Thursday, September 27, 2012

Pesbuk murid TK

Tadi pas di sekolah muridku bilang gini,"ibuu tau nggak nama pesbukku??"
"hmmmm..rizky ya??"agak kaget aku jawabnya

"Rizky siapa buuuu??"

"rizky siapa ya???"binggung aku, secara aku tidak tahu nama lengkap tuh anak

"Rizky pesbukk"jawabnya bangga..

"wahh..temennya sudah berapa"

"nggak tauuuu, tapi aku buat sendiri lho buu"

"oh yaa...pakai HP ya??"

"Bukann, pakai komputer..aku diajarin mamaku.."

#percakapan pagi dengan rizky,kakak TK A di Sekolah tempatku main tadi pagii..^-^
Penasaran ahhh..mau cariiii, ada nggak ya??qiqiqiq

Monday, September 3, 2012

GiveAway Novel cinderella Syndrome ~Layla Hana~

Bismillah..
Yuhuuyy...tarrrraaaaaaa
Pertama kali lihat covernya aja udah jatuh cinta..cantik,unic,romantic...
Apalagi novel ini ditulis sejak penulis masih lajang oey..kayak saya sekarang,huehue...
Dan akhirnya saya putuskan juga untuk ikutan Giveaway-nya mbak leyla, bukan untuk mendapatkan sepatu kaca tentunya tapi untuk mendapatkan novelnya..pun kalau tidak dapat semoga ada hikmah lainnya.

Bagi yang mau ikutan boleh kog, masih dibuka kesempatan sampai tanggal 10 besok.
Meluncur langsung ajah ya di blog penulisnya langsung
http://leylahana.blogspot.com/2012/08/giveaway-novel-cinderella-syndrome.html

Bagi yang penasaran penampakan novelnya bisa diubek-ubek dah di toko-toko buku ternama, liat yang kayak gini ya...

Penerbit: Salsabila, Pustaka Al Kautsar.
Harga   : Rp 33.000
Pemesanan via  online: www.kautsar.co.id

Tokoh yang saya pilih adalah...
Annisa, 28 tahun, seorang guru TK dengan gaji pas-pasan, yang merasa dirinya seorang pecundang. Karier gak beres, jodoh pun tak ada. Hingga ia jatuh cinta pada seorang duda, ayah dari seorang muridnya, yang sepertinya juga menaruh hati kepadanya.
Karena yah pekerjaan dan usianya mirip saya banget..

Dan giveaway kali inipun bercerita tentang Cinderella Syndrome; sebuah penyakit psikis yang menimpa para wanita lajang, yang merasa bahwa hidupnya akan selamat, sejahtera, dan makmur kalau menikah. Tentu bukan menikah dengan lelaki sembarangan, melainkan lelaki seperti pangeran pasangan Cinderella. Lelaki penyelamat yang mapan dan tampan. Hadeeeeuuuu..... apakah aku termasuk didalamnya ya..

Baiklah saya akan mulai imajinasi saya tentang Annisa dalam cinderella Syndromnya

"Huffhh, siapa sih yang tidak ingin segera menikah. Tapi coba lihat kondisiku sekarang",dengus Annisa sepulang dari sekolah.Sudah sering dia di tanya-tanya sesama teman kerja, keluarga, tetangga dan masyarakat sekitarnya.Tapi untung tukang sayur langganan tidak ikut-ikutan,bisa dibayangkan kalau semua pada tanya dimanapun ia berada dan kapanpun, bisa-bisa usia jadi kelihatan makin menua.

Sebagai seorang guru TK yang belum diangkat sebagai guru tetap Annisa hanya berpenghasilan 200ribu ajah,bukan sebuah gaji yang layak disebut cukup untuk dia.Makanya hal itu cukup berpengaruh terhadap kinerjanya,ia bukannya makin semangat kerja tapi terlihat mengalir saja.Apalgi ketika dia berjumpa dan berkumpul dengan teman-teman kerjanya yang kebanyakan sudah berkeluarga, rasanya dia makin tidak betah ketika membandingkan dirinya dengan teman-temannya yang menurutnya penuh bahagia.

Ketika kebanyakan teman-temannya bercerita tentang suami atau anak-anaknya, Annisa lebih sering tersenyum dan terkadang menghindar. Karena hasrat untuk segera menyusul mereka begitu membuncah.Akan tetapi sang pangeran impian belum juga menjelma,ahh...gelisahnya jiwa.

Dan Suatu hari yang indah Annisa memulai aktivitasnya, datang ke sekolah. Stand by di depan kelas menyambut murid-muridnya.Ahh..melihat anak-anak di antar oleh orang tua dengan penuh bahagia rasanya menyenangkan jiwa.."kapan aku seperti mereka"pertanyaan itupun setia menggelanjut manja.

