Saturday, April 18, 2015

Managemen Kamar

sumber dari sini
Tiap membuka pintu kamar lelaki bungsuku,suka bete dan manyun-manyun aduhai deh.
Bayangkan kamarnya itu mirip kapal pecah. Baju kotor berserakan,buku dan sepatu entah posisinya nangkring di mana,kabel-kabel dan HP kanibalan juga bertebaran di sekitar kasurnya. Belum lagi ditambah ember-ember dan toples buat menampung air yang bocor ketika hujan tiba :D

Kalau dinasehatin untuk lebih rapi dan sebagainya kesannya masa bodoh,karena lagi-lagi tiap beberapa hari ada yang gerilya dan membantu membersihkan dan merapikannya. Siapa lagi kalau bukan ibu tercinta.

Sebenarnya saya kurang setuju dengan sikap ibu,thoh bungsuku itu sudah dewasa.Masa dewasa biasanya sudah dihadapkan tanggung jawab untuk mandiri dan lebih pinter memanage diri sendiri dan aktivitasnya.Tapi ya,mungkin salah kami juga tidak mengajarkannya untuk lebih mandiri dan memanage kamar sendiri.

Harusnya sejak kecil kami sudah membiasakan dia untuk berlatih managemen kamar.
Apasih managemen kamar itu? ya istilah yang mudah dicerna adalah mengelola kamar sendiri agar tetap bersih dan rapi,kalau bisa tetap wangi.Pembiasaan sejak kecil itu sebisa mungkin dengan berjalannya waktu dan bimbingan dari keluarga yang lebih tua diharapkan menjadi sebuah karakter dan kebiasaan baik yang dibawa sampai kelak usia senja atau tutup mata.

Pembiasaan untuk memanage kamar sebenarnya bisa dilatih dari hal-hal simple, misalnya:
1. Belajar beranggung jawab meletakkkan barang pada tempatnya. Misal meletakkkan buku di rak buku,sepatu di rak sepatu,handuk di tenpat handuk dsb. Hal itu akan terbawa di mana ia berada dan melatih disiplin diri.
2.Buat jadwal mandiri,misal dari yang paling mudah,jadwal bangun tidur,bermain,belajar dan beri jadwal membersihkan kamar atau merapikannya. Kalau usia masih kecil bisa dengan didampingi anggota keluarga yang lebih dewasa.
3. Beri jatah tempat sampah di kamarnya, dan latih agar terbiasa membuang sampah pada tempatnya
4. Beri tanggung jawab anak akan barang yang dia punya. Misalnya buku,mintalah untuk menyampulin,merawat dan menjaganya. Beri konsekuensi bila ia teledor dan tidak bertanggung jawab atas barang yang tidak dia rawat dan jaga,misal kalau bukunya hilang karena dia meletakkan sembarangan maka dia harus menabung untuk membelinya buku baru atau dibelikan dengan syarat tertentu.
5.Ajarkan agar dia bisa memilah siapa yang bisa masuk kamar dan tidak boleh masuk kamar. Karena biasanya kalau kamar jadi transit sembarang orang maka akan mudah berantakan dan anak kehilangan privasinya.

Dan dengan latihan-latihan semacam itu,akan membuat anak disiplin, bertanggung jawab dan lebih punya privasi atas kamarnya. Diharapkan kebiasaan-kebiasaan itu akan terulang dan menjadi karakter baik bagi dia dimanapun ia berada dan kapan saja.


#18042015

1 comments:

 

Catatan sejarah Jiwa Template by Ipietoon Cute Blog Design