Pagi2 ketika menyapu halaman..
terdengar komentar tetanggaku mengajak bercanda
"wis rasah disapu, mengko lak reged maneh...sesuk setahun pisan wae.."(sudah jangan disapu,nnt kotor lagi.., disapu setahun sekali aja..")..
Sambil tersenyum saya pun menjawab" wah nggih pripun,mbah...kajenge.."( wah gmn mbah..biar saja )..
Iseng2 ku berfikir..iya2 ya..ntar lagi jg kotor...tapikan enak dipandang kl bersih
Tapi kemudian saya membanding2kan dengan dosa..
sering kita tidak menyadari kl tiap hari ada aja
dosa yang kita perbuat, seperti jg timbulnya sampah..
mengotori ruang, jalan dll.
Begitu juga dosa, mengotori hati.
Terus kl pengen jalan,rumah dll enak dipandang
serta kita betah disana maka perlu kita bersihkan
Dosa...ya kl kita pengen hidupnya tenang dan nyaman
ya hrus membersihkan jiwa tiap hari
Kan tidak harus nunggu lebaran atau nunggu dosa itu menggunung
atau ketika merasa ajal telah dekat..
kitakan nggak tahu, kapan ia datang...
Trus kl pengen lingkungan bersih jg harus
jaga kebersihan dan buang sampah pada tempatnya
jangan sampai lingkungan kotor.
Hati juga demikian..harus dijaga kebersihannya
dan dibersihkan dari dosa2...
tiba-tiba..
"eeeghh..."terdengar ponakanku yang pengen ikut..
" husss, ntar biar nyapu dulu.." cegah ibunya..
Tapi karena ia malah nangis, terpaksa aku minta dan gendong
sambil nyapu..
"nah..belum lagi kl kita ada beban kyk gini..., maka prose pembersihannya
lebih lama dan hasilnya nggak lebih bagus kl kita lapang.." pikirku lagi
kemudian muncul niat.."makanya mumpung masih lapang
dan ada kesempatan..jangan mudah berbuat dosa dan lebih rajin taubat.."
Friday, June 27, 2008
Kenapa wahai saudariku...?
pernahkah anda merasa takut kehilangan
teman atau saudara kalian...
pernahkah merasa seperti bersalah atas
ketidak munculan dan ketidak hadirannya
saat ini saya sedang merindukan
seorang ukhti...
Sakit, marah atau bagaimana keadaanya?
Rasanya sedih, sakit dan penasaran
jadi satu..
menunggu terasa menjemukan..
Tapi yang jelas
ada permohonan maaf dariku
bila memang akulah penyebabnya..
teman atau saudara kalian...
pernahkah merasa seperti bersalah atas
ketidak munculan dan ketidak hadirannya
saat ini saya sedang merindukan
seorang ukhti...
Sakit, marah atau bagaimana keadaanya?
Rasanya sedih, sakit dan penasaran
jadi satu..
menunggu terasa menjemukan..
Tapi yang jelas
ada permohonan maaf dariku
bila memang akulah penyebabnya..
Labels:
cathar
Wednesday, June 25, 2008
Ketika menjadi orang yang dipilih
'ketika menjadi orang yang dipilih bukan orang terpilih..."
sebuah kata yang tepat ketika saya harus mengatakan "ya" dan "melaksanakan"
dan harus "nggak kecewa, kenapa saya, dan kenapa begitu"
pertama, ketika murobbi mengatakan tolong anti yang ngurus
yang lain nggak bisa, lagian anti kan yang lbh komunitatif
kedua, ketiak murobbi bilang tolong pagi ini datang kesini ya,,
giliran pagi2 dah rela ngorbani kerjaan dirumah,tapi hasilnya
dijalan ditelpon "de',nggak jadi"
Ketiga, ketika bulan ini harus datang ke 5 undangan walimahan
Tapi hanya orang2 tertentu yang diundang..saya juga kebagian
sebagai kumpulan orng2 tertentu itu
keempat, ketika harus datang tepat waktu kesuatu acara
dengan harus mengcancel acara2 yang lain, giliran yang nyuruh
datang telat dan yang lain sama aja...dsb...
