Tuesday, June 1, 2010
GAZA TIDAK MEMBUTUHKANMU
Surat ini bertajuk 'Gaza Tidak Membutuhkanmu!' yang dikirim pada Minggu 30 Mei 2010, atau sehari sebelum serangan Israel. Surat dibuat mantan jurnalis The Jakarta Post ini di atas kapal Mavi Marmara saat masih berada di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.
Saat itu, aktivis Sahabat Al Aqsha dan anggota tim Freedom Flotilla lain tengah menunggu kedatangan tim lain untuk nanti sama-sama berangkat ke Gaza. Namun kabar akan serangan Israel sudah beredar.
"Kami masih menanti, masih tidak pasti, sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran," kata Santi dalam pembukaan suratnya.
Ibu rumah tangga ini berbagi pengalamannya bertemu dengan ratusan orang dengan berbagai latar belakang. Masing-masing dengan gayanya sendiri. Ada anak buah politisi Inggris yang petantang-petenteng, sampai aktivis perempuan muslimah yang pendiam, namun cekatan untuk memastikan semua rombongan bisa makan tepat waktu. Berikut adalah surat lengkap Santi untuk temannya Tommi Satryatomo yang kemudian dipasang di blognya:
Gaza Tidak Membutuhkanmu!
Di atas M/S Mavi Marmara, di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.
Sudah lebih dari 24 jam berlalu sejak kapal ini berhenti bergerak karena sejumlah alasan, terutama menanti datangnya sebuah lagi kapal dari Irlandia dan datangnya sejumlah anggota parlemen beberapa negara Eropa yang akan ikut dalam kafilah Freedom Flotilla menuju Gaza. Kami masih menanti, masih tidak pasti, sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran.
Ada banyak cara untuk melewatkan waktu – banyak di antara kami yang membaca Al-Quran, berzikir atau membaca. Ada yang sibuk mengadakan halaqah. Beyza Akturk dari Turki mengadakan kelas kursus bahasa Arab untuk peserta Muslimah Turki. Senan Mohammed dari Kuwait mengundang seorang ahli hadist, Dr Usama Al-Kandari, untuk memberikan kelas Hadits Arbain an-Nawawiyah secara singkat dan berjanji bahwa para peserta akan mendapat sertifikat.
Wartawan sibuk sendiri, para aktivis – terutama veteran perjalanan-perjalanan ke Gaza sebelumnya – mondar-mandir; ada yang petantang-petenteng memasuki ruang media sambil menyatakan bahwa dia "tangan kanan" seorang politisi Inggris yang pernah menjadi motor salah satu konvoi ke Gaza.
Activism
Ada begitu banyak activism, heroism. Bahkan ada seorang peserta kafilah yangmengenakan T-Shirt yang di bagian dadanya bertuliskan "Heroes of Islam" alias "Para Pahlawan Islam." Di sinilah terasa sungguh betapa pentingnya menjaga integritas niat agar selalu lurus karena Allah Ta'ala.
Yang wartawan sering merasa hebat dan powerful karena mendapat perlakuan khusus berupa akses komunikasi dengan dunia luar sementara para peserta lain tidak. Yang berposisi penting di negeri asal, misalnya anggota parlemen atau pengusaha, mungkin merasa diri penting karena sumbangan material yang besar terhadap Gaza.
Kalau dibiarkan riya akan menyelusup, na'udzubillahi min dzaalik, dan semua kerja keras ini bukan saja akan kehilangan makna bagaikan buih air laut yang terhempas ke pantai, tapi bahkan menjadi lebih hina karena menjadi sumber amarah Allah Ta'ala.
Mengerem
Dari waktu ke waktu, ketika kesibukan dan kegelisahan memikirkan pekejaan menyita kesempatan untuk duduk merenung dan tafakkur, sungguh perlu bagiku untuk mengerem dan mengingatkan diri sendiri. Apa yang kau lakukan Santi? Untuk apa kau lakukan ini Santi? Tidakkah seharusnya kau berlindung kepada Allah dari ketidakikhlasan dan riya? Kau pernah berada dalam situasi ketika orang menganggapmu berharga, ucapanmu patut didengar, hanya karena posisimu di sebuah penerbitan? And where did that lead you? Had that situation led you to Allah, to Allah's blessing and pleasure, or had all those times brought you Allah's anger and displeasure?
Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, sungguh banyak orang yang jauh lebih layak dihargai oleh seisi dunia di sini. Mulai dari Presiden IHH Fahmi Bulent Yildirim sampai seorang Muslimah muda pendiam dan shalihah yang tidak banyak berbicara selain sibuk membantu agar kawan-kawannya mendapat sarapan, makan siang dan malam pada waktunya. Dari para ulama terkemuka di atas kapal ini, sampai beberapa pria ikhlas yang tanpa banyak bicara sibuk membersihkan bekas puntung rokok sejumlah perokok ndableg.
Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, di tempat ini juga ada orang-orang terkenal yang petantang-petenteng karena ketenaran mereka.
Semua berteriak, "Untuk Gaza!" namun siapakah di antara mereka yang teriakannya memenangkan ridha Allah? Hanya Allah yang tahu.
Gaza Tak Butuh Aku
Dari waktu ke waktu, aku perlu memperingatkan diriku bahwa Al-Quds tidak membutuhkan aku. Gaza tidak membutuhkan aku. Palestina tidak membutuhkan aku.
Masjidil Aqsha milik Allah dan hanya membutuhkan pertolongan Allah. Gaza hanya butuh Allah. Palestina hanya membutuhkan Allah. Bila Allah mau, sungguh mudah bagiNya untuk saat ini juga, detik ini juga, membebaskan Masjidil Aqsha. Membebaskan Gaza dan seluruh Palestina.
Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam daftar hamba-hambaNya yang bergerak - betapa pun sedikitnya - menolong agamaNya. Menolong membebaskan Al-Quds.
Sungguh mudah menjeritkan slogan-slogan, Bir ruh, bid dam, nafdika ya Aqsha. Bir ruh bid dam, nafdika ya Gaza!
Namun sungguh sulit memelihara kesamaan antara seruan lisan dengan seruan hati.
Cara Allah Mengingatkan
Aku berusaha mengingatkan diriku selalu. Namun Allah selalu punya cara terbaik untuk mengingatkan aku.
Pagi ini aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri sekedarnya - karena tak mungkin mandi di tempat dengan air terbatas seperti ini, betapa pun gerah dan bau asemnya tubuhku.
Begitu masuk ke salah satu bilik, ternyata toilet jongkok yang dioperasikan dengan sistem vacuum seperti di pesawat itu dalam keadaan mampheeeeet karena ada dua potongan kuning coklaaat menyumbat lubangnya! Apa yang harus kulakukan? Masih ada satu bilik dengan toilet yang berfungsi, namun kalau kulakukan itu, alangkah tak bertanggung-jawabnya aku rasanya? Kalau aku mengajarkan kepada anak-anak bahwa apa pun yang kita lakukan untuk membantu mereka yang fii sabilillah akan dihitung sebagai amal fii sabilillah, maka bukankah sekarang waktunya aku melaksanakan apa yang kuceramahkan?
Entah berapa kali kutekan tombol flush, tak berhasil. Kotoran itu ndableg bertahan di situ. Kukosongkan sebuah keranjang sampah dan kuisi dengan air sebanyak mungkin – sesuatu yang sebenarnya terlarang karena semua peserta kafilah sudah diperingatkan untuk menghemat air - lalu kusiramkan ke toilet.
Masih ndableg.
Kucoba lagi menyiram
Masih ndableg.
Tidak ada cara lain. Aku harus menggunakan tanganku sendiri
Kubungkus tanganku dengan tas plastik. Kupencet sekali lagi tombol flush. Sambil sedikit melengos dan menahan nafas, kudorong tangan kiriku ke lubang toilet.
Blus!
Si kotoran ndableg itu pun hilang disedot pipa entah kemana
Lebih dari 10 menit kemudian kupakai untuk membersihkan diriku sebaik mungkin sebelum kembali ke ruang perempuan, namun tetap saja aku merasa tak bersih. Bukan di badan, mungkin, tapi di pikiranku, di jiwaku.
Ada peringatan Allah di dalam kejadian tadi - agar aku berendah-hati, agar aku ingat bahwa sehebat dan sepenting apa pun tampaknya tugas dan pekerjaanku, bila kulakukan tanpa keikhlasan, maka tak ada artinya atau bahkan lebih hina daripada mendorong kotoran ndableg tadi.
Allahumaj'alni minat tawwabiin
Allahumaj'alni minal mutatahirin
Allahumaj'alni min ibadikassalihin
29 Mei 2010, 22:20
Santi Soekanto
Ibu rumah tangga dan wartawan yang ikut dalam kafilah Freedom Flotilla to Gaza Mei 2010. (fay/nrl)
sumber :http://us.detiknews.com/read/2010/05/31/152331/1366781/10/tulisan-santi-sehari-sebelum-mavi-marmara-diserang-israel
Wednesday, November 11, 2009
Wednesday, January 21, 2009
Bantu palestina dengan hanya "mengklik..." ( ayo..lakukan...hal kecil tapi mg berarti )
sekali klik kita dah nymbang 100 rupiah..
yah walau kecil kl intens..mg bermanfaat...
hayuuuuuuuukk..bergerak..!!!
Tuesday, January 13, 2009
Letter from Israel Kid to Palestinian kid... with LOVE
Oleh : Redaksi 13 Jan, 09 - 9:00 pm
“Ketika kamu mendekati suatu kota untuk kau perangi maka ajaklah untuk damai. Kalau (warga) kota menjawab ajakan damai dan kota dibuka untukmu, maka semua bangsa yang ada di dalamnya menjadi milikmu untuk kau tundukan dan kau perbudak untukmu. Kalau (kota itu) tidak menyerahkan diri kepadamu, bahkan melakukan perang denganmu maka kepunglah. Apabila Tuhanmu mendorongnya ke tanganmu maka bunuhlah semua laki-laki dengan mata pedang. Sedangkan kaum wanita, anak-anak, binatang ternak dan semua yang ada di dalam kota, semua rampasannya jadikanlah rampasan untuk dirimu. Makanlah rampasan musuh-musuhmu yang diberikan Tuhan-mu untukmu.”
Ayat-Ayat cinta Talmud
“Dinasti Bush adalah dinasti Yahudi dan mereka menjadikan Talmud sebagai kitab sucinya. Adalah salah besar menyangka mereka sebagai keluarga Kristiani. Mereka menunggangi kekristenan untuk menipu warga Kristen dunia. Padahal, mereka merupakan keluarga Talmudis yang taat, ” demikian Texe Marrs.
