..
akhirnya nyampe rumah bu titik...yah...motor ane dan dek ana masih didepan masjid sebelah bu titik

rasa kuatir segera mendera..perasaan ane agak g enak...
ane minta ana dan umiya nungguin ane..
bner saja..motor ane macet,,businya pasti,,,
ane segera ambil kunci busi dan pinjem alat2nya ana
akhirnya ane harus bongkar tuh motor ditengah hujan dan mati lampu..
bisa dibayangin..ane basah kuyup dan keringatan,,,
Alhamdulillah setelah hampir 6 kalian bongkar pasang busi..motor nyala
jah..ane pinjem kunci busi ana untuk ane bawa, jaga2 kalau ntar dijalan ada apa2
maklum dah maghrib...
agak malu juga sih..ternyata waktu ane otak-atik motor tuh ada 2 oramg ikhwan yang ngelihatin dari pintu masjid..tapi ane cuek aja..drpd nunggu bantuan,kelamaan..

akhirnya pulang juga,,ane g jadi pinjem jas hujan coz dah terlanjur basah..dijalan juga pelan-pelan,,coz ternyata lampu depan matii,,,lagipula kanpas remku dah hampir abizz..jadi memang nggak begitu pakem..mana hujan juga masih menguyur...
pelan..pelan..pelan,,,

akhinya sampai juga..............
hmm.....hmmm,,,,
bener-bener hari DS yang menyedihkan...
tapi cukup jadi kenangan...

Friday, September 19, 2008

Akhirnya ku buktikan..bahwa saya bisa ngasuh bayi..

Masaak sih nggak percaya saya bisa "momong plus merawat bayi"
Diantara temen-temen cuma ada 2 ummahat yang belum yang percaya
kalau yang lain sih percaya habizzzz, secaraa pengalaman ngurus maksudnya bantu ummi kandung dan ummi angkat merawat sidedek-dedek
Bahkan ketika ummi angkatku baru melahirkan pasca itu saya sering bantu mandiin, "mendadani" mijitin...belum lagi kalau dirumah ngurus ponakan-ponakan bayi juga
Mbahku alias nenekku menjulukiku " Bidan .."hehe
Bahkan kl lagi pertemuan pekanan saya yang sering menjadi gawang, merayu anak MR yang nggak mau mandi, sampai ngurus ia BAB atau pipis...

Akhirnya saya buktikan lagi kepada 2 orang ummmahat yang meragukanku
Ketika tahsin kemaren anak si ustadzah nangis, dah digendng si Ummi sampai dikasih munum tetep nangis...
Akhirnya saya menawarkan diri..
Awalnya sih beliau ragu, tapi hupppp......2 detik digendonganku si bayi tuh diam, bahkan selang beberapa waktu ia tertidur..
Sukses..
ummahat yang satu lihatiiin trus tuh aksiku,,
Bodoh amat, yang penting si dedek diam
heran juga para ibu-ibu kalau anaknya nangis pasti dikira haus, padahal banyak hal yang menyebabakan ia nangis,,,gerah misalnya..


Sukses dengan si dede, akhirnya satu lagi ummahat yang minta saya nidurin anaknya, waduhhhhh
Jadiny saya ikut tahsin dengan berdiri, maklummmm
Tapi yang jelas saya mau buktikan bahwa saya bisa..
tanpa harus nunggu jadi ummi beneran....

Mohon Do'anya

Tadi habis ngajar, saya mampir ke tempat ummi angkat saya
Niat awal mau nenggok Anak-anak yang lagi belajar, kebetulan ummi buka sekolah dirumahnya dan juga mau nitip CD Sang Murobbi untuk ketua DPC sebelah yang sering main ke sekolah.