Tapi dalam diri tetap harus menerima, karena semua adalah sebuah
skenarioNya...
Anggap aja sebagai proses tarbiyah yang harus kita jalani..
sebuah kata yang tepat ketika saya harus mengatakan "ya" dan "melaksanakan"
dan harus "nggak kecewa, kenapa saya, dan kenapa begitu"
pertama, ketika murobbi mengatakan tolong anti yang ngurus
yang lain nggak bisa, lagian anti kan yang lbh komunitatif
kedua, ketiak murobbi bilang tolong pagi ini datang kesini ya,,
giliran pagi2 dah rela ngorbani kerjaan dirumah,tapi hasilnya
dijalan ditelpon "de',nggak jadi"
Ketiga, ketika bulan ini harus datang ke 5 undangan walimahan
Tapi hanya orang2 tertentu yang diundang..saya juga kebagian
sebagai kumpulan orng2 tertentu itu
keempat, ketika harus datang tepat waktu kesuatu acara
dengan harus mengcancel acara2 yang lain, giliran yang nyuruh
datang telat dan yang lain sama aja...dsb...
Tapi dalam diri tetap harus menerima, karena semua adalah sebuah
skenarioNya...
Anggap aja sebagai proses tarbiyah yang harus kita jalani..
Labels:
mujahidahqowwiayah
Tes cinta ( part 2 )
Postingan saya ketika membahas tentang dua pilihan yang harus
dipilih seseorang ketika disodorkan padanya sebuah pilihan yang berbeda
yaitu antara:
ada yang milih yang pertama dan ada yang milih yang kedua..
sebenarnya sebuah pilihan yang patut dihargai dengan berbagai argumen masing-masing.
Tapi bagi saya pilihan kedua yang saya pilih..
klau ada yang bilang "pasrah" atau ada kesan "terpaksa"
Bukan juga, itu merupakan bukti syukur saya atas sebuah pilihan
yang mungkin terbaik bagi saya ats karunia yang diberi berupa
seorang qowwam yang akan membimbing saya.
Walau sebenarnya pilihan yang pertama baik juga
karena ketika kita bisa menikah dengan orang yang kita cinta
akan melahirkan sebuah energi dan kekuatan tersendiri bagi kita
akan tetapi saya tidak akan melakukannya karena
takut terjerumus cinta karena nafsu
Lagian ketika kita menikah dengan orang yang kita cinta
tetapi ternyata ia bukan jodoh kita bagaimana?
Kalau ada orang yang bilang khodijah aja menikahi muhammad
karena sebelumnya sudah ada "cinta"
Tapi kemudian saya berfikir apakah saya sekaliber "khodijah"
Dan adakah lelaki sepadan "Muhammad"
Dan apakah cinta saya seperti "ketertarikan" khodijah kepada Muhammad
Bukan karena Nafsu..
untuk itu pilihan saya jatuh kepada pilihan kedua
bukan karena takut nggak bisa milih yang pertama
Akan tetapi mungkin takut terjerembab dalam cinta yang semu belaka
Wallahu'alam
dipilih seseorang ketika disodorkan padanya sebuah pilihan yang berbeda
yaitu antara:
- Menikah dengan orang yang kau cintai
- Mencintai orang yang kau nikahi/menikahi
ada yang milih yang pertama dan ada yang milih yang kedua..
sebenarnya sebuah pilihan yang patut dihargai dengan berbagai argumen masing-masing.
Tapi bagi saya pilihan kedua yang saya pilih..
klau ada yang bilang "pasrah" atau ada kesan "terpaksa"
Bukan juga, itu merupakan bukti syukur saya atas sebuah pilihan
yang mungkin terbaik bagi saya ats karunia yang diberi berupa
seorang qowwam yang akan membimbing saya.
Walau sebenarnya pilihan yang pertama baik juga
karena ketika kita bisa menikah dengan orang yang kita cinta
akan melahirkan sebuah energi dan kekuatan tersendiri bagi kita
akan tetapi saya tidak akan melakukannya karena
takut terjerumus cinta karena nafsu
Lagian ketika kita menikah dengan orang yang kita cinta
tetapi ternyata ia bukan jodoh kita bagaimana?