Kita tentu sudah banyak mendengar tentang Talmud. Namun belum banyak yang mengetahui apa saja ayat-ayatnya. Berikut kami tampilkan sejumlah ayat-ayat Talmud yang menjadi dasar segala tindakan kaum Zionis terhadap orang-orang non-Yahudi (Ghoyim atau Gentilles), dan darinya Anda akan bisa “memahami” mengapa kaum Zionis selalu saja mau menang sendiri, selalu mengkhianati perjanjian, dan sebagainya.
one million arabs are not worth a jewish fingernail
“Orang-orang non-Yahudi diciptakan sebagai budak untuk melayani orang-orang Yahudi.” (Midrasch Talpioth 225)
“Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil mungkin.” (Zohar II, 4b)
“Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi yang sakit.” (Orach Chaiim 57, 6a)
“Tuhan (Yahweh) tidak pernah marah kepada orang-orang Yahudi, melainkan hanya (marah) kepada orang-orang non-Yahudi.” (Talmud IV/8/4a)
“Di mana saja mereka (orang-orang Yahudi) dating, mereka akan menjadi pangeran raja-raja.” (Sanhedrin 104a)
“Terhadap seorang non Yahudi tidak menjadikan orang Yahudi berzina. Bisa terkena hukuman bagi orang Yahudi hanya bila berzina dengan Yahudi lainnya, yaitu isteri seorang Yahudi. Isteri non-Yahudi tidak termasuk.” (Talmud IV/4/52b)
non jewish is not human
“Orang-orang Yahudi harus selalu berusaha untuk menipudaya orang-orang non-Yahudi.” (Zohar I, 168a)
“Jika dua orang Yahudi menipu orang non-Yahudi, mereka harus membagi keuntungannya.” (Choschen Ham 183, 7)
“Tetaplah terus berjual beli dengan orang-orang non-Yahudi, jika mereka harus membayar uang untuk itu.” (Abhodah Zarah 2a T)
“Tanah orang non-Yahudi, kepunyaan orang Yahudi yang pertama kali menggunakannya.” (Babba Bathra 54b)
“Setiap orang Yahudi boleh menggunakan kebohongan dan sumpah palsu untuk membawa seorang non-Yahudi kepada kejatuhan.” (Babha Kama 113a)
IDF is praying
“Orang Yahudi boleh mengeksploitasi kesalahan orang non-Yahudi dan menipunya.” (Talmud IV/1/113b)
“Orang Yahudi boleh mempraktekan riba terhadap orang non-Yahudi.” (Talmud IV/2/70b)
“Ketika Messiah (Raja Yahudi Terakhir atau Ratu Adil) dating, semuanya akan menjadi budak-budak orang-orang Yahudi.” (Erubin 43b)
Ketaatan mutlak kepada para rabbi sebagai pemegang otoritas tafsir Talmud. “Barangsiapa tidak taat kepada rabbi mereka akan dihukum dengan cara dijerang dalam kotoran manusia yang mendidih di neraka”. Erubin 2b.
Boleh melakukan kejahatan asal tidak dikenali sebagai Yahudi. “Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan kejahatan (zina[?]), maka hendaklah ia pergi ke suatu kota di mana ia tidak dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu di sana”. Moed Kattan 17a.
pray while killing
Orang Non-Yahudi adalah budak pekerja sukarela. “Seorang Yahudi tidak wajib membayar upah kepada orang kafir yang bekerja kepadanya”. Sanhedrin 57a.
Di mata hukum, orang Yahudi memiliki kedudukan lebih tinggi dari pada Non-Yahudi. “Jika lembu seorang yahudi melukai lembu orang Kan’an, tidak perlu ada ganti rugi. Jika lembu orang Kan’an melukai lembu orang Yahudi, maka orang itu wajib membayar ganti rugi sepenuh-penuhnya”. Baba Kamma 37b.
Harta benda milik orang Non-Yahudi adalah hak milik yang halal bagi orang Yahudi. “Tuhan tidak mengampuni orang yahudi yang mengawinkan anak perempuannya kepada orang tua, atau memungut menantu bagi anak laki-lakinya yang masih bayi, atau mengembalikan barang hilang milik orang Cuthea (kafir, bukan Yahudi)”. Sanhedrin 57a.
Mencuri dan membunuh orang Non-Yahudi adalah halal. “Jika seorang Yahudi membunuh seorang Cuthea, tidak ada hukuman mati. Apa yang dicuri oleh seorang Yahudi boleh dimilikinya”. Sanhedrin 57a. “Kaum kafir adalah di luar perlindungan hukum dan Tuhan membukakan uang mereka untuk Bani Israel”. Baba Kamma 37b.
IDF at Wailing Wall
Bangsa Non-Yahudi adalah najis dan setara dengan binatang. “Semua anak keturunan orang kafir (bukan Yahaudi) tergolong sama dengan binatang”. Yabamoth 98a. “Anak perempuan orang kafir (bukan Yahudi) sama dengan ‘niddah’ (najis) sejak lahir”. Abodah Zarah 36b. “Orang kafir (bukan Yahudi) lebih suka berhubungan seks dengan lembu”. Abodah Zarah 22a-22b.
Bangsa Yahudi adalah manusia pilihan sedang Non Yahudi adalah sampah yang mesti dimusnahkan. “Engkau disebut manusia (Adam), tetapi ‘goyim’ tidak disebut sebagai manusia”. Ezekiel 34:31. “Inilah kata-kata dari Rabbi Simeon ben Yohai, ‘Tob shebe goyim harog’ (Bahkan goyim yang baik sekalipun seluruhnya harus dibunuh)”. Perjanjian Kecil, Soferim 15, Kaedah 10.