Sesampai disana, ummi nggak ada
kata khadimadnya, ummi ke Rumah Sakit Yarsis
Bapaknya dirawat..
Degh...
Ya Rabb, bapaknya dirawat lagi. Kemaren katanya habis dibawa berobat ke yogya
Hasilnya kata ibu" nggak bisa dioperasi..", Komplikasi..''
Kata khadimadnya sakitnya diabetes, gula, dsb saya samapi nggak mau denger tuh nama-nama penyakitnya.

beberapa hari lalu, ketika saya main kesitu
saya masih bisa bertemu bapak dan ibu
Ibu nampak tabah dan bapak namapak masih sehat
walau ia hampir-hampir nggak bisa melihat karena penyakitnya..

Dan tadi ketika ummi datang
Nampak wajah kesedihan merundung, sayu
Akhirnya ummi mau curhat ke saya, hari ini ia butuh darah.
Tadi bapak sudah habis 7 kantong, ia harus transfusi darah
Sayapun menanyakan apa yang bisa saya bantu
Akhirnya, ia hanya meminta saya jagain anaknya
karena ia harus ke PMI, ngurus darah hampir beberapa jam
Saya sebenarnya maumenemani, tetapi saya ada amanah dari ummi dirumah
yang nggak bisa saya tinggalkan
Akhirnya saya hanya bisa jembut si sulung di TK dan bantu jagain si kecil sama khadimadnya
palagi disat itu kondisi rumah sepi, rumah lagi berantakan dan kebanjiran
Pralon air error dan kita harus cari orang untuk memperbaiki..

melihat ummi, rasa nggak tega
Saya cukup paham dgn beliau yang nggak bisa menerima banyak beban
berkenalan dengan beliau hampir 1 tahun membuat saya bisa ngerti bagaimana perasaan dan kebiasaanya
Hari ini ia ngeluh capek dan byk pikiran " kerja, ngurus anak, ngurus ini itu.."
Ya ummi tinggal sama hanya bersama 2 jundinya, khadimadnya kalau sore pulang
Suami jauh di semarang..

Orang tua dan mertua di luar solo semua..
Tadi kata ummi dibalik semua penyakit ada penyakit yang lebih bahaya
"kanker Darah.."
"Bapak harus sering transfusi darah de'"
Insya Allah dalam waktu dekat mau dirujuk ke R.S Sardjito yogja
ummipun binggung, kl terapi dalam waktu lama siapa yang akan bisa trus jagain
Ibunya juga harus segera balik ke jawa barat, takut dipecat karena kelamaan cuti..
Sedang ia dan saudaranya semua sudah berkeluuarga, py anak kecil yang harus diurus..
apalagi jarak jogja-solo kalau ditempuh tiap hari kasian beliau..


Ahhh, saya belum tahu harus bantu apa..
Selain doa dan dukungan kepada ummi sekeluarga
Dan mohon Do'anya temen-temen mg bapak segera sembuh..dan keluarganya tabah..

Wednesday, September 17, 2008

Kisah Temenku disaat Istrinya melahirkan

Tadi pagi setelah ngajar anak-anak, giliran saya dan temen-temen satu team saya mendampingi ibu-ibu wali murid yang mau ngaji.
Ya selama Ramadhan, team  saya mengadakan Pengajian untuk ibu-ibu wali murid.
hari itu yang bisa hadir cuma saya dan temen saya , satu ikhwan dan akhwat.
Si ikhwan biasanya yang ngisi kajian , sedang yang akhwat mendampingi ibu-ibu yang mau belajar memebaca Qur'an atau iqro'.

Disaat pengajian mau dimulai rasa malas sudah mengahntui,maklum ibu-ibu yang ikut dikit
banget, sebenarnya kita sudah menyiasati untuk pindah tempat dimana ibu-ibu biasa menunggu anak-anaknya.Tepatnya di Saung depan sekolah.
Tapi lagi-lagi tiap kita mau datang, mereka berangsur-angsur pergi satu persatu..
Tapi kita tetep nekad aja, sapa yang ngikut terserah..