Kalau ada orang yang bilang khodijah aja menikahi muhammad
karena sebelumnya sudah ada "cinta"
Tapi kemudian saya berfikir apakah saya sekaliber "khodijah"
Dan adakah lelaki sepadan "Muhammad"
Dan apakah cinta saya seperti "ketertarikan" khodijah kepada Muhammad
Bukan karena Nafsu..
untuk itu pilihan saya jatuh kepada pilihan kedua
bukan karena takut nggak bisa milih yang pertama
Akan tetapi mungkin takut terjerembab dalam cinta yang semu belaka
Wallahu'alam
Labels:
mujahidahqowwiyah
Tuesday, June 24, 2008
Saturday, June 21, 2008
Karena kadang ikhwan nggak peka..
hari itu agendaku ke perpustakaan, da buku yang harus kucari
sekaligus janjian dengan ade' tingkat.
ketika sedang asyik2nya membaca buku bahasa sunda
tiba2 keita denwaku berbunyi..."dek gi dimana?"suara disebrang bertanya
oh rupanya ummi angkatku.."gi di perpust mi.."jawabku
"ya dah cpat pulang ya.., ni abi beli sate. Cepat pulang ntar habis lho,hehe..".
Wah ummi perhatian amat "ya mii, ntar lagi ane pulang" sahutku.
diperjalanan ku bertemu dengan suaminya
Oh mau balik ke kota tempat ia kerja
Tampak dia diantar seorang ikhwan mgkin tetangga kost yang kebanyakan mahasiswa
Sambil bawa sangkar burung yang ditaruh disarang
Sampai dirumah, ummi dah nyambut
tampak wajahnya sanyu dan matanya merah
Aku cuek aja mungkin ia sedih ditinggal suaminya kerja ditempat jauh
aku langsung ke dapur
"de' cepat makan tadi abi yang nyuruh anti cepat plang.."
aku tersenyum..karena ake jarang berbicara dengan suami ummi angkatku
Ya, ummi yang sudah aku anggap ummi sendiri walau ia mengganggapku adeknya
Aku sangt akrab dan dekat dengan beliau tapi hampir2 nggak pernah
berbicara dengan suaminya, karena sejak lajang ia memang terkenal kaku
dengan akhwat
ditengah2 makanku ummi mendekatiku,sepertinya mau cerita
"de' abi bikin ummi sedih, ni radang ummi kambuh lagi.."ceritanya sedih
'Lha da pa lagi mi, sedih ditinggal abi lagi.."aku mulai beralih menaggapinya
"bukan de', kl tu sih ummi dah biasa dan coba menerima...tapi..kenapa dari dulu
abi kok nggak sadar2..."sambungnya.
Aku binggung....
Akhirnya mengalir sebuah cerita
bahwa ia nggak senang suaminya memelihara burung, apalagi harganya mahal2
Tapi itu sdah mnjadi hoby suaminya dr lajang
Sempat berhenti karena istrinya nggak suka
selain perawatannya, suaranya yang bising (ia suka keheningan ) j
g kebutuhan makin banyak.tapi kini suaminya mulai lagi sesuatu yang g'disukai
Ya dah nanti ummi komunikasikan lagi dengan abi
telp ajaa atau SMS, tadi juga aku baru ketemu dijalan
diantar ikhwan tapi nggak kenal.
Akhirnya aku naik ke lantai atas
menuju istanaku
tapi kemudian ummi menyusul...
"de'..."panggilnya.
"da pa mii.."aku mulai nggak tega
"anti py pulsa nggak?, mbok abi dikandani( dinasehati)
"ya, beres ummi tenang aja.."sahutku menghibur..
ummi masih menungguku sampai akhirnya SMSku nyampai
"dah nyampai, tenang ntar abi akan hubungi ummi.."ku berusaha menguatkannya
"sukron ya de', tadi anti ngomong apa ke abi?"tanyanya
"pokoknya ada deh.." guyonku..."yang penting beres.."
