Sunday, October 27, 2019

Pembunuhan secara perlahan melalui Pembajakan

Suatu hari saya membeli beberapa novel langsung ke kantor penerbit. Qodarullah ada satu Novel yang dibawa bapak dan hilang. Akhirnya bapak mengganti dengan sebuah novel yang lebih lebar, tebal dan berjudul cukup terkenal pada saat itu. Ya, bapak mengganti dengan sebuah novel berjudul " Ayat-ayat Cinta"

Awalnya saya cukup senang mendapat ganti novel itu. Selanjutnya saya buka-buka novel itu untuk saya baca. Tetapi saya kecewa dan tidak jadi membacanya. Pasalanya font-fontnya tidak nyaman untuk dibaca, agak pudar. Bahkan ada banyak typo dan jilidannya yang tidak kuat, akibatnya ketika dibuka agak lebar dan diberi tekanan sedikit ada beberapa lembar halaman yang hampir lepas.

Fix, saya yakin itu buku bajakan. Apalagi kata bapak itu harganya sangat murah. Saya tidak menyalahkan bapak saya juga sih karena ketidak-tahuan beliau soal buku bajakan atau bukan.
Bapak membelinya juga dari sebuah toko buku kecil yang ditemuinya.

Lain waktu saya membaca status seorang teman yang marah-marah juga karena ulah pembajak. Saat itu teman saya mendapat kepercayaan untuk penggadaan buku di suatu tempat. Naasnya dia tidak tahu ada beberapa buku yang dia beli tercampur buku bajakan. Beliaupun kena getahnya, walau dia tidak sengaja karena ketidak-tahuan dan kurang telitiannya.

Ya, pembajak kadang sangat kreatif menciptakan buku dengan cover yang seolah-olah asli. Walau dalamnya abal-abal dan kadang banyak yang mirip buku foto-kopian.

Padahal sikap mereka itu jahat, kombinasi antara pencurian dan pembunuhan.

Mereka mencuri draf dan mencetak serta menjualnya tanpa izin.

Mereka juga membunuh penulis secara perlahan-lahan. Bayangkan penulis yang berjuang berbulan-bulan hingga lahirnya karya, kadang begadang terkuras tenaga dan pikirannya. Eh begitu jadi bukunya, bukunya dicuri. Dia tidak kecipratan apapun dari si pembajak. Penjualan buku ori juga mungkin berpengaruh karena orang-orang memilih buku bajakan yang cenderung lebih murah.
Kejadian buku laris dipasaran, tetapi penulis tidak mendapat apa-apa karena yang laris adalah bajakan.

Miris kan?
Penerbit juga mengalami kerugian. Dia mempunyai hak atas karya seseorang, sudah membayar penulis sesuai kesepakatan menghitung biaya produksi, distribusi, dan sebagaianya. Yang endingnya harga buku jadi lebih mahal dari karya bajakan.

Karya bajakan biasanya dibuat dengan bahan yang di bawah standart, tidak membayar penulis, tidak ngurusin ISBN, tidak mikirin isinya itu punya orang tapi asal cetak,jual dan untung.

Sungguh pembajak buku adalah pengais rezeki haram. Karena dia mencari uang tetapi dengan cara mencuri dan membunuh pencaharian orang.
Dan yakin deh

" kebahagiaan yang berasal dari merebut senyum orang lain itu tidak akan abadi dan barakah"


Saatnya sekarang orang-orang seperti itu harus diberantas.
Penjarakan orang yang terlibat pembajakan. Kalau perlu adakan sweeping di toko buku, perpustakaan dan tempat pameran buku. Begitu ketemu buku bajakan, sita dan bakar. Setidaknya ada efek jera bagi toko buku yang berani menjual buku bajakan secara sengaja. Kalaupu tidak tahu bisa ditelusuri juga darimana mereka mendapatkan buku tersebut

Adakah edukasi juga ke sekolah-sekolah berkerja-sama dengan perpustakaan sekolah agar bisa membedakan buku bajakan serta menghidari untuk membeli buku bajakan.