Temen saya siikhwan dah ngomong dengan bahasa arab dengan saya
untuk libur aja, nampaknya ia dah bosen lihat kondisi seperti itu..
Tapi saya berusaha menyakinkan, "dah nggak apa-apa, bentar aja.."
Akhirnya kita nunggu ibu-ibu ngumpul, ada yang lagi rapat dan banyak khodimad yang malah ngobrol tak menggubris keberadaan kita.
Dan ketika saya mengeluarkan HP, tiba-tiba temen saya berujar" mbak pinjem HPnya, saya mau tanya istri saya dah melahirkan belum.."
" hah...pak, antum itu aneh. Masak istri mau melahirkan, antum masih berangkat kerja.."
temen saya tidak kalah kaget " we pak, trus ini istrinya dirawat dimana?"tanyanya
" diklinik, tempat ia kerja.."jawab si ikhwan santai
"lho, pak antum masak nggak nungguin...kasian istrinya" sergahku
Masih dengan gaya santainya " nggak apa-apa, dia energik kok"
"*&#+!!"saya binggung
Tapi nampaknya ia nggak bisa mengoperasikan HP saya, akhirnya saya yang mengetikkan
"gimana ngomongnya..?
"yang dah lahir belum? suamimu.." begitulah retentan kalimat yang kutulis..
temenku yang akhwat tersenyum,"kok yank..?nggak ummi?"tanyanya
" ya kan sibayi blm lahir ya pak.." dukungku..
" iya.." jawab siikhwan..

Akhirnya setelah semua ngumpul, kajian dimulai
ia masih tenang menyamapaikan tema tentang kafarah
Dan juga melayani tanya jawab..
Selesai kajian, saya memepersilahkan ia bila mau ijin duluan
tapi ia tetep keukeuh bantu mendampingi ibu-ibu baca iqro'

Samapi akhirnya, ada SMS masuk ke HP saya
" durung mas, Ndang mantuko(* belum mas, cepetan pulang..)
Sayapun menyampaikan pesan itu ke teman saya tadi agar ia menyudahi ngajarin tuh ibu, lagian waktunya dah habis
Tapi ia masih belum bergeming..
Sampai ketika ia dah selesai
ia bertanya" gimana mbak"
" ni disuruh pulang..belum lahir bayinya.."
" ya..sukron ya.."

Sepulang dari sekolah disepanjang perjalanan saya berfikir wah istrinya Nrimo banget ya...

Sunday, September 14, 2008

ketika kita bisa istiqomah dangan Jilbab kita

"bu, ini jilbab atau mukena??tanya Aiko, salah satu muridku.
Kaget juga juga sih ketika mendengarnya, tapi kemudian saya tersadar
sekolah tempat saya bekerja tiap 1 jam ditiap harinya adalah sekolah alam yang tidak berbasis agama dan muridnya tidak diwajibkan memakai jilbab. Dan kemudian sayapun melihat mamanya tuh anak, dengan celana jeans ketat, baju ngatung plus ketat..

"ini jilbab, sayang" jawabku, padahal jilbab saya waktu itu tidak begitu lebar, jilbab babad ukuran M, dibanding jilbab yang dirumah yang saya jadikan mukena.
Diseantero sekolah, cuma saya yang memakai jilbab lebar dan panjang. Guru-guru lain biasa memakai jilbab kecil sedada denganseragam baju dan celana panjang..
Ya paling ada 3 orang termasuk saya yang mengajar memakai rok..

Saya tetap nggak berubah penampilan, lagian saya cuma guru tamu yang tidak diwajibkan memakai seragam..
Alhasil, tadi pagi ada wali murid yang memberi hadiah saya, "jilbab besar"
katanya,"bu ini ada jilbab besar, belum pernah saya pakai kok"
"lho, klau nggak dipakai kenapa dulu dibeli..?tanya saya
"ya..dulu pengen aja.."
Setelah saya terima hadiah itu, heran juga kenapa cuma saya yang dikasih
Padahal tadi saya dan temen sya baru aja,ada acara pengajian bereng sama ibu-ibu wali nurid
ya, mungkin dilihat saya yang biasa pakai jilbab terlebar* cobaberpositif thingking plus GR
 dikit

Ya, sering kali saya menerima hadiah dari temen atau orang-orang
karena saya memakai jilbab "lebar"
dari temen yang ngasih gamis, karena ia mantan Pemakai
Ibu wali muridku dulu juga ngasih2 jilbab dalam 1tahun, walau gurunya2 sama-sama akhwat tapi porsinya selalu saya yang lebih...*GR lagi..
dan tadi, ibu wali murid juga ngasih jilbabnya nunggu temenku pulang duluan..