Yah itulah terkadang ikhwan harus lebih peka
terhadap keinginan akhwat..
karena terkadang dalam diamnya akhwat tersimpan sebuah misteri
yang terkadang membuatnya binggung..."tiba2 nangis atau tiba2 marah.."
Dan bagi akhwat setiap masalah jgn selalu dipendam,coba komunikasikan
Dan terkadang kita harus sabar dan harus rajin mengajari ikhwan
tentang bagaimana perasaan akhwat
Spesial untuk sebuah keluarga yang pernah mengisi hari2ku selama beberapa bulan
sekaligus janjian dengan ade' tingkat.
ketika sedang asyik2nya membaca buku bahasa sunda
tiba2 keita denwaku berbunyi..."dek gi dimana?"suara disebrang bertanya
oh rupanya ummi angkatku.."gi di perpust mi.."jawabku
"ya dah cpat pulang ya.., ni abi beli sate. Cepat pulang ntar habis lho,hehe..".
Wah ummi perhatian amat "ya mii, ntar lagi ane pulang" sahutku.
diperjalanan ku bertemu dengan suaminya
Oh mau balik ke kota tempat ia kerja
Tampak dia diantar seorang ikhwan mgkin tetangga kost yang kebanyakan mahasiswa
Sambil bawa sangkar burung yang ditaruh disarang
Sampai dirumah, ummi dah nyambut
tampak wajahnya sanyu dan matanya merah
Aku cuek aja mungkin ia sedih ditinggal suaminya kerja ditempat jauh
aku langsung ke dapur
"de' cepat makan tadi abi yang nyuruh anti cepat plang.."
aku tersenyum..karena ake jarang berbicara dengan suami ummi angkatku
Ya, ummi yang sudah aku anggap ummi sendiri walau ia mengganggapku adeknya
Aku sangt akrab dan dekat dengan beliau tapi hampir2 nggak pernah
berbicara dengan suaminya, karena sejak lajang ia memang terkenal kaku
dengan akhwat
ditengah2 makanku ummi mendekatiku,sepertinya mau cerita
"de' abi bikin ummi sedih, ni radang ummi kambuh lagi.."ceritanya sedih
'Lha da pa lagi mi, sedih ditinggal abi lagi.."aku mulai beralih menaggapinya
"bukan de', kl tu sih ummi dah biasa dan coba menerima...tapi..kenapa dari dulu
abi kok nggak sadar2..."sambungnya.
Aku binggung....
Akhirnya mengalir sebuah cerita
bahwa ia nggak senang suaminya memelihara burung, apalagi harganya mahal2
Tapi itu sdah mnjadi hoby suaminya dr lajang
Sempat berhenti karena istrinya nggak suka
selain perawatannya, suaranya yang bising (ia suka keheningan ) j
g kebutuhan makin banyak.tapi kini suaminya mulai lagi sesuatu yang g'disukai
Ya dah nanti ummi komunikasikan lagi dengan abi
telp ajaa atau SMS, tadi juga aku baru ketemu dijalan
diantar ikhwan tapi nggak kenal.
Akhirnya aku naik ke lantai atas
menuju istanaku
tapi kemudian ummi menyusul...
"de'..."panggilnya.
"da pa mii.."aku mulai nggak tega
"anti py pulsa nggak?, mbok abi dikandani( dinasehati)
"ya, beres ummi tenang aja.."sahutku menghibur..
ummi masih menungguku sampai akhirnya SMSku nyampai
"dah nyampai, tenang ntar abi akan hubungi ummi.."ku berusaha menguatkannya
"sukron ya de', tadi anti ngomong apa ke abi?"tanyanya
"pokoknya ada deh.." guyonku..."yang penting beres.."
Yah itulah terkadang ikhwan harus lebih peka
terhadap keinginan akhwat..
karena terkadang dalam diamnya akhwat tersimpan sebuah misteri
yang terkadang membuatnya binggung..."tiba2 nangis atau tiba2 marah.."
Dan bagi akhwat setiap masalah jgn selalu dipendam,coba komunikasikan
Dan terkadang kita harus sabar dan harus rajin mengajari ikhwan
tentang bagaimana perasaan akhwat
Spesial untuk sebuah keluarga yang pernah mengisi hari2ku selama beberapa bulan
Labels:
ikhwanakhwat
Bunda Mau celana jeans..?