"assalamu'alaykum bu guru cantikk.."sapa Nayna, seorang murid kesayangan Annisa yang begitu mengidolakan dirinya.Sapaannya yang mengatakan Anisa "cantik" senantiasa membuatnya merona.
Siapa yang tidak merona coba??dia mengatakan dihadapan lelaki yang diam-diam telah mencuri hatinya. lelaki yang hampir sempurna dimatanya, begitu sering menghiasi mimpi-mimpinya.Gagah, dengan senyum maut nan ramah,rapi, wangi dan berkepribadian luar dalam (fisik,jiwa dan materi )

"wa'alaykumsalam Nayna",Annisa menyambutnya hangat.Iapun segera mengajak Nayna masuk ke kelas untuk menghindari berlama-lama dengan lelaki yang sedari tadi mengantar Nayna.Bukan karena benci, tidak suka atau apa, akan tetapi gejolak rasa itu makin mendidih dan membakar jiwa.Sang lelaki yang bernama Angga itupun segera pamit kepada keduanya dan meninggalkan jejak senyum penuh makna.

"Ibu guru cantik, dapat salam dari papa"bisik Nayna suatu hari, dan kalimat itu demikian seakan menjadi sebuah tanda bahwa sinyal-sinyal cintanyapun terbalas.Akan tetapi berita tentang kisah asmara yang terpendam itu entah kenapa menjadi sebuah berita panas dilingkungan sekolah. Annisa dianggap sebagai wanita pengincar harta dan memanfaatkan kedekatannya dengan putrinya Angga.Ada beberapa guru lajang yang iri,karena Papa Nayna yang seorang duda keren dan tajir sempet menjadi TOP Wanted dikalangan wanita penghuni sekolah.

Pasca kelulusan Nayna,Papa Naynapun mendatangi rumah Annisa.Yah, sebagai alasan pertama ia mengucapkan terima kasih telah menjaga dan mendidik Nayna.Dan yang kedua, dia melamar Annisa.."HAH??Tidak salah dengar??"Pekik Annisa ketika mendengarnya.Rupa-rupanya Nayna selama ini sering bercerita tentang Annisa sebagai sosok yang mempesona dan penuh kasih.Dan Hal itu membuat Angga diam-diam jatuh cinta.

Lamaranpun diterima dengan suka cita,pernikahan segera terlaksana di masa liburan sekolah. Semua guru dan beberapa wali muridpun diundang.Sebuah pesta lumayan mewah membuat Annisa semakin berbahagia, karena Angga tidak ingin pernikahannya walau yang kedua itu diselenggarakan ala kadarnya.

Pasca menikah, Annisa kembali ke aktivitasnya mengajar dan mengurus rumah tangga barunya.Akan tetapi rupanya Angga yang seorang pengusaha muda yang cukup sukses mulai melarangnya mengajar.Ia diminta mengantar dan mengawasi Nayna ketika belajar saja. Annisapun menurutinya,ia berfikir bahwa suaminya tidak ingin dia capek ketika harus tetap bekerja.Akan tetapi dia demikian kaget ketika Angga bilang dengan alasan,"gajimu ngajar emang berapa??sudah dirumah saja..awasi Nayna baik-baik..".Annisa masih tetap positif thinking.Akan tetapi dikemudian hari latar belakang dan kondisi ekonomi Annisa sering diungkit-ungkit Angga.Lama-lama Annisa merasa menjadi wanita tidak berharga.Iapun jengah dan meminta kembali kerumah orang tuanya.

Annisa nekad pulang kerumah orang tuanya walau Angga melarangnya.Nayna menangis terus kehilangan Annisa,dan akhirnya Angga tersadar demikian pentingnya kehadiran Annisa.Anggapun menjemput istrinya,akan tetapi luka hati Annisa demikian mengangga sehingga dia keukeuh menolaknya.Orang tua Annisapun walau sebenarnya keberatan ketika anaknya harus kembali ke rumah Angga karena cerita anaknya tapi ketika mendengar permintaan Anggapun luluh,apalagi mendengar tangisan Nayna.Orang tua Annisa akhirnya membantu membujuk dan menasehati Annisa untuk kembali kepangkuan suaminya, tapi hasilnya NIHIL

Nayna tidak mau pulang ke rumah Angga, ia mau tetap tinggal bersama Annisa.Tapi karena rasa sakit Annisa kepada Angga,rasa itu menjalar juga ke Nayna.Ia tiba-tiba juga membenci Nayna.Angga akhirnya memaksa Nayna pulang walau tangis pilu Nayna demikian menggema.