Bagi yang kesusahan untuk membedakan buku bajakan atau ori, biasakan membeli di toko buku yang bisa terjamin menyediakan buku-buku ori. Kenali juga ciri-ciri buku bajakan itu seperti apa, secara fisik biasanya bukunya jelek dalamnya. Kalau beli offline bisa agak mudah dicek.

Kalau ingin membeli buku secara online juga pilihlah toko yang terpercaya, atau bahkan bisa memilih toko resmi yang kadang dimiliki oleh penerbit. Misal kalau Mizan bisa di cek di MizanStore.
Atau sekarang model juga buku-buku kece dengan sistem arisan atau cash yang model buku paket yang bisa dibeli melalui Book Advisor.




Pokoknya stop pembajakan, hargai karya dengan beli yang Ori

Tempatkan diri pada posisi penulis atau penerbit.





Monday, September 16, 2019

Kenalan sama Product LT Pro yukk πŸ’•


Yuhuu, beberapa hari lalu diberi kesempatan untuk gabung di event Kumpulan Emak Blogger Solo berkolaborasi dengan LT Pro yang ngadain beauty class dengan tema "Glam Makeup & Tips Hijab Pesta" di Paragon Mall, Solo.


Dari rumah sudah ada bayangan bakal diberi tips dan trik make-up buat ke pesta, biar nampak glam dan awet. Alhamdulillah dikasihlah beberapa ilmu dari MUA hits Solo Kak Anggun yang banyak kasih bocoran ilmunya.

Salah satunya adalah tips biar make-up awet dan tidak mudah geser. Beneran deh, pas ditest dengan digosok-gosok pakai tangan tuh make-up tidak geser sama sekali. Katanya sih kalau geser berarti ada langkah yang salah.

Terus salah satu kunci andalan dari LT Pro adalah tips  bagaimana meramu foundation. Jadi bagaimana tuh foundation primer dipadu dengan powdery foundation diblend dengan produk Prefect Blend dari LT Pro.

Nih lagi ditunjukin kombinasi antara foundation primer, powdery foundation sama Prefect blend

Hasilnya mantap jiwa. Btw powdery foundation dari LT Pro bisa lho dipakai buat harian, jadi nggak usah pakai bedak udah okey lah.

Hasil akhir dari make-upnya tuh kece habis. Kelihatan glam tapi nggak norak maupun menor. Ditambah dikasih tips make hijab segi-empat yang dimodel menjadi Turban simple buat ke pesta.

Tutorial hijabnya plus lihatin hasil akhir make-upnya


Pulangnya kita dikasihlah produk buat dicobain.
Sampai rumah dicobain donk semuanya.

1. Cleansing Water


Ini langsung deh dibandingin dengan produk sebelah. Dan hasilnya syukaaa, karena ini pembersih yang tanpa alkohol. Jadi nggak ada kesan clekit-clekit di muka.

Produk ini juga merupakan based cleanser with PEG-free surfactant. Cocok buat semua jenis kulit dan mudah digunakan.

Kemasannya juga model Pump, terus ada pengaturan lock buat open dan stop. Jadi mencegah airnya tumpah-tumpah.

Mau nyobain buat hapus lip cream

Hasil sekali usap


2. LT Pro Face Mist


Ini sejenis toner, yang juga alcohol free. Kandungannya ada kombinasi pelembab, xylityglucocide, Sodium Pyrrolidone, carboxylic Acid dan chamomila Recutita Flower Extract.
Klaimnya nih bisa menjaga kelembaban dan kesejukan di wajah.


Cara makainya cukup disemprotin aja ke muka. Model botolnya spray githu soalnya. Setelah itu diamkan beberapa saat, kemudian tepuk-tepuk wajah dengan mesra. Biar si toner bisa meresap dengan sempurna.

Saya biasanya makai setelah cuci muka, enak aja di muka jadi lembab dan sejuk.
Tapi katanya si face mist ini bisa dipakai setelah make-up ya. Kalau saya sih golongan yang memfungsikan sebagai toner sebelum make up malah.

3. LT Pro Dual Function (single)

LT Pro Dual Function Merupakan Two Way Pressed Powder ya. Beberapa klaimnya dapat menyamarkan penampakan pori-pori, kerutan terus membuat wajah jadi lembab, menyerap minyak dan membuat wajah tidak kusap. Teksturnya creamy dan halus.

