Tuesday, July 23, 2013

Jangan sampai kalah syukur dan sedekah dengan wanita ini.

Beberapa hari lalu,ketika saya sedang asyik diskusi dengan seorang ibu di sebuah toko,datanglah seorang wanita yang datang-datang langsung cerita ngalor-ngidul sembari curhat "lagi nggak enak badan". Awalnya saya kira wanita ini agak tidak "normal "pikirannya.Tetapi mengikuti ucapannya yang kala itu sedang meminta karung untuk membungkus sesuatu yang saya tebak semacam "dispenser " yang kata beliau mau dia sumbangkan ke sebuah pondok yatim di Semarang.Akhirnya karena kami tak punya karung kami sarankan plastiknya diplester saja karena "dispenser" itu sudah ada dalam kardus.Akhirnya dia nurut,dan saya bantu untuk membungkus dan menuliskan alamat tujuan.

Tetapi saya tanya dulu,"ibu dapat alamat ini darimana?"
"anu mbak,dari mas-mas yang minta sumbangan sembari bawa amplop githu. Kan kayaknya kasian,lalau saya tanya dari mana?terus bilangnya dari Semarang.Lha saya terus dikasih alamat yang ada diamplop itu mbak"
Karena saya takut itu hanya tipuan mas-mas dengan modus minta2 sumbangan atas nama ponpes dsb saya tanya,"Ibu dah pernah hubungi nomernya?"
" Udah ,dibalas kog mbak"
Saya langsung jelaskan kalau takutnya ntar dibohongi,tapi dia tetap kekeuh karena sudah terlanjur janji sama mas-mas yang minta sumbangan itu untuk kasih barang sumbangan.Lagipula ibu itu juga ngaku males lihat barang itu karena merasa ketipu salesnya,di beli 900an ribu.
Si wanita ini tetap ngotot dan bilang "lillahi ta'ala" .Sayapun menuruti dan membungkus kardus itu dan menyarankan dikirim lewat Pos saja,karena jarak Solo dan semarang saya kira cukup murah pakai Pos.

Sembari nunggu saya bungkus kardusnya wanita ini crita ngalor-ngidul nggak capek-capek.Dia rupanya juga mau kontrol ke rumah sakit,sembari bawa hasil rongent kalau paru-parunya kena flek.Padahal sebelumnya dia harus rela diangkat rahimnya karena tumor atau kanker.Yang lebih mengenaskan adalah kala dia dioperasi tidak ada 1pun keluarga yang menungguin.Dia sering di ejek karena tidak punya suami,saudara pada acuh dan ponakan-ponakan tidak ada yang peduli.Saya taksir usianya antara 30-40 tahun.Dan dia hidup sebatang kara,bekerja sendiri dan anggap sesama muslim adalah saudaranya(berdasarkan cerita ibu yang aku ajak diskusi)

Ada satu kisah yang membuat saya "deg",dia bilang" dulu ada banyak orang bilang saya tidak punya suami,anak dan keluarga ntar kalau ada apa-apa tidak ada yang merawat.Tapi nyatanya pas saya sakit ada keajaiban mbak.Saya waktu itu habis operasi,selang dimana-mana,perawat masuk kasih saya air hangat untuk Sibing(mandi dengan dilap ajah).Saya padahal tidak ada yang nunggu dan nggak mampu gerak. Dan saat itu pintu kamar saya agak terbuka,datanglah seorang wanita mbak.Dia tanya "saya sakit apa?" terus tanya keluarga saya mana?.Karena tidak ada semua,wanita itu menawarkan untuk memandikan saya.Saya mau mbak,saya didandani cantik.Habis itu wanita itu bilang"wes cantik,seger...neh sekarang kenalkan saya bu Bayan Sragen.Tadi nengok tetangga sebelah yang skait typhus,terus lihat ibu. Sekarang Ibu cepet sembuh ya..dan sembari ngasih amplop,katanya buat beli makanan.Saya buka mbak isinya 100 ribu..nek dipikir,dia bukan apa-apa saya lho mbak,Allah emang Maha Adil..."

Subhanallah...
saya terhenyak mendengar potongan-potongan kisah wanita ini.Setelah dia pergi,ibu yang tadi diskusi dengan saya bercerita tentang kisah hidupnya yang sebatang kara.Tapi mau bekerja apa saja asal halal,rajin ibadah dan pandai bersyukur.Dia bahkan mau datang ke beberapa orang sholeh untuk curhat dan menuruti nasehat-nasehat kebaikan yang diberikan kepadanya. Akan tetapi dia tidak pelit untuk berbagi...

Subhanallah,Moga Beliau cepat sehat dan tetap menapaki jalanan kebajikan..aamiin.

Bagi yang mau berbagi dan nggak mau kalah dengan beliau..bisa ke sini yaa



Silahkan pilih donasi Anda
Berbagi Buka Puasa Rp.28.500,-
Syiar Qur'an Rp.165.000,-
Kado Lebaran Yatim Rp.270.000,-
Bingkisan Keluarga Jompo & Prasejahtera Rp.340.000,-



4 comments:

  1. Kisah yang benar2 menginspirasi kehidupan,thks yaa mba :)

    ReplyDelete
  2. Wow, kisah yang inspiratif.

    Memang kalau Allah berkehendak, semuanya bisa jadi mungkin. Semoga ibu itu diberi kesehatan :-)

    ReplyDelete
  3. aamiin,terima kasih doanya....smg demikian pula yg mendoakan..

    ReplyDelete

 

Catatan sejarah Jiwa Template by Ipietoon Cute Blog Design