Sunday, July 14, 2013

Jangan biarkan Ummi menangis di Ramadhan ini ya Rabb

Pasca sahur Ummi masih saja mengerjakan pekerjaan rumah dengan semangat,menyapu sembari menyapa beberapa tetangga yang lewat di depan rumah dengan sangat ramah.Saya kebagian nyuci piring kala itu,hingga akhirnya saya dengar rintihan kesakitan dari balik kamar Ummi.

Saya segera berlari menuju kamar beliau dan mendapati beliau telah meringis menahan sakit di perut,dan entah kenapa tiba-tiba pindah ke dada,kembali ke perut dan berpindah kemana-mana. Saya diminta mengambl botol kaca dan mengisinya dengan air hangat. Dengan bercampur panik ku seka dan kompres perutnya dengan botol berisi air hangat tadi sesuai dengan permintaan beliau. api entah kenapa dia makin merasa kesakitan.Akhirnya beliau memintaku memanggil tetanggaku.

Saya berlari menuju rumah nenek sebelah rumah dan tetangga,sesampai dirumah Ummi dah pindah tiduran diruang depan TV. Ia makin kesakitan,dan bilang sakitnya pindah-pindah dari perut ke dada,dada ke perut dan berputar-putar. Beliau mengis karena kompres tadi tak juga berpengaruh,saya memijat-mijat badannya dengan kebinggungan dan ikutan nangis.

Akhirnya dipanggillah tetangga laki-laki,karena rencana Ummi akan dibawa ke klinik di dekat rumah.Rencana mau dibonceng naik motor,tetapi Ummi dah tidak sanggup untuk duduk,kondisinya dah kepayahan.Sembari tetap menangis kami akhirnya tetangga mengambil mobil pick up kepunyaanya.Ummi di antar banyak orang ke klinik dekat rumah yang berjarak 10 menitan.Hampir 10an orang mengantar sampai resepsionist binggung dikira mereka adalah calon pasien yang antri untuk periksa :D

Akhirnya Ummi diperiksa,katanya sih kaitan dengan asam lambung. Kemudian Ummi dipindah ke ruang Inap,saya nitip ke Nenek dan tetangga untuk jagain Ummi. Saya pulang ambil baju,termos,duit dan tanya ke tetangga resep bubur. Saya akhirnya belanja dan memasak bubur untuk Ummi sebelum ke Klinik,saya masih sedikit gemetaran dan ketakutan

Selesai masak saya ke Klinik untuk menjenguk Ummi dan menyuapinya makan.Dan kemudian pamit ke wartel kala itu untuk telpon adek dan bapak. Saya minta mereka segera pulang karenaUmmi sakit.Tetapi hingga sore tidak ada yang pulang (bapak kerja di kota sebelah,adek juga masuk kerja malam ).Akhirnya saya jaga sendirian.

Pas maghrib saya mengharap sepupu atau nenek saya ke klinik mengantar makanan untuk berbuka.Saya tunggu hingga bada maghrib belum juga ada yang datang. Tetapi saya sudah batalin puasa dengan teh manis jatah Ummi.Jelang Isya sepupu dan nenekku datang bawa nasi dan sayur,tetapi saya sudah terlanjur beli nasi kucing di HIK dekat klinik.Pasca Terawih banyak tetangga yang jenguk dan nemeni saya dan Ummi.sampai udah malam semua pamit karena sudah malam dan besok kudu bangun pagi untuk sahur.Tinggal saya sendirian dan Ummi.

Saya tidur beralaskan tikar tipis,dan harus bolak-balik ke kamar mandi karena sakit perut karena saya tidak kuat tidur dilantai dingin.Ummi minta saya minum teh pahit. Dan saya kudu alami itu sampai jelang sahur. Saya nunggu-nunggu ada yang antar saya makanan sahur,karena jatah makanan buka puasa kemaren dah dibwa pulang nenekku kembali.Dan nihil,ternyata mereka lupa,hingga akhirnya jelang Imsyak saya makan nasi kucing lagi yang masih tersisa 1 bungkus dan minum teh jatah minum Ummi.Ku lihat Ummi sedih lihat kondisiku saat itu.