Tersedia 6 varian DENGAN KODE R: - Dark 01,02,03 - Light 01,02,03

Nah kemaren dapatnya yang light dengan kode R02R

Pas nyoba di tangan sih kelihatan terang banget. Tapi pas nyoba di muka, masih bisalah di tolerir. Di muka kelihatan ringan nggak berat, bisa kelihatan agak segeran di muka. Teksturnya lembut dan mudah diaplikasikan di wajah.

Ketahanannya berapa lama belum diuji-coba. Karena habis makai tidak mengamati muka lagi apakah masih nempel lama atau udah pudar. Kadang nggak sempet ngaca πŸ˜‚

Btw diantara semua yang pernah dicoba paling sering makai cleasing water dan face mistnya. Kalau bedaknya jarang dipakai karena kudu hati-hati makai warna terang gini. Takut kalau ketebelan jadi malah pucat.

Kesimpulannya sih, productnya okey punya. Pantesan banyak dipakai para MUA. Terus suka lagi karena banyak yang free alcohol produknya jadi aman deh dipakai bagi para muslimah dan bagi yang kulitnya sensitif.

Selamat mencobaπŸ’•πŸ’•πŸ’•



Sunday, July 14, 2019

Wajah Tetap Cantik di usia 30-an bersama Safi





Minggu, 7 Juli 2019 Kumpulan Emak Blogger (KEB) Solo berkolaborasi dengan Safi Indonesia mengadakan talk show bertajuk " Cantik Sejati, Cantik Safi" yang bertempat di Java Terrace Kitchen.

Ketika mendapat kabar tentang event itu, saya segera mendaftar karena ketertarikan saya dengan Brand dengan tagline Halal, Natural, Teruji. Salah satu brand yang skincare asal Malaysia yang mulai banyak dilirik karena beberapa keunggulannya serta kehalalannya.

Sebelumnya tahu Safi dari akun Suhay Salim. Melihat reviewny mulai deh tertarik untuk mencoba. Awal nyoba saya coba produk shamponya. Ternyata enak dipakai, rambut jadi lembut dan nggak "jegrak " ala rambut singa plus baunya enakkk.

Begitu kemaren dapat kesempatan untuk mengikuti event KEB bareng SAFI, Langsung antusias untuk mengikutinya.

Pada saat itu ada dua narasumber yang bakal membedah tentang kulit cantik sejati ala Safi.

Yang pertama Dr. Aminah Alaydrus SpKK. Beliau banyak membahas apa itu kulit sehat dan kiat agar kita-kita mempunyai kulit yang sehat. Yang kedua mb Nindita Ayu. Jr Brand Manager Safi Indonesia yang mengulas tentang produk Safi terkhusus produk "SAFI Age Defy" serta mengajarkan step-step penggunaannya.


Menurut Dr Aminah Alaydrus kulit yang sehat itu adalah kulit yang mempunyai ciri kulit yang bersih, bebas jerawat, flek hitam serta bercak hitam, kenyal, lembut, warna kulit merata serta kulit tidak terasa perih atau rasa clekit-clekit.

Beliau juga memaparkan bahwa kulit itu dengan berjalannya usia akan mengalami perubahan. Tentu perubahan yang menjurus ke penuaan dini dan permasalahan kulit lainnya.  Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan kulit tersebut.
  • Faktor usia
Pada usia 25 tahun ke atas para wanita akan kehilangan kolagen sekitar 1% tiap tahunnya, sehingga wajah akan mengalami beberapa perubahan seperti kering, kusam, pucat dan timbul beberapa kerutan.

  • Radikal bebas serta Sinar UV
Paparan sinar UV dan radikal bebas menyebabkan kulit mudah mengalami penuaan dini, kusam dan tidak sehat
  • Pemakaian skincare yang salah
  • Faktor makanan dan gaya hidup
Faktor makanan dan gaya hidup yang tidak sehat sering kali tidak disadari juga mempengaruhi kondisi kulit seseorang. Padahal hal itu juga ada kaitan eratnya dengan kondisi kulit seseorang.

