Wednesday, March 26, 2008

Cinta Dirumah Hasan Al Banna

Sebuah buku yang petut untuk dibaca oleh kaum ikhwan baik itu masih lajang, beristri ataupun sudah beranak banyak.Tapi cocok juga dibaca oleh kaum “hawa’ sebagai referensi”gambaran Suami dan Ayah ideal”.

Kemaren ketika buku ini dibedah dalam “forumku” muncul komentar yang hamper sama yaitu..”wah buku ini patutnya dibaca oleh kaum Ikhwan..”. Sang “Ummi” pun memberikan komentar yang sama.Bahkan ia merekomendasikan kepada suaminya untuk membaca dan membedahnya dalam” forumnya”..Dan akhirnya sang Suamipun setuju..

            Buku ini memang tipis dan harganyapun tak begitu mahal tidak sebanding dengan isinya yang sarat akan pelajaran yang dapat kita ambil dan kita contoh umtuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.Dimana kita juga akan lebih mengenal sosok Hasan Al Banna dan keluarga lebih dekat. Bagaimana ia Mentarbiyah anak-anak dan keluarganya, dan bagaimana kualitas tarbiyah yang ia berikan sehingga menghantarkan anak-anaknya menjadi Orang-orang yang sukses. Karena semua anak-anaknya sukses dalam pendidikan dan hamper semua memiliki kualitas tarbiyah yang mumpuni. Padahal belia ( Hasan Al Banna) Bukanlah sosokorang yang selalu dirumah, ia adalah sesorang yang berjibun kesibukannya didunia Dakwah, mengurusi Ikhawanul Muslimin dan Sering melakukan perjalanan Dakwah kedaerah-daerah yang jauh dari kata “dekat”.

            Akan tetapi bagaimana ia bisa memanage diri dan waktu sehingga ia bisa mengurus keluarga serta anak-anaknya dan begitu dekat dengan mereka. Ia benar-benar sosok “ ayah “ yang sangat menyayangi anak-anaknya dan tidak mau anak-anaknya bersedih, akan tetapi ia juga tidak membuat mereka (anak-anaknya ) menjadi sosok yang manja. Ia mengajarkan anak-anaknya menjadi Anak-anak ynag bertangggung jawab.

            Ia juga seorang yang bisa mengaplikasikan “Reward dan Punishment” dengan baik. Yang tidak membuat anak manja dan juga tidak membuat ia Takut dengan sosok sang ayah. Pokoknya mungkin “ayah yang ideal” deh…

            Ia juga sosok ayah yang mau terjun lansung dalam perawatan dan pendidikan anaknya. Ia mempunyai catatan tentang kelahiran anak-anaknya, riwayat sakit, apa obatnya, sekolahnya dll.Mau mengantar bekal makanan ke sekolah, teman diskusi yang baik bagi anak-anaknya ditengah berjibun kesibukannya bahkan ia yang menguburkan sendiri anaknya yang meninggal dunia. Sungguh sosok ayah yang “dicari” dizaman sekarang…

            Tak banyak yang dapat aku jabarkan deh…yang mau lebih lanjut baca sendiri bukunya, terbitan Da’watunna ini. Di jamin Nggak rugi deh..

Dan semoga dengan membaca buku ini para kaum “Ikhwan “ Bisa belajar dan meneladani sosok beliau…

Dan bagi para Akhwat moga bisa dapat ikhwan yang seperti beliau atau paling tidak mendekati..Ya mungkin sulit tapi setidaknya kita harus bisa jadi sosok yang seperti istrinya Hasan Al Banna.

Wah jadi tantangan sendiri ni buat aku….untuk menjadi orang yang perhatian dengan keluarga, baik adek dan orang tua serta family yang ada dan juga teman-teman disekelilingku. Jangan jadikan dakwah sebagai alasan kita jauh dari keluarga dan melupakan mereka.

 

Untuk Ummi,aku jadi kangen banget nih….

0 comments:

Post a Comment

 

Catatan sejarah Jiwa Template by Ipietoon Cute Blog Design