Selang 2 Hari Angga kembali menjemput Annisa, ia mengatakan Nayna demikian merindukannya.Tapi Annisa masih saya tak bergeming.Dan Angga pulang dengan tangan hampa,akhirnya tiap hari ia hanya bisa mengabarkan kondisi Nayna kepada Annisa.Sampai pada kondisi Nayna harus terbaring dirumah sakit,Annisa tergerak hatinya.Iapun segera menuju rumah sakit dan menemui Nayna.Ia begitu menyesal atas keputusannya yang demikian tega meninggalkan Nayna.Akhirnya Nayna yang lemah menangis bahagia,ketika Ibu tirinya itu menjumpainya.Ia meminta Ibunya berjanji untuk tidak meninggalkannya.Iapun meraih tangan Annisa dan Angga,kemudia mendamaikan mereka."ayah dan bunda baikan lagi yaa..Annisa sayang kalian.Jangan jauh-jauhan lagi yaa..".Dan Tangis Annisa dan Angga tak terbendung akhirnya.

Pasca itu Angga dan Annisa memulai hidup baru dengan lebih dewasa dan lebih penuh Cinta,apalagi ketika kabar Nayna akan segera punya adek.Rumah mereka lebih punya warna,dan akhirnya tidak ada lagi istilah miskin mendadak kaya.Yang ada ratu istana dan peri-peri cinta bersama Raja yang arif bijaksana

Tulisan ini diikutkan dalam lomba Giveaway Novel Cinderella syndrome"


Sayang itu.....

sayang itu tak terbatas.. 
oleh waktu..usia...harta..dsb,, 
karena sayang itu... 
nggak kenal semua itu,, 
ia datang..menghampiri dan memberi arti..

sayang itu kini masih menjelma
ketika usiamu kian menua
ahh..bukan menua tapi mendewasa

sayang itu kian membuncah
mewujud jadi do'a dan harapan indah
untukmu kawan
untukmu yang penuh dengan kelembutan

ahh..sayang itu melonjak-lonjak
seperti harapan indah moga engkau senantiasa berbahagia
dan sukses setia dalam kebaikan

**selamat kawan,kini engkau semakin dewasa dalam hidup pengembara


Diikutkan dalam giveaway http://tiasetiawati.wordpress.com/2012/09/02/september-dan-kuis-karenaseptemberituceria/

Jangan Mudah berbohong kepada anak kecil ^-^


Sore itu dia berbohong kepada anak Bosnya yang masih usia TK,"mas pulang dulu ya ntar tak belikan corneto". Sebuah janji yang bermaksdu agar si anak kecil itu melepas gelayutan tangannya dan mengizinkan dia pulang.Hari berikutnya dia berbohong lagi membelikan corneto,padahal janji sebelumnya belum juga tertunaikan. Sampai suatu hari si anak berkata,"mas itu nggak boleh bo'ong,bo'ong itu dosa lho!".Lalu jawab lelaki itu"bo'ong iu makanan apa tho??"bermaksud menggoda si anak kecil.Dan kalian tahu apa jawaban Si anak???." Bo'ong itu makanan cacing dan tanah terus masuk neraka". Dan ekspresiku ketika mendengar jawaban itu adalah...amazing,kaget, seneng dan berkata sama si lelaki "kapoookk :D"


Didalam kehidupan sehari-hari sering kita akan mendapati beberapa orang dewasa atau orang tua berbohong kepada anak kecil dengan berbagai alasan.Mengganggap anak kecil tidak tahu apa-apa, padahal bisa jadi Si kecil akan merekam kejadian dan lebih cerdas dari apa yang kita perkirakan. Atu berbohong kepada anak agar dia tidak menangis dengan janji-janji palsu atau mengalihkan pikirannya agar anak tidak menangis. Padahal berbohong pada anak kecil itu tetap ditulis sebagai amal" berbohong" dan berdosa.Sebagaimana sebuah riwayat mengisahkan
Dari Abdullah bin Amir radhiallahu anhu dia berkata:
دَعَتْنِي أُمِّي يَوْمًا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدٌ فِي بَيْتِنَا فَقَالَتْ هَا تَعَالَ أُعْطِيكَ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا أَرَدْتِ أَنْ تُعْطِيهِ قَالَتْ أُعْطِيهِ تَمْرًا فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا إِنَّكِ لَوْ لَمْ تُعْطِهِ شَيْئًا كُتِبَتْ عَلَيْكِ كِذْبَةٌ
“Suatu hari ibuku memanggilku, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk di dalam rumah kami. Ibuku berkata, “Hai kemarilah, aku akan memberimu sesuatu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bertanya kepada ibuku, “Apa yang akan engkau berikan kepadanya?” Ibuku menjawab, “Aku akan memberinya kurma.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada ibuku, “Ketahuilah, jika kamu tidak jadi memberikan sesuatu kepadanya, maka itu akan ditulis sebagai kebohongan atasmu.” (HR. Abu Daud no. 4991 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 748)