Nah agar kulit kita terhindar dari berbagai masalah kulit, maka kita dianjurkan untuk merawatnya. Beliau juga memaparkan beberapa tips merawat kulit.
1. Konsumsi makanan sehat
Hindari makanan yang tidak sehat seperti gorengan, junk food, makanan yang terlalu pedas, terlalu manis maupun terlalu asin.
Perbanyaklah makan sayur maupun buah-buahan, terutama yang mengandung anti oksidan tinggi.

2. Hindari Stress
Salah satu faktor penyebab kulit terlihat lebih cepat tua adalah stress. Biasanya orang yang sering stress lebih cepat terlihat keriput di wajahnya. Untuk itu kelola stress dengan baik. Sebisa mungkin diminimalisir atau bahkan dihilangkan

3.Gunakan Sunblock/Sunscreen
Gunakan sunscreen 30 menit sebelum beraktivitas. Kebanyakan orang salah kaprah dalam penggunaan sunscreen. Biasanya sebelum beraktivitas keluar baru dipakai. Padahal aturannya baiknya 30 menit sebelumnya, agar sunscreen bisa meresap dan bisa berkerja lebih optimal
Gunakan sunscreen juga walau berada di dalam rumah, karena resiko kena UV bisa juga lho terkena walau di dalam rumah

4. Bijak dalam Bermake-up
Gunakan make-up seperlunya atau sewajarnya. Dan jangan lupa bersihkan make-up secara maksimal. Jangan sampai meninggalkan bekas make-up sehingga bisa menyumbat pori-pori dan menimbulkan masalah kulit seperti jerawat dan komedo berlebih

Berilah ruang untuk wajah untuk bernafas, jangan terlalu sering memberi beban make-up berlebihan setiap hari.

Sesie selanjutnya adalah penjelasan produk Safi dan beberapa step pemakaiannya. Para peserta kemudian melakukan praktek langsung sembari ada sesie tanya jawab.

Produk yang boleh dicoba saat itu adalah produk Safi make up remover, Safi Age Defy cream cleanser, Deep Exfoliator, Deep Moisturizer, Skin refiner, Eye Contour Treatmen dan Gold Water Essense.

Nah berhubung saya pakai cadar dan disitu masih ada mas-mas wara-wiri, saya hanya bisa mendengarkan step-stepnya dan melihat para teman-teman praktek.



Tapi saya masih bisa kog merasakan beberapa produk dengan menskip beberapa produk.

1. Safi make up remover dari seri white expert.

Pernah lihat review dari Suhay Salim sebelumnya, jadi penasaran pengen merasakan. Dan ternyataa rasanya ringan kayak air. Bisa bersihin noda-noda make up, dan tidak menimbulkan rasa perih atau berat. Soalnya pernah pakai produk sejenis dari merk lain rasanya agak kerasa semacam keset-keset gimana githu. Kalau yang ini ringan kayak air.

2. Safi Age Defy Skin Refiner
Ini toner ala Safi yang bisa menyempurnakan proses pembersihan. Produk ini diklaim bisa mengangkat kotoran di wajah serta meringkas pori-pori.

Pas nyobain sih rasanya enak lembut dan wangi. Tapi soal meringkas pori-pori belum terlihat hasilnya karena baru sekali pakai.

3.Safi Age Defy Gold Water Essence
Safi Age Defy Gold Water ini mengandung Hyaluronic Acid yang dapat membantu mengembalikan kekenyalan dan kekencangan kulit. Pas nyobain kemaren itu juga enak banget, cepat meresap ke kukit wajah. Dan wajah kerasa lembab enak menul-menul.

4. Eye Contour treatment
Ini semacam cream mata, berguna untuk mencegah penuaan di area mata dan juga menghilangkan mata panda. Cara makainya juga cukup ditepuk-tepuk ringan saja di area sekitar mata. Pas makai juga belum kerasa efeknya, karena baru pertama kali makai. Dan sayangnya tidak masuk dalam daftar goodie bag 😁



Nah pas stalking Instagram Safi saya nemu rangkaian ini untuk pemakaian harian minus day/night cream.

Kebetulan pas pulang kita dikasih oleh-oleh isinya cream cleanser, Deep Exfoliator, serum dan sampho.

