Showing posts with label nikah. Show all posts
Showing posts with label nikah. Show all posts

Friday, April 24, 2009

Ada yang menggenapkan setengah dien.....

Start:     May 17, '09 07:00a
Location:     samarinda
hemm,,,
cihyuuuuu...
siap-siap..
siap-siap....
mikirin...itu lho...
hayo kawan2 bergerak..!!!

Maukah engkau jadi istri keduaku??

<"anti mau jadi isri keduaku?" tanya Syazni tegas dan yakin.  Tiba-tiba mata Fulanah merah, air mata mula bergelinang di kelopak bawah. "ana tak mengira antum dah beristri ! Antum jahat ! Teganya mempermainkan hati ane.. antum tahu seprti apa marahnya saya? Hah!" pekik Fulanah dengan suara tersekat-sekat.

Mata Syazni liar melihat kiri kanan, mungkin ada orang yang memandang perlakuan dia dan Fulanah. Bukan takut akan pandangan manusia, tetapi taku orang salah mengira dengan tingkah fulanah "Saya ingat kita lama berkawan, antum katanya masih bujang. Tapi rupa-rupanya… " Fulanah mula sebal

 "ana nggak bermaksud…"  "Sudah! Jangan bermulut manis lagi. Cukup!" potong Fulanah dengan kasar. "antum seperti orang alim saja, tapi sanggup menipu ane. Dan antum sanggup melamar saya menjadi isteri kedua antum , antum ingat saya ni siapa?" suara Fulanah semakin tinggi, setinggi egonya.  Syazni diam seribu bahasa. Dia sudah tahu `Fulanah' di sebalik Fulanah yang dia kenal selama ini. Fulanah bergegas dari situ sambil mengelap air mata dengan jilbab kuningnya.

Dalam hatinya, Syazni seolah-olah menghinanya apabila memintanya untuk bermadu. Syazni muram. Namun masih terselip kekecewaan di sudut hatinya. Kekasih hatinya belum bersedia rupa-rupanya."Ada hikmah," bisik hati kecil Syazni, sekecil pandangannya terhadap Fulanah.


Minggu-minggupun berlalu Program-program dakwah menyibukkan jadwal Syazni sebagai seorang muslim yang beramal dengan apa yang diyakininya. Duitnya banyak dihabiskan untuk memenuhi tuntutan dakwah yang seringkali memerlukan pengorbanan yang tidak berbelah bagi.

Namun, hatinya tegas dan yakin bahwa inilah jalannya. Jalan yang membawa dia menemui Tuhannya dengan hati yang tenang serta bahagia di hari kelak. Keyakinan serta keaktifan Syazni berdakwah sedikit sebanyak membuat kagum hati gadis-gadis dalam wajihahnya.

 Malah, Syazni dilihat sebagai calon suami yang bakal memandu keluarganya nanti ke arah memperjuangkan agama yang dianutinya sejak sekian lama.Sudah banyak muslimah yang menaruh hati padanya, Dan Fulanah terlebih dahulu dekat dan menaruh hati ke Syazni. Bagi Fulanah, Syazni seperti pelengkap kepada dirinya. Namun, hanya sehingga saat Syazni melamarnya menjadi isteri kedua. Syazni masih lagi aktif dalam dakwah meskipun hubungannya dengan Fulanah nampak seperti tiada jalan penyelesaian. Dia mau berbaik dengan Fulanah, namun sikap Fulanah yang keras dan kurang memahami arti dakwah menggagalkan usaha Syazni tersebut.


 Bagi Fulanah, Syazni tak ubah seperti lelaki lain. Gerak kerja dakwah Syazni berjalan seperti biasa.. Siangnya ke mondar-mandir memenuhi program serta amal jariah kepada masyarakat. Malamnya sibuk dengan syuro’ dengan sahabat-sahabat seangkatannya. Syazni semakin percaya jalan dakwahnya, sama sekali dia tidak akan berganjak dari jalan ini hatta datang ancaman sebesar gunung sekalipun. Dia terlalu matang, jauh sekali daripada pemikiran pendakwah lain yang semudanya. Namun, Allah s.w.t. Maha Mengetahui lagi Maha Pemurah.