Akhirnya saya berfikir, nggak sia-sia
tetep keukeuh pakai jilbab "lebar"
karena kita akan mudah dikenal dan dibedakan dengan yang lain..

Walau pada awalnya sulit, ku yakin akan ada kemanisan yang akan kita rasakan

terispirasi
ketika temenku terpaksa harus mengecilkan jilbab karena ngajar disekolah yang bukan ihwah..

Antara CD Sang Murobbi, Grogi, Sakit perut dan stress ( Part 2 )

Setelah aman dapat pinjaman CD, akhirnya mikir juga bagaimana nasib 8 pesanan yang ada ditanganku, dengar-dengar malah tambah lagi 2 keping…

Ya kabar tentang saya bias Bantu nyariin ternyata nyampai ke seantero kamppus dan sekitarnya, niatan sih mau tak cuekin lagian belum ada yang ngasih duit..tapi penyakit nggak tega, dan takut mengecewakan teman akhirnya. Saya tetap mau berusaha dulu.

Malam kamis temen saya SMS”ukh ni ada 2 akhwat yang pesan dan dah ngasih uang..”


Pagi hari sepulang ngajar sekitar pulu 8an didaerah Jajar, Solo.Saya meluncur ke kartasura nyamerin temen sekalian ambil uang yang sudah ngasih uang..

Nampe di rental computer tempat si ukhty nunggu saya langsung menghubungi Pak Zul ( Sang Murrobi ).Awal saya sms, nihil nggak ada jawaban..saya telpon berkali-kali, tetep nihil yang terdengar Cuma Nasyid NSP beliau, dan ucapan salam doing..sms pak Yulius (MBR ) nihil juga, ditelpon nggak aktif..huhhhhh

Pusing yang pertama


Nekad langsung ke Bank didaerah pabelan deket UMS, mampir ke warnet mastiin No rekening, sesampai di bank lupa nomor rekening tuh temen, akhirnya telpon ummi angkatku yang kemaren sempet nyatat, nihil ummi lupa..Akhiranya balik ngantar temen ke komisariat, Ibu sebelah komisariat sempet nyapa” wah mbak, lupa ya..?

“nggak bu, ni buru-buru..” jawabaku.

Ya bisanya saya mampir untuk sekedar bersay-hello dengan ibu sebelah.


Akhirnya, setelah melakukan aksi pembalap jalanan, nyampai juga saya saya di masjid Kota Barat. Disana 2 orang teman saya dah nunggu, saya telat hampir 1 jam. Kita janjian untuk ke Beteng cari kain buat seragam Guru. Ya dah tanpa memperpanjang waktu, kitapun meluncur ke Beteng..

Disana saya lebih banyak diam, karena capek fisik dan pikiran.Tiap temen saya tanya pendapat saya mengenai kain, saya bilang aja” bagus..” biar cepat pulang, karena selain saya males belanja-belanja, tiba-tiba penyakit saya kambuh “ sakit perut”..ya, saya punya penyakit langganana kalau pikiran kalut, panik atau grogi berlebihan pasti larinya ke perut..

Walhasil setelah dapat yang kita cari saya segera pulang menuju komisariat, disepanjang perjalanan saya hampir-hampir nangis dan mau pingsan menahan sakit.

Sesampai di depan komisariat, saya segera memarkir motor.

Ibu sebelah menyapa” mbak kok buru-buru..?”

“nyat buu,, ni saya mau pingsan..'

“ya jangan pingsan mbak, ntar nggak da yang angkat..”sahut ibu bercanda


Sesampai didalam komisariat saya segera istirahat, biasanya kalau saya dah tenang tuh penyakit sembuh..