Berbohong bukanlah sebuah jalan terbaik buat anak ketika tujuannya agar anak tidak mengangis karena suatu hal, bisa jadi malah sebaliknya akan berbuntut tidak baik. Misal berbohong pada anaknya, "mama nggak punya duit,jangan minta mainan". Eh habis itu mamanya malah beli majalah atau barang lain,Bisa jadi anak akan berfikir, mama bohong. Dan ketika besok mamanya bilang nggak punya duit itu berarti mamanya punya duit.Tapi ketika mamanya bisa jujur"mama punya duit tapi tidak untuk beli mainan.Kan mainan dirumah dah banyak.Ntar duitnya buat beli yang lain dan buat bayar sekolah mas aja ya..."itu alangkah lebih baik.

"Ntar menangis", sebuah alasan yang biasa terlontar ketika mereka di ajak untuk berkata jujur. Tapi sebenarnya menangisnya anak kan cuma sebentardan kadang wujud kreatiitas anak agar keinginannya dituruti.Kalau menurut saya mah membiarkan anak menangis  dengan alasan agar anak bisa berfikir itu lebih baik dari pada kita menurutin semua keinginany yang menyebabkan dia menjadi manja. Dan lebih baik kita jujur daripada kita berbohong kepada anak, karena dengan kita jujur anak akan belajar berfikir mana yang baik dan buruk..

SO,mari sebisa mungkin kita jujur dan hindari bohong walau kepada anak kecil sekalipun.

Puding Kurma...Yummyy..

Lembut dan legit,… rasanya hampir mirip mud cake tambah mantap dinikmati bersama siraman saus puding diatasnya.Terlebih di bulan ramadhan tak sulit mencari buah kurma, maka membuat puding kurma spesial ini bisa menjadi pilihan untuk keluarga tercinta. Tak ada salahnya di coba siapa tahu menjadi resep favorit keluarga anda nantinya.

 Bahan :
4 butir telur, pecahkan dalam mangkuk kocok sebentar dengan garpu.
2 cangkir kurma yang telah dicincang (di potong halus)
2 cangkir air 2 sendok teh baking soda (bicarbonate soda)
180 gr mentega/margarine
1 cangkir brown sugar 1 cangkir Self raising flour (tepung terigu yang telah di campur dengan baking powder) ½ sdt vanilla bubuk

 Bahan Saus Puding : 
 2 cangkir brown sugar
 2 cangkir cream
 180 gr mentega/margarine
½ sdt vanilla bubuk

 Cara Membuatnya : Masak kurma cincang dalam 2 cangkir air dalam api sedang dan 2 sendok teh baking soda (bicarbonate soda) hingga kurma menjadi halus dan lembut.
Bila kurma telah berwarna hitam pekat dan halus teksturnya (menjadi seperti bubur) kecilkan apinya tunggu hingga kurma tidak mengandung air lagi. Sisihkan dan dinginkan.
Kocok dengan mikser brown sugar dan mentega hingga menjadi lembut masukkan telur sedikit demi sedikit. Mikser hingga tercampur rata.
Tambahkan adonan kurma yang telah dingin aduk dengan mikser (dengan kecepatan rendah) secara perlahan-lahan dan sedikit-demi sedikit hingga kurma tercampur rata.
Terakhir masukkan tepung terigu aduk dengan mikser kecepatan rendah tambahkan vanilla bubuk aduk hingga tercampur rata.
Tuang adonan puding kurma dalam Loyang bundar dengan diameter 20cm tinggi 7cm (20cmx7cm), panggang dalam oven suhu 150 derajat celcius selama kurang lebih 45 menit atau hingga matang.Biasanya adonan puding kurma ini agak encer dari adonan kue karena itu proses memanggangnya agak lama.
Selama memanggang kue ukhti bisa membuat saus puding yaitu masukkan gula dan mentega dan cream dalam panci dengan api kecil. Aduk-aduk hingga adonan saus tercampur rata dan gula larut setelah agak mendidih (jangan sampai mendidih sekali karena akan membuat kream berbutir-butir tidak licin) angkat dan dinginkan. Setelah puding dingin potong-potong. Letakkan satu potong puding dalam piring kecil siram dengan saus puding. Siap dinikmati. Selamat mencoba.