"bunda mau celana jeans?"sebuah pertanyaan aneh dari mbak eni teman KKn ku
Ya teman2 KKN ku biasa memanggilku bunda.Akupun tersenyum mendengarnya
Tapi bukan karena panggilan itu yang membuatku tersenyum
melainkan pertanyaannya...
Teman2ku yang lainpun pada keheranan
"mbak eni lucu, masak bunda dikasih celana jeans" sahut temanku yang lain
"ya, karena aku punyanya celana jeans.."jawabnya lirih
Ya teman2ku tahu memang tiap hari aku nggak pernah
pakai celana panjang atau sesuatu yang berbahan jeans
"lha kenapa tho mbak?"tanyaku penuh selidik
"ya, aku kan belum ngasih kenang2an ke bunda.."jawabnya agak kecewa
"teman2 kan pada ngasih kenang2an ke bunda.."sambungnya
teman2ku memang banyk yang ngasih kenang-kenangan
kepadaku sebelum pulang KKN, tapi tidak semua
"ya kan nggak harus mbak, nggak semua ngasih kok. Kan kemaren kita
dah tukar2an kaos seragam KKN"jawabku menghibur
"ya tapi aku kan pengen ngasih kenang2an ke bunda"Jawabnya ngeyel
akhirnya aku nyerah juga "ya dah terserah mbak, tapi jgn ngasih jeans dong aku kan nggak pernah pakai"
tapi tiba2 teman2 yang lain protes "lho kok hanya bunda yang ditawari?..
"ya dah besok aku bawa baju2 terserah kalian mau pilih mana..
Akhirnya beberapa hari kemudian ia benar2 datang mencariku
kekos teman biasa kita kumpul.
Tampak membawa banyak barang yang akan ia berikan.
aku terharu, karena ia rela ninggalin tamu dirumah demi mengantar
barang2 yang mau dikasih kekita2
Tapi ada rasa bahagia ketika ada banyak teman yang mengerti kita
kebiasaan kita dan sayang dengan kita
Ya teman2 KKN ku biasa memanggilku bunda.Akupun tersenyum mendengarnya
Tapi bukan karena panggilan itu yang membuatku tersenyum
melainkan pertanyaannya...
Teman2ku yang lainpun pada keheranan
"mbak eni lucu, masak bunda dikasih celana jeans" sahut temanku yang lain
"ya, karena aku punyanya celana jeans.."jawabnya lirih
Ya teman2ku tahu memang tiap hari aku nggak pernah
pakai celana panjang atau sesuatu yang berbahan jeans
"lha kenapa tho mbak?"tanyaku penuh selidik
"ya, aku kan belum ngasih kenang2an ke bunda.."jawabnya agak kecewa
"teman2 kan pada ngasih kenang2an ke bunda.."sambungnya
teman2ku memang banyk yang ngasih kenang-kenangan
kepadaku sebelum pulang KKN, tapi tidak semua
"ya kan nggak harus mbak, nggak semua ngasih kok. Kan kemaren kita
dah tukar2an kaos seragam KKN"jawabku menghibur
"ya tapi aku kan pengen ngasih kenang2an ke bunda"Jawabnya ngeyel
akhirnya aku nyerah juga "ya dah terserah mbak, tapi jgn ngasih jeans dong aku kan nggak pernah pakai"
tapi tiba2 teman2 yang lain protes "lho kok hanya bunda yang ditawari?..
"ya dah besok aku bawa baju2 terserah kalian mau pilih mana..
Akhirnya beberapa hari kemudian ia benar2 datang mencariku
kekos teman biasa kita kumpul.
Tampak membawa banyak barang yang akan ia berikan.
aku terharu, karena ia rela ninggalin tamu dirumah demi mengantar
barang2 yang mau dikasih kekita2
Tapi ada rasa bahagia ketika ada banyak teman yang mengerti kita
kebiasaan kita dan sayang dengan kita
Labels:
kenangan
Subscribe to:
Comments (Atom)