Saya yang dengan seenaknya sendiri berbaring tanpa menghiraukan orang-orang yang lalu lalang, dan bertanya” mbak sakit ya, kok pucat banget..”

“ya, lagi sakit perut nih..”

Akhirnya reda juga tuh sakit, setelah agak tenang saya ke warung sebelah beli the hangat..

Temen saya datang dan bertanya” gimana dah sembuh?'

“anti pasti tadi belum sarapan, anti ngeyelan sih..”ceramahnya

“ bukan lapar, tapi diare tahu..' jawabku

“oooo..”

Setalah selesai saya sholat bersama temen saya tadi.

Habis itu kita ke bank lagi, setelah selasai trnasfer

Pak Zul Sang Murobbi telpon menjawab dan menjelaskan mekanisme transfer dan pengiriman barang.

Sesampai didepan bank beliau telpon lagi, sayapun binggung.”ya pak dah selesai kok transfernya ni mau kirim buktinya” kataku

“eh, ini yang saya telpon tadi ya? Tanyanya

“iya..” jwabku. Setelah itu saya dan temen saya tertawa, Ya Ampun pak Zul juga ikutan ribet..


Setelah itu kita mau mampir warnet untuk kirim bukti transfer. Tapi karena suatu hal kita pending sampai kekampus dulu. Sesampai disana kita ambil flashdish yang ketinggalan di rental, ketka dipinjam temen tadi. Trus selesai transfer,kita diibutkan dengan hilangnya tutup flashdis..setelah dicari-cari ketemu dijalan..setelah itu datang seorang akhwat yang minta diantar ambil motor ke Bengkel. Kontan temen saya menolak karena capek, plus nggak kuat kalau ambilnya harus boncengan bawa sepeda onthel..

Ya udah sayapun menyanggupin ngantar walau capek dah nggak bisa ditawar. Sayapun menawarkan tak antar pakai motor saya.

Selesai mengantar beliau saya dan temen saya sholat mennuju komisariat..selesai sholat,saya mencari HP saya. Tadi belum sempet balas SMS dari temen..tiba-tiba “ya robbi..Hp saya mana..” saya agak panik..

“ kayaknya tadi ketinggalan waktu anti ke rental untuk scan bukti transfer..

“ya, udah anti istirahat aja, saya yang ambil..anti capek anget tuh kayaknya..”tawar temenku

Sesudah itu kita berangkat ke Pengajian Akbar menyambut Ramadhan di DPC, tapi tiba-tiba temen saya tadi SMS, karena ia duduk terpisah dengaku” ukh, kayaknya gantian aku nih yang pelupa..kaca mataku ketinggalan di komisariat..

“Ya, kayaknya kita hari ini perlu istighfar deh, diantara serangkai peristiwa tadi mg dpat kita ambil hikmah” balasku..

Ujian belum selesai sampai disitu, pulangnya kita kehabisan bensin, dan harus jalan karena kita lewat jlan pintas yang nggak ada yang jual bensin..

Akhirnya sesampai dpat bensin saya antar temen pulang ke asrama dan saya harus menempuh perjalanan 30 menit lagi untuk sampai rumah..

Malamnya pak Zul telpon lagi 2 kali..hampir nggak saya angkat, karena saya dah hampir tertidur karena kecapekan ditambah lagi dah jam 9an malam. Tapi ketika ada peryataan barang segera dikirim, ada kelegaan dihati..akhirnya selesai juga perjuangan saya. Beberapa hari setelah itu, saya dah dapatin paketan CD dikampus..makin lega aja..

Tapi sebuah kata yang saya ingat dari pak zul” Sabar ya,bu...”

Sebuah kata yang membuat saya tersenyum karena dipanggil BU...dan sebuah peringatan ternyata saya kurang sabar menghadapi semuanya..

