Tuesday, December 16, 2008

akhwat kudu mandiri..??

Terdengar tangis seorang ibu engan mendekap anaknya ketika jenasah suaminya diangkat..

sayup-sayup terdengar kata-katanya"nanti kalau ada apa-apa sapa yang akan bantu?"

para family dan tetangga berusaha menghiburnya..

Beberapa waktu lalu ummi angkatku juga minta bantuanku untuk menemani tinggal seorang ummahat,karena suaminya kuliah lagi di Inggris..

atau terkadang mendengar cerita seorang ummahat yang iri melihat pasangan suami istri yang belanja di super market bareng,sedang ia tidak..ngapa-ngapa sendiri karena suaminya kerja di luar kota..

Sekilas hasil analisa saya*lebay..

Ternyata keberadaan seorang suami begitu berharga,

akan tetapai sekarang pertanyaanya,bilamana ketika suami itu eninggal dunia??

bukan maksud mendo'akan..akan tetapi sekedar wacana..

apakah dunia akan kiamat,atau bumi berhenti berputar??

Jawaban pasti kehidupan akan tetap berjalan..

bagaimanapun keadaan si istri..

Ia harus tetap hidup,pun kalau ia punya anak ia mesti harus menghidupi anaknya..

Untuk itu diperlukan kemandirian dari seorang akhwat..bukan hanya dalam kondisi tidak ada suami,or lelaki dirumahnya..

Ia harus bisa berlatih menghandle apa yang ia bisa perbuat,baik dikala suami hidup or tiada..

Akan tetapi jangan pernah mengerjakan apa-apa sendir ketika suami masih ada,karena adakalanya si suami merasa nggak dibutuhkan..dan hal itu sangatlah nggak baik bagi kehidupannya kedepan..

Untuk itu tidak ada salahnya seorang wanita,tidak terlalu bergantung pada suami..

Tapi bukan berarti lepas sama sekali

17 comments:

  1. iya tho..ya dah tak cek dan hapu satunya..jzk infonya akh..

    ReplyDelete
  2. minimal pny penghasilan sendiri ...
    gak mesti lewak jd akhwat karier ..

    ReplyDelete
  3. wah bisa ditularin dunk,ilmunya..biar py penghasilan sendiri..

    ReplyDelete
  4. Wacana yang sempat membuat Dee terenyuuh nii...
    Gak membayangkan bgmna kalo kami ibu dan anak di'tinggal' selamanya... yg pasti, 2 tahun yg lalu ditinggal selama 3 bulan tuk berhaji(Temus) saja...rasanya sudah sediih sekali ...

    Mhn do'a nya ya ukht... tuk kebaikan keluarga kami ....
    Jazakillah khoir atas wacana nya ...

    ReplyDelete
  5. Harus lah... Cuma kan kasusnya beda-beda.
    Yang waktu ditinggal, barangkali ekspresi sesaat karena namanya juga baru aja kena musibah.
    Yang ditemani, yah wajar dong... Toh nggak tiap hari, kan? Mungkin ada hal-hal mis. keamanan yang membuat perlu ditemani. Atau butuh teman curhat, atau bantuin jaga anaknya.
    Yang iri, juga perasaan wajar yang timbul sewaktu lihat... Kalau nggak iri malah aneh :).

    ReplyDelete
  6. waiyyaki mbak..insya ALLOh ana do'ain..yah saling mendo'akan aja..^__^

    ReplyDelete
  7. o..githu ya mbak..maklumblm pernah merasakan...hehe

    ReplyDelete
  8. jadi inget kata temenku dulu (cowok),,,dia pengin punya istri yang bisa jadi imam menggantikannya kalo dia udah g bisa lagi,,,

    jadi akhwat harus tangguh dong!!

    ReplyDelete
  9. Selagi suami kita msh ada, kitapun harus bs mandiri, jangan selalu mengandalkan suami n bergantung pd suami...

    Kecuali untuk hal2 yg kita tdk bs melakukannya..

    Istri yg mandiri sbg cermin bahwa dia dewasa, tdk childish...[krn childish didentikkan dgn manja, n manja itu yg menyebabkan kita slalu mngandalkan org lain yg ada didekat kita, so jadilah kita mndpt label tak mandiri]

    :)

    ReplyDelete
  10. wah tak beruntunglah pak adam yang dpt anty,hehe^__^

    ReplyDelete

 

Catatan sejarah Jiwa Template by Ipietoon Cute Blog Design