Umurnya masih muda, baru semester 4 sekarang ini. Mungkin tua setahun dari saya, namun ia sudah menikah dan memiliki seorang anak laki-laki, sedangkan anak yang kedua masih dalam kandungan istrinya.
Kali ini ia diberikan ujian oleh Allah. Anaknya lahir semasa usia kehamilan istrinya memasuki umur 7 bulan. Ketika masa imunisasi pertama, pihak Puskesmas di tempatnya salah memberikan obat, sehingga anaknya harus dirawat dirumah sakit dan sekarang ini, walau sudah dipulangkan ke rumah, namun harus tetap melakukan cek up. Menurut dokter ahli Gizi, ada gejala gizi buruk pada anaknya dan untuk penyembuhannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ujian berat bagi seorang ayah muda yang masih kuliah.
Sebenarnya pertemuan dan perkenalan saya dengannya baru sekali ketika salah seorang saudaraku mengajak saya untuk bersama-sama menjenguk anaknya. Tak disangka, pertemuan itu menjadi tempat saling berbagi tentang banyak hal. Tentang dakwah kampus yang selama ini kurang saya ketahui (karena belum kuliah), tentang suka dukanya dalam dakwah, tentang pernikahannya dan banyak hal lainnya.
Yang menarik adalah tentang dia dan istrinya yang bercadar, dimana dulu dia dan istri sama-sama ngaji di Wahdah Islamiyah, namun setelah menikah dia sekarang aktif di PKS sementara istrinya ngaji di Salafy. Alhamdulillah, mereka tetap harmonis rumah tangganya, karena bisa saling memahami. "saya mengatakan kepada istrinya saya, dimana ada kebaikan maka silahkan ikuti kajiannya"
Tentang pernikahannya, dulu ia menikah selepas tamat SMU. Dia merupakan anak satu-satunya, maka dari itu orangtuanya ingin agar anaknya cepat menikah selagi mereka masih hidup. Dengan bekal ngaji selama di SMU, akhirnya ia menikah secara Syar'i melalui prantara Murobbi. "Hikmah yang tak disangka-sangka, hampir semua biaya pernikahan saya ditangani oleh Ustad saya dulu"
Berlanjut kepersoalan dakwah, kini ia aktif di KAMMI dan menjadi ketua di sebuah LDK kampus. Akhi yang satu ini selalu tegas dalam hal dakwah, dari ketegasan adanya hijab saat rapat, konsistensinya dalam kegiatan dakwah kampus serta kontrolnya terhadap para anggota LDK akan virus merah jambu antar sesama mereka. Karena ketegasannya tetap menjaga interaksi ikhwan dan akhwat, serta jalannya dakwah di kampus, ia pun selalu dipanggil "Abi" oleh saudara dan saudarinya. Ia dikenal banyak oleh semua kalangan baik dikampus maupun dilingkungannya karena dakwahnya yang santun. Ia menarik simpati orang-orang disekelilingnya, sehingga ketika ada masalah dengan mereka, maka larinya adalah bertanya kepadanya. Disinilah dia menjelaskan apa yang ia dapatkan selama ini, disitulah pulahlah ia menjelaskan yang mana sunnah serta yang mana bid'ah kepada saudara-saudaranya. "jika orang senang dan percaya dengan kita, maka ia akan meminta nasehat tidak kepada orang lain, tapi kepada kita. Tentunya kita menasehati dengan ilmu"
Ah, ternyata nasehat itu jangan terlalu banyak melarang, tapi banyak-banyaklah menganjurkan kebaikan. Seperti halnya membrantas Bid'ah, jangan terlalu banyak melarang "ini bid'ah dan itu bid'ah" tapi banyak-banyaklah menyebarkan sunnah. Bukankah sunnah hilang karena berkembangnya bid'ah, maka agar bid'ah segera hilang.....maka kita harus menyebarkan sunnah !
wallahu'alam......
Oh ya : mohon doanya untuk kesembuhan anak dari saudara kita ini...
jazakumullah khair.....
dikisahkan oleh Akh ahmad di http://islamunderattack.multiply.com/journal/item/43/Ibroh_dari_seorang_Akhi
Showing posts with label ibroh. Show all posts
Showing posts with label ibroh. Show all posts
Sunday, May 3, 2009
Subscribe to:
Comments (Atom)