Wednesday, September 10, 2008

Antara CD Sang Murobbi, Grogi, Sakit perut dan stress ( Part 1 )

Berbicara mengenai bagaimana perjuangan saya untuk mendapatkan CD Sang Murobbi sungguh banyak hal yang cukup memberi hikmah tersendiri bagi saya

Pertama ketika ada seorang teman yang lagi binggung mencari tuh CD, sayapun bermaksud untuk menawarkan bantuan karena saya ingat ada seorang teman yang pernah menawarkan bagi orang yang ingin mempunyai tuh CD lewat MPnya..

Akhirnya saya menawarkan untk berusaha membantu, langkah pertama..Saya hubungi tuh teman (kalau ia menggaggap saya teman ) lewat SMS lama nggak ada jawaban, sampai akhirnya jawaban yang terluncur afwan ana lagi sibuk..dsb..dan menyarankan untuk memesan lewat sebuah took di Yogja..Pikir punya piker, duh bagaimana nih..saya juga nggak punya banyak waktu saat itu.. Berangkat kerja jam 6.30 dan baru ada dirumah sekitar maghrib, walau saya punya waktu luang sekitar 4 jam antara jam 8- 12, tapi mikir juga saya kuat nggak untuk estafet, klaten-solo-jogya-klaten-solo-klaten lagi. Karena tiap hari saya harus bolak-balik klaten-solo 2 kali..pertimbangan selanjutnya saya nggak hapal daerah jogja dan mikir biaya bensin..

Akhirnya saya minta nomor took tersebut keteman saya tersebut tapi hingga saya menulis kisah saya ini, belum juga ada balasan

.

Setelah agak panic juga, karena seminggu lagi saya harus dapat tuh CD untuk dipakai dalam sebuah acara kampus..hampir-hampir putus asa, saya hubungi teman yang kerja disana, biasanya tiap 2 minggu sekali ia pulang..Saya hubungi ia,saya minta tolong untuk memesankan lewat took yang disarankan teman saya yamg pertama tadi. Hasilnya beberapa hari ia baru bias kesana, karena ia baru bias pulang sore. Tapi ketika ia mengatakan bahwa stok disana habis..saya saat itu lemes…hari H makin dekat, akhirnya teman saya mengatakan” gimana kalau pesan harus nunggu 1 bulanan”..”tidaaaaaaaak”kepalaku makin pening..Sampai ia menawarkan “ gini aja ukh, ana pinjamkan temanku aja ya..”

Akhirnya saya mengiyakan dah pasrah..Setelah beberapa hari ia dapat juga, tapi kendalanya ia nggak pulang, akhirnya saya sarankan untuk dipaketin aja gpp, paling 2 hari nyampai pas hari H.

Tapi ia puny aide, “saya titipin teman kerja saya aja ya? Rumahnya di****(klaten juga&lumayan dekat dari daerah saya )” saya akhirnya diksi nama, alamat dan no HP bapak yang mau dititipin.


Tapi kendalanya, saya juga nggak begitu hapal tuh daerah pastinya, plus menurut info si teman saya, bapak itu pulangnya bada maghrib.

Akhirnya saya sms temen saya “ ya ukh, ntar ana cari. Kebetulan ana pulang tahsin maghrib, ntar tak mampir..” ya, karena daerah si bapak itu antara kartasura tempat saya tahsin dan rumah saya klaten. Tapi pas dari tahsin saya mengurungkan niat, karena saya dah capek ditambah lagi ngejar waktu sholat, dan juga takut karena jalan menuju rumahnya melewati daerah sunyi ditambah lagi saya belum tahu persis dimana sih rumahnya.Alhasil saya, sms bapak tadi besok pagi baru kerumahnya.Alhamdulillah bapaknya juga nggak keberatan, lagian ia baru nyampe rumah pukul 10 malam


Esoknya saya meluncur ke rumahnya,berangkat pukul 6 pagi, katanya si bapak akan berangkat kerja sekitar jam segitu. Setelah Tanya sana-sini nyampe juga. Tapi tunggu dulu, rumah tuh bapak sepi banget..saya Tanya tetangga” ada kok mbak.”