Z.A. Maulani, Zionisme: Gerakan Menaklukkan Dunia
Inilah sebagian kecil dari ayat-ayat hitam Talmud. Inilah landasan ideologis kaum Zionis dalam hidupnya. Setiap hari Sabtu yang dianggap suci (Shabbath), mereka mendaras Talmud sepanjang hari dan mengkaji ayat-ayat di atas. Mereka menganggap Yahudi sebagai ras yang satu-satunya berhak disebut manusia. Sedangkan ras di luar Yahudi mereka anggap sebagai binatang, termasuk orang-orang liberalis yang malah melayani kepentingan kaum Zionis. (eramuslim/ZAM)
Monday, January 12, 2009
Perang Al-Furqan, Perang Pertama Palestina – Israel
l |
| |
|
Muhammad Abu Rasyid Setelah 14 hari perang Al-Furqan digelar, militer Israel tidak berhasil mewujudkan 5 prioritas yang mereka inginkan; yakni target politik dan target militer. Kecuali hanya membunuh sebanyak mungkin warga sipil dan anak-anak. Roket perlawanan Palestina makin gencar menyerang Israel. Pasukan Israel menyerang wilayah-wilayah kosong dan sudut kota. Sejak Senin pekan lalu Israel berusaha merangsek masuk Jalur Gaza namun menghadapi perlawanan Palestina yang sangat tangguh. Perang ini telah memberikan pengaruh besar di level politik dan militer. Militer Israel terus menyerang sipil Palestina dan tidak akan bisa keluar dari dilematisnya sekarang kecuali apabila komitmen dengan syarat-syarat gencatan senjata; yakni membuka perlintasan-perlintasan di sekitar Jalur Gaza terutama Rafah. Perang Al-Furqan (Pembeda) adalah perang pertama Palestina dengan Israel: - Ini perang antara dua pihak; pihak yang menyerang yakni Israel dan pihak yang membela diri yakni pasukan perlawanan Palestina terutama Hamas. Operasi sebelumnya hanya operasi “fidaeyah” serangan atau pembelaan lokal, namun tidak berujung kepada perang. - Pertama kalinya Israel berusaha menyerang wilayah Palestina dan gagal. Semua kejahatan Israel sejak tahun 1948 dan sebelumnya dimana Yahudi menyerang dan menguasai sejumlah wilayah dikosongkan dari warga Palestina dengan membunuh atau dengan mengusirnya. Bahkan hingga pada saat dibentuk pasukan organisir yang bertanggungjawab menjaga wilayah Palestina seperti pasukan Mesir, mereka tidak bertahan baik di tahun 1956 atau 67. - Dalam perang ini pihak Palestina berpegang teguh kepada Allah, kemudian terhadap kepercayaan diri. Di level militer, kita dicengangkan oleh faksi-faksi perlawanan dalam produksi senjata mereka secara lokal. Jenisnya banyak dan jarak tempuhnya dikembangkan. Hebatnya, itu dikembangan di bawah tanah dan tanpa bantuan ahli dari Jerman atau lainnya. Bahkan tanpa memotong dan memangkas anggaran pendidikan dan kesehatan. Sungguh sebuah kebanggan baik Palestina, Arab dan Muslim. - Roket-roket perlawanan Palestina sudah menembus wilayah-wilayah Israel yang menciptakan krisis seperti di Asqelan, Asdod, Berseba. Kota-kota ini belum pernah merasakan pahit perang sejak dulu. Tiba-tiba kota-kota ini digempur dengan 700 – 800 roket pertama kali. Aktifitas bisnis dan pendidikan dihentikan segera. Bahkan ini pertama kalinya dalam konflik Arab Israel dimana roket Palestina bisa menembus ke pangkalan udara militer Israel Hatsarem dan Tel Nov, pangkalang militer udara Israel terbesar. Israel tidak pernah bermimpin roket Palestina menembus kota-kota itu. - Ketegaran rakyat Palestina tidak pernah setegar ini. Ya, manusia pasti menangis karena kehilangan kekasihnya dari keluarga dan anak-anak. Namun itu bukan tangis keluh kesah, penolakan dan penyesalan. Kita tidak pernah dengar seorang warga Palestina mengatakan “kenapa kita tidak memperpanjang gencatan senjata” mereka tidak pernah mengecam dan mencela perlawanan Palestina. Mereka menuduh Hamas bertanggungjawab sama saja menuduh rakyat Palestina. - Ini pertama kalinya dalam konflik Arab Israel dimana rakyat Palestina tidak peduli dengan keputusan DK PBB. Pertama kali Palestina dan Arab belajar keputusan DK PBB adalah keputuan 242 dan 194 dan lain-lain. Namun kali ini, perlawanan Palestina terutama Hamas menyambut keptuusan ini dengan dingin dan menyatakan bahwa hal itu tidak sesuai dengan cita-cita rakyat Palestina. Sementara Abbas yang habis masa jabatannya sejak 9 Januari 2009 dan antek-anteknya menyambut keputusan itu dengan menyambutnya dengan baik. - Sikap pemerintah Arab resmi berbeda kali ini. Tidak ada dukungan tidak dana. Yang bisa mereka lakukan hanya ke DK PBB. Keluarnya keputusan DK PBB bukan sebuah capaian. Setelah sepekan ramai di DK PBB, Menlu AS tidak melibatkan Amr Mosa dan Menlu Qatar dalam pertemuan DK PBB. - Sementara Mesir, kalau tidak diberitahu soal detail peristiwa perang, mereka tidak akan mengumumkan perang dari kantor presiden. Kalau Mesir tidak menutup Rafah maka kita tidak akan percaya bahwa Mesir mengatakan kepada delegasi Eropa bahwa Hamas tidak boleh menang. Mesir menegaskan bahwa hak Israel untuk menyetujui siapa yang masuk ke Jalur Gaza. Artinya menurut Mesir, Israel memiliki hak terhadap orang yang masuk Jalur Gaza. Mesir melarang di saat perang masuknya sipil ke wilayah mereka dan ini bertentangan dengan undang-undang inetrnasional. Anehnya, Menlu Mesir menyatakan akan mematahkan kaki warga Palestina yang masuk melalui perbatasan. Mesir hanya menunggu hancurnya Hamas. (bn-bsyr) sumber: www.info palestina |
Monday, January 5, 2009
ayo..peduli saudara di palestina dengan pulsa yang enkau punya !!!!
Buat anda yang tergerak untuk membantu saudara-saudara kita di Gaza, sekarang bisa menyalurkan bantuan berupa dana melalui SMS. Caranya, ketik MERC PEDULI., kirim ke 7505.
Sejak ditetapkan sebagai sms donasi yang diamanahkan khusus Palestina pada tanggal 29 Desember 2008, tercatat sampai hari Senin (3/1) jumlah sms donasi yang masuk sebanyak 52.002 sms atau setara dengan Rp 255.035.000,- (Sumber: http://www.mer-c.org)
Program sms donasi ini merupakan layanan yang disediakan oleh Departemen Sosial RI bekerjasama dengan sejumlah operator seperti Telkomsel, Indosat, Flexi, Esia, XL dan Mobile-8. Untuk Telkomsel, Indosat, Flexi, Esia, tarif sms adalah Rp 6.600,- sudah termasuk donasi Rp 5.000,- ditambah biaya operator dan PPn. Sementara untuk pengguna XL dan mobile-8 tarif sms adalah Rp 5.000,- sudah termasuk donasi Rp 3.750,- ditambah biaya operator dan PPn.
Jika ada sejumlah gangguan dalam layanan sms donasi ini seperti layanan yang tidak dapat di akses, pemotongan pulsa yang agak terlambat dan lainnya. Hal ini terjadi semata-mata karena trafik sms yang sangat tinggi selama beberapa hari ini.
Ayo! berpartisipasi baik dengan memberi sumbangan melalui layanan sms donasi ini maupun membantu menyebarluaskannya. Bagi masyarakat yang ingin mengecek trafik donasi, silahkan mengunjungi http://donasi.depsos.go.id.
Jangan sia-siakan pulsa kita untuk hal-hal yang tak berguna...
ayo, yamg lagi kaya pulsa..wajib nih..
yang nggak punya, cepet belii..dan ingat saudara2 kita
Friday, January 2, 2009
Kartun tentang Palestina vs israel
Seperti dikutip dari situs factjo.com, Senin (4/8/2008), kartun yang menggambarkan persetruan anak Israel dan Palestina lah yang menjadi pemenang lomba tersebut.
Kartun itu kemudian diberikan judul seperti judul film Jet Lee yang terkenal “Once Upon A Time in China” yang kemudian diplesetkan menjadi “Once Upon A Time in Rafah”. Rafah adalah nama salah satu kota di Palestina yang kini sedang mengalami ketegangan antara Palestina dan Israel.
Ide pembuatan kartun itu sendiri tercetus dan direfleksikan dari perasaan benci kaum Zionis Yahudi terhadap Palestina yang kemudian menurunkan kebencian itu hingga ke anak-anak mereka sampai pada tahap yang paling benci.
Dalam gambar kartun itu juga terjadi percakapan antara anak kecil berbendera Israel yang sedang menunjuk seorang bocah yang membawa bendera Palestina yang sudah compang-camping.
Dalam dialog kedua anak itu disebutkan;
Anak Israel: “Ayah saya berkata kepada ku jika kalian orang Arab adalah teroris paling kejam!
Anak Palestina: Ayah saya tidak mengatakan apa-apa. Karena dia telah tewas dibunuh bangsa kalian!
Sumber
Tuesday, December 30, 2008
PErang Napas Panjang
Yasen Izzuddin
Israel masih terus melakukan eskalasi serangan ke Jalur Gaza sesuai rencana yang mereka buat sejak enam bulan lalu. Serangan ini dilakukan setelah mereka yakin blokade terhadap Jalur Gaza tidak membuahkan hasil yang mereka inginkan. Karenanya harus ada alternatif. Seruan terhadap ribuan pasukan cadangan dan mobilisasi opini publik agar bersiap melakukan perang panjang mengisyaratkan bahwa perang kali bukan sekedar bertujuan menghentikan roket perlawanan Palestina.
Apa lantas tujuan Israel kali ini? Apa tahapannya? Apa alternatif bagi perlawanan Palestina? Bagaimana kita membantu dan menduukung perlawan Palestina dalam perangnya melawan Israel?
Niat dan tujuan Israel
Tujuan Israel dalam perang kali ini bukan sekedar menghentikan roket perlawanan. Sebab itu bisa dilakukan dengan memperpanjang gencatan senjata dan membebaskan blokae. Israel selalu melihat bahaya perlawanan Palestina yang terus mempersenjatai diri. Karenanya sejak awal Israel berusaha memaksakan syarat “hentikan penylundupan senjata” dalam kesepakatan gencatan senjata. Setelah mereka gagal di sini, mereka mulai menyerang Jalur Gaza seperti sekarang ini.
Serangan Israel ke markas kepolisian di Jalur Gaza tidak mempengaruhi kekuatan perlawanan. Sebab memang sulit menyerang dengan target markas perlawanan di Jalur Gaza. Karenanya, Israel ingin mengkloning eksperiman “teror dan hantam secara psikologi” seperti yang dilakukan Amerika ketika menyerang Irak. Israel berharap Hamas dan perlawanan akan hancur tanpa melalui perang hakiki seperti yang terjadi dalam perang menghadapi Saddam Husain. Ini bisa kita lihat bagaimana media Israel memprovokasi warga sipil Palestina agar menyalahkan dan menyerang Hamas. Bahkan Israel ingin menciptakan konflik internal setelah perang kali ini. Sehingga kemampuan Hamas terkuras habis.
Perang kali ini juga mengharuskan kita menengok proyek Israel – Amerika setelah lima tahun terakhir mereka menyerang Irak, Libanon, Afaganistan dan Somalia. Proyek menghancurkan “negara perlawanan” di Gaza menurut mereka amat darura dilakukan. Sebab gerakan Hamas memiliki popularitas paling tinggi. Eksistensi Hamas di Gaza sangat mengancam proyek Israel Amerika. Apalagi menurut mereka Hamas dari sisi senjata masih lemah dan tidak memiliki dukung Arab yang kuat. Ditambah letak geografis Jalur Gaza.
Berdasarkan realitas di atas, kita harus menunggu kondisi terburuk dari Israel. Mereka menyerang markas-markas polisi dan dianggap serbagai operasi yang berhasil dan cerdas. Namun ini menunjukkan mereka terjepit dalam dilematis karena mereka tidak berhasil menghcurkan proyek perlawanan. Hingga sekarang Israel belum menggunakan seluruh kekuatannya. Dalam peperangan ini Israel masih mengerahkan 60 pesawat tempurnya di hari pertama yang merupakan 10 persen dari kekuatan udara Israel.
Adapun model perang Israel kali ini adalah sebagai berikut:
- Israel siap perang panjang selama beberapa pekan meski mereka rugi nyawa dalam batas relatif. Namun kemungkinan ketegaran mereka sangat rendah menghadapi kerugian itu.
- Israel hanya mengandalkan serangan udara hingga sekarang.
- Tidak ada dimulai perang darat kecuali jika semua target serangan udara tercapai. Serangan darat akan dilakukan dalam dua bentuk:
- Serangan luas di seluruh wilayah Jalur Gaza dan ini akan memakan korban nyawa yang banyak. Perang seperti ini akan segera berakhir jika spirit perlawanan menurun.
- Serangan bertahap dimana Israel akan menguasai wilayah perbatasan. Kemudian jika ada perlawanan di depan mereka yang lemah maka Israel akan maju ke wilayah lain. Dan demikian seterusnya. Model serangan ini akan mengurangi kerugian pasukan Israel. Namun kelemahannya gaya perang ini akan lama yang tidak sepadan dengan kemampuan pasukan Israel.
- Israel berusaha fokus dalam serangannya menghancurkan pos-pos pemerintah dan infrastruktur yang terkait dengan Hamas. Ini untuk mencari lagalitas internasional dan meyakinkan kelompok moderat Arab bahwa adalah kepentingan bersama dalam perang kali ini.
Alternatif bagi perlawanan
Tidak ada banyak pilihan bagi perlawanan kecuali melewati perang dengan seminim mungkin menekan kerugian dan menggagalkan target-target Israel. Pada saat yang sama mereka harus menciptakan capai-capaian berikut:
- Tetap tegar dan memperpanjang peperangan. Semakin lama perang, militer Israel semakin terbebani dan semakin kuat tekanan internasional terhadap mereka. Karena roket perlawanan adalah ujung tombak perlawanan, roket ini harus menembus dan mengenai sasarannya. Yang penting keberlanjutan serangan roket ini.
- Ujian ril perlawanan adalah mulai perang darat. Di sini perlawanan akan melakukan tiga tugas: pertama, menghalangi pasukan Israel dalam jangka yang lebih panjang. Kedua, memasang banyak ranjau. Terakhir, memukul serangan Israel melalui roket dan serangan lainnya.
- Keberlanjutan serangan ke titik dalam Israel dan menciptakan kerugian nyawa di kalangan mereka. Meski sehari roket perlawanan bisa membunuh satu orang Israel selama 10 hari itu lebih baik daripada dalam sekali serangan. Dari sisi psikologi ini lebih berpengaruh di pihak Israel.
- Perlawanan harus bisa menjatuhkan sebuah pesawat Israel dan menghancurkan tank atau menawan pasukan Israel. Ini dilakukan untuk menciptakan dilamatis Israel dan mencari dukungan dari Arab oleh Palestina yang terdlalimi.
Bagaimana membantu
Aksi kecaman terhadap Israel harus terus dilakukan oleh publik dan massa di negara-negara Arab dan Islam. Demikian juga aksi dukungan terhadap perlawanan harus dilakukan tanpa henti. Sehingga semua warga Palestina akan keluar membawa dan melempar batu dan pecahan botol dan kaca ke arah Israel. Terutama di Tepi Barat. Hal ini juga akan menimbulkan prakarsa pribadi dari warga Palestina untuk melakukan serangan ke Israel seperti bom syahid dan serangan merebut mobil.
Publik Arab juga harus menekan Israel. Jika mereka diam sama saja mereka setuju dengan kejahata Israel.
Kesimpulan
Berbagai indikasi menunjukkan, kejahatan dan brutalisme Israel di Jalur Gaza akan berlangsung lama. Sehingga perlawanan Palestina harus siap dengan segala kemungkinan dan mereka harus mampu bertahan di tengah pertempuran dan menyerang Israel secara fisik dan non fisik. Semua kita harus mendukung perlawanan itu. Yang menang dalam perang ini adalah yang memiliki nafas panjang dan memiliki kemampuan mengadapi musuh secara berkesinambungan..http://www.infopalestina.com
ACT kirimkan Humanity Relief Team untuk Palestina
Jakarta, Selasa (30/12). Kalkulasi terakhir lebih dari 367 warga Palestina di Gaza menjadi korban keganasan agresi Israel, sementara lebih dari 1700 orang luka-luka. Agresi Israel yang beruntun mulai dari Sabtu (27/12) hingga hari ini pun telah menuai banyak kecaman dari dunia internasional.
Lebih dari 200 pesawat tempur F 16 Israel meraung-raung di atas langit Gaza. Mereka melancarkan serangan besar-besaran, menewaskan warga sipil Palestina yang tak berdosa.
Kondisi ini diperparah dengan terputusnya aliran listrik di Gaza akibat blokade Israel serta habisnya obat-obatan di sejumlah rumah sakit, mengakibatkan jumlah korban yang jatuh lebih banyak. Sampai saat ini pun rumah sakit di Gaza sudah tidak bisa menampung korban yang berjatuhan.
“Bencana alam bukanlah satu-satunya yang menjadi fokus kepedulian ACT. Tragedi kemanusiaan seperti yang terjadi di Palestina juga merupakan fokus kepeduliaan ACT sebagai tanggung jawab moral untuk turut membantu rakyat Palestina, oleh karena itu kami akan kirimkan tim untuk bantu rakyat Palestina” ujar Sigit Iko Sogondo, Partnership Sr. Manager ACT.
ACT akan kembali mengiirimkan Humanity Relief Team yang di gawangi oleh Yayat Supriyatna membawa bantuan Anda untuk membantu saudara kita di Palestina yang didera bencana kemanusiaan atas kekejaman Israel.
Saat ini, rakyat Palestina didera penderitaan yang tidak terperi, mulai dari kehilangan rumah, sanak saudara, kekurangan bahan pangan dan kesulitan mendapatkan penanganan kesehatan.
Mari peduli dan bantu rakyat Palestina!
Salurkan bantuan Anda melalui:
Rekening SOS Palestine
a.n. Aksi Cepat Tanggap
1. BCA # 676 030 0860
2. BSM # 101 000 5557
3. Permata Syariah #0971 001224
Monday, December 29, 2008
Masjid dan Pemukiman, Sasaran Pesawat Israel 350 Gugur, Sejumlah Keluarga Habis, 1700 Luka-luka di Gaza
|
Gaza – Infopalestina: Jumlah korban dalam serangan udara Israel dan laut Israel di Jalur Gaza, dimana masjid dan permukiman penduduk menjadi sasaran mencapai 350 orang. Sementara korban luka-luka hingga kini mencapai 1650 orang, 300 di antaranya luka-luka berat. Kemarin malam Ahad, pesawat tempur Israel dan kapal tempurnya menggempur wilayah barat kota Gaza sehingga korban meninggal. Sumber-sumber Palestina menyebutkan bahwa pesawat Israel jenis F-16 buatan Amerika, heli tempur dan kapal temur Israel menyerang wilayah tersebut. Dr. Basem Naeem, Menkes Palestina menyebutkan bahwa korban akibat seragan Israel sejak Sabtu kemarin luasa (27/12) diperkirakan akan meningkat tajam. Apalagi lebih dari 180 luka-luka dalam kondisi parah dan masih ada puluhan syuhada yang tertimbun dalam reruntuhan bangunan yang diserang Israel. Dalam konferensi persnya Ahad sore kemarin (28/12) ia menegaskan bahwa udara Gaza diselimuti oleh kabut hitam dan pesawat Israel. Sementara bumi Gaza penuh dengan syuhada, korban luka-luka dan kehancuran di sana-sini. Ia juga menegaskan bahwa telah terjadi penurunan persediaan obat-obatan dan layanan kesehatan yang bekerja di bagian unit gawat darurat. Bahkan ada 105 jenis obat, 225 jenis peralatan kesehatan dan 93 bahan khusus untuk lab semuanya persediannya nol. Basem menegaskan bahwa 50 persen mobil ambulan tidak bisa dioperasikan karena spearpartnya tidak tersedia karena blokade dan kekurangan bahan bakar. Semuanya terjadi di tengah dunia yang bungkam. Ia menegaskan, pasukan Israel menyerang lembaga-lembaga dan pusat layanan umum. Bahkan sejak awal yang diserangan adalah lembaga sosial dan rumah-rumah penduduk. Basem meminta kepada tim kesehatan Arab untuk segera pergi ke Gaza untuk memberikan bantuan kepada rakyat sipil. Soal sejumlah korban yang dievakuasi keluar Gaza dan pernyataan sejumlah pejabat Arab yang tidak bertanggungjawab, ia menegaskan bahwa evakuasi bisa membahayakan karena kondisi luka sangat hebat. Karenanya, ia mengecam tindakan yang menyebabkan enam orang sipil Palestina yang gugur di Areys, Mesir. Evakuasi akan dilakukan apalagi kondisi memungkinkan dan mobil ambulan Mesir harus memberikan bantuannya. Namun pihak Mesir menolak hal itu karena pertimbangan politik. Ia menegaskan bahwa sejumlah tim medis Arab siap pergi ke Gaza dan sebagian lagi masih berada di Mesir yang pemerintahannya melarang mereka pergi ke Gaza. Bahkan Mesir juga melarang bantuan medis Arab yang akan disalurkan ke Gaza. Basem menyampaikan terimakasihnya kepada negara-negara yang memberikan bantuannya terutama Qatar, Saudi, Libia. Ia meminta Mesir agar mempermudah sampainya bantuan ke Gaza dan membuka perlintasan untuk masuknya tim medis. Akankah kita berdiam diri!!!
|
Sunday, November 30, 2008
'The people of Gaza are stripped of their dignity!'
A Real Humanitarian Crisis!
For more than three weeks now, Gaza's 1.5 million residents have been enduring one of the most difficult times in more than 18 months, since Israel enforced a crippling blockade on the coastal region after Hamas seized the Strip in June 2007.
These difficult times can be observed at many levels, beginning with the ordinary people through the largest international organizations, like the United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees or UNRWA.
"It is unprecedented that we ran out of food. Yes, we did for 10 days now", Mr. Ging explained in an earlier interview this Monday, when Israel allowed in some shipments of food, commodities, medicines and fuel to generate electricity. This was the first in three weeks.
The UNRWA has been providing food assistance, medical care, education and sanitation services to Gaza's 700,000 registered refugees for six decades now.
Bread Shortage
The conditions facing Gaza’s population are truly unprecedented. Hassan Al-Sha'er, who has a car accessories store on the Salah Eldin main road in central Gaza Strip, had to have a late breakfast without any bread.
"My partner toured the town to bring some bread but he did not find any; that’s why, as you see, we had to fill empty stomachs without bread", Hassan said.
Hassan was not the only person without bread, there may very well have been thousands more who found no bread to eat. Mustafa Albanna, owner of the largest bakery in central Gaza Strip, complained to IslamOnline.net about his inability to supply bread for more than three whole days.
"We headed to nearby gas stations to bring in the needed gas to run our bakery, but we could not, because of the lack of gas, so we are forced to stay idle without work," 70-year-old Mustafa said.
The Albana bakery used to produce 12,000 pieces of bread per hour, before the cooking gas was finished about three weeks ago.
To cope with the inability of bakeries to supply them with their children's bread on a regular basis, the people of Gaza have been forced to resort to a very old life-style.
Abu Abdallah Abu Mashaiyekh is a 57-year-old resident of the Maghazi refugee camp in central Gaza Strip. Recently, he designed a stove fuelled by gasoline, in order to roast bread and cook food for his 12-member family.
"What can I do? I have to resort to this otherwise, my family can not make bread or cook food. Truly, this type of stove was used by my family fifty years ago and now with no gas, no electricity and nothing, I have been forced to make this," Abu Abdallah told IslamOnline.net, while taking care of his stove.
In the same refugee camp, Mohammad Hammad's mother has been cooking with a wood stove for the past two months.
"We are tired of this life-style, but what can we do, we need to survive. However, we are bearing with this risky environmentally-unfriendly stove. We are now getting much more tired as we can not find wood to fuel it. The carpenters have been completely shut down and wood shipments have not been allowed in for the past three weeks, but thanks to Allah for everything".
Health Dilemma
Not only are food supplies are tight nowadays, but also health services and proper medications are in short supply. At the largest southern Gaza Strip hospital, the European-Gaza hospital, doctors complain of the lack of much-needed medicine for chronically-ill patients at these particular times.
Dr. Zaki Azzaq Zouq, an oncologist, explained, "There is a widespread shortage of essential medical supplies which we used to give to patients prior to the blockade. Currently, there are no tools for physicians to treat patients who suffer from lung, stomach, colon or brain cancer."
The Desperate Coming Eid
As Muslims worldwide will be soon marking their second major Muslim `Eid Al-Adha , where adult Muslim men should slaughter a sheep or goat, following the Sunnah and the tradition of Prophet Ibrahim (peace and blessings be upon him) some thousands of years ago, the people of Gaza are apparently unable to do so.
In the same densely-populated refugee area of central Gaza Strip, hundreds of men gathered on Thursday morning in the local livestock weekly market on the outskirts of the Alburaij refugee camp.
"Allah does not oblige people to do things beyond their capacities. The prices are very high and unaffordable, but I will see whether or not I can buy a sheep for this `Eid," said Mohammad Sarsour, a 50-year-old refugee residing at the camp.
The largest livestock supplier in the Middle area, Ra'fat Weshah, confirmed that the people's purchase power has sharply decreased over the past eight years, particularly during the last 18 months.
"In the past, we used to sell more than 1300 livestock during the `Eid season, but now as you see we have only 90 livestock in this pen. Over the past 18 months, we have been unable to import from abroad, mainly Australia. Of course, this is all because of the blockade", he said.
What can the people of Gaza do? They can do nothing but try to preserve some of their dignity.
Time to Help
The Palestinians are in desperate need of food and medical supplies, and above all psychological support.
It is time to help our brothers and sister in Palestine, especially, that we are very close to `Eid, and one of our roles as Muslim youth is to try and think of ways to draw a smile on these innocent faces. This can be done by giving a helping hand, some time, effort or money.
Islamic Relief & Muslim Aid launched an appeal to assist the Palestinian victims.
For more information on the two appeals and both organizations response to this humanitarian crisis - click here:
Islamic relief: http://www.islamic-relief.com/NewsRoom/NewsDetails.aspx?catID=3&newsID=159
Muslim Aid: http://www.muslimaid.org/index.php/what-we-do/current-campaigns/gaza
Source: http://www.islamonline.net/servlet/Satellite?c=Article_C&cid=1227792505357&pagename=Zone-English-Youth/YTELayout
======================================
People at Indonesia can use KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina - Indonesian Solidarity for the Palestine Solidarity) to facilitate your donation
http://www.kispa.org/index.php
Salurkan Infaq Peduli Al Aqsha
Ke Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang Slipi
No. Rek. 311.01856.22 an Nurdin QQ KISPA