Sekali lagi Dia menghantar seorang perempuan bagi menguji Syazni Suatu petang dalam suatu program dakwah di sebuah daurah, Syazni dikejutkan dengan ungkapan ikhlas dari sahabat lamanya, Nusaibah. Syazni sekali lagi gusar takut-takut Nusaibah tidak dapat menjadi sayap kiri perjuangannya selepas berumahtangga nanti.
 
isteri pertamanya sudah pasti membawa Syazni menemui Tuhannya, namun, Nusaibah yang kurang dikenalinya adakah sama seperti Fulanah atau tidak? Syazni ragu , tetapi tidak bermakna lamaran Nusaibah ditolak. Dia meminta sedikit masa untuk memikirkan keputusan tersebut. Setelah mencari tahu jalan pemikiran Nusaibah daripada beberapa sahabat terdekatnya, Syazni berjumpa dengan Nusaibah ditemani sahabat baiknya.

Dengan tegas dan yakin, sekali lagi Syazni bertanya tentang pertanyaan yang pernah ditanya kepada Fulanah.

"antimau jadi istri kedua saya ?" tanya Syazni mantap
"Mau ," jawab Nusaibah ringkas.
"ehmm,,benarkah?" tergagap Syazni menerima jawapan Nusaibah yang tenang dan yakin.
Nusaibah mengangguk kepalanya sedikit. Langsung tiada rasa takut ataupun kecewa apabila lamaran sebagai isteri kedua yang dilafazkan oleh Syazni.

   "Kenapa saya?" tanya Syazni ingin tahu."Saya ingin membantu gerak kerja dakwah antum ," jawab Nusaibah yakin tetapi sedikit malu."Baiklah," jawab Syazni tersenyum.
 Akhirnya, Syazni dikurniakan sayap kiri yang sangat membantu dalam gerak kerja dakwahnya selama ini. Setelah seminggu mendirikan rumahtangga bersama Nusaibah, Syazni terasa dakwahnya semakin laju. Jadwalnya teraturrapi, pakaiannya dijaga, makannya disedia. Malah, Nusaibah sangat membantu gerak kerja Syazni semampu mungkin. Setiap kali turun ke lapangan untuk berdakwah, Syazni membawa Nusaibah untuk membantu kerja dakwah seadanya. Kadang-kala letih menghinggapi Nusaibah. Suaminya terlalu kerap keluar berdakwah, seperti mesin yang tiada berhenti.

Namun, inilah yang dia yakini sebelum menikah dengan Syazni. Membantu suami melancarkan gerak kerja dakwah. Nusaibah juga berjaga-jaga takut dirinya pula yang menjadi ganjalan atau penghalang dakwah suaminya.
"Abang, saya bolehkah adek bertanya ?" sapa Nusaibah dalam boncengan motor sewaktu dalam perjalanan ke sebuah perjalanan menuju sebuah acara
"Ya sayang?" jawab Syazni  
"Abang tak pernah membawa adek ke istri tua abang," luah Nusaibah yang sangat ingin berjumpa dengan madunya.
 "Dah sampai sana nanti, kita akan jumpa," Syazni menoleh sedikit ke arah Nusaibah, sambil tersenyum. "benarkah? Dia datang ke acara itu juga," jawab Nusaibah riang.
Hatinya berdebar ingin berjumpa madunya yang banyak membantu Syazni dalam gerak kerja dakwah. Di sudut kecil Nusaibah, dia merendah diri kerana usahanya membantu dakwah suaminya hanya sedikit berbanding dengan isteri pertama Syazni yang banyak membantu selama ini.
Tidak heranlah Syazni aktif dalam dakwah sebelum ini.
 "Kita dah sampai," Syazni, sesampainya ditempat acara daurah sambil membawa tas Syazni berdiri, mengadap ke arah sebuah tempat di hadapan masjid, lalu menoleh ke arah Nusaibah yang berdiri di sebelah kiri sepeda motor.