Dan setelah saya ketok pintu genap 3 kali muncul, ikhwan yang menjawab salam..

“lho katanya bapak, kok…” batinku..penyakitku kambuh grogi..’Pak***?’tanyaku karena saya juga nggak tuh bapak yang mana. “ohhh, pinarak mbak..” seraya meninggalkanku masih binggung

Akhirnya muncul bapak yang asli sambil menenteng tuh CD..

“assalamu’alaykum pak, saya temannya mbak*****, mau ngambil titipan” kataku membuka percakapan

“oh, ya ni..temenya mbak****, ya? Tanya beliau sambil menghulurkan CD.

“iya pak, sukron ya pak..” sekalian saya pamit.

***

(bersambung, mau ke YK dulu...

Sunday, July 27, 2008

Kisahku dengan orang yang SKSD

SKSD alias Sok Kenal Sok dekat..
Pernah nemui orang yang seperti itu nggak?
kalau pernah bagaimana perasaan anda.
Senang, sebel atau marah?

pasti jawabannya tergantung SKSDnya seperti apa dan bagaimana suasana hati kita?
Sayapun pernah ngalami jadi korban SKSD jadi juga pernah jadi pelaku

Jadi pelaku
Ya kadang sikap itu diperlukan juga guna proses recruitmen
Ya dakwah fardiyah lah..
Tapi tentu sama sesama jenis kalau lawan jenis masih da yang lain
Tanggapan korban, macem-macem. Da yang cuek, da yang senang
Tapi kalau marah belum ada deh.

Tapi kalau jadi korban SKSD
ya pasti tergantung seperti yang diatas..
Misalnya suatu hari ketika saya diperpustakaan
Ketika sedang asyik-asyiknya browsing, lumayanlah gratisan.
Tiba-tiba datanglah seorang mahasiswa,
Langsung tanya " mbak, internetnya yang satu kosong?'
"iya, pakai aja" jawabku agak kaget.
kebetulan komputer sebelahku kosong
"mbak, ajarin aku nyimpan di flashdisc ya!" pintanya
belum sempat kujawab iapun dah berkata" saya coba dirumah nggak bisa trus, kenapa ya?"
akupun tersenyum.. "coba mana flashnya.."tanyaku
iapun menyodorkan flash kepadaku
Kemudian aku ajarin bagaimana buka, nyimpan dari komputer dll
Saya kembali menekuri komputerku.
" mbak kalau nyimpen ini, sama seperti tadi?'
Ia menunjukkan hasil browsingnya.Saya kembali mengajarinya
Berikutnya masih tanya bagaimana, mindah data dari flash ke email, nyimpen data dll.
Ya agak gimana githu, sempet terpikir apa saya ada tampang penjaga warnet atau Operator komputer?..
Sampai akhirnya ada hawa-hawa dosen yang suka nanyain kapan lulus datang.
"he..kamu disini tho.Kapan lulus?" pertanyaan klasik yang sudah bisa ku tebak.
Tapi tunggu kayaknya orang sebelahku kaget,,
"lho..mbak semester.."belum sempat ia melanjutkan kata-katanya
akupun menyahut"iya..dah tua nih..memang nggak kelihatan semester tua ya?
Akupun tersenyum syukurin...
"maaf mbak..tak kira semester bawah.."katanya agak malu
Ia pun langsung buru-buru mencabut flashnya.
"eiiit tunggu..jangan asal dicabut. ntar cepet rusak flashmu"seruku
"oooh..lha gimana mbak?"tanyanya malu
Akupun membantu ia mengeluarkan flashnya
"mbak aku pasang lagi ya, ntar ajarin lagi.." katanya tanpa dosa.
"yee. masih pede juga nih anak. dari tadi minta tolong aja" Batinku
Ya nggak apa-apalah. daripada ia GAptek...
"makasih ya, mbak..."
"ya.."jadi bayangin apa adek lelakiku besok juga seperti dia..?


 

Catatan sejarah Jiwa Template by Ipietoon Cute Blog Design