Entah kekuatan apa,akhirnya Ummi minta pulang keesokan harinya. Saya kemudian urus administrasi dan membawa pulang barang-barang yang saya bawa ke klinik kemaren.Ummi nunggu di klinik bersama Nenekku ketika saya pulang. Dan akhirnya saya bawa Ummi pulang dengan lega..

Di rumah,banyak tetangga yang jenguk dengan membawa banyak buah tangan pula. Ummi malah memintaku istrirahat karena semalam bolak balik ke kamar mandi dan nggak bisa tidur dan sahur dengan ala kadarnya.Sayapun pamit rehat bentar.Sampai pas sudah agak sepi Ummi bertanya kepadaku,"Kowe wingi nangis mesti wedi yen simbokmu arep mati yo (kamu kemaren nangis pasti takut kalau ibumu akan mati ya??)"Senyumnya mengembang kepadaku dan alihkan pembicaraan"ngendika napa tho???(ngomong apa tho??)

Tetapi dalam hatiku memang ada rasa takut kehilangan sosok yang jadi kekuatan hidupku itu,dan segera ku berdoa "semoga di Ramadhan ke Ramadhan,beliau senantiasa diberi kekuatan dan kesehatan serta kebahagiaan"

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka Ramadhan Giveaway dipersembahkan oleh Zaira Al ameera, Thamrin City blok E7 No. 23 Jakarta Pusat

Move On di Ujung Akhir Perjuangan

Menuliskan ini seperti menyeret saya pada ruang waktu masa-masa perjuangan hidup yang benar-benar sulit.
Ukey..saya awali kisah ini dari permintaan bapak yang meminta saya kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri agar kelak bisa jadi guru.Ummi menolak dan menyayangkan keputusanku ketika saya memutuskan untuk menuruti,karena Ummi kasian kelak bila saya harus menanggung banyak beban belajar dan bertahan hidup serta menanggung biaya kuliah. Ya, saya paham hal itu bila melihat riwayat pendidikan sejak SMP hingga SMA bapak hanya memberi duit sesuka dia.

Alhasil saya kudu ambil resiko kuliah sambil bekerja untuk menambal kekurangan biaya kuliah terutama untuk kehidupan sehari-hari dan keperluan tugas-tugas kuliah.Awal-awal saya bisa bekerja sembari kuliah,terutama kebutuhan kost karena sebulan saya paling banter cuma dikasih duit 20-50 ribu oleh bapak.Beras saya bisa minta dirumah,tapi lauk,iuran kost,kegiatan organisasi,bensin,foto kopi dll...huwaaa saya harus usaha walau terkadang diberi duit ummi 10 ribu seminggu,di tahun itu juga bukan uang yang besar tapi cukup membantu.Tapi sayang makin hari jadwal kuliah bentrok dengan jam kerja sebagai penjaga toko buku dekat kampus.Sayapun kerja sebisa saya,dari ngasih les,jualan jilbab,atau terkadang bantu teman ngerjakan tugas kuliah atau ngerjakan tugas kantor bapaknya.

Dan pada semester-semester akhir beban makin berat.Apalagi pasca KKN (Kuliah Kerja Nyata)saya harus mulai kerjakan skripsi.Tapi saya tidak pegang duit sepeserpun.Selama KKN saya tidak kerja,malah habis banyak duit untuk biaya operasional,belum lagi biaya motor karena waktu itu saya sempet kecelakaan dan motor nggak bisa jalan.