Karena pas event nggak bisa nyobain, akhirnya di rumah langsung deh pengen makai.

Yang pertama, cream cleansernya. Kesannya enak, lembut dan wanginya lembut enak. Nggak kerasa kaku di wajah.

Yang kedua Deep Exfoliator, ini saya pakai dua hari sekali. Karena ada scrub yang tidak boleh dipakai setiap hari. Kandunganya ada gold extra yang memelihara tekstur kulit tetap elastis dan halus serta menyamarkan keriput. Selain itu juga mengandung silk protein yang dapat melembabkan kulit serta membuat kulit halus sehalus sutra. Dan terkakhir ada Jojoba scrub yang berfungsi mengangkat kulit mati secara lembut.

Setelah memakainya sih saya belum perasakan efek magic langsung cling kenyal lembut dan bebas keriput ya. Karena pemakaian baru seminggu. Tapi ini enak dipakai sih. Wanginya mirip aroma shampo.

Yang ketiga Serumnya, ini enak banget dipakai. Halus dan cepat meresap. Kadang saya pakai pagi hari terus ditemploki pelembab merk lain. Rasanya kulit jadi lembab dan kalau dipakaiin bedak jadi lebih cepat merata.

Klaimnya selain mmebuat kenyal, menunda penuaan dini juga bisa menghilangkan kusam. Semoga ntar kalau rutin makai bisa deh kulitku kenyel-kenyel cling githu.

Btw setelah acara selesai tak lupa deh kita foto-foto. Gimana aura wajah kita setelah acara?cerah ceria kan?

Buat kalian yang pengen kulitnya cantik walau usia udah kepala tiga bisa deh cobain produk Safi,karena selain halal, natural juga teruji πŸ˜„

Terima kasih pihak KEB dan Safi.




Saturday, July 6, 2019

Kue Mendhut Ala Kampungku


Kemaren pas di rumah ada acara, sepupuku mendapat intruksi untuk membuat beberapa panganan ala kampung. Salah satunya adalah kue Mendhut. 

Kue Mendhut adalah salah satu nama kue basah yang dibuat dari tepung ketan berbungkus daun pisang.

Di beberapa daerah kue ini mempunyai nama yang berbeda. Beberapa teman ada yang menyebut sebagai Goci atau kue Bugis.

Kue ini teksturnya mudah dibuat dan terkesan alami. Karena dibuat dari bahan-bahan yang mudah didapat dan tidak diperlukan bahan pengawet atau pemanis buatan.

Bahannya juga mudah di dapat. Kue ini terbuat dari beberapa bahan, diantaranya :
Tepung beras ketan.
Kelapa 
Gula merah
Garam
Pewarna makanan
Serta daun pisang untuk membungkus.

Cara membuatnya juga mudah walau tidak terlalu simple.

Pertama kali kita bisa buat untinya. Itu lho bahan buat isiannya.
Bahannya kelapa parut, gula merah dan sedikit garam buat nyolok. Larutkan gula merah masak dengan parutan kelapa. Sampai hampir kering, kemudian bentuk bulatan-bulatan

Kalau sudah kita buat kuenya.
Caranya mudah sekali, campur tepung beras ketan dengan air dan pewarna makanan. Pewarna makanan bisa sesuai selera, biasanya warna hijau atau merah. Bisa ditambah vanili agar aromanya harum dan sedikit garam buat mencolok rasa.
Ulenin hingga kalis.

Sembari nunggu kalis, rebus santan sampai mendidih dan keluar arehnya (semacam endapan santan di atasnya) Ambil arehnya dan sedikit airnya.

Setelah semua siap, ambil adonan kue terus isi dengan unti di dalamnya. Masukkan ke dalam areh santan tadi. Konon fungsinya biar nanti tidak lengket ketika dibungkus daun pisang.

Setelah dibetuk dan dicemplungin ke cairan areh santan. Ambil adonan buat dibungkus daun pisang. Biasanya dibungkus membentuk semacam piramida, tapi bisa juga sesuai selera ya.

Oh ya nanti jadinya semacam ini kuenya

 

Catatan sejarah Jiwa Template by Ipietoon Cute Blog Design