"Itu isteri pertama abang," Syazni menuding jari ke arah tempat acara tersebut "Mana bang?" Nusaibah mengecilkan matanya, fokusnya mencari arah jari Syazni. "tidak kelihatan bang..," Nusaibah meninggikan sedikit hadapan kakinya. "Siapa nama isteri pertama abang?" Nusaibah sangat berdebar. Syazni tersenyum lebar, memandang Nusaibah penuh tenang. "PERJUANGAN, " jawab Syazni.

Monday, April 20, 2009

Untuk yang sering bertanya dan ditanya kapan nikah??

Bismillah

"kematian adalah suatu kepastian, sedangkan pernikahan adalah kemungkinan,,,mungkin iya,mungkin juga nggak didunia...dan kalaupun tidak didunia,maka semoga diakhirat,,,"

sebuah prolog yang mungkin tepat untuk menggambarkan kecocokan pada bahasan..

seringkali, dan lebih sering saat ini saya membaca dan mendengar bahasan nikah,tidak hanya dipostingan,obrolan dan pertanyaan,,,

dan tahukah,,apa perasaan orang-orang yang bertanya dan ditanya??

Bagi yang sering ditanya...kapan nikah??

hemm,,,macen-macem pasti reaksinya??ada yang cuma cengar-cngir,,manyun,,malu-malu sambil carikan dunk,,,atau seneng sambil jawab,,baru nentuin tanggal nih.

tapi kebanyakan bagi orang-orang yang belum bertemu dengan jodoh, akan merasa sedih, gelisah,resah atau jengah dengan pertanyaan itu...atau udah siap dgn jawaban OGAH,,JANGAN TANYA ITU !!!..

atau menangis diem-diem, sambil berkata dalam hati.."sebenernya mau segera tapi..."

sejuta tapi..mungkin dah tergambar, tertulis dengan rai dalam pikiran dan hati...

ada sejuta gelisah bila ada orang yang tak kunjung menikah..dan ketika keinginan membuncah dan sang jodoh belun juga tiba tentu pertanyaan kapan??itu akan membuat hati itu makin merana...

tapi sebenarnya juga nggak usah terlalu dibesar-besarkan..berfikir positif aja..

bahwa ALLOh telah menentukan seseorang yang tepat, diwaktu yang tepat..

dan juga prolog diatas bisa untuk pegangan agar kita tidak berputus asa..

kalau ada yang tanya,jawab aja, dengan pinter-pinter ngeles..,atau katakan 'INSYAALLOH, bila dah waktunya pasti ana akan menikah..ya kalau nggak didunia semoga diakhirat..mohon doanya aja.."

juga cobalah berfikir posiif, berdoa dan berusaha


Bagi yang sering bertanya Kapan??

cobalah iuntuk lihat kondisi situasi dan psikologi,deuhhh,,ngomong apa ya ane,hehe

apakah pertanyaan itu berdampak positif atau negatif bagi yang ditanya..

dan apakah situasinya juga tepat???

tapi sebenernya ada langkah bagus dari sekedar bertanya,,yaitu antu usaha dan juga do'a,,

betul nggak???

wallahu'alam



*setelah banyak lihat syndrom nikah di beberapa tempat...




Friday, March 27, 2009

Inilah pengakuan orang pasca married,,,*bagi yang ragu utuk segera married,,baca yukk..

http://zahranabita.multiply.com/journal/item/63/JUST_MARRIED.._Thanks_To_Allah.._
ini adalah wujud syukur dari seorang saudari ane didunia maya...yang telah merasakan manisnya pernikahan..moga ini bisa menjadi penyegar pikiran,,
hayoo mantapkan niat dan yang utama ikhlas dan lurusin niat....
tapi jangan lupa juga pernikahan adalah hal yang perlu dipersiapkan,,bukan hanya diinginkan,,okey...
 

Catatan sejarah Jiwa Template by Ipietoon Cute Blog Design