 Tambahan : Puding ini enak juga di makan tanpa saus dapat di makan sebagaimana cake biasa karena itu biasanya penulis hanya membuat setengah resep saus. Bila ukhti kesulitan menemukan self raising flour di supermarket maka ukhti bisa membuat sendiri dengan resep 1 cangkir tepung terigu campur dengan 1 ¼ sendok teh baking powder dan sejumput garam. Ayak rata ketiga bahan tadi insya Allah bisa menjadi alternatif pengganti self raising flour. Bila tidak ada Loyang bundar maka Loyang apa saja bisa di gunakan asalkan ukhti bisa mengetahui ukuran loyang yang pas untuk adonan diatas. Lama pemanggangan mungkin bisa berbeda tergantung dari tipe oven yang di pakai jadi tidak mutlak 45 menit.

Saturday, August 4, 2012

Puding KUrma

Rating:
Category:Other
Lembut dan legit,… rasanya hampir mirip mud cake tambah mantap dinikmati bersama siraman saus puding diatasnya.Terlebih di bulan ramadhan tak sulit mencari buah kurma, maka membuat puding kurma spesial ini bisa menjadi pilihan untuk keluarga tercinta. Tak ada salahnya di coba siapa tahu menjadi resep favorit keluarga anda nantinya.

Bahan :
4 butir telur, pecahkan dalam mangkuk kocok sebentar dengan garpu.
2 cangkir kurma yang telah dicincang (di potong halus)
2 cangkir air
2 sendok teh baking soda (bicarbonate soda)
180 gr mentega/margarine
1 cangkir brown sugar
1 cangkir Self raising flour (tepung terigu yang telah di campur dengan baking powder)
½ sdt vanilla bubuk
Bahan Saus Puding :

2 cangkir brown sugar
2 cangkir cream
180 gr mentega/margarine
½ sdt vanilla bubuk
Cara Membuatnya :
Masak kurma cincang dalam 2 cangkir air dalam api sedang dan 2 sendok teh baking soda (bicarbonate soda) hingga kurma menjadi halus dan lembut. Bila kurma telah berwarna hitam pekat dan halus teksturnya (menjadi seperti bubur) kecilkan apinya tunggu hingga kurma tidak mengandung air lagi. Sisihkan dan dinginkan.
Kocok dengan mikser brown sugar dan mentega hingga menjadi lembut masukkan telur sedikit demi sedikit. Mikser hingga tercampur rata.
Tambahkan adonan kurma yang telah dingin aduk dengan mikser (dengan kecepatan rendah) secara perlahan-lahan dan sedikit-demi sedikit hingga kurma tercampur rata.
Terakhir masukkan tepung terigu aduk dengan mikser kecepatan rendah tambahkan vanilla bubuk aduk hingga tercampur rata.
Tuang adonan puding kurma dalam Loyang bundar dengan diameter 20cm tinggi 7cm (20cmx7cm), panggang dalam oven suhu 150 derajat celcius selama kurang lebih 45 menit atau hingga matang.Biasanya adonan puding kurma ini agak encer dari adonan kue karena itu proses memanggangnya agak lama.
Selama memanggang kue ukhti bisa membuat saus puding yaitu masukkan gula dan mentega dan cream dalam panci dengan api kecil. Aduk-aduk hingga adonan saus tercampur rata dan gula larut setelah agak mendidih (jangan sampai mendidih sekali karena akan membuat kream berbutir-butir tidak licin) angkat dan dinginkan.
Setelah puding dingin potong-potong. Letakkan satu potong puding dalam piring kecil siram dengan saus puding. Siap dinikmati. Selamat mencoba.
Tambahan :
Puding ini enak juga di makan tanpa saus dapat di makan sebagaimana cake biasa karena itu biasanya penulis hanya membuat setengah resep saus.
Bila ukhti kesulitan menemukan self raising flour di supermarket maka ukhti bisa membuat sendiri dengan resep 1 cangkir tepung terigu campur dengan 1 ¼ sendok teh baking powder dan sejumput garam. Ayak rata ketiga bahan tadi insya Allah bisa menjadi alternatif pengganti self raising flour.
Bila tidak ada Loyang bundar maka Loyang apa saja bisa di gunakan asalkan ukhti bisa mengetahui ukuran loyang yang pas untuk adonan diatas. Lama pemanggangan mungkin bisa berbeda tergantung dari tipe oven yang di pakai jadi tidak mutlak 45 menit.
 

Catatan sejarah Jiwa Template by Ipietoon Cute Blog Design