Saya kemudian numpang hidup dengan orang,sembari ikut ngajar di sekolah yang beliau dirikan.Mungkin mirip pembantu multitalent.Pagi saya ikut membantu kerjaan rumah,mandiin anak-anak,atau bersih-bersih terus lanjut ngajar.Siang ntar kadang jemput anak-anak dari sekolah,kadang sore ikut masak. Tetapi saya masih diperlakukan kayak keluarga.Kebutuhan makan,mandi dan cuci saya dapat gratis kala itu.Sampai saya putuskan keluar ngajar karena saya nau selesaikan skripsi lebih fokus.

Keluar dari ngajar,masalah malah datang kakak sepupu saya menikah dan ortu yang biayain nikahnya.Saya terpaksa tidak dapat dana skripsi tetapi malah bantu ortu.Selang berapa bulan adek saya nikah.Saya pusing kala itu karena bapak hampir membuat Ummi membakar undangan karena bapak tidak mau keluar duit untuk walimahan adek,dan tidak mau berusaha bagaimana caranya dapat duit.Saya pontang-panting cari duit pinjaman dan diberi bekal sertifikat tanah oleh Ummi.Tapi akhinya dapat juga beberapa ratus,dan kabar gembira bapakpun akhirnya mau mengeluarkan duit walau cuma sekitar 1-2 juta.Saya kudu mengesampingkan skripsi saya.

Teman-teman dan lulus ditahun ke-4 dan lima kuliah,sedang saya???waktu itu dah sempat putus asa untuk melanjutkan kuliah,sempet menyesal tidak mendengarkan nasehat Ummi untuk tidak kuliah dan bekerja saja.Setidaknya saya bisa membantu keuangan kelaurga,bisa membantu membiayai sekolah adek saya,bisa dampingi adek saya, bisa jadi kakak dan anak yang bisa selalu "ada" ketika mereka butuh.Sedang saya saat itu sebagai orang yang menyusahkan dan "moroti" harta aja dengan kuliah( trah keluarga saya tidak ada yang kuliah,adek saya perempuan lulus SMU terus disuruh kerja ),adek iri,Ummi pusing dan saya kadang sering nangis meratapi ketidak mampuan saya.
















Waktu yang diberikan kampus hampir habis di Tahun ketujuh.DO mengancam,saya diambang ketidak yakinan.Akankah perjuangan saya kudu berhenti dan sia-sia???kemudian renungan dan bantuan itu datang.Saya kemudian berusaha meminta perpanjangan waktu kuliah untuk selesaikan Skripsi.Setelah sempat di tertawakan dengan sinis kanan-kiri akhirnya saya bisa lulus dengan motivasi teman,kemudahan dari dosen dan bantuan dari teman-teman yang dulu sempet saya bantu pas mereka skripsi.Waktu itu saya bertekad bahwa perjuangan harus sampai puncak dan saya harus berhasil untuk kalahkan gensi,malas demi tanggung jawab akan amanah yang diembankan kepundak saya.Saya tidak boleh lemah dan menyerah, dan ketika mengingat bahwa saya adalah satu-satunya anak yang dapat kesempatan kuliah paling tinggi diantara keluarga besar saya membuat tekad saya untuk menyelesaikan perjuangan itu makin tinggi. Saya anggap coba-cobaan itu adalah petunjuk bahwa kita keren sehingga dapat anugrah untuk mengemban dan menyelesaikan rintangan itu dengan sempurna :)

Dan kelulusan saya waktu itu menghasilkan senyum suka cita diwajah orang tua saya,bahkan semangat mereka untuk menghadiri wisudaku dengan bangga walau anaknya lulus lama.Jadi membayangkan bagaimana kalau saya menyerah ditengah-tengah,apakah senyum itu akan ada???apakah jadinya saya kemudian???Ahhh...untuk MOVE ON itu datang terkembang

Tuesday, June 18, 2013

Senandung tentang lelaki itu....^-^

Tadi Siang tak sengaja melihat sebuah drama dengan adegan"seorang lelaki tersenyum memperhatikan seorang wanita dengan senyumm ceria melihat sesuatu secara diam-diam yang tidak diketahui oleh si wanita".Yah ada aura "bahagiamu adalah bahagiaku".
Rasanya iri, dan suatu ketika saya ingin merasakannya.Ahh gimana pula,mana mungkin kita tahu ada yang tersenyum melihat kita bahagia secara diam-diam???.Yang penting esensinya kali ya???

Tapi kemudian kurunut beberapa episode yang saya alami, kemudian kubalik "kesedihanmu adalah kesedihanku".Setidaknya pernah merasakan walau tidak sering, dan lebih sering merasa "apa sedih dan penderitaanku engkau rasakan??"

Saya ingat ada lelaki yang sedih ketika aku kecil terbaring lemah karena kakiku luka akibat masuk jeruji sepeda sewaktu membonceng sepeda Ummi.Dan setelah itu juarang aku lihat tangisnya lagi,mungkin karena Saya jarang berjumpa dengan beliau.Yang kedua ketika beliau mengantarkanku ke ruang IGD sebuah rumah sakit ketika mendengar aku "menolak" keputusan dokter untuk amputasi jari.Ya walau akhirnya saya terdiam pasrah menikmati pisau-pisau itu memotong kelingking tangan kanan.

Hanya itu yang saya ingat tentang tangisnya.Dan yang lainnya adalah kecuekan dan tarbiyah buatku.Sayapun sering menangis dibuatnya.Tapi kemudian tangis itu jadi mahal dan membentukku menjadi lebih tegar,lebih kuat dan lebih mandiri.

Aku yang tidak harus merengek lagi meminta untuk diambilkan raport,yang diam kalau tidak diberi uang saku dan menerima harus di rumah tidak berangkat sekolah,yang tidak protes ketika jam 10 malam tidak ada yang mau menjemputku di sekolah sepulang rihlah kelas, yang tidak menangis ketika beliau bohong dan tidak ada yang mau mengambil surat kelulusanku, yang membiarkanku membiayai operasi dan biaya kontrol tiap 3 hari sekali ke rumah sakit, yang membiarkanku melas-melas meminta orang dan teman untuk mengatarkanku ke rumah sakit yang pernah harus jalan kaki 2 jam lebih ke menuju rumah sakit sendirian,yang meminta uang yang ku kumpulakn ditengah-tengah skripsi dan tidak dikemblikan,yang terkadang mebuat ummi menangis,yang tidak mau segera pulang walau ku kabarkan ummi sakit atau ketika gempa melanda.Yang membuatku lebih tegar menjalani hidup...yang memintaku mengurus urusan sekolah adek,yang membuatku bersyukur di tarbiyah oleh beliau dan lewat sifat beliau.^-^

Tetapi aku menyayanginya dan berharap yang terbaik buat beliau...
Karena beliau adalah yang terbaik yang dikirim oleh Allah untukku,dengan semua hikmah yang ingin di berikan kepadaku...

Kemudian ku ubah pola berfikirku tentang lelaki itu,ku ingat kejadian-kejadian yang menunjukkan kasih sayang beliau.Bagaimana kesabaran beliau ketika mengajariku menghapalkan Surat Al Lahab ketika ku kecil,melihat air matanya hampir jatuh ketika aku sakit dikala ku kecil,memberi hadiah-hadiah kecil dan oleh-oleh yang selalu kusambut gembira ketika menyambut kedatanganya. Serta Melihat kesabarannya sehingga sampai detik ini jarang ku nikmati kemarahannya.

Dan terkadang cinta tidak melulu berwujud keromatisan,tetapi tarbiyah(pendidikan) untuk mewujudkan diri kita menjadi manusia penuh cinta,syukur,sabar dan lebih tegar serta siap dalam menjalani kehidupan.

Sungkemku selalu mengharu biru dibarengi dengan air mata tertahannya.Rabb,sayangi dan lindungi dia...

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka launching blog My Give Away Niken Kusumowardhani

Ketika Motorku Disita...

Pagi itu segera kurapikan penampilan,terus nangkring di atas motor menuju tempat PPL yang berada di sebuah Ujung kota Surakarta.
Sampai tiba di sebuah gang yang ada pak Polisi mengatur lalu lintas,kuberi tanda hendak berbelok kesitu.Dan ternyata saya diberhentikan Pak Polisi dengan wajah tak ramah.

"Berhenti mbak",saya udah gugup karena merasa tidak melakukan kesalahan dan tidak ada operasi resmi
"Iya pak..."wajahku pias
"Boleh pinjam SIMnya???" kumakin lemes,soalnya  kubelum punya SIM kala itu.
"nggak punya pak..."
"Ya udah STNK!!!"kemudian ku angsurkan STNK-ku,dengan wajah makin nggak karuan karena kulihat pak Polisi melirik Plas nomor belakang motorku.

"Mbak motornya kami sita ya..."
"aduh jangan pak,saya terus gimana???'
Pak Polisi akhirnya ngomel-ngomel.Akhirnya datang Polisi Lain yang lumayan cakep dan ramah :)
"ada apa?"tanya si cakep
"Ini,mbaknya bawa motor tanpa indetitas dan plat motor mati pula"
Akhirnya saya diurus si cakep."Mbak tahu kan identitas motor itu STNK,sekarang lihat masa berlaku STNKnya dan habis jadi ini dah nggak berlaku"
Aku nyengir kuda menyadarai kesalahanku,"ni mbak ditambah lagi,plat mati dan pajaknya juga"
Huwaaaa...saya makin nyengir,emang kuakui saya sebagai ilegal rider selama ini.

"SIM mana???"
"nggak punya"sekarang jawabanku lebih santai
"KTP???"
"Belum punya pak,gimana kalau kartu Mahasiswa?",solanya saya paling males urus administrasi bikin SIM,pajak ngurus STNK dan bikin KTP (sttt...jangan pada ditiru yaa)
"ya udah gpp"
Ku ubek-ubek tasku dan dan juga dompetku..dan OOOO,ku baru ingat Kartu Mahasiswaku dibawa teman untuk kumintai tolong urus regristasi di Kampus.
"pakai Kartu Perpustakaan aja ya pak?"Rajukku
"hmmm...ya udah mbak gpp daripada tidak jelas gini"
Segera ku angsurkan Kartu Anggota Perpustakaan,dan akhirnya motorku disita.Dan ku binggung mau ketempat PPL pakai apa coba?
Ku tanya aja sama pak Polisinya"pak Bus Arah Bonoloyo mana ya?"
"nggak tahu mbak,tahnya yang arah terminal"
Segera ku tenteng helm dan mengejar bus yang lewat,dan pas muter ku dapati si Cakep naik motorku dan batinku"nggak pantes blas pakai motorku yang pendek"
Dan sampai tempat PPL ku pamerin surat Tilangku ke teman-temanku "aku ditilanggggg"dengan logat kayak iklan"aku dilamarrr"
Dan komen temenku"gemblungggggg,ditilang kog bangga"

Akhirnya Pulangpun saya harus jelaskan ke keluarga,bapakpun kena tegur Ummi karena tidak mau urus pajak motorku.Dan akhirnya seminggu kemudian bapak ke kantor Polisi mau cek nomor mesin untuk urusan pajak motor,eh malah pulang tanpa hasil dan memintaku urus motor sendiri.Kata bapak"cepet,mumpung yang urus bapake apik"

Sampai kantor polisi ku segera cari bapak yang dimaksud bapak saya tadi,dan ternyata si cakep tuh.Saya diajak ke kantor lantai atas.Hanya ada aku dan dia.Dinasehati agar tertib,karena ternyata aku kemaren salah jalur karena kalau pagi tidak boleh leat situ karena padet ,lha ku jawab aja kalau saya tidak tahu.Dan akhirnya saya diatwari Sidang atau bayar...kyaaaaaaa
Akhirnya saya bayar ajah,sayapun nawar-nawar tuh...Dan pak polisi bilang"besok cari SIM ya?"
"ribet pak,jarang pada lulus...tuh tetangga nggak lulus2 akhirnya bayar mahal baru lulus"
"lha itulah masyarakat kita,dikasih jalan murah malah cari yang mahal"
"lha murah tapi nggak lulus-lulus.."
"besok cari yang kolekstif aja mbak,murah."
Beres pak...akhirnya saya bisa ambil motor"tolong pak keluarin motor saya sekalian dilapin ya" :D
Dan beneran ada polisi yang nurutin,maklum baru terima duit :D
Beres pak...akhirnya saya bisa ambil motor"tolong pak keluarin motor saya sekalian dilapin ya" :D
Dan beneran ada polisi yang nurutin,maklum baru terima duit :D
Pyuhh polisi ...

Tulisan ini dikutkan dalam GA Kinzihana

Wednesday, June 12, 2013

Sudah berumur bukan halangan untuk belajar Al-Qur'an

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengikuti seminar dengan pembicara Dra.Wiriangsih,sosok Ibu luar biasa yang bisa menghantarkan 10 anaknya penghafal Qur'an.Sebuah prestasi yang sangat langka di Indonesia yang tentu jadi sebuah hal istimewa dan patut untuk di contoh.Apalagi jaminan bagi Penghafal Qur'an adalah Jannah istimewa dan bisa mengajak keluarganya.Siapa coba yang tidak ingin?mupengggg banged deh

Sayapun bergidik ketika beliau mengungkap bagaimana pengalamannya dalam mendidik anak-anaknya sehingga bisa menghafal Al Qur'an,rasa kagum dan minder jadi satu kala itu.Satu pesan yang tersirat kala itu adalah kalau pengen anaknya cerdas,maka jadilah Ibu yang Cerdas.Kalau pengen anaknya dekat dan hafal Qur'an maka jadikan hidupnya dekat dan berlandaskan Al qur'an.

Sinergi antara suami istri sangat diperlukan,dan peran istri yang tentu akan lebih dekat serta sebagai pelaksana pendidikan maka diharapkan punya bekal yang mumpuni.Saya kemudian berfikir bagaimana mungkin saya bisa belajar Al-Qur'an dengan cepat dan menguasai ilmu-ilmu yang berkaiatan dengan Al Qur'an dengan lebih sistematis dan bisa dilakukan disela-sela kesibukan aktivitas saya.Akankah saya mampu mencontoh beliau sedangkan Saya hanya mampu belajar keluar seminggu sekali? itupun kalau tidak bertabrakan dengan agenda penting yang mendadak muncul di hari Ahad

Belajar Al-Qur'an yang juga merupakan bekal terpenting dalam membangun sebuah keluarga yang dekat dengan Allah dan berkarakter Qur'ani.Lha saya yang sudah berumur ini kog rasanya sudah terlambat untuk memulai dan merasa saya harus terseok-seok untuk mengejar ketertinggalan saya.Waktu juga yang tidak memungkinkan bila harus duduk dan belajar dalam sekolah formal keagamaan.Mau cari guru juga kadang ada rasa malu.Tapi saya bertekad saya harus bisa belajar Al -qur'an kembali walau usia tak muda lagi

Akhirnya sayapun berselancar dan mencari sumber-sumber yang bisa jadi solusi.Dari bertanya dan mencari-cari akhirnya saya menemukan sebuah Solusi di sebuah facebook yang bermula menemukan https://www.facebook.com/QuranCentrumStore.Dan ku temukan produk luar biasa ini.

Saya bilang luar biasa kenapa?karena Paket New Miracle the Reference ini adalah  Al Qur'an dari Syamil ini berisikan 66 konten dalam 1 paket.Konten ini memungkinkan kita untuk belajar membaca Al Qur'an,memperbaiki dan mempelancar membaca Al-Qur'an dan juga bonus materi-materi keislaman yang disusun secara konprehensif.Lihat aja Fittur-fiturnya:

Paket ini juga dikemas dalam format buku,DVD dan CD audiobook yang sangat lengkap.Dari tafsir,panduan ibadah,dan ibadah praktis,kajian keislaman dan bermacam-macam bacaan Qori terkenal.Al Qur'an ini juga bisa dibaca dengan E-Pen yang bisa dibeli terpisah tapi lebih bagus bila beli keduanya,sehingga kita bisa belajar Al-qur'an sesuai dengan bacaan Qori yang kita inginkan.Karena E-PEn ini bisa memunculkan bunyi bacaan dan artinya sesuai dengan Qori yang diinginkan,penggunaannya juga mudah seperti ini

Wah saya kemudian juga melihat web-nya http://pusatalquranonline.com/ ternyata macam-macam Al Qur'an yang bisa dipilih-pilih.Dan pas buka twitter juga nemu twit yang menarik tentang Al Qur'an dan ilmu keislaman https://twitter.com/syaamilquran.Sayapun akhirnya jadi makin semangat dan tidak perlu repot beli banyak buku dan Al Qur'an karena dalam 1 paket ini sudah komplit.
Punya produk ini seakan-akan kita punya guru pribadi,ini bisa jadi rujukan utama nih pas Ramadhan.Bisa membuat kita makin dekat dengan Al-Qur'an dan belajar ilmu keislaman dan panduan ibadah dengan praktis  dari guru pribadi yang bisa kita akses dan gunakan sesuka kita.

Oh ya sebelum lupa produk Syamil tidak hanya itu saja lho..yang buat anak-anak juga ada,yang suka Qur'an khusus wanita juga ada,tampilannya juga bagus-bagus..pokoknya komplit deh,lihat-lihat aja di ttp://pusatalquranonline.com/  atau di facebooknya ya http://pusatalquranonline.com/ .

Dan Mari jadikan tiap detik dari hidup kita makin dekat dengan Al -Qur'an,baik Ramadhan dan bulan-bulan yang lainnya.Dan ingatlah bahwa kelak bacaan Al qur'an kita akan menjadi syafa'at dihari kiamat

"Diriwayatkan daipada Abu Umamah Radhiyallahu ‘Anh, katanya,  Aku medengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,  “Bacalah Al-Qur’an karena dia akan datang pada hari Kiamat sebagai juru syafaat bagi pembacanya.” (Riwayat Muslim)
 Dan juga akan membuat hati kita tenang dan aman.
Ad-Darimi meriwayatkan dengan isnadnya dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,  “Bacalah Al-Qur’an karena Allah tidak menyiksa hati yang menghayati Al-Qur’an. Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah jamuan Allah, maka siapa yang masuk di dalamnya, dia pun aman. Dan siapa mencintai Al Qur’an, maka berilah kabar gembira.” 

Lalu akankah kita akan malas dan malu belajar Al-Qur'an ,walau umur tak lagi muda??? 

Lalu yang muda akankah menunggu tua untuk mau belajar membaca dan memahaminya???



~zukhruf,di ujung muhasabah~

Monday, June 10, 2013

3 Anak Badung :Mencari Ibu yang Hilang

Judul     : 3 Anak Badung
Penulis  : Boim Lebon
Halaman: 192 hal
Tahun    : 2013
Penerbit: Indiva


Boim Lebon sebagai seorang yang cukup melegenda dengan karya Lupus ABG dan Lupus Kecil,rupa-rupanya memang berjodoh dengan karya-karya komedi.Mungkin agi beliau banyak tertawa makin muda,banyak buku makin kaya(tebakan ngasal).Dan di tahun ini tepatnya bulan Maret beliau kembali melahirkan 3 Anak Badung yang entah bagaimana bisa bapak yang satu ini bisa melahirkan #plak.

Buku ini terinspirasi dari berita-berita di media-media yang banyak menayangkan kisah pembuangan anak.Entah apa yang dipikirkan oleh Sang Ibu,yang jelas berkat pemikiran yang matang dan strategi yang jitu akhirnya Bang Boim bisa meramu berita itu menjadi karya yang membuat perut menderita karena kebanyakan serbuk tawa.

Kisah dalam novel ini berawal dari seorang Ibu dengan nama yang cukup ternama di Jagad Novelnya Yaitu Bunga Cinta Lebay (BCL ) alias mpok Bung yang karena tekanan ekonomi dan sakit hati terhadap suami yang lebih ajib dari bang Toyyib akhirnya membuang ketiga anaknya di atas sebuah kereta api.

Ketiga Anaknya yaitu Si Mola yang super duper telmi,si Rama yang lumayan cerdas dan Si Reh yang punya hobby molor yang layak masuk rekor,akhirnya terdampar di sebuah kota bernama Yogyakarta,menjadi pengamen sekaligus anak jalanan.Hingga tiba suatu hari ketika mereka menginjak remaja ada keinginan mencari emak tercinta berbekal foto kusam dari buku nikah emaknya.

Perjalanan yang seru dan membuat kita bisa menangis terpingkal-pingkal akan kita dapati tipa kita menyelami tiap jengkal halaman novel ini,sisipan anekdot juga menghiasi dan memaksa kita untuk buka suara untuk tertawa di sela-sela cerita yang juga bertebaran hikmah didalamnya.

Nah,bagaimanakah endingnya???akankah mereka akan berjumpa dengan mpok Bung ???apakah akan berakhir sedu,pilu,haru atau lucu...so geber langsung dah nieh novel,buruan dpaatkan di rak sepatu,eh toko buku terdekat ya..terjauh juga boleh sih kalau mau,yang penting beli dan resapi..okeyy...

Pasca Kampanye Tawa With Bang Boim



Wednesday, June 5, 2013

Kostum Walimahan "akhwat "

Seorang kawan kemaren ketika hendak menikah terkesan santai menyiapkan acaranya,beda dengan kebanyakan teman-teman yang stress berat dan ribet urusan persiapan walimah,terutama kostum (teringat ada teman yang sampai hunting beberapa gaun walimah gara-gara saudaranya yang akan walimah terlalu ribet urusan kostum).Beda dengan teman saya yang simple saja dalam urusan gaun walimah.Karena planingnya tamu laki dan perempuan dipisah dia tampak enjoy saja nyiapin gamis walimahan.

Awalnya aku bayangkan akan seperti ini
yang akhwat seperti ini

suami istri dengan kostum seperti ini 
nuasa walimah yang seperti ini



karena awalnya dia beli gamis seperti ini

Tapi karena temanku tidak pakai cadar,akhirnya dia pakai gamis putih ini pada event "boyongan" ke rumah mertua.Dengan jilbab lebar dan panjang tanpa aksesoris. Sedang ketika Walimahan dia hanya memakai gamis yang simple dan tidak melupakan untuk tetap pakai jilbab yang lebar.Awalnya memang tidak mau dimake-up-in atpi akhirya berhasil dibujuk untuk make-up tipis tapi tetap tampak berbeda dari hari biasanya

Sederhana banget kan???malah kami yang jadi pengiring yang dikira pengantinnya :D
Tapi kekhusukan emang lebih terasa dengan kesederhanaan dan tanpa hiburan yang sia-sia,lantunan tilawah,taujih dan nasyid romantic mengiringi acara sakral tersebut.

Dan yang terpenting pasca menikah,lebih sering saya dengar cerita kebahagian dari teman saya itu.Coba bandingkan dengan artist-artist yang pada heboh acara nikahannya dengan segala kemewahannya akhirnya berakhir perceraian.So yang penting niat,bekal dan kemantapan bukan sekedar "gebyar" pas pesta semata.

SETUJU???

 

Catatan sejarah Jiwa Template by Ipietoon Cute Blog Design