Saturday, August 30, 2008

Marhaban ya Ramadhan, ayo bayar hutang

Bulan Mulia telah tiba
Bulan obral pahala,maghfiroh, kemuliaan
Terhatur rasa syukur atas dipertemukan dengan bulan ini
Terucap maaf lahir batin atas segala kekhilafan
Dan mohon keikhlasan atas segala yang tidak berkenan..

Bila ada hutang yang belum terbayar mohon diingatkan
Tapi bila ada yang berhutang ana kasih tegang waktu dah,
Pun begitu sebaliknya,hehe

Tapi kalau hutang puasa ya harusnya udah lunas dong..

Thursday, August 28, 2008

[none]











...Keluarga-keluarga baru








Pernah tidak membayangkan
mempunyai keluarga yang tidak mempunyai ikatan darah sama sekali
dengan kita ( dalam konteks, bukan karena pernikahan juga )


Kalau iya, bagaimana
perasaan anda?


Tentu senang dunk..


Itupun yang terjadi dengan
saya


Karena keserakahan saya
siapapun yang saya kenal terutama yang pernah membantu saya ataupun
dengan orang yang terbuka dengan saya pasti saya akan mengganggap
sebagai keluarga…


Kan sesama muslim itu
bersaudara..?"sesungguhnya setiap mukmin itu bersaudara


( Q.S Al hujurat : 10 )


Dan saya merasa ikatan
ukhuwah atas dasar Islam itu lebih indah dan lebih kuat daripada
sekedar ikatan darah, walau bukan berarti kita mengesampingkan
keluarga.


Tapi bagaimana kita bias
menyelaraskan setiap muslim itu sebagai keluarga kita.


Dan yang namanya keluarga
itu bukan hanya keluarga ketika bahagia saja melainkan sebaliknya
juga





Demikian juga
kelurga-keluarga baru saya saat ini


Teman-teman seaktivitas,
keluarga teman, bahkan sebuah keluarga yang murni welcome menganggap
saya keuarga. Yang setiap saat saya bias dating dan pergi, yang siap
meminjamkan pundaknya bila saya bersedih, yang siap mendorong saya
ketika saya mundur, yang siap menampung saya ketika saya terbuang..





Terharu juga dengan setiap
cinta yang mereka beri


Terfikirkan juga bagaimana
untuk membalasnya


Teruntai doa atas segala
pengorbanan dan kasih sayangnya





Sungguh sesuatu yang
menyadarkan saya


Atas indahnya cinta, tentang
hakikat ukhuwah


Dan indahnya berbagi





Pernah dalam sebuah
percakapanku dengan salah seorang penulis yang lulusan psikologi,
menanyakan kedekatanku dengan seorang ummahat. " murobbinya ya?"


" Bukan, ya tapi dah
seperti keluarga juga. Saya tinggal dengan beliau hamper 6 Bulan
setelah beberapa bulan kenal beliau" jawabku saat itu


Dan sering kali aku akan
memanggil mereka dengan sebutan keluarga dan menganggap seperti
keluarga serta kenal dengan anggota keluarga yang lain


Atau ketika mabit, saya juga
dah menganggap seperti dirumah sendiri dan melakukan aktivitas
seperti dirumah sendiri.





Sungguh indah nuansa ukhuwah
itu..bukan sekedar basa-basi tapi atas naungan cinta Illahi..



















Wednesday, August 27, 2008

Ternyata perjuanganku belum seberapa dibanding mereka..

Akhir-akhir ini saya sering bergaul dengan ibu-ibu.
Jam 8 pagi setelah aktivitas rutinku disebuah lembaga pendidikan
saya sempatkan untyuk mampir ke tempat ummi angkat saya
sembari membantu sekolah yang dikelola atau nghobrol dengan orang-orang yang nunggu
murid-murid yang disana plus promosi barang,hehe
Ternyata banyak ilmu yang saya dapat, dari kisah-kisah yang menarik tentang kehidupan
dan pengalaman hidup.
Tapi yang menarik adalah khodimat ummi yang sejak awal perkenalan kami
menyisakan kekaguman tersendiri bagiku atas segala ketegaran dan kisah hidupannya

Bagaimana tidak? ia hidup sendiri pasca ditinggal suaminya dengan menghidupi 2 orang anaknya
Mungkin sesuatu yang biasa kita dengar, tapi melihat semangat dan kesabarannya
membuat saya terkesima
dulu ketika suaminya masih ada ia termasuk wanita yang berpunya, punya rumah sendiri, toko kelontong yang lumayan maju, kendaraan ada 2. Tapi pasca kematian suaminya yang meninggal karena kecelakaan. semua hartanya habis untuk hidup. Kembali meniti hiduup dengan berjuang membesarkan anaknya.Pagi ia berjualan sayur kemudian ia pergi menjadi khodimat di tempat ummi. Melihat tampangnya, bukan nampak tampak orang yang tak berpunya, berkulit putih bersih dan nampak modis..Tapi satu pernyataannya" aku itu nggak akan malu-malu untuk kerja apapun demi membesarkan anak" jadi ingat Ummi dirumah.
Mendengar kisahnya bagaimana ia nggak punya uang untuk memberi uang saku anaknya, membiayai sekolah dan mendengar keqonaahan anaknya..Huh membuat rasa iri dihati..

