Awalnya aku bayangkan akan seperti ini
![]() |
| yang akhwat seperti ini |
![]() |
| suami istri dengan kostum seperti ini |
![]() |
| nuasa walimah yang seperti ini |
karena awalnya dia beli gamis seperti ini
Tapi karena temanku tidak pakai cadar,akhirnya dia pakai gamis putih ini pada event "boyongan" ke rumah mertua.Dengan jilbab lebar dan panjang tanpa aksesoris. Sedang ketika Walimahan dia hanya memakai gamis yang simple dan tidak melupakan untuk tetap pakai jilbab yang lebar.Awalnya memang tidak mau dimake-up-in atpi akhirya berhasil dibujuk untuk make-up tipis tapi tetap tampak berbeda dari hari biasanya
Sederhana banget kan???malah kami yang jadi pengiring yang dikira pengantinnya :D
Tapi kekhusukan emang lebih terasa dengan kesederhanaan dan tanpa hiburan yang sia-sia,lantunan tilawah,taujih dan nasyid romantic mengiringi acara sakral tersebut.
Dan yang terpenting pasca menikah,lebih sering saya dengar cerita kebahagian dari teman saya itu.Coba bandingkan dengan artist-artist yang pada heboh acara nikahannya dengan segala kemewahannya akhirnya berakhir perceraian.So yang penting niat,bekal dan kemantapan bukan sekedar "gebyar" pas pesta semata.
SETUJU???