Memang dalam keseharian saya dikelilingi wanita-wanita perkasa.Ummi, nenek dan para ibu-ibu disekeliling mereka.Rasanya malu melihat diri ini terkadang merasa menjadi orang yang paling menderita dan paling mudah menyerah..
Ya mungkin segala kuliah kehidupan yang saya serap dari sekeliling saya bisa  menjadikan saya lebih dewasa dan mandiri

Thursday, August 21, 2008

Hah..anti cemburu padaku..?

Rasanya aneh ketika ana seorang akhwat cemburu padaku
Bukan apa-apa, tapi aneh aja. Karena ia adalah sahabat dekatku
yang tahu betul diriku bagaimana
Kisah awal sih karena kesalahan beliau juga
Saya nggak tahu apa ada kamus yang menyatakan bahwa pasca menikah
barang tiap apasangan jadi milik berdua termasuk HP.
Waktu itu disuatu daerah hanya dia yang patner kerja yang tersisa setelah yang lainya
hijrah pasca nikah
Sayapun jadi jarang ketempat beliau karena ia terkadang tidak berada dirumah alias ditempat mertua. Alhasil saya setiap ada acara apa atau menanyakan sesuata atau agenda selalu lewat SMS.
Tapi anehnya setiap saya SMS suaminya yang antusias untuk menjawab..
Setiap kali ada SMS yang msuk HPnya selalu ditanya " dari sapa?"
dan kalau tahu dari saya selalu ia akan meminta untuk membaca dan membalasnya
Reaksi saya saat itu risih dan sebel
Sayapun sempat melayangkan rasa protes saya, tapi hasilnya nihil
dan sang istripun selalu membela ulah sang suami" lha gimana ia yang minta.."
Tapi akhirnya timbul juga rasa cemburiu itu, sang istri mulai penasaran apa sih yang dibicarakan sang suami dengan saya via SMS..
Akhirnya sang suami bertanya" kenapa? cemburu?"
"nggak..." jawabnya saat itu

Tapi beberapa hari setelah itu
ia bertanya kepadaku" apa sih yang kalian bicarakan?"
"kenapa? cemburu? tanyaku
"lagian anti sih, saya kan dah bilang saya nggak mau SMS saya dibaca&dibalas suamimu,..tapi anti yang nekad.."sambungku
"lha ia yang mnta sih.."
saya pun memperlihatkan SMS dari suaminya yang kebanyakan ngajak debat dan diskusi saya tentang dunia dakwah..serta permintaan agar saya membantu di wajihah..
Akhirnya kelegaan nampak di wajahnya..
"makanya..larang tuh suami.."
Dan untuk selanjutnya ketika saya SMS selalu saya awalin dengan kalimat
"teruntuk mbak...selain beliau nggak boleh baca karena saya nggak ridlo..'
Selanjutnya bila suaminya tanya dari sapa dan ingin tahu isi SMSku selalu dijawab
"nggak boleh katanya.."
tapi sang suami nggak kehilangan akal"kan nggak baca, cuma pengen tahu ia ngomong apa sama kamu..."
Huhhhh, rasanya sebel banget saat itu mendengar cerita sang istri tentang ulah suaminya
padahal kalau ketemu ia tuh nggak pernah ngomong apapun kesaya tapi senangnya ikut campur saya dan istrinya..
Tapi saya maklum sih, pengantin baru. Pengennya tahu dunia pasangannya dan pengen tahu kecemburuan pasangannya.

On Time dunk..

Siapa sih yang nggak kesal dengan pekerjaan menunggu
atau melihat acara yang "ngaret"?
Begitu pun saya, benci dan sebel juga
Tapi bagaimana kalau posisi "jam karet " itu ada dalam diri kita
Perbaiki dong..

Pernah suatu hari temen saya SMS
" besok kita berangkat pagi jam 6 On time, coz kita survey tempat lagi..jangan
lupa On time.."
Saya pun mengiyakan..setelah itu di hari yang ditentukan saya sudah seperti orang
yang dikejar-kejar maling, masak yang belum kelar saya tinggal. Dah adek cuma tak suruh sarapan sama telor goreng.Habis itu meluncur ke tempat temanku tadi. Saya diminta untuk nyamperin..
sesampai disana suaminya yang nonggol, "afwan bu, baru mandi.."iapun meninggalkan aku diatas motor dengan perasaan dongkol.
"huh...sapa yang nyuruh on time sapa yang molor.."
semenit..dua menit..dst..
saya akhirnya pulang melanjutkan masak..
Setelah selesai saya baru ketempat yang akan kita tuju..
Komentar suaminya" wah jadi kader kok mutungan..(ngambekan)."
Sayapun nggak terima " maksudnya apa pak, bukannya githu. kemaren saya diminta on time
saya nih dah buru-buru ninggalin masak. Eh tahunya, istrinya malah molor.."
Akupun nambahi dalam batin "mana nggak dipersilahkan masuk lagi.."
Akhirnya terjadi debat ringan yang akhirnya saya menangkan,hehe.
"itulah, sebenarnya Islam itu menyukai tepat waktu, tapi umatnya itu yang bikin jelek.Katanya kader dakwah yang pintar managemen waktu tapi hasilnya...bagaimana Islam akan maju kalau para kader dakwah semua begitu..bla..bla..
Itu kilahku saat itu..
Ya setidaknya setelah itu setiap istrinya ada janji sama saya, ia akan mengingatkan"ayo cepat ntar ditinggal lagi lho."hehe..
Habis kesel sih, menunggu ..

Thursday, August 14, 2008

karena saya takut kehilangan anti...

Pagi itu saya dapat kabar pernikahan kakak tingkat saya dari teman seaktivitas kerja
Dan nggak tahu kenapa saya merasa kehilangan sesuatu dari dalam diri saya
" degh." saya langsung SMS orang yang bersangkutan, marah-marah...
Ia pun malah binggung, kenapa saya marah-marah..Apa salah dia..

Sesamapi dikampus sepulang kerja, saya masih lemas.
Antara nggak percaya, shock dan belum bisa menerima
Ya karena yang akan menikah adalah orang yang special dihatiku...
ia adalah seorang teteh yang sudah seperti kakak sendiri

ia mengira saya marah hanya karena telat ngasih kabar ke saya
Tapi sebenarnya bukan itu
Aku hanya takut "kehilangan"
Walau pada hari itu saya mendapat kabar beberapa teman yang akan menikah
tapi ini rasanya beda..sedih...
Saya akan siap menghadapi berkurangnya perhatian dan kasih sayang dari seorang kakak.
Saya siap sedikit demi sedikit terkikis dari ingatan manisnya..

Tapi setelah saya pikir ternyata saya egois
tidak rela ketika kakaknya berbahagia
Saya terlalu memikirkan diri sendiri, dan tidak memikirkan perasaannya

Akhirnyanya ia SMS
 "ya udah kutunggu kembalimu. dan yang ingin saya minta,
jangan putuskan ikatan persaudaraan kita karena anti adalah adikku yang berharga"
Tes..tes..hiks...hiks..rasanya saya nggak sanggup lagi meneruskan keegoiasanku
Dan berusaha berhati besar, bahwa ia bukan hanya milikku
Dan kebahagiaannya adalah bagian dari kebahagianku...



Disaat menanti pertemuan terakhirku besok dengan beliau..

Tuesday, August 12, 2008

Kemerdekaan atas nama seni..?

Tadi malam tak sengaja tanganku memencet tombol remot TV yang menyiarkan dialog seorang ulama dengan artis TV dan penari latar dengan tema" kemerdekaan atas nama seni"..
Seru sih..tapi yang paling aku garis bawahi adalah kata-kata klasik artis.."lho ini seni, lagipula ini tuntutan profesionalisme kerja. Lagian saya nggak nganngu orang lain, dan mereka nggak akan bantu kita kalau kita nggak bekerja.."

"nggak ngganggu orang? sebuah kata yang aneh..
padahal menurut saya tingkah mereka yang suka tampil seksi bin infeksi atau yang suka mempertontonkan aurat mereka dengan tarian2 seronok yang mereka katakan seni itu adalah gangguan mata dan iman seseorang. merusak moral dan keimanan seseorang..
Apalagi bila aksi mereka dilihat oleh pihak-pihak yang nggak pantas untuk melihatnya.
Misal anak kecil atau anak-anak remaja yang masih labil dalam menentukan baik dan buruk bagi keidupan mereka. Kita ingat bahwa bila mereka adalah seorang publk figur atau minimal orang yang sering nongl di TV, maka kemungkinan besar budaya meniru akan dilakukan oleh mereka. Dan itu berarti penganut budaya pamer aurat makin bertambah, pemerkosaan dan pelecehan seksual makin bertambah..dsb..apa mereka nggak mikir...

(bersambung dulu, mau ngelesi..dulu..)
 

Catatan sejarah Jiwa Template by Ipietoon Cute